Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 11


__ADS_3

Brakkk


(Suara pintu kamar terbuka lebar)


"Apa-apaan ini!" kata Adam yang langsung nyelonong masuk kedalam kamar setelah mendengar obrolan Devan dengan Mesa.


Sontak Mesa dan Devan terkejut dengan kedatangan Adam secara tiba tiba.


"Tuan Adam!" panggil Mesa yang terkejut Adam masuk kedalam kamar dan melihat langkah jalan Adam lalu berdiri di samping ranjang tidur Mesa dengan ekpresi murka yang sudah meluap-luap dari dalam telinganya tapi tidak terlihat.


"Aku sudah mendengar pembicaraan kalian berdua,apa maksud kalian?" tanya Adam


"Tuan,apakah benar anda menikahi Mesa karena papahnya Mesa meminta tuan menikahi Mesa karena uang?" tanya Devan tanpa bertele tele yang juga sudah berdiri menghadap Adam,tatapan adu tatap itu semakin tajam.


"Kamu tidak perlu tau! Kamu siapa berani beraninya ikut campur dengan urusan keluargaku!" jawab Adam yang penuh angkuh.


Devan mengepalkan kedua tangannya di sisi samping pahanya masing masing itu.


"Jelas saya pasti ikut campur,karena Mesa adalah kekasihku!" kata Devan yang berani itu.


"Kekasihmu? Hanya di mimpimu saja kenyataannya dia sudah menjadi istriku sekarang!" senyum kecut Adam


"Saya akan merebut Mesa kembali tuan! Saya tidak rela melihat Mesa selalu menderita. Sudah cukup Mesa menderita,kini saya kembali untuk membuat hidup Mesa bahagia!" serius Devan


Adam menarik krah naik keatas kemeja dan jas dokter yang di kenakan Devan itu dengan erat dalam genggamannya.


"Aku tidak akan melepaskan Mesa! Jangan mimpi kamu Dokter Devan yang terhormat!" jawab Adam yang emosinya sudah naik level paling tinggi.


"Cukup! Cukup kalian. Devan tolong lupakan aku,aku mohon aku sudah bahagia dengan suamiku sungguh!" sahut Mesa menengai berdebatan Adam dan Devan itu.


Adam melepaskan genggaman krah kemeja Devan,lalu Devan membenarkan krahnya kembali dengan semula.


"Tidak akan pernah Mesa,aku tidak semudah itu melupakanmu. Ingat berjuangan kita dulu Sa! Dan ingat janjiku padamu aku akan membahagiakanmu suatu saat nanti. Dan kini aku sudah kembali Sa,aku sudah mapan aku sudah mengabulkan keinginanmu untuk menjadi dokter terbaik Sa. Lihat aku sekarang,aku sudah mampu." kata Devan melihat Mesa di ranjang tidurnya,menunjukkan kehebatan yang di miliki Devan sekarang.


"Tapi Tuhan sudah tidak mentakdirkan kita untuk bersama lagi." kata Mesa yang bisa meruntuhkan hati Devan saat itu juga.


"Apa kamu sudah tidak mencintaiku Sa? Katakan! Meskipun iya aku tidak perduli aku akan merebutmu kembali,aku cuma ingin kamu bahagia Sa." Tanya Devan


Entah kenapa hati Adam rasanya tidak rela,kalau Devan membahas cinta cinta cinta di hadapannya itu dengan Mesa.


"Maksudmu apa Devan! Kamu lupa aku suaminya,jangan lancang dengan istri ku. Kamu dan Mesa adalah masa lalu,sedangkan aku masa depan Mesa! Jangan gila Devan!" sahut Adam yang masih setia berdiri di sana meski terabaikan.


"Istri? saya rasa Mesa tidak bahagia dengan tuan,karena saya tau betul sikap Mesa selama ini. Dia sedang berbohong,saya yakin itu." tatapan kembali lagi ke Adam


"Tidak Devan,aku memang bahagia dengan suamiku sekarang!" sahut Mesa

__ADS_1


"Bohong!" nada keras Devan


"Aku tau kamu bohong Mesa! Aku melihat tatapanmu benar dan kalau perkataanmu bohong,itu berbalikkannya kan?" lanjut Devan dengan petuturan Mesa yang tidak meyakinkannya itu.


"Aku tidak bohong Devan! Sungguh!" Mesa meyakinkan Devan kembali.


