Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 61


__ADS_3

"Adam, aku lelah aku masuk kamar lebih dulu."


"Em iya sayang, kalau begitu aku ke ruang kerja dan kamu di kamar beristirahatlah."


Mesa berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar atasnya, sedangkan Adam masuk ke ruang kerja.


"Datanglah kemari!"


"Sekarang juga."


tut.....


Panggilan berakhir.....


Adam mulai duduk di kursinya menunggu Willy dan Johan untuk datang ke rumahnya. Leo yang menghandle perusahaannya, sedangkan Adam hanya memantau dari tab untuk melihat perkembangan perusahaannya itu.


"Ada apa Adam?" tanya Willy yang sudah masuk ke ruang kerja Adam di ikuti Johan di belakangnya.


"Pamanku, dan Vera adik angkatku tadi kemari dan mengatakan kalau kedua orang tuaku masih hidup."


"Benarkah?" Johan mendekati Adam


"Bagus dong, ternyata kamu masih punya kedua orang tua yang lengkap." sahut Willy


"Tapi paman mengajukkan syarat kalau aku ingin bertemu dengan kedua orang tua kandungku, aku harus menikah dengan Vera."


"Lalu kamu jawab apa?"


"Jelas aku menolak, aku memilih istriku. Dia sedang mengandung anakku. Dan asal kalian tahu aku hanya mencintai Mesa."


"Bagaimana kalau aku cari tahu tentang kedua orang tuamu? Aku bisa memantau terus gerak gerik paman Jojo, siapa tahu aku bisa mendapatkan info dari penyelidikanku ini."


"Ide bagus, aku harap kita tidak akan ketahuan."


Adam sejenak berfikir, "Terimakasih, kalian memang sohibku yang terbaik."


"Kamu tidak perlu risau Adam, serahkan semua kepada kita. Kita akan membantumu, karena kita memang teman baik bukan?" Seringai Willy


...*****...


Di kamar


Adam melihat Mesa terlelap tidur dengan tenang, ia mendekati istrinya yang hamil besar. Dan duduk di sebelah samping Mesa, ia menyelipkan anak rambutnya di telinga Mesa, Adam memandangi Mesa begitu lekatnya, ia gengam tangan istrinya. "Istriku, cukup ini adalah pernikahan terakhirku. Aku berjanji hanya kamu yang akan menjadi ratu hatiku satu-satunya."


"Anak papah! Baik-baik di dalam sayang, jangan nakal di dalam ya! Kamu anak yang kuat." Adam mengelus perut Mesa mengajak bayinya berbicara, ada tendangan kecil yang Adam rasakan.


Jelas Adam senang, ada respon di dalam perut Mesa. Akhirnya Adam memilih menemani Mesa tidur di sampingnya.


"Adam aku gerah!"


"Sa, kamu ngigau?"


Mata Mesa langsung membuka dan menatap Adam yang berada di sampingnya sekarang.


"Tidak suamiku, aku kebangun karena gerah!"


"Kalau begitu AC nya aku tinggikan suhunya." Adam yang hendak mengambil remot pengatur suhu AC di cegah Mesa.


"Tidak suamiku, aku tidak mau kalau aku masuk angin."


Mesa langsung membuka bajunya sendiri sedikit di longgarkan, sedangkan kaitan branya sudah di lepas.


Adam tertuju dengan gundukan dua kembar milik Mesa, ia hanya bisa menelan salivanya saja tanpa berkedip. Sungguh sesak di dalam bawah sana.


"Istriku apakah kamu sengaja menggodaku?"


"Tidak, aku gerah Adam."

__ADS_1


Adam tidak kuat imannya melihat tubuh Mesa begitu seksi apa lagi gundukkan kembar Mesa begitu besar karena dia sedang hamil.


Cup!


"Sayang, aku menginginkan!"


"Hais aku lelah suamiku."


"Kamu tidak perlu ikut hanya cukup diam saja menikmati." Adam menyium kembali pipi Mesa


"Berhati-hatilah suamiku, aku sedang hamil. Jangan terlalu bersemangat."


"Tentu!"


Cup!


Akhirnya adegan panas melabui pasangan suami istri yang sedang menuntaskan hasratnya.


"Tidurlah!" kata Adam setelah selesai melakukan hingga akhirnya mereka terlelap tidur bersama.


...*******...


Di pagi hari


Adam buru-buru pergi tanpa menunggu Mesa bangun lebih dulu. Adam pergi sesuai Johan mengirim lokasi di mana itu rumah kedua orang tua kandungnya.


