Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 58


__ADS_3

"Nih yang kau minta! Untung saja aku punya ide cemerlang. Dan cepat-cepat aku akhiri." Devan menyerahkan bukti rekamannya di flesh disk yang sudah ia pindahkan semalam.


Bravo!


"Kerja bagus!" Tos ala Johan dan Willy


"Devan, kalau kau tidak ikhlas, kau bisa ambil flesh disk ini kembali." kata Adam menggeser flesh disknya ke arah Devan kembali.


"Apa yang kau katakan Adam?" bingung Johan berserta Willy yang saling tatap tak mengerti.


"Apa yang kau bilang kalau aku tidak ikhlas Adam!" Devan bingung dengan Adam


"Iya, siapa tahu kau masih ingin bersama Selly hahaha!" awal tatapan yang serius menjadi pecah tawa di ikuti Johan dan Willy.


"Sialan, kalian pada. Jangan ketawa ya kalian. Awas sini!" kesal Devan menghampiri Adam, Johan dan Willy bergantian di sertai Devan menggunakan bantal sofanya untuk sejata melempari mereka, jadinya 1 lawan 3.


Tiba-tiba saja Mesa yang ada di dapur bersama Sisi mendengar keributan di ruang tamu, mereka langsung pergi kesumber suara keributan.


"Hey calon bapak-bapak kalian sudah besar, jangan seperti anak kecil lagi." ngomel Sisi yang melihatnya.


"Lihatlah suamimu ini Si, tadi di goda soal Selly, kamu tahu sendiri sayang. Aku sudah punya kamu." rengek Devan yang lelah memukul-mukuli ketiga lelaki yang sudah menjadi sohibnya itu.


"Aduh duh duh.. sayang kenapa kamu menarik telingaku?" Mesa menghampiri Adam dan menarik telinga Adam dengan kencang.


"Kamu itu lihatlah.. kasian Devan, suami Adamku tersayang."


"Maaf sayang cuma bercanda." senyum terlihat di wajah Adam


"Memang istrimu yang terbaik! Aku di bela kan?"


"APA!" teriak bersamaan Sisi dan Adam, Devan hanya bisa menelan salivanya. Sedangkan Mesa melototi Devan. Begonya ampun deh! Padahal Devan tidak ada maksud apa-apa, asal ceplos saja tuh mulut.


"Wah-wah perang dunia akan segera di mulai!" goda Johan


"Bentar-bentar aku duduk dulu.Yok lanjut!" lanjut kata Willy sambil duduk menyaksikan mereka kembali.


"Semakin panas!" Johan pun menyaksikan mereka mulai perang sambil duduk di samping Johan.


"Devan, aku tahu kau cuma bercanda. Seperti aku tadi kan?" tanya Adam kepada Devan


"Iya tentu." jawab Devan


"Kalau begitu, bagaimana kita hajar mereka berdua. Seru kali ya!" Senyum miring Adam kepada Devan.


Willy dan Johan saling tatap, merasakan hawa-hawa yang tidak enak. Pasti bentar lagi mereka kena sasaran Adam dan Devan. Benar saja mereka mengerjain Johan dan Willy sambil minta ampun, di balik itu semua Sisi dan Mesa melihatnya begitu bahagia.

__ADS_1


Tiba-tiba Mesa merasakan perutnya kram, dan merintih kesakitan di perutnya.


"Ahhh ssttt." Mesa memegangi perutnya sendiri, mendengar suara Mesa kesakitan, mereka berhenti dengan hajar menghajar ala sohib mereka.


Adam sangat khawatir dengan Mesa, ia menyuruh Mesa duduk di sofa. Kandungannya sudah mulai menginjak tujuh bulan.


"Sayang, kamu kenapa? perutmu sakit?" Adam duduk di samping Mesa dengan penuh khawatirnya itu. Adam mengelus perut Mesa, sedangkan tangan Mesa meremas lengan Adam.


"Jangan-jangan Mesa mau melahirkan!" kata polos Johan


"Bodohnya kau Johan, usianya baru tujuh bulan. Belum waktunya lahiran, makanya segera menikah biar tahu istri hamil kapan waktunya melahirkan!" dengus kesal Sisi


"Ya maaf!"


"Sudah sudah."


"Sayang kita ke rumah sakit sekarang ya!" Lagi lagi Adam pun melihat Mesa dengan ekpresi menahan rasa sakit di perutnya tidak tega langsung menggendong Mesa tapi tidak jadi.


"Tidak mau, perutku sudah tidak merasakan sakit lagi."


"Benaran sayang?"


