Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 46


__ADS_3

Pagi hari,


Adam yang sudah bangun lebih dulu, menatap istrinya yang masih meringkuk di tubuh Adam. Pagi-pagi sudah turun hujan saja, suasana sangat dingin sekali cocok untuk keduanya.


Mesa menggeliat tubuhnya masih nempel di tubuh Adam tapi hendak mau bangun-bangun, sangking gemasnya ia menyubit telinga Mesa (Ets dah hidung kali ini malah telinga, dasar Adam.)


"Aw aw...." seringai Mesa merasakan telinganya di tarik oleh Adam, sebenarnya Mesa sudah bangun lebih dulu tapi malah menggeliat saja.


"Apa yang kamu lakukan? Telingaku sakit Adam." Mesa membuka kedua matanya menatap Adam.


"Nyoba tes aja istriku ini sebenarnya sudah bangun tapi tidak mau pergi dari tubuhku."


"Kenapa? tidak boleh? ini masih pagi hujan lagi." cemberut Mesa


"Ternyata istriku manja rupanya, menggemaskan. Jangan salahkan aku, kalau aku akan memakanmu hidup-hidup di pagi hari ini." Posisi Adam membalik menindih tubuh Mesa di bawahnya.


"Apa yang kamu katakan? Apa semalam masih kurang?" gugup Mesa, matanya yang masih sedikit ngantuk tiba-tiba matanya melek seketika.


"Hm.... Menurutmu?" Adam pura pura memikirkannya.


"Alangkah baiknya kita mandi, aku sudah lapar setelah ini kita makan." Mesa berusaha mengalihkan pembicaraannya.


Mesa pun bergegas mendorong tubuh Adam ke samping, pipinya sudah berubah menjadi merah merona. Adam yang melihatnya hanya tersenyum kecil menatapnya dengan tingkah salting istirnya, padahal Adam suaminya masih aja Mesa seperti itu.


Akhirnya Mesa buru-buru turun dari ranjang tidurnya berjalan ke arah kamar mandi, masih merasakan sakit di bawah sana sih pasti, tapi syukurlah masih bisa tetap berjalan. Mesa mulai acara mandinya, membersihkan diri menikmati mandi di dalam bathup.


Adam yang menunggunya sangat lama sekali, dia pun langsung menyusul Mesa ke kamar mandi, untungnya saja pintu kamar mandinya tidak di kunci oleh Mesa jadi Adam bisa nyolong start kali ini. Ternyata Mesa berendam di bathup berisi busa sabun terapi dengan air hangat. Matanya masih setia menutup tanpa di sadarinya Adam sudah masuk.


Byurrrr


Sontak saja Mesa kaget, "Sedang apa kamu kesini?" Mesa membuka kedua matanya


"Yang jelas mandi bersama."


"Tunggu aku selesai dulu, baru kamu Adam."


"Oh, jadi kamu mau menolak suamimu ini? Kamu tahu kan kalau menolak itu dosa."


Mesa pun berfikir sejenak akhirnya dia mengalah dan berhenti berdebat dengan suaminya, ia memilih untuk beranjak pergi karena sudah selesai acara mandinya. Tapi Adam menarik tubuh Mesa kembali sehingga Adam memangku Mesa di atasnya.


Sama-sama telanjang, pria normal mana sih yang tidak tergoda dengan apa yang di sajikan sangat menggoda di depannya, tubuh polos Mesa bisa menarik perhatian Adam. Mesa baru menyadarinya langsung menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Kenapa di tutup? Kamu berhasil menggodaku sayang." Tanya Adam yang semakin erat memeluknya.


"Tidak, aku tidak menggodamu. Aku sudah selesai mandi." Tapi Adam tidak kunjung melepaskan pelukkannya ketika Mesa memberontak melepaskan pelukkannya itu.


Salah siapa membangunkan singa yang masih tidur, terjadilah apa yang seharusnya terjadi di antara keduanya itu di dalam kamar mandi bersama.

__ADS_1


*Skip*


Setelah adegan panasnya selesai Adam menggendong tubuh Mesa ala bridal stylenya ke kamar kembali.


"Menyebalkan!"


"Tapi kamu suka kan sayang." Goda Adam sesekali menyium bibir Mesa dengan lembutnya.


...*****...


