Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 51


__ADS_3

"Untuk apa kalian datang kemari?" nada datar papah Wisma.


"Pah, aku mohon papah jangan seperti ini. Papah aku rindu papah. Sungguh! Mamah sudah tidak ada, hanya papah yang Mesa punya sebagai orang tua Mesa. Pah, aku harap papah di sini papah bisa menyadari kesalahan papah."


"Bukannya kalian senang kan, kalau aku menderita? untuk apa kalian datang kemari." Mesa yang awalnya duduk ingin berdiri tetapi Adam menahannya dengan isyarat tatapan Mesa, pada akhirnya Adam pun membiarkan Mesa mendekat ke arah papahnya.


"Tidak pah, maafkan Mesa sebelumnya yang suka membangkang kepada papah itu karena Mesa tidak ingin papah menyakiti mamah. Aku cuma ingin mamah dan papah baik-baik saja. Tapi sayang setiap papah dengan mamah ,papah selalu menyakiti mamah!"


"Pah, Mesa sayang sama papah. Bagaimanapun papah... Papah adalah ayah Mesa. Tanpa papah mungkin Mesa tidak bisa lahir di dunia ini."


"Bukannya kamu membenci papah, seharusnya seperti itu sampai kapanpun!"


"Memang pah, aku sangat benci papah. Tapi mamah selalu mengajarkan Mesa untuk tidak membenci papah. Mamah selalu memaafkan semua kesalahan papah, sama seperti mamah, Mesa juga bisa memaafkan papah."


"Hikss.... hiksss..... Papah menyesal Mesa, papah menyesal maafkan papah nak. Ampuni papah yang sudah membuat kalian menderita sebelumnya. " Papah Wisma pun terlulai lemas di lantai dengan air matanya, sebelumnya di dalam sel penjara pun sudah menangis. Tampak jelas kedua mata Wisma sudah memerah.


"Papah, Mesa sudah memaafkan semua kesalahan papah, apapun itu papah seperti apa, Mesa tetap sayang papah."


"Sungguh papah menyesal, meninggalkan mamahmu Sa. Dan kamu adalah anak papah. Anak kandung papah yang sudah papah sia-siakan."


"Apa maksud papah? Selly juga saudaraku pah. Mesa sudah menerima Selly sebagai saudara Mesa pah."


Wisma pun mulai berdiri dan duduk di kursinya, Mesa pun mengikutinya dan duduk di sebelah papahnya. Sedangkan Adam menyaksikan mereka berdua bersua.


Pada akhirnya Wisma pun mengatakan yang sebenarnya kepada Mesa, itu juga di dengar oleh Adam.


"Jadi Selly bukan saudara Mesa pah? kenapa mamah Wulan tega melakukan itu."


"Mungkin ini karma papah yang sudah menyia-nyiakan mamahmu dan kamu Mesa."


Lagi lagi hanya penyesalan yang Wisma bawa, ia tidak tahu lagi. Hidupnya sudah hancur sekali.


Pada akhirnya Wisma ingat soal istrinya Adam yaitu Ayunda yang di tabraknya kala itu.


"Soal Ayunda, istri tuan. Maafkan saya, sungguh saya tidak sengaja. Saya sendiri juga takut waktu itu, saya tidak punya pilihan lain untuk kabur. Saya cuma tidak ingin waktu itu kehilangan Wulan, Selly, tapi saya sadar sekarang, Kesadaran saya sudah terlambat. Semua itu sia-sia tidak ada gunanya lagi untuk saya tuan. Saya menyesal!"


"Semua berawal Wulan ingin hidup yang layak, sampai saat itu aku menipu perusahaan bos saya menjadi milik saya, dan saya membunuhnya. hikss.. hiks... saya menyesal."


"Papah semua sudah terjadi, papah sudah mempertanggungjawabkan semuanya di sini. Tapi Mesa tetap menganggap papah adalah papah Mesa."


"Benar yang di katakan Mesa, pah!" sahut Adam


"Apa tuan? tuan memanggil saya pah?"


"Ya. karena papah adalah papah mertuaku. Aku sudah memaafkannya."


"Terimakasih tuan."

__ADS_1


"Panggil saja Adam."


"Baik nak Adam."


"Sa, kamu masih mau menganggap papah adalah papahmu Sa?"


"Tentu pah, aku sayang sama papah."


Mesa akhirnya berpelukan dengan Wisma.


