Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 64


__ADS_3

Perusahaan papah Bryan


"Jadi kau sudah menemukan putramu?"


"Ya."


"Bagus kalau begitu, kita bisa menjodohkan anak-anak kita."


"Tidak bisa, dia sudah memiliki istri dan aku sendiri sudah mendapatkan cucuku dari putraku."


"Tuan Bryan, apa kau lupa? perusahaanmu bisa hancur kalau kau tidak bisa menurutiku." gertak Tuan Martin


"Apa maksud tuan Martin berbicara seperti itu!"


"Aku harap kau bisa berfikir jernih demi perusahaanmu ini. Aku bisa menghancurkan perusahaan ini kapan pun!"


Tuan Martin pun berdiri dari duduknya dan membenahkan jasnya lalu meninggalkan ruangan papah Bryan.


Papah Bryan hanya bisa bungkam, tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Perusahaannya juga sangat penting, apa lagi putranya yang baru ia temukan.


...*****...


"Pah, aku tidak mau tahu. Aku inginkan Adam, meskipun dia sudah menikah aku tidak perduli." kata Veranika yang menunggu di dalam mobil


"Tenanglah sayang, apapun keinginan putriku pasti terwujud."


"Bagaimana caranya pah? Papah mau mengancam perusahaan om Bryan. Kalau Om Bryan memilih Adam dan membiarkan perusahaannya bangkrut terus masih ada perusahaan Adam percuma saja pah." dengus Vera di samping papah Martin


"Tenanglah Vera, papah akan membantu kamu mendapatkan Adam bagaimanapun itu caranya!" jawab papah Martin


Vera sudah mulai mentok dalam pikirannya, akhirnya Vera ingin nemui Adam ke rumah sakit, bagaimana perkembangannya Adam, ia harus tahu.


"Pah, antarkan Vera ke rumah sakit aku ingin melihat Adam. Aku tidak perduli kalau bertemu istrinya."


"Baiklah! Kalau ada apa-apa hubungi papah."


...****...


Di Rumah Sakit


Vera datang kerumah sakit tanpa papah Martin, ia bertanya ruangan Adam di mana kepada resepsionis ternyata di ruang rawat inap Mawar lantai 3.


Di ruangan itu tidak ada yang menjaga, Adam masih terbaring di atas bed pasien. Vera celingak-celinguk lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Kak Adam, cepat sembuh. Aku....."


Belum Vera selesai berbicara, jari jemari Adam mulai bergerak. Vera sangat senang lalu ia memanggil suster dan dokter untuk ke ruangan Adam.


Mukjizat datang kepada Adam, perlahan kedua matanya membuka. Adam melihat Vera dan Vera begitu melihatnya sangat senang.


"Kak Adam, kamu sudah bangun!" Vera menyentuh punggung Adam dengan lembut


Tiba-tiba Mesa mendengar ruangan sebelah yang di tempati Adam kalau Adam sudah sadarkan diri. Mesa di temani mamah Nadira, yang awalnya Mesa di suruh memakai kursi roda dengan senangnya Mesa berjalan dengan guntai tapi pasti sampai tujuan.


"Suamiku, akhirnya kamu sudah bangun sayang!" Mesa di sebelah berlawanan dengan Vera.


Putranya yang di dalam dekapan mamah Nadira, sedangkan Mesa ingin memeluk suaminya itu tapi di tepisnya.

__ADS_1


"Siapa kamu?"


Jedyaarrrrrr.......!


"Suamiku, aku Mesa istri kamu."


Adam menyentuh kepalanya karena kesakitan, "Akhhhh kepalaku sakit Vera!"


Adam malah menyentuh lengan Vera sebagai tumpuan. "Apa? Adam memanggil namaku? tidak istrinya." batin Vera


Dokter langsung masuk memeriksa keadaan Adam dengan detail, yang lain di suruh keluar.


"Mamah Nadira, apa yang sebenarnya terjadi?" kata Mesa yang sudah di luar ruangan bersama yang lainnya.


"Mamah juga tidak tahu Mesa."


Vira hanya melihat kekakhawatiran Mesa yang lulai, ternyata Mesa sudah sadarkan diri rupanya. Dan putranya pun selamat, pikirnya.


Akhirnya dokter tersebut keluar dari ruang rawat inap Adam, dengan berat hati si dokter mengatakan yang sebenarnya kalau Adam mengalami amnesia.


"Apa dok amnesia?" sahut Mesa tidak mempercayainya


"Iya nona. Tuan Adam mengalami amnesia tapi nona tenang saja itu hanya sesaat asal ingatkan dengan perlahan jangan memaksa mengingatkan yang terlalu berlebihan itu akan membuat tuan Adam mengalami koma kembali dan bisa berujung kematian. Itu terjadi waktu kecelakaan kepalanya terbentur dengan kerasnya dan mengalami pendarahan di otaknya yang membuat tuan Adam amnesia."


