Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 73


__ADS_3

Di perusahaan Adam


Tok...


Tok....


Tok.....


"Masuk!"


"Maaf tuan mengganggu waktu tuan"


"Ada apa Leo?"


" Ada yang ingin bertemu dengan tuan Adam!" kata Leo


"Siapa?"


"Katanya teman-teman SMA tuan dulunya."


"Teman? Ya sudah Leo, suruh mereka masuk." Adam mengerutkan dahinya memikirkan teman-temannya dulu yang dekat dengannya, pikirlah.


Datanglah Riki dan Riko laki-laki kembar masuk ke dalam ruangan Adam.


"Astaga, ternyata kalian. Sudah lama tidak berjumpa dengan kalian berdua."


"Hahaha beginilah kita, kau semakin sukses saja Akbar!" celetus Riki


"Yaa, seperti yang kalian lihat. Apa kabar kalian?" Akhirnya Adam berdiri mendekati Riki dan Riko dan memeluk mereka.


"Adam, sudah lama aku tidak bertemu denganmu." Histeris Naomi memeluk Adam di sana seperti biasa mereka berpelukkan berempat, sama seperti dulu mereka lakukan di masa SMA.


"Kamu juga kesini? Ada acara apa ini? tidak ada kabar-kabar kalian datang kemari."


"Namanya surprize yaampun Adam!"


"Duduk-duduk." Adam meminta Riki Riko dan Naomi, mereka duduk di sofa ruangan Adam.


"Oh ya, aku denger kamu nikah lagi karena kamu ingin membalas dendam kan sama wanita itu siapa namanya Mesa ya Mesa, berhasil kan?"


"Iya benar, dulu aku juga diceritain Adam sendiri kalau Adam ingin membalas dendamkan karena ayahnya membunuh istrinya yang ia cintai namanya Ayunda, mana mungkin ia langsung melupakan dendamnya begitu saja apa lagi melupakan Ayunda begitu saja, dan berpaling dari Mesa ah gak mungkin." sahut Riki


"Ehhhm aku tahu kamu pasti berhasil menyadangkan istrimu itu bukan? terus untuk kamu permainkan juga kan? Buktinya Adam tidak mempublikasikan hubungan dengan istrinya, iya gak gaes? berarti berhasil! Kalau iya kan sudah Adam kenalin pas acara penting kelas atas bawa dia hahaha gak bakalan Adam bawalah. Aku yakin kamu malu punya istri Mesa ya kan? secara Mesa dengan Ayunda tidak ada apa-apanya meski aku tidak tahu sih Mesa seperti apa. Tapi sesuai fillingku Ayundalah nomer one di hati Akbar, sedangkan Mesa barang pinjamnnya saja." celetus Naomi.


Tanpa mereka tahu Mesa datang keperusahaan Adam tanpa sepengetahuan Adam karena ia ingin bertemu dengan Adam dan nantinya bisa pergi kerumah Vera bersama-sama langsung dari perusahaan Adam, tanpa Adam harus menjemput Mesa kerumah, dengan lebih dulu Mesa datang ke perusahaan Adam. Mesa pun pergi dari sana setelah mendengar obrolan mereka di dalamnya dengan menangis sesegukan, Albe ia titipkan ke baby susternya yang ada di rumah. Leo melihat nyonyanya menangis setelah dari ruangan Adam, Leo bingung apa yang terjadi.


"Kalian salah, aku sangat mencintai Mesa. Sangat-sangat mencintainya, Sungguh! Aku sudah melupakan dendam itu, itu bukan salah Mesa, Mesa istri yang baik untukku. Tidak ada yang namanya istri cadangan maupun pinjaman setelah Ayunda meninggal. Bagiku sekarang Mesa segala-galanya."

__ADS_1


Adam meyakinkan perkataannya itu kepada Riki Riko dan Naomi.


"Tuan, saya ingin meyerahkan berkas ini kepada tuan yang perlu tuan baca dan perlu tuan tandatanganin." kata Leo yang masuk ke dalam ruangan Adam yang terbuka lebar.


"Letakkan di meja situ saja Leo, nanti aku baca lebih dulu."


"Baik tuan!"


"Kenapa kamu masih di situ?" Adam melihat Leo seperti gelisah dan tidak pergi dari tempatnya.


"Maaf tuan sebelumnya saya mau menyampaikan sesuatu kepada tuan, tadi nyonya Mesa datang kemari. Tanpa sengaja saya melihat nyonya Mesa keluar dari ruangan tuan dengan keadaan menangis lalu berlari pergi begitu saja."