Adam mendatangi dengan penuh keyakinannya, "Apakah kamu yakin ini rumah kedua orang tuaku? Tapi kalau benar kenapa kalian cepat menemukan mereka?" tanya Adam yang penasaran


"Iya kebetulan kemarin aku datang kerumah pamanmu dan kita mendengar mereka mengobrol, kedua orang tuamu mencarimu. Tapi paman menolak mempertemukanmu dengan mereka."


"Kenapa kamu tidak menghubungiku langsung semalam?"


"Alangkah baiknya kalau kita mengikuti kedua orang tuamu sampai ke sini dan paginya baru aku kasih tahu. Kalau aku kasih tahu tadi malam kamu bisa tidak menemani Mesa bukan?" geda Johan menaik turunkan kedua alisnya menggoda.


"Diamlah!"


Akhirnya Adam masuk menuju rumah nan megah itu. "Permisi tuan mencari siapa?" tanya penjaga rumah tersebut.


"Saya mencari pemilik rumah ini."


"Anda siapa?"


"Saya anak mereka."


"Maaf tuan, setahu saya majikan kami tidak memiliki anak."


"Kalau tidak percaya panggilkan mereka saja. Sebelum pintu gerbang ini saya robohan dan akan membuat keributan di sini."


Sedangkan Johan dan Willy berada di belakang Adam, mereka berdua memberi tatapan tajam kepada penjaga rumah tersebut.


"Buka gerbang ini untuk kami atau aku robohkan gerbang ini sekarang juga?" gertak Adam


"Siapa yang teriak-teriak di depan Uya?" kata laki-laki paruh baya menghampiri Uya di depan gerbang.


"Tuan, mereka ngotot untuk bertemu pemilik rumah ini."


"Siapa kalian?"


"Maaf tuan sebelumnya laki-laki ini mengaku anak tuan dan nyonya." sahut Uya


"Anak?" Papah Biyan menatap Adam sejenak dan memerintahkan Uya membuka gerbangnya dan mempersilahkan mereka masuk.


Sampai ruang tengah, Adam melihat seorang wanita paruh baya merenung diam.


"Mah!" panggil papah Biyan


"Mereka siapa pah?" sahut mamah Nadira melihat orang-orang yang tidak di kenalnya.

__ADS_1


Akhirnya Adam mengatakan semuanya tentang dirinya bersama paman Jojo dulunya. Begitu juga papah Biyan dan mamah Nadira menitipkan anaknya kepada paman Jojo malah membawa kabur putranya bertahun-tahun.


"Adam putraku??" mamah Nadira menangis haru dan di ikuti Papah Bryan memeluk mereka berdua. Bagi yang menonton pasti menangis bahagia, seperti Johan dan Willy yang melihatnya.


"Akhirnya aku memiliki kedua orang tua utuh, seperti yang lainnya. Adam senang pah mah."


"Begitu juga papan dan mamah, anakku Adam."


Tiba-tiba ponsel Adam berdering dan ternyata Mesa yang menghubunginya.


"Maaf sayang, pagi-pagi aku langsung pergi tanpa membangunkanmu."


"Nanti sampai rumah akan aku ceritakan semua kepadamu sayang."


tut...


"Adam kamu sudah menikah?" Mamah dan Papah mendengar obrolan Adam dengan istrinya di balik teleponnya.


"Iya pah mah, dan sebentar lagi kalian akan memiliki cucu."


"Benarkah? mamah senang mendengarnya meskipun papah dan mamah baru menemukanmu. Mamah bisa mulai dari awal dengan merawat cucuku."


"Tentu."


"Istrimu sudah hamil berapa bulan?"


"Baru menginjak 8 bulan ini mah. Dan hari ini jadwal mengecek kandungan ke rumah sakit. Adam akan segera pulang untuk mengantarnya ke kerumah sakit setelah ini."


"Kalau begitu pertemukan kami dengan istrimu, putraku." kata papah Biyan


"Pasti." kata Adam dengan senyum lembut kepada ke dua orang tuanya itu.


》Bersambung......


__________________________________________


Ditunggu UPnya kembali sesuai jadwal. . . . . πŸ˜‡


...1. "Dendam Sang Presdir" : Setiap hari senin,kamis....


...2. "Duda Tampan Pilihanku" : Setiap hari selasa,sabtu....


__________________________________________


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2