
Lagi lagi Sisi salah mengira,tapi ya begitulah Mesa berusaha untuk menutupinya. Sementara waktu biar Sisi mengira kalau Devan,daripada Mesa melanggar syarat dari sang suami pagi tadi.
*****
Jam kerja pagi sudah selesai,kini Mesa telah usai dengan kerjaannya itu. Sedangkan Sisi sudah pergi entah kemana,dia juga memiliki pekerjaan lain tidak hanya di cafe saja untuk selalu melihat kenerja begawainya 24 jam.
Mesa melepaskan celemek cafenya dari tubuhnya lalu di letakan di dalam ranjang baju kotor begawai, ya sehari ganti untuk di cuci untuk menjaga kebersihan sesuai arahan prosedur dari cafe tersebut.
Mesa mengambil tasnya dari kotak privasinya itu dan mengalungkan tas mungilnya di badanya. Ia keluar dari cafe bersama begawai begawai ramah yang lain,sampai depan cafe mereka mencar karena arah pulangnya berbeda beda. Hanya Mesa yang masih di depan cafe,Mesa merogoh ponselnya di dalam tasnya itu menghubungi Leo untuk menjemputnya dan nanti secara langsung Mesa meminta ke Leo untuk di antarkan kesuatu tempat di mana tempat itu tempat tinggal mamah Isti,berharap Leo mau mengantarkannya. Dengan pasti Leo menjawab akan menjemputnya,Mesa di suruh untuk menunggu.
Tiba tiba ada panggilan dari aplikasi facebooknya yang tertera nama ^Devan Pamuja^
Mesa yang selesai menghubungi Leo keganggu oleh Devan yang selalu mengirim inbox dan juga panggilannya lalu dengan rasa penasarannya ia membuka inbox tersebut.
"Sa! syukurlah kamu aktif facebook."
"Mesa aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu itu penting!"
"Mesa!"
"Sa,ini menyangkut mamahmu."
"Aku sudah kerumah tuan Adam untuk menemuimu lagi waktu itu, tapi tidak di perbolehkan dengan pengawalnya di sana,aku bingung mau bertemu denganmu dengan cara seperti apa untuk memberitahu tentang mamahmu."
__ADS_1
"Mamahmu ingin bertemu denganmu Sa!"
Deg
Mesa membuka pesan inboxnya tersudut dengan sebutan mamahnya itu membuat dia penasaran maksud Devan.
Lalu Mesa membalas pesan Devan yang tertunda itu.
"Ada apa dengan mamahku Van! Mamahku baik baik saja kan? Kamu sudah menemui mamahku ?" tanya Mesa dalam ketikannya itu.
"Syukurlah akhirnya kamu membalas inboxku Sa, aku bakalan ngasih tau ke kamu kalau mamahmu ada di rumah sakit." balas Devan lewat ketikannya itu.
Pikiran Mesa sudah kemana kemana,ia tidak ingin mamahnya terjadi sesuatu kepada diri ibunda tercinta Mesa. Semoga saja dalam pikirannya mamahnya cuma sakit biasa masuk angin misalnya.
"Di rumah sakit mana Van?" tanya kilat Mesa berharap Devan segera membalas pesannya ia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi kenapa mamahnya bisa masuk ke rumah sakit hanya melalui via pesan inbox.
Mesa gemetar membaca tulisan ICU,apa maksudnya ruang ICU bukankah ruang itu? Tidak tidak Mesa berusaha berpikiran positif.
"Nyonya silahkan masuk,di dalam mobil sudah ada tuan yang menunggu nyonya." Leo yang menghampiri Mesa di depan cafe,Mesa yang sibuk dengan ponselnya baru menyadari mobil tersebut sudah ada di depannya apa lagi Leo yang sudah ada di dekat Mesa.
"Apa ada Adam? Bagaimana ini aku bertemu mamah? Kenapa ada dia juga bukannya tadi dia yang mengatakan sendiri kalau Leo yang akan mengantar jemputku." galau Mesa di dalam hatinya.
γBersambung.....
__ADS_1
.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π