
Di makam
Mesa dan Adam menaburi kelopak bunga mawar merah di tanah pemakaman mamah Isti. Mesa menyentuh batu nissan mamahnya dengan harapan Mesa harus ikhlas demi mamah biar tenang di surga.
Mata Mesa begitu sembab menangis tanpa henti, "Berhentilan menangis, mata kamu lihatlah. Maksudku jangan membuat mamah sedih melihatnya sayang." bujuk Adam
"Benar yang di katakan suamimu Sa, kamu harus tegar kamu harus melanjutkan hidupmu lagi." sahut Sisi yang merangkul Mesa
"Mesa yang aku kenal itu kuat, percayalah mamah Isti sudah tenang di sana Sa. Kamu harus berhenti menangis." sambar Devan
Ketiganya berlomba-lomba untuk membuat Mesa tidak menangis sepanjang hari, menangisi boleh sesekali. Tapi Mesa sepanjang hari, mereka merasa tidak tega melihatnya.
"Kalian..... terimakasih." Mesa pun pergi meninggalkan pemakaman,
Devan , Sisi dan Adam melihat Mesa jalan pergi lebih dulu dari pemakaman mamah Isti. Apa lagi mereka saling tatap hanya naik bahu tidak tahu.
Adam mengejarnya dan meraih tangan Mesa di sampingnya. "Sayang, kamu lupa aku suamimu?" sontak jalannya berhenti di luar pemakaman.
Tiba tiba Wisma dan Wulan bersama Selly datang ke pemakaman mamah Isti.
"Luar biasanya kamu, mengadakan pernikahan meriah tanpa papah kemarin!" kata papah Wisma melihat Mesa dengan Adam
Selly sangat terpukau dengan laki laki di samping Mesa. Seperti tidak rela mata ini untuk mengedip, tatapan terhenti ketika Adam menyambar perkataan papah Wisma.
"Untuk apa anda datang di pernikahan kami tidak penting tuan Wisma terhormat!"
"Apa maksud tuan presdir? Dia kan masih putri saya."
"Apa papah nganggep Mesa putri papah? bukankah putri papah hanya Selly seorang." kecut Mesa
"Apa yang kamu katakan Mesa, kamu juga putri papah Wisma. Kita saudara, maafkan aku selama ini mengambil kasih sayang papah hanya untukku,tapi sungguh itu bukan inginku seperti itu. Yang aku inginkan papah juga memberikan kasih sayang juga untukmu Mesa." sok manis Selly di depan semua orang.
__ADS_1
Mamah Wulan yang ada di sampingnya bingung dengan sikap Selly yang berubah baik dengan Mesa.
"Gak usah sok baik padaku Selly, aku tau betul kamu seperti apa."
"Apa yang kamu katakan Sa, niat kami baik kok. Datang di pemakaman mamah Isti ibu tiriku untuk mendoakan. Turut berduka cita ya." Sendu Selly dengan sok polosnya.
"Cih, tidak perlu doa kalian, lebih baik kalian pergi saja." acuh Mesa
"Anak kurang ajar, papah tidak pernah mendidikmu seperti itu."
"Ha mendidik? Selama ini mamah yang mendidikku selama hidupnya."
"Oh begini didikan Isti? Tidak ku sangka dengan wajah polosnya sama sikapnya, tidak sinkron." sinis mamah Wulan.
"Mah,pah. Udah jangan berdebat, kita ke sini untuk mendoakan mamah Isti di pemakaman, kasian Mesa mah pah. Dia sudah kehilangan mamah Isti, hanya kita keluarga Mesa yang dia punya." Selly menengai berdebatan yang mulai memanas dengan sikap sok baiknya, di depan Adam supaya Adam mengira Selly saudara yang baik untuk Mesa.
"Oh ya keluarga? Tapi sayang keluargaku adalah suamiku saja." acuh Mesa lalu pergi meninggalkan semua orang di situ.
"Anak kurang ajar!" murka mamah Wulan dengan suara pelan ingin rasanya menjambak Mesa saat itu juga.
Adam hanya menganggukan kepalanya sekali saja tanpa menjawab lalu pergi meninggalkan mereka semua. "Apa yang kamu lakukan Selly?" kesal mamah Wulan melihat perubahan baik Selly di pihak Mesa.
"Bodoh kamu Selly, papah mau menanyakan juga perihal perusahaan papah bentar lagi kolep itu."
"Hahaha tenanglah mah pah!"
"Apanya yang tenang?"
"Kita main cantik. Aku pura pura baik menyesali perbuatanku dan lembut kepada Mesa terlebih dahulu, tenanglah pah mah hanya pura pura. Setelahnya apabila mereka mau menerimaku dan aku di pihak mereka, selanjutnya apa yang terjadi....... booommmm aku akan menghancurkannya, seperti mereka sudah menghancurkan perusahaan papah. Yang jelas papah harus berusaha lebih dulu mencari investor yang lain ya setidaknya untuk berdiri saja lebih dulu." ide cermelang Selly
"Anakku luar biasa, papah bangga sayang, ide yang bagus."
__ADS_1
Bravo
"Selly gitu dong."
"Anak mamah!"
Senyum licik terukir jelas di wajah Selly, perihal pelakor tak pantes menduduki menjadi pelakor hanya untuk seorang duda di perebutkan. Dia pasti bisa cari lebih dari Adam. Hanya saja Selly mengagumi awalnya karena ketampanannya saja, tidak lebih. Selebihnya nanti tidak tahu di episode selanjutnya........
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π