Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 16


__ADS_3

Mobil tersebut melajukannya begitu stabil,Leo yang mengendalikan kemudi di depan.


Sedangnya Adam dan Mesa duduk di kursi belakang,hanya keheningan di antara mereka saat ini. Adam dengan santainya,sedangnya Mesa gelisah tak menentu. Bagaimana tidak gelisah,pinta Adam sebelumnya jangan sampai tau kalau ia istrinya sedangkan Adam saja mengantar sampai ke tempat kerjanya apa yang di katakan begawai yang lain nanti kalau ada yang melihatnya.


Cafe Quensy


Di mana cafe tersebut tempat kerja Mesa selama ini. Jelas pemilik cafe tersebut adalah teman Mesa yaitu Quensy di panggil Sisi di ambil nama akhir dari Quensy.


Mesa sangat berterimakasih kepada Sang Pencipta karena Mesa beruntung memiliki seorang sahabat yang baik kepada dirinya,yang menerima Mesa apa adanya yang mau berteman dengannya. Sisi adalah sosok sahabat yang cantik fisik dan cantik hatinya,ia tidak pernah membeda bedakan temannya dengan status sosialnya baginya sama saja.


"Leo,bisa turunkan aku di sini saja!" kata Mesa yang sudah hampir sampai di cafe tersebut.


"Tidak,lanjutkan!" sahut Adam


Mesa semakin panas dingin berharap sekali tidak ada yang melihatnya nanti pas di depan cafe hela nafas panjang Mesa. degdegdeg.


Ngik


Adam hanya menaikan sudut bibirnya keatas melihat Mesa di sampingnya,atas kegelisahan Mesa karena ulah Adam.


Sampailah di depan Cafe Quensy,padahal hawanya tidak panas, suhu AC di dalam mobil normal, Mesa sendiri yang mengeluarkan keringat di dahinya itu dan sekali kali berusaha menstabilkan nafasnya dengan mengambil udaranya dari hidung lalu di keluarkan dari mulutnya berulang ulang menetralkan.


"Sudah sampai silahkan turun!" kata Adam mempersilahan Mesa agar segera turun.


Mesa memandang orang orang sekitar,lalu Mesa turun dari mobilnya begitu terburu buru.


Akhirnya Mesa berlari kecil masuk kedalam cafe tersebut. Mesa tetap celingak celinguk berharap tidak ada yang tau dia baru turun dari mobil barusan.


"Baaaaa!" Tiba tiba seorang wanita mengagetkan Mesa di sampingnya itu.


Sontak membuat detak jantung Mesa hampir copot,yang awalnya sudah naik turun jantung begitu cepat ini extra lebih cepat untung saja tidak memiliki penyakit jantung.


"Sisi!" panggil Mesa yang spontan kaget mengelus dadanya sendiri itu.


"Kamu mengangetkanku Si,untung saja aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung!" lanjut Mesa yang sudah mulai tenang dengan detak jantung normalnya.


Bersamaan mobil tersebut pergi meninggalkan cafe tersebut.


"Iya maaf,habisnya kamu itu aneh masuk seperti mengendap ngendap seperti memastikan sesuatu." kata Sisi di sampingnya

__ADS_1


"Oh itu,enggak kok Si!" sangkal Mesa


"Oh iya tadi aku leat kamu di balik kaca turun dari mobil,hayo sama siapa? Devan ya!" Goda Sisi dengan Mesa yang menyentil dagunya.


"Ih apa sih Si,itu tadi ojek onlineku." ngeles Mesa


"Hahaha mana ada mobil berubah menjadi ojek." tawa Sisi atas pernyataan Mesa,karena benar adanya Mesa tidak pernah memakai yang praktis instan seperti itu. Ya gofood gosend gojek gocar dan lain lain sebagainya Mesa tidak pernah menggunakannya hanya mendengarkan saja dari orang lain apa lagi aplikasi tersebut bisa di dapat di play store ponsel lamanya tapi sayang memory tidak muat percuma saja kalau memasang aplikasi tersebut di ponsel lamanya. Lagi lupa Mesa tidak mau bermalas malas ria menggunakan aplikasi seperti itu,apa lagi dia menyadari ekonominya tidak memadai.


"Udah deh Sa jangan ngelak pasti Devan kan!" Mesa merasa terpojok dengan ucapak Sisi,dia harus jawab apa,kenapa jadi salah jawab.


Iya karena Mesa dan Sisi sahabat sejati,mereka selalu menceritakan suka duka mereka selama ini. Ingin rasanya Mesa mengatakan kalau Mesa istrinya Adam tapi mulut itu tidak bisa mengatakannya karena ia ingat akan syarat Adam sebelumnya kalau ingin bekerja.


"Udah udah,aku juga gak maksa kamu Sa. Iya juga gapapa kalau memang Devan." lanjut Sisi karena Mesa tidak kunjung mengatakan apapun.


Sisi lagi lagi