Selesai mereka nano-nano, mereka mengenakan pakaiannya dan segera bergegas untuk mengemas pakaiannya. Adam buru-buru untuk pulang karena ada masalah sedikit di perusahaannya setelah mendengar info dari seketarinya via telepon, itu tidak bisa di lakukan dengan seketarisnya saja melainkan kehadiran Adam sangat penting ke kantor.


"Maafkan aku sayang, tidak bisa lama-lama di sini."


"Tidak masalah, aku sudah senang sehari di sini. Yang penting sekarang pekerjaanmu aku mengerti."


Akhirnya Adam dan Mesa terbang lepas landas kembali ke kotanya. Beberapa jam mereka pun sampai dengan selamat.


Adam mengantarkan Mesa lebih dulu ke rumah sedangkan Adam ke kantornya.


Setelah Adam pergi Mesa masuk ke dalam rumahnya menata semua bajunya dengan rapi. Mesa yang bersantai di kamarnya mendengar ketukkan pintu. Dan Mesa mempersilahkan pelayannya masuk, katanya ada tamu yang ingin bertemu, dan Mesa memerintahkan pelayannya untuk menunggu sebentar, setelah ini dia akan turun menyapa tamunya.


Di ruang tengah


"Selly!" panggil Mesa yang sudah turun dari anak tangga melihat Selly duduk di sofanya.


"Untuk apa kamu datang kemari?"


"Aku ke sini hanya ingin meminta maaf."


"Maaf untuk soal apa?"


"Maaf untuk kesalahan mamah dan papah, aku mewakilinya Sa! Begitu juga aku yang sudah merebut papah darimu. Sungguh bukan maksudku seperti itu."


Mesa dengan angkuhkan kalau sudah berhubungan dengan keluarga Wisma, apa lagi sekarang berhadapan dengan salah satu keluarga Wisma (anaknya) nyatanya. Hatinya masih sakit, papahnya tidak pernah menyayangi Mesa dan memilih Selly. Sebenarnya tidak masalah Mesa berbagi kasih sayang papahnya kepada Selly, toh mereka juga anaknya Wisma. Mesa terima Selly sebagai saudara tapi sayang sekali, kasih sayang seorang ayah yang seharusnya di dapatkan Mesa malah di berikan ke Selly semuanya.


"Lebih baik kamu keluar dari rumahku!" tegas Mesa


"Aku mohon, maafkan kami Sa. Kita sama-sama mengakui salah, semenjak papah masuk penjara ekonomi keluargaku merosot dan membuat mamahku jatuh sakit. Kami sudah mendapatkan karmanya. Aku mohon maafkan kami Sa. Hanya maafmu membuat kami tenang." Selly dengan terpaksa mau bersimpuh lutut di kaki Mesa, air matanya yang mengalir deras. Menyentuh kaki Mesa dengan harapan ia mendapatkan maaf dari Mesa.


Mesa hanya bisa mengumpat di dalam hati, ia juga kasian dengan Selly. Tidak salahnya kan untuk memaafkannya sekali saja dan memberi kesempatan!


Mesa pun menyentuh kedua lengan Selly membangunkan Selly untuk berdiri. "Aku tidak ingin berdiri sebelum kamu memaafkan kami."


"Ku mohon jangan seperti ini Selly, berdirilah! Aku memaafkanmu dan kesalahan keluargamu."


"Sungguh!" Selly meyakinkannya dengan menanyakan ulang kepada Mesa

__ADS_1


"Ehmm" dehem Mesa yang wajah angkuhnya berubah baik dan lembuat dengan senyum tipisnya.


Selly pun tersenyum haru, "Bolehkan aku memelukmu Mesa?" akhirnya Mesa Selly berpelukkan.


"Terimakasih banyak Sa, aku akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Kamu saudaraku."


"Tentu kita saudara."


Senang Selly berubah sendu, "Ada apa Selly?"


"Mamahku jatuh sakit, seperti yang aku katakan sebelumnya. Ekonomi kami turun dratis, aku butuh biaya untuk perawatan mamahku dan juga kebutuhan sehari-hari kami Sa. Aku bingung mau cari uang kemana untuk biaya berobat mamah."


"Aku bisa membantumu. Biar nanti aku bicarakan dengan Adam, berapa yang kamu butuhkan?"


"Maaf Sa, aku tidak ingin merepotkanmu."


"Tidak sama sekali Sel. Kita bisa mulai dari nol lagi, kita saudara. Bukankah kita sebagai saudara saling membantu?"


"Kamu saudaraku yang paling baik. Sebagai gantinya aku boleh bekerja di perusahaan suamimu?"


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2