"Apa Mesa tadi kesini?" Adam terkejut mendengar pernyataan Leo barusan.


"Haduhh, apa jangan-jangan dia menangis pas dia dengar pembicaraan kita tadi." kata Riki menyela


"Yaampun iya mungkin, Mesa salahpaham. Bagaimana ini?" bingung Naomi di sini lah Naomi merasa bersalah karena perkataannya tadi.


"Aku harus mencarinya!" Adam keluar dari ruangannya meninggalkan mereka di sana.


Adam pulang kerumah tidak ada siapa-siapa, pada akhirnya ia menghubungi mamah Nadira menanyakan Mesa ada disana tidak. Ternyata tidak ada di sana. Adam frustasi mencari Mesa sana kemari entah kemana ia pergi.


Seharian Adam mencari Mesa, tapi tidak ketemu. Baby suster menghubungi Adam untuk segera pulang karena si Albe menangis seharian tidak bersama mamah papahnya. Adam melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya, setelah sampai kunci mobilnya di berikan kepada penjaga rumah, untuk di masukan ke dalam garasi mobil.


"Albe sayang, jangan nangis sayang ada papah di sini." Adam menenangkan Albe dan akhirnya mau diam tidak menangis lagi di dalam pelukkan papahnya.


"Masih tuan, banyak di dalam kulkas."


"Banyak?"


"Iya tuan, tadi nyonya Mesa memerah ASInya dulu sebelum pergi."


Adam melihat susu botolnya ada 4 yang terisi ASI di dalam kulkas.


"Bagaimana ini selanjutnya? ia butuh ASI dari ibunya beberapa bulan ke depan. Kemana kamu Sa! Kamu salah paham sayang. Apa kamu tidak kasian dengan Albe?" Gelisah Adam.


Beberapa hari Adam tidak menemukan Mesa, sampai akhirnya mamah Nadira datang untuk menengok cucunya itu.


Adam menyeritakan semuanya yang terjadi sebelumnya kepada mamahnya. Hingga akhirnya mamah Nadira memutuskan untuk tinggal di rumah Adam, ia tahu Adam sangat frustasi mencari Mesa sana kemari, terlihat sekali keadaannya tidak keurus.


Waktu itu Adam baru sadar susu botolnya terisi penuh lagi di kulkas ia menanyakan kepada mamah Nadira dan babby sister.


"Kenapa botol-botol itu terisi air susu lagi?"


"Mamah juga tidak tahu Adam, kenapa bisa penuh lagi begitu." kata mamah Nadira yang menggendong Albe di dalam dekapannya.


"Maaf tuan, saya memberikan ASI dari ibu yang menyusui yang lain. Saya tidak tega kalau memberikan formula lebih dulu, syukurnya Albe mau meminum ASI yang lain. " gugup babby sister. Tangannya kelihatan gemetar sekali, tapi Adam tidak menyadari itu.

__ADS_1


"Apa benar begitu?"


"Benar begitu tuan."


Adam menghela nafasnya panjang. Ia kepikiran Mesa lagi, ia sangat-sangat merindukan Mesa.


"Mah, Mesa di mana ya? Adam sangat merindukannya, rasanya ingin sekali Adam ikat Mesa dirumah dan membiarkan Mesa mendengarkan penjelasanku lebih dulu."


"Apa perlu lapor polisi, ini sudah 3x24 jam lebih Adam, bahkan sudah beberapa hari Mesa belum pulang-pulang ke rumah."


"Tidak perlu! Mesa tidak hilang, dia baru sembunyi dariku. Aku akan berusaha mencarinya sampai dapat mah."


"Baiklah, carilah sampai ketemu. Kasian Albe dia juga butuh mamahnya."


Akhirnya ia pun pergi keluar rumah dan bertemu dengan Riki Riko di bar, Adam mengeluh sedih kehilangan Mesa. Adam layaknya mayat hidup, Riko dan Riki sangat kasian melihatnya.


"Adam lebih baik kamu pulang, cek CCTV. Apa kamu tidak curiga dengan air susu di kulkas yang selalu terisi penuh tanpa kehabisan stok ASI. Aku rasa bayi tidak segampang itu tergantikan dengan ASI lain."


Akhirnya Adam menuruti ide Riki untuk pulang dan mengecek CCTV di rumah. Masalahnya Adam juga merasa janggal sekali dengan air susunya yang berada di kulkas, ia pun menuju masuk kedalam ruang kerjanya dan mengecek di laptopnya. Ia lihat sampai detail, Adam baru menyadarinya dan terkejut dengan hasil rekaman CCTV sebelumnya yang ia lihat melalui layar laptopnya.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2