Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 9


__ADS_3

Ceklek


(Suara pintu kamar terbuka perlahan)


Spontan Mesa kembali keranjang tidurnya membalut tubuhnya yang masih telanjang itu.


Reflek Mesa menempel di tubuh Adam saat itu juga,membuat Adam mengerutkan dahinya penuh heran.


"Permisi tuan!" salah satu pelayan itu masuk ke dalam kamarnya,membuat si pelayan itu menjadi kikuk lalu menundukan kepalanya karena tak sengaja melihat Adam dan Mesa dengan keadaan masih seperti itu.


"Hm!"dehem Adam menanggapi si pelayan itu.


"Sarapannya sudah siap tuan!" kata si pelayan yang masih menunduk


"Baik setelah ini kami akan turun!" jawab Adam yang masih menempel dengan tubuh Mesa.


"Kami? Biasanya dia kalau makan sendiri,maksudnya kami apa!" batin Mesa


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi." undur diri si pelayan itu.


Setelah pelayan itu pergi Mesa baru menyadari memeluk tubuh Adam,karena itu refleks tak sengajaan. Mesa memandang mata Adam sekilas lalu beralih melepaskan pelukkannya,tapi malah tangan Adam kembali menarik pinggang Mesa di dalam pelukkannya.


Empat mata itu saling tatap begitu dekat,hembusan nafas yang bertautan merebutkan udara sekitar. Jantung mereka berdetak tak karuan,seketika Mesa mengalihkan pandanganya ke lain.


"Haduh,jangan sampai tuan Adam mendengar jetak jantungku ini!" batin Mesa


"Kenapa dengan jantungku? Aku tidak pernah merasakan sebelumnya,apa ada masalah di jantungku. Tapi anehnya jantung ini berdetak begitu cepat hanya bersama Mesa terlalu dekat seperti ini. Apa Mesa pembawa penyakit? Tapi aneh kenapa rasanya aku senang bersamanya saat ini." batin Adam


"Maaf tuan bisa lepaskan tubuh tuan memelukku!" Mesa membuyarkan keadaan karena Mesa takut Adam mendengar jetak jantung Mesa begitu cepat.


Seketika Adam berhenti memikirkan dalam lamunannya,lalu melepas Mesa dari pelukkannya.


Mesa meraih baju bajunya yang sudah berceceran di lantai itu,Mesa berusaha menahan perihnya di bawah sana. Jalan Mesa juga agak kesulitan,ia mengenakan baju minimnya yang mudah ia kenakan tanpa daleman.


Adam hanya bisa menelan salivanya melihat pemandangan tubuh seksi Mesa dari belakang yang mengenakan pakaiannya,rasanya ingin sekali Adam menerkam Mesa saat itu juga.


Tapi Adam tidak melakukannya,Adam memilih masih diam di tempat,ketika Adam sudah tidak melihat Mesa lagi karena sudah keluar dari kamarnya,Adam baru sadar dari lamunannya.


"Mesa! hh Mesa!" panggil Adam yang sudah terlambat melihat Mesa sudah pergi dari kamarnya berjalan sempoyongan karena masih sakit di bawah sana.


Adam hanya bisa menghela nafas dengan stabil,lalu menyibak selimutnya hendak mau turun tidak sengaja Adam melihat bercak darah di ranjang tidurnya. Adam tersenyum simpul.


"Ternyata gadis itu masih perawan? Di zaman seperti ini sangat langka mendapatkan gadis yang masih bersegel itu,nyatanya aku bersama Ayunda yang sudah lama menjalin hubungannya tidak bisa menjaga mahkotanya untukku,lain dengan gadis itu eh bukan gadis lagi karena mahkotanya aja sudah aku ambil,iya kini dia menjadi wanitaku." batin Adam

__ADS_1


"Tidak,aku hanya membalas dendamkan kepadanya bukan menjadikannya dia wanitaku,sewaktu waktu bisa aku buang semauku ku buang cari yang baru. Iya untuk apa dia menjadi wanitaku,gara gara Wisma sebagai ayah pembunuh itu dia harus mempertanggung jawabkan semuanya!" lanjut batin Adam


Seperti ada yang membisikkan di dirinya,di sisi kanan membisikan yang baik dan di sisi kirinya membisikkan yang membuat Adam mengingat dendamnya itu.


Setelah itu Adam memilih membersihkan diri di pagi hari,begitu juga Mesa juga mandi di kamar mandi di dalam kamar bawahnya kini mereka sama sama mandi di bawah bercikan air shower membasahi tubuh mereka dengan kamar mandi yang berbeda.


