Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 48


__ADS_3

Beberapa jam sudah berlalu, Adam setia menunggu sang istri di dalam untuk perawatannya, sedangkan Adam duduk di sofa sambil melihat majalah yang ia pegang, ya padahal bukan hobbynya menyentuh majalah, hanya saja membuka majalah untuk menghilangkan rasa bosan menunggu. Meski begitu Adam sesekali melihat perkembangan perusahaannya lewat pantauan ponselnya.


Pelayan salon di sana juga mempersilahkan Adam mengganti pakaiannya yang di bawanya tadi, begitu juga dia sedikit di poles untuk rias ketampanannya. Setelah selesai di rias ketampanannya dan juga model rambutnya di ubah, menjadi keren seperti oppa-oppa Korea seperti di katakan istrinya sebelumnya, Adam rela mengubahnya demi sang istri tercintanya.


Pas sekali Adam selesai, Mesa pun juga selesai perawatan begitu juga di make over sangat cantik. Adam dan Mesa saling pandang, mereka sangat terpesona dengan lawan yang mereka lihat. Mesa melihat Adam berubah penampilan menjadi lelaki rupawan seperti apa yang ia mau sebelumnya, begitu juga Mesa di rubah menjadi cantik sekali seperti seorang putri kerajaan, kenapa begitu? karena pakaiannya yang Mesa kenakan cocok sekali dengan tubuh langsingnya, di kepalanya ada mahkota kecil sebagai hiasan rambutnya. Bibir warna pink mengkilap dengan polesan lipstik berpaduan yang pas, begitu juga bulu mata yang lentik apa bila Mesa mengedipkan mata bisa menghepnotis siapapun yang menatapnya, begitu juga dengan senyumanya sangat manis sekali kalau di pandang. Polesan rias yang tidak terlalu berlebihan. Sempurna! pas! luar biasa!


Pakaian Adam dan Mesa satu set sama, sungguh pasangan couple yang cocok, perempuan cantik dan pria yang sangat tampan.


"Wah kalian cantik dan tampan, cocok!" salah satu perias yang gay memuji mereka berdua.


"Akan ku beri bonus semua pelayan salon yang ada di sini, kalian kerja bagus!" sahut Adam


"Terimakasih tuan." sumringah sang pemilik salon mendengarnya, semua sangat berterimakasih atas kedatangannya Adam di salonnya hari ini.


Adam mendekati Mesa dan mengulurkan tangannya berharap Mesa akan menerima uluran tangannya juga.


"Istriku memang cantik." puji Adam melihat Mesa dari dekat


"Suamiku juga begitu tampan." sanjung juga dari sang istri


"Apakah kamu sudah siap sayang?"


"Ya."


"Mari kita berangkat sekarang sayang!" Mesa menerima uluran tangan sang suami. Sehingga mereka bergandengan tangan untuk keluar dari salonnya.


Untung saja salonnya tidak masuk-masuk ke dalam mall, melainkan pas pinggir jadi bisa langsung menuju keluar lobby, di sana juga ada Leo yang menunggunya sebagai penjemput mereka (Seketaris serba guna).


Lagi-lagi semua orang melihatnya begitu terpesona dengan apa mereka lihat, sesekali mereka mengambil gambar Adam dengan Mesa.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, entah kenapa perut Mesa merasakan tidak enak. Tubuhnya merasa aneh sekali, kepalanya sedikit pusing. Misal Mesa tidak menggunakan lisptik mungkin bibirnya sudah pucat. Mesa berusaha menahannya, kalau dia bilang kondisinya sekarang, pasti Adam memilih tidak melanjutkan perjalanannya ke arah pesta pernikahan Devan dan Sisi. Mesa tidak ingin mengecewakan sahabatnya itu.


