
Mesa yang duduk di dekat kolam renang, terkejut atas kedatangan Adam yang duduk di sebelah kursinya.
"Adam,kenapa kamu kesini? Seharusnya kamu beristirahat!" tanya Mesa menatap Adam di sebelahnya.
"Aku melihat kamu tadi keluar dari kamar dengan keadaan menangis, aku sudah bilang itu masa lalu kelamku,lagi pula aku tumbuh dengan baik seperti kamu lihat sekarang!" kata Adam yang ingin membuat Mesa tidak kepikiran tentang dirinya.
"Sungguh kamu takut kegelapan?" tanya Mesa
"Iya!"
"Maaf aku tidak tau sebelumnya!" sendu Mesa
"Bukan salahmu Mesa! Lagi pula kamu tidak punya salah apa apa, kenapa kamu menyalahkan dirimu sendiri?"
"Aku-" Sekat Adam yang tak ingin Mesa menyalahkan dirinya sendiri yang memang kenyataannya bukan salah Mesa.
"Cukup Mesa,jangan bahas masalah itu. Aku ingin mengubur dalam dalam masa laluku. Aku besar juga di besarkan oleh pamanku dulu. Ceritanya begitu panjang,nanti semalaman aja tidak akan selesai aku ceritakan. Lebih baik kita beristirahat sudah malam!" klu sekilas dari Adam yang dia ingat tapi enggan untuk di ceritakan.
"Baiklah aku tidak akan membahas itu,aku janji aku tidak akan membuatmu takut lagi ketika gelap. Tapi ada yang aku tanyakan!" jawab Mesa dan dia ingat sesuatu yang nantinya Mesa ingin tahu dari Adam sendiri.
"Apa itu Mesa? Katakan!" Adam mempersilahkan Mesa menanyakan sesuatu kepada dirinya,
"Kamu sebelumnya sudah menikah? Sungguh kamu seorang duda? Memangnya mantan istrimu kemana?" tanya lipat Mesa
"Iya, sebelumnya aku sudah menikah bahkan aku hampir punya seorang anak. Lalu dia pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya."
"Selama-lamanya?" kerut alis Mesa bingung
"Iya,namanya Ayunda istriku sebelumnya,dia meninggal karena kecelakaan tabrak lari. Aku tidak terima akan kematian Ayunda,aku akan membalasnya. Andai orang itu membawa Ayunda ke rumah sakit dan bertanggung jawab mungkin Ayunda masih hidup sampai sekarang. Semua itu gara gara dia. Iya dia Mesa!" tatapan yang sendu berubah menjadi muram seketika menatap Mesa.
"Ada apa... Ke ke na paaa kamu menatapku seperti itu?" terbata bata Mesa melihat Adam berubah ekpresi.
__ADS_1
Adam mulai sadar dia menarik nafasnya perlahan tapi pasti,memejamkan kedua matanya sesaat.
"Maaf!" melengos Adam ia tidak ingin menyakiti Mesa seperti dulu lagi,ia seketila sadar akan janji mamahnya untuk tidak menyakiti Mesa.
"Apakah kamu masih mencintai almarhum istrimu?" tanya Mesa
"Kamu tidak perlu tau soal itu. Lebih baik kita masuk kedalam sudah malam,hawa dingin seperti ini tidak baik untuk tubuh kita." sangkal Adam yang enggan mengingat Ayunda lagi.
Adam mulai berdiri dari duduknya berjalan masuk kedalam rumah. Mesa mengekori langkah Adam dari belakang,mereka masuk kedalam kamarnya dan tidur bersama.
Adam memeluk pinggang Mesa dari belakang,Mesa membiarkannya. Tapi gerakan Mesa menandakan kalau ia belum segera tidur,ia masih gelisah entah apa yang di pikirkan,Adam yang merasakannya merasa terganggu lalu menanyakan Mesa yang sudah larut malam ini tidak kunjung tidur.
"Ada yang mengganggung di pikiranmu?" Tanya Adam yang masih memeluk pinggang Mesa
"Aku butuh jawabanmu yang tadi biar aku tenang,dari jawabanmu nanti ada beberapa pertanyaan yang lainnya." Langsung Mesa yang tidak ingin bertele-tele.
"Apa itu yang tidak bisa membuatmu tidur?"
Adam hanya menghela nafasnya "Baiklah akan aku jawab agar kamu bisa tidur setelah ini."
Mesa pun berbalik menatap Adam akhirnya Adam mengatakannya kepada Mesa.
"Iya aku masih mencintai Ayunda, bagaimanapun dia pernah ada di hidupku. Tapi semua sudah berakhir dia sudah tidak ada,aku harus mengikhlaskannya."
"Lalu denganku?" spontan Mesa
Adam mengedipkan kedua matanya itu,kenapa Mesa mendadak mempertanyakannya. Padahal Adam belum siap mengatakannya sekarang.
"Kenapa tidak di jawab? bukannya aku ini di hidupmu,menggantikan almarhum Ayunda." lanjut Mesa yang sudah berani mengatakan tanpa di pikir dulu Adam akan marah atau tidak.
"Itu aku tidak bisa jawab sekarang!"
__ADS_1
"Haiss,lalu kapan? Sudahlah tidak perlu di jawab. Aku sudah tahu." Mesa kembali memunggungi Adam di belakangnya.
"Menyebalkan! Duda tidak tau di untung,udah aku kasih mahkotaku untuknya. Udah janji sama mamah,tapi janji hanya di dasari janji bukan cinta. Ah Mesa jangan bodoh kamu,dia tidak mungkin cinta kepadamu. Apa maksudnya menikah ulang kedua kalinya kepadaku,cihh memang laki laki mulutnya manis." Batin kesal Mesa
"Aku janji akan menjawabnya besuk, asal besuk kita dinner malam aku tidak mau ada penolakan kamu harus mau! Sekarang tidurlah." Paksa Adam ke Mesa lalu kembali memeluk Mesa dari belakang.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π