"Devan, maafin aku hiks hiks,maafin aku tidak bisa menjaganya untukmu. Kini diriku begitu kotor,diriku tidak pantas untukmu lagi, maafin aku mungkin saatnya aku harus melupakanmu dan melepaskanmu untuk kebahagiaanmu Devan untuk mendapatkan lebih baik dari diriku,aku tidak perlu menunggumu lagi!" batin Mesa dengan isak tangisnya di bawah shower.


Adam sudah selesai dengan acara mandinya kini Adam sudah stell baju kantornya dengan rapi lalu Adam turun dari kamar atasnya menuju ke meja makan. Setelah itu Adam menyuruh salah satu pelayan rumah untuk memanggil Mesa.


Setelah itu Mesa merasa di panggil menghadap ke Adam di ruang meja makan.


"Iya tuan!" kata Mesa melihat Adam


"Lakukan tugasmu sebagai istri mulai sekarang,dari menghidangkan makanan,melayani suami,menyambut suami pulang,dan lainnya nanti menyusul!" kata Adam yang masih kakunya.


"Baik tuan!" nurut Mesa,yang tidak ingin ribut dengan Adam yang pastinya Mesa kalah telak dengan Adam


Mesa menyiapkan piringnya di balik lalu mengambil nasi gorengnya di piring Adam dan juga lauk telur ceploknya itu. Mesa masih berdiri melihat Adam hendak mau makan.


"Duduklah,kita sarapan bersama!" kata Adam yang sebenarnya Adam menginginkan Mesa menemani makannya.


Mesa masih terdiam berdiri,tidak biasanya Adam meminta Mesa menemani makan bersamanya. Mesa ingin makan pun harus menunggu Adam makan lebih dulu baru Mesa makan setelah Adam. Tapi beda dengan saat ini.


Sontak Mesa terkejut,pelayan di dapur hanya bisa melihat dari kejauhan begitu tegang.


"Tidak tuan,ba...baik tuan!" kata terbata bata Mesa dan memberanikan diri Mesa untuk duduk di kursinya,Mesa perlahan lahan mengambil nasi gorengnya dan lauknya.


Mereka makan dengan keheningan di tempat meja makan,merasa sudah selesai. Mesa pun merapikan bekas piring yang sudah di pakai untuk makan.


Tiba tiba Mesa merasa sakit di perutnya,lalu Mesa menghentikan membereskan piring kotornya, membuat Adam melihat Mesa seperti menahan sakit.


"Mesa ada apa?" kata Adam yang tidak biasanya perduli dengan Mesa.


"Apa tuan Adam sedang mengkhawatirkanku?" batin Mesa


"Tidak apa apa tuan,mungkin magh aku kambuh semalam tidak makan kini makan pedas membuat perutku merasa perih dan sakit." jawab Mesa


"Bodoh! Kenapa kemarin tidak sempat makan?" sahut Adam begitu kesal petuturan Mesa barusan.


"Saya menunggu tuan Adam pulang untuk makan lebih dulu sampai larut malam saya menunggu malah tuan pulang pulang dengan keadaan seperti kemarin itu dan akhirnya saya tidak makan dari siang kemarin sampai pagi ini." penjelasan Mesa


"Makannya semalam dia jatuh pingsan,karena belum makan!" batin Adam

__ADS_1


"Apa pelayan di rumah tidak memberimu makan di kamar?" tanya Adam


"Iya pelayan memberikannya kepadaku,tapi saya menolaknya tuan. Biasanya saya menunggu tuan makan lebih dulu baru saya juga akan makan. " jawab Mesa


"Mes....." potong Adam melihat Mesa merintih kesakitan di perutnya.


Mesa meremas perutnya begitu dalam,membuat Adam tidak tega melihatnya. Tidak seperti biasanya Adam perduli dengan Mesa biasanya Adam selalu kasar dengan Mesa tapi tidak untuk hari ini. Refleks Adam menggendong tubuh Mesa ala bridal stylenya.


"Eh!" cicit Mesa tubuhnya sudah melayang di dalam dekapan Adam yang menggendongnya.


Pelayan pelayan melihatnya begitu terpukau,tidak seperti biasanya Adam memperdulikan Mesa seperti sebelumnya.


Lalu Adam menggendong Mesa masuk kedalam kamar Mesa. "Maaf tuan saya tidak apa apa,nanti minum obat pasti sudah sembuh!" tubuh Mesa sudah di atas tempat tidurnya yang bersandar di belakang tempat tidurnya.


"Aku akan menghubungi dokter untuk memeriksamu!" kata Adam merogoh ponsel di saku celananya,ponselnya kembali di tangannya ketika selesai mandi tadi,Adam melihat ponselnya ada di meja rias, entah dari semalem ada di sana tanpa di sadarinya atau ada orang lain yang mengambil ponselnya lalu di taruh di mejanya. Tanpa pusing Adam tidak ingin memikirkannya.


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2