
Mesa sehari harinya hanya di kurung di kamarnya, ia tidak tau istri macem apa yang hanya di kamar tanpa di perbolehkan untuk keluar untuk melihat seisi rumah itu saja tidak di izinkan sama sekali. Rasanya Mesa tersiksa sekali,ia kepikiran mamah Isti nya selalu,tapi Mesa tidak bisa berbuat apa apa.
Di Club malam
π’Jedakπ’jedukπ’jedakπ’jedukπ’
(Suara musik diskotik)
Adam duduk di kursinya dengan meminum minumannya itu,semenjak kematian Ayunda,kehidupan Adam berubah dratis.
"Dam udahlah yang minum!" kata Johan temennya itu.
"Kamu jangan terlalu banyak meminumnya,udalah ikhlaskan bini mu yang sudah meninggal itu." Kata Willy.
Adam menaruh gelasnya di meja dan menggenggam erat gelasnya,dengan ekpresi setengah sadar setengah mabuk mengingat Ayunda membuat hatinya sedih kini hanya bisa di tutupi dengan ke sifat arogannya itu.
"Benar yang di katakan Willy Dam,yang sudah tiada, tidak akan mungkin bisa hidup kembali. Jangan menyiksa dirimu terus terusan seperti ini Dam!"
kata Johan memperhatikan Adam di sampingnya itu.
"Katamu kamu sudah menikah,kenapa masih aja keluyuran seperti ini. Berubah lah Dam,lupakanlah Ayunda yang sudah meninggal." Lanjut Johan
Adam hanya tersenyum kecut memutar mutarkan memainkan jari telunjuknya di bibir gelasnya itu. "Iya dia istriku, anak dari Wisma yang telah membunuh Ayunda!" jawab Adam
Johan dan Willy saling pandang, "Kenapa kamu malah menikahinya Dam?" tanya Willy yang penasaran.
"Iya karena aku akan membalas dendamkan melalui Mesa!" jawab Adam
"Mesa?" tanya Johan mengerutkan dahinya
"Iya namanya Mesa. Dia yang harus membayar semuanya atas kematian istriku Ayunda!" Adam yang masih memainkan gelasnya itu.
"Kenapa kepada anaknya Wisma,yang salah Wisma sebagai ayahnya bukan Mesa,Adam!" sahut Johan.
"Aku tidak mau tau! Mesa akan ku buat menderita. Aku pastikan Wisma juga akan menderita dan menyesal sudah menyerahkan putrinya kepadaku." Senyum kecut Adam
"Wisma yang gila harta! Apa kamu yakin aku lihat Wisma tidak memperdulikan putrinya itu,nyatanya dia memilih menjalin kerja samanya ketimbang memikirkan putrinya bahagia atau tidak." jawab Willy
"Maksudmu?" tatapan Adam ke Willy dengan bingung.
"Entah aku menyimpulkan saja." Willy memang asal menebak,antara meleset atau memang benar.
"Sudahlah Adam lupakan masa lalumu yang terpenting kamu buat Wisma ngaku dan menjebloskannya ke penjara,bukan membalas dendamkan kepada Mesa yang sudah menjadi istrimu." Willy tidak ingin melihat sahabatnya terpuruk terus bertahun tahun yang keadaannya seperti ini.
"Tidak segampang itu,aku tetap membalas dendamkan kepada Mesa anak dari pembunuh itu!" Adam masih keras kepalanya itu.
__ADS_1
Willy dan Johan hanya bisa menghela napas dengan kasarnya. Seketika Johan punya ide yang cemerlang,Johan membisikkan kepada Willy tanpa Adam mengetahui seiringan suara diskotiknya itu.
Untung saja Johan punya obat perasang yang ia bawa, akhirnya Willy mengalihkan Adam kepada dirinya. Johan yang berperan untuk meminta minumannya lagi kepada pelayan dan menaburkan obat perasangnya di gelasnya itu. Lalu tanpa sadar Adam,Johan sudah menukarkan minuman Adam dengan gelas yang Johan bawa.
Selang obrolannya itu,Adam kembali meminum minumannya di ulang-ulang di telannya sampai habis.
Adam merasa tubuhnya merasa aneh, Johan dan Willy yang bisa melihatnya kalau Adam mulai kacau.
"Johan,Willy kenapa tubuhku rasanya tidak enak. Panas sekali." Adam merasa kacau keringat bercucuran,ia melepaskan kancing di lehernya itu. Pastinya sedikit terespos dada atasnya.
"Sebaiknya kita pulang!" ajak Johan
"Tidak! aku tidak ingin bertemu Mesa" penolakan Adam
Tidak ada pilihan lain Adam di paksa oleh Johan dan Willy,sahabat sejolinya itu. Dan mereka masuk kedalam mobil,Adam masih meracau tak menentu karena minuman alkohol dan obat perasangnya itu. Kacau sekali diri Adam sekarang,Johan yang menyetir mobilnya kearah rumah Adam.