"Kalau begitu aku akan menemui papahmu untuk menanyakan langsung. Sudah cukup papahmu membuatmu menderita terus terusan sampai mengorbankan anaknya demi uang cukup kejam,dan kamu tidak perlu khawatir aku akan menemui mamahmu,untuk meminta bantuan merebutmu kembali." tegas Devan.


"Menderita terus terusan? Apa maksud Devan barusan." batin Adam yang mendengar ucapan Devan barusan


Tanpa pikir panjang Devan memberikan obat magh untuk di minum sebelum makan,karena Devan tau Mesa asam lambungnya naik. Untung di tasnya sudah ada beberapa obat untuk pasien yang obatnya sering terjadi di gunakan, obat sakit yang tidak terlalu parah. Devan sudah mewanti wanti untuk menyiadakan obat seperti obat magh,demam,pusing dan lain sebagainya. Tapi Devan memberikan obat kepada Mesa untuk asam lambung naiknya saja tidak dengan obat yang lain.


Setelah selesai Devan keluar dari kamar Mesa dan pergi meninggalkan rumah tersebut.


Tinggalah Adam dan Mesa di kamarnya,awal awal keheningan. Pada Akhirnya Adam memilih untuk tidak membahasnya sekarang,Adam akan mencari tahu semuanya.


Beda dengan Mesa yang begitu tegang,ia takut dengan kondisinya yang sakit seperti ini. Kalah bicara dia akan menjadi samsatnya untuk siap di siksa,tapi Mesa berusaha untuk tetap tenang,ia harus jelih memilah dengan kata katanya dari setiap pertanyaan Adam nantinya yang terlontar untuk dirinya,yang tidak membuat Adam marah dan akan memburuk keadaan dirinya kalau salah jawab.


"Istirahahlah!" kata Adam yang posisi masih berdiri dan mengantongkan tangannya di saku celananya masing masing.


Mesa hanya diam,tidak sesuai apa yang di bayangkan Mesa sebelumnya.


"Kenapa diam! benarkan posisimu dengan baik." lanjut Adam


"Ada apa dengan tuan Adam? Apa mungkin aku lagi sakit dia bersikap lembut sekarang kalau gitu aku sakit terus saja biar dia lembut terus kepadaku. By the way kalau baik gini dia manis sekali." batin Mesa


"Apa kamu tidak mendengarkan bicaraku barusan,jangan membuatku menarik kembali perkataanku Mesaaa!" lanjut kata Adam yang siap untuk menyambar petir kepada Mesa saat itu juga.


"Iy...iyaa Tuan" kata gagap Mesa


"Yaelah baru aja di puji langsung pahit aja!" celetuh batin Mesa


"Apa kamu sedang mengumpat di hatimu Mesa!" Tanya Adam melihat wajah Mesa berubah menjadi kesal.


"Tidak,tidak tuan! Baiklah saya akan istirahat tuan. Terimakasih banyak!" sahut cepat Mesa.


"Hm kelihatannya kamu baikkan cepat sekali,bagus kalau begitu." kata Adam mendengar perkataan Mesa.


Lalu Adam keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamar Mesa.


"Ah mending sakit aja,daripada sehat kalau dia selalu kasar padaku.hufftt!" dengus Mesa yang sebenarnya tak ingin berdoa seperti itu.


Akhirnya Mesa membenarkan bantalnya,lalu Mesa memposisikan tidurnya dengan benar.Karena mungkin efek obatnya ada ngantuk ngantuknya Mesa pun terlelap tidur.


Adam yang sudah di luar kamar lalu menuju keruang kerja,hari ini Adam melakukan kerjaannya di rumahnya tanpa perlu pergi ke perusahaan.

__ADS_1


Adam duduk di kursi kebesaran di ruang kerjanya lalu menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Hallo Petrik!" sapa Adam kepada seseorang di balik teleponnya.


"Ada tugas untukmu!"


"Cari tau informasi lengkap tentang orang tuan Mesa,aku akan memberi data datanya Mesa kepadamu. Cari tau sampai seakar akarnya!"


"Iya karena aku ingin tahu, Petrik! Mungkin awalnya aku menolak untuk ingin tau lebih banyak tentang Wisma,yang aku tau cukup untuk balas dendamku,tapi kini aku berubah pikiran! Ada yang aneh dan janggal."


"Lakukan saja sesuai perintah dariku!"


Tuttttt


(Bunyi panggilan berakhir di ponsel Adam)


Adam meletakan ponselnya di mejanya,ia masih setia memikirkan sesuatu di otaknya yang penuh teka teki itu.


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2