"Tapi kenapa dok dengan Vera ia tidak lupa?"


"Ia lupa dengan orang yang menurutnya berharga yang selalu teringat di kepalanya, ketika terjadi amnesia ia lupa dengan orang-orang di cintainya yang tersimpan di memory otaknya."


"Saya harap, nona harus bersabar. Saya akan memberi obat agar membantunya segera pulih dan juga nona perlahan mengingatkan di tempat di mana kalian sering bersama. Itu bisa memulihkan ingatannya dengan sendirinya tapi pasti perlahan-lahan."


"Mesa, tenanglah. Aku akan membantu suamimu mengingatmu kembali. Kamu jangan seperti ini kasian anakmu." sambar Vera kepada Mesa


Suster yang terakhir keluar dari ruangan Adam pun juga keluar, mencari seseorang yang bernama Vera.


"Iya sus, saya Vera."


"Nona Vera di minta tuan Adam masuk ke dalam."


"Saya?"


"Iya nona Vera."


"Sus, aku istrinya sus aku ingin melihat suamiku sus."


"Maaf nona Mesa, ini permintaan dari tuan Adam hanya menyebutkan nama Vera saja."


"Tenanglah Mesa, Adam masih sakit. Untuk memulihkan ingatannya harus sabar. Jangan memaksanya nanti akan berdampak buruk kepada Adam. Mamah mohon sayang." sahut mamah Nadira menenangkan Mesa akhirnya Mesa mau mengalah.


Vera masuk ke dalam rasanya ia seperti menang untuk hari ini, tinggal memainkan aksinya sekarang juga.


"Kak Adam mencariku?" kata Vera yang sudah di sebelah ranjang bed Adam


"Iya Vera, apa yang terjadi kenapa kakak berada di sini? dan tadi siapa wanita itu ngaku-ngaku istri kakak. Seingat kakak istri kakak adalah Ayunda tapi sudah meninggal." tanya Adam bertubi-tubi kepada Vera karena bingung


"Tidak perlu pikiran wanita itu kak, saya rasa dia hanya mengaku-ngaku saja karena dia hamil duluan makanya minta tanggung jawab sama kakak." bohong Vera


"Ngaku-ngaku kalau anak itu anak dariku?"

__ADS_1


"Aku rasa seperti itu, aku juga tidak tahu."


"Begitu ya Vera, lalu dengan wanita paruh baya tadi siapa?"


"Aku juga tidak tahu, sama kaya wanita tadi nantinya juga akan ngaku-ngaku menjadi mamah kamu. Padahal kamu ingat kan? Mamah dan papahmu tidak ada."


"Iya, seingat aku juga itu."


"Maafkan aku ya kak?" sendu Vera yang di buat-buatnya


"Maaf buat apa?" tanya Adam bingung


"Gara-gara Vera menolak cinta kakak, kamu jadi kecelakaan dan masuk rumah sakit begini."


"Menolak cintaku? Bukankah kakak hanya menganggapmu sebagai adik saja Vera."


"Itulah kesalahaanku kak, gara-gara itu kamu jadi begini dan mengalami lupa ingatan, kamu lupa kemarin itu kamu mengungkapkan rasa kepada Vera. Maafkan aku kak."


"Apa benar seperti itu?"


"Iya kak, aku harap kamu percaya kepadaku. kamu kenal aku lama kak, jadi kamu pasti tahu kan Vera tidak pernah berbohong kepada kakak.".


"Iya, aku tahu kamu Vera, kalau benar. Kamu keterlaluan kepadaku." sambar Adam dengan senyum lembutnya.


"Iya kak, maafin Vera. Aku akan berusaha ada untukmu dan merawatmu sampai pulih, dan aku akan membantu kakak mengingat kembali waktu momen romantisnya kakak mengungkapkan rasa kepada Vera sebelumnya. Dan aku janji akan mencintaimu kak Adam, seperti kamu mencintai Vera. Vera menyesal sudah menyia-nyiakan cinta kakak!"


Entah kenapa perasaan Adam sangat janggal sekali, ia hanya merasakan hatinya tidak ada apa-apa kepada Vera.


Willy dan Johan melihatnya di balik pintu yang terbuka sedikit, mereka mendengarnya sangat murka sekali rasanya ingin menarik wanita rubah biadab itu keluar dari ruangan Adam, tapi kalau mereka menyangkal perkataan Vera percuma pasti Adam tidak memepercayainya, dari dulu Vera di percaya oleh Adam sebagai adik polosnya. Belum juga kalau mereka mau meluruskan perkataan Vera, itu akan memburuk keadaan Adam yang lagi amnesia.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2