*****
Di Kediaman Adam
Tak butuh lama Adam sampai di rumahnya,penjaga rumah membuka gerbangnya. Johan dan willy membopong Adam ke atas kamarnya dan di jatuhkan kedalam ranjang tidurnya.
Johan turun kembali memanggil pelayan di rumah tersebut menanyakan Mesa, akhirnya Mesa ada di kamar bawahnya terkurung.
Johan meminta pelayan rumahnya itu untuk memberikan baju yang seksi untuk Mesa mengenakannya secepatnya. Kalau tidak mau paksa sampai mau.
Sesuai perintah Johan, Johan juga sudah di atas kamar bersama Willy menunggu Mesa datang.
"Sempurna!" Johan dan Willy melihat Mesa ternyata cantik dan seksi,tiba tiba mereka membuyarkan pandangannya dan kembali lagi sesuai rencana awal yang mereka susun.
Adam masih meracau tak menentu karena tubuhnya kepanasan efek obat perasang,bajunya sudah mulai berantakan,sedangkan Mesa di paksa masuk ke kamar Adam oleh pelayan pelayan yang memegangi tangan kanan kirinya itu.
"Kenapa kalian membawa wanita ini masuk kedalam kamarku?" kata Adam yang masih di atasa ranjang tidurnya melihat Mesa masuk kedalam kamar mengenakan baju yang minim dan transparan.
"Sudahlah Adam, kamu harus menyalurkan hasratmu kepada istrimu kalau tidak kamu akan tau akibatnya efek samping obat perangsang itu!" kata Johan
"Apa? kalian memberikanku obat perangsang,sialan kalian!" sahut Adam yang sudah tidak tahan lagi.
"Maaf tidak ada pilihan lain,segera salurkan kalau tidak kamu tau sendiri akibatnya Dam!"
kata Willy
Mesa yang di pegangi para pelayan itu membuat jantung Mesa berdetak lebih cepat,perasaan tidak karuan karena takut atau apa Mesa tidak mengerti,melihat kondisi Adam yang sekarang ia menjadi bingung harus apa.
Akhirnya Johan dan Willy mengambil ahli memaksa Mesa ke arah Adam. "Mesa puaskan suamimu!" Mesa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan memberontak tapi percuma saja tubuhnya sudah jatuh di ranjang tidurnya bersama Adam.
__ADS_1
Johan dan Willy keluar dari kamar bersama pelayan pelayannya itu,lalu di kunci dari luar. Johan meminta pelayannya di buka pintu kamar Adam esok hari agar mereka melakukan malam ini lebih dulu. Semoga saja malam ini berhasil rencana Johan dan Willy.
Mesa hendak ingin turun dari ranjang tidurnya,tapi kalah cepat dengan Adam yang sudah menarik pergelangan tangan Mesa di sebelahnya. Adam tidak punya pilihan lain ia sudah tidak tahan lagi,di tambah pakaian Mesa yang seksi tidak seperti biasanya membuatnya hilang kendali.
"Tuan! sadar tuan!" kata Mesa yang sudah di tarik di bawah kungkungan Adam yang sudah menindih tubuh Mesa.
"Aku sudah tidak tahan lagi!" nafsu Adam sudah menggebu gebu.
Pada akhirnya Adam memaksa Mesa untuk melakukan hubungan intimnya bersama.
Mesa menangis,karena Mesa selalu menolak tetap dipaksa. Sehingga Adam melakukan dengan kasarnya untuk memuaskan nafsunya itu. Hingga akhirnya Mesa merintih kesakitan,karena di bawah sana merasa sakit dan perih karena ulang Adam menerobos pertahanan Mesa yang di jaganya selama ini,darah yang sudah mengalir mengenai seprainya itu.
"Ternyata kamu masih perawan!" di tengah tengah aksi Adam melakukannya,entah kenapa Adam merasa senang ini adalah pertama kali Mesa melakukan hubungannya yaitu bersama Adam. Sedangkan dulu bersama Ayunda,ia tidak merasakan perawan karena Ayunda memang sudah tidak perawan. Tapi Adam tetap mencintai apa adanya Ayunda.
Mesa tetap mengalirkan air matanya,tubuhnya mulai merasa remuk semua. Mesa sudah mulai pasrah dan menerima sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Adam.
Merasa Mesa sudah tidak memberontak lagi Adam menciumi Mesa kembali,ia berpangutan kembali dengan mulut Mesa bersama mulutnya. Tangan Mesa di naikkan di atas dan ditekan dengan tangannya. Adam memberi bekas klimaksnya di dada Mesa banyak sekali. Adam memaju mundurkan yang di bawah sana,rasa sakit mulai menghilang. Mereka sudah sampai puncaknya pun keluar bersama sama,sangking Adam terlalu kasar melakukannya tanpa henti Mesa pun kelelahan dan jatuh pingsan.
γBersambung.....
.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π