Kesalahan Wisma harus di bayar di penjara, namanya penyesalan pasti di akhir. Andai saja Wulan tidak datang lagi ke Wisma mungkin kini Mesa , Wisma dan Isti hidup bahagia, meskipun Isti tidak adapun di dunia ini karena penyakit kankernya, nanti pasti hidup Wisma dengan Mesa akan baik baik saja. Tapi sayang.... Semua sudah hancur untuk Wisma.


...*****...


Di Perusahaan


"Kenapa kamu membawaku ke perusahaan?"


"Katanya suruh bekerja?"


"Bukannya besuk?"


"Kata Leo hari ini ada meeting penting harus ada aku sayang."


"Kenapa denganku di bawa pula?"


"Hais, cukup menggodaku suamiku. Mari segera masuk, sebelum aku berubah pikiran untuk pulang sendiri." Mesa menutupi malu malu kucingnya dengan mengalihkan pembicaraannya itu.


"Tentu sayang." Akhirnya Adam pun memeluk Mesa di sampingnya sambil berjalan. Karyawan-karyawan menyapanya dengan lembut. Termasuk resepsionis kala itu yang meremehkan Mesa kini berubah super sopan kepada Mesa, ia tidak mau melakukan kesalahannya lagi kepada bosnya itu, apa lagi dengan istrinya.


Sampailah di ruang meeting, Mesa duduk di sebelah Adam. Meja di depannya sebagai Adam yang memimpin, sedangkan untuk direksi-direksi yang mengisi kursi-kursi kosong di sana. Leo pun memulai pembukakan, menjelaskan ini itu dan sedikit ada bumbu-bumbu dari Adam sebagai perasa. Orang-orang pun bertepuk tangan, mereka puas apa yang di presentasikannya. Dengan jelas mereka menstujuinya. Meeting selesai tanpa sanggahan.


"Leo kamu hebat!" sanjung Mesa setelah orang orang direksi sudah pergi dari ruangannya. Tinggallah Leo, Adam dan Mesa.


"Terimakasih nyonya, semua itu juga berkat tuan Adam."


"Tentu, suamiku juga luar biasa hebatnya. Kalian memang hebat. Aku sampai terpukau dengan penjelasan kalian berdua tadi, kolaborasi team yang kompak."


"Itulah kunci solidaritas perusahaan nyonya. Aku juga senang bisa bergabung di perusahaan Tuan Adam. Dan saya juga sudah berjanji tidak akan memgkhianati perusahaan ini."


"Saya percaya itu Leo."


"Terimakasih tuan."


"Kalau begitu, ada kerjaan lagi untukku, Leo? biarkan aku selesaikan sekarang juga. Mumpung ada istriku di sini untuk menemaniku." tanya Adam


"Tidak ada tuan, biar saya yang mengurusnya. Sebaiknya tuan dan nyonya istirahat terlebih dahulu."

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Leo, jangan bilang kerjaan suamiku kamu yang ngerjain, oke?" curiga Mesa


"Tidak ada sama sekali nyonya, bahkan tuan di rumah juga menyelesaikan berkas yang saya kirim di email tuan, sudah di susunnya dengan rapi, saya saja sampai tidak ada pikiran ide yang tercurahkan di dalam laporan yang tuan Adam kerjakan. Tapi tuan Adam memang sudah jenius lebih dulu. Semua baik-baik saja, perusahaan ini bisa bertahan lebih unggul dari perusahaan lawan mana pun." puji Leo kepada tuan Adam di depan Mesa


Mesa yang sebelumnya mengira Adam yang bermalas-malas ria ternyata ia salah menduga. Adam yang seperti bodoh amat, di balik itu semua sudah di pikirkan sebelumnya.


"Aku bangga padamu suamiku."


"Semua itu berkat doa istriku. Kalau begitu sebagai hadiahnya kamu harus membayarnya." goda Adam


"Apa maksudmu?? Aku tidak punya uang, uang berapa yang harus aku bayar?" polos Mesa


Adam pun menarik telinga Mesa, ia merasakan ringisan kecil karena ulah Adam. Merasa Leo seperti nyamuk, ia pun memilih pergi dari ruangannya itu. Setelah itu Adam mendekat kearah Mesa, Mesa pun berdiri mengimbangi Adam.


"Kamu harus membayarnya dengan ini."


"Ap....."


Cup!


Adam menyium bibir Mesa dengan lembut, Adam menarik pinggang Mesa ke dalam pelukannya. Sungguh hangat untuk keduanya mengadu kasih di dalam ruangan meeting yang luas.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2