"Sayang kamu kenapa? aku melihatnya kalau kamu tidak nyaman. Apakah pakaiannya tidak nyaman kamu kenakan?" tanya Adam di sebelah Mesa


"Tidak apa, nyaman kok. Aku cuma deg-degan saja, tidak sabar untuk segera sampai ke lokasi. Melihat sahabatku menikah langsung dengan orang yang di cintainya." bohong Mesa tetap berusaha menahannya, untung saja rasa sakitnya mulai sedikit menghilang pas Adam memeluk Mesa di sampingnya.

__ADS_1


"Tenanglah kamu bukan orang tuanya. Mereka pasti bahagia setelah menikah."


"Ya."


...*****...


Sampailah di lokasi pesta pernikahan Devan dengan Sisi, ternyata mereka menunggu kehadirannya. "Kalian, aku kira kalian tidak datang."


"Maaf, apa kami terlambat?" Mesa pun memeluk Sisi yang sudah menyambutnya.


"Tidak, kalian tepat datangnya."


"Dev, selamat ya! Semoga pernikahan kalian di berkati." kata Adam yang juga menyapa Devan di samping Sisi.


"Pasti Dam, terimakasih kalian mau datang."


"Tentu." seringai Mesa membalasnya dengan senyum manisnya. Devan benar benar sudah melupakan cintanya kepada Mesa dan Sisi lah yang ada di hatinya sekarang.


Sungguh pasangan-pasangan yang sangat serasi. Adam dengan Mesa begitu juga Devan dengan Sisi. Mereka tidak tau jodohnya siapa waktu itu, tapi kini mereka percaya dengan takdir, mereka masing-masing di mempertemukan untuk saling bersama, sampai maut memisahkan mereka.


...*****...


Mereka melanjutkan makannya kembali, sungguh sangat ramai sekali, makanan yang di sajikan prasmanan membuat Mesa jadi pusing, apa yang di lihat menjadi buram bahkan tubuhnya merasa lemas, suara keramaian mulai memelan dan Mesa.........


Brugg


Mesa kehilangan keseimbangan pada akhirnya tubuhnya terlulai lemas di lantai, sialnya Adam tidak ada di sampingnya, Adam yang tadinya juga bertemu dengan rekan bisnisnya sehingga mereka mengobrol terlebih dahulu. Di tambah Mesa tidak ingin mengganggu obrolan mereka, Mesa memilih pergi sendiri untuk mengambil makanan di tempat meja lain, terjadilah Mesa pingsan sekarang.


Adam melihat kiri kanan tidak ada Mesa, ia mencarinya sehingga orang-orang pada heboh melihat ke arah lain dan menggerumuninya. Sontak saja Adam mendekati kearah situ. Adam terbelalak terkejut ternyata istrinya sendiri.


"Mesa sayang." Adam mendekati tubuh Mesa yang sudah terkapar di lantai. Hampir saja ada laki-laki lain yang mau menyentuh Mesa tepatnya mau menolong dengan cara menggendong. Adam tidak ingin istrinya di sentuh dengan laki-laki manapun. Bisa habis kalau berurusan dengan Adam.


Devan dan Sisi pun sama khawatir dengan Mesa setelah melihatnya, pada akhirnya Adam membawanya ke dalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit. Adam sangat-sangat khawatir sehingga memangku tubuh Mesa sesekali membangunkan Mesa, berharap Mesa bangun. Tapi sayang, Mesa masih setia dengan mata terpejam.


...*****...

__ADS_1


Di rumah sakit


Adam beneran sangat khawatir dengan kondisi Mesa di dalam, mondar-mandir tak tenang Adam di pintu depan UGD.


"Tenanglah tuan, nona Mesa akan baik-baik saja." Leo berusaha membuat Adam tidak risau


"Tidak bisa, Mesa adalah istriku! Kalau Mesa terjadi apa-apa bagaimana?"


Leo hanya bisa menunduk diam dengan tangan di lipatkan di depan. Dengan kondisi Adam seperti ini, Leo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tujuannya tadi berbicara supaya Adam lebih tenangan bukan malah kena omelan Adam.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2