Mesa menganggukan kepalanya saja, akhirnya orang-orang di sana lega melihatnya. Tapi kenapa tadi, mungkin gejala ibu hamil kram itu wajar karena kelamaaan berdiri atau mungkin Mesa kecapekan bisa jadi. Selama hamil Mesa yang ikut beres-beres rumah membantu pelayan di rumah, padahal pelayan pelayan sudah melarangnya, jadinya Mesa diam-diam tanpa sepengetahuan Adam.


"Tapi aku ingin sesuatu!" kata Mesa


"Emm, aku ingin kalian masak" Mesa menatap semua laki-laki yang ada di sana kecuali Sisi.


"Mana bisa begitu. Aku tidak bisa masak!"


"Apa lagi aku"


"Aku juga tidak bisa masak!"


"Sama!"


"Jadi kalian tidak mau ini, masakin aku. Aku cuma ingin melihat kalian masak dan aku ingin menyicipinya." melas Mesa.


Demi istri tercinta Adam harus masak, sebenarnya Adam juga tidak tahu masak memasak urusan dapur. Mau gak mau Johan, Willy, dan Devan harus masak juga karena Adam sendiri yang memohon.


"Ibu hamil ribet kalau ngidam, ini masaknya gimana coba?" Kata Willy memegang daging ayam di kulkas yang akan di potong.


"Aku juga gak tau ini, wortel ini terus di apain?" Devan pun sama tidak tahu


"Ini terus apa? kok baunya kaya kaos kaki hueekk ...." Kata Johan yang menghirup terasi lalu Johan merasakan mual setelah menyium aroma tidak sedap yang ia pegang dan menjauhkan terasi itu.

__ADS_1


"Bodoh itu terasi terbuat dari udang, kalau kalian suka sambel terasi. Ya itu harus ada terasinya." sahut Mesa mendekati mereka di dapur sambil mengelus perut buncitnya itu. Melihat lelaki-lelaki tampan di dapur, sungguh Mesa sangat bahagia di kelilingi orang baik, apa lagi mendapatkan suami super duper baik itu.


"Terus ini bagaimana masaknya sayang? Aku tidak mengerti!" Kata Adam yang ingin minta bantuan ke istrinya. Karena Adam sendiri yang membawa panci.


"Bahan-bahannya yang mau di masak dulu baru nanti pancinya suamiku."


"Sisi, bantuin mereka masak!"


"Aku lagi?" kata Sisi menunjuk dirinya sendiri.


"Kapan kamu lagi?"


"Heheh, iya iya bumil. Siap laksanakan kanjeng ratu!" ramah Sisi menuruti ibu hamil yang sedang ngidam.


Akhirnya mereka masak seperti ala-ala oppa Korea Selatan, meski kadang ulah mereka membuat Sisi pening. Gimana tidak mau pening, ada ada saja ulah lelaki-lelaki rupawan itu... yang pancinya keluar api mereka kaget panik, ada yang hampir salah ngasih gula malah di kasih garam dan ada ada saja ulah mereka yang lainnya. Mesa yang memandangi mereka hanya tertawa lirih, sambil mengelus perutnya yang semakin besar itu.


Masakan selesai di pletting, luar biasa calon bapak-bapak ini. Mesa menikmati masakan mereka, sedangkan mereka berbaris menunggu tanggapan Mesa tentang masakan mereka.


"Rasanya ah mantap!" kata Mesa setelah memasukkan ujung sendok berisi makanan di mulutnya lalu menelannya.


Akhirnya mereka tidak sia-sia memasak untung ada Sisi membantu, kalau tidak! entahlah dapur akan menjadi apa nantinya.


Johan, Willy, Adam dan Devan saling berpelukan seperti teletubbies. Karena girang dengan komentar Mesa kalau masakan mereka enak. Akhirnya mereka makan bersama-sama.


"Apa rencana selanjutnya?" tanya Devan di sela-sela mereka selesai makan bersama.


"Dev, kau bisa bawa Selly besuk bertemu kita di suatu tempat!"


》Bersambung......


___________________________________________


Pemberitahuan!!!


...Jadwal UP terbaru \=...


...1. "Dendam Sang Presdir" : Setiap hari senin,kamis....


...2. "Duda Tampan Pilihanku" : Setiap hari selasa,sabtu....


...3. "Om, Profesor Tampan!" : Setiap hari jumat,minggu....


NB : Jadwal UP bisa berubah sewaktu-waktu apabila ada kendala.


♡♡♡♡♡~♡♡♡♡♡

__ADS_1


Oh ya! yang penting juga dukungan kalian mah, ya like, ya komentar, ya vote kenceng, ya ya semuanya. . . . . . 😍 Setidaknya hargai author begitu saja, author sudah seneng. 😘😇


__________________________________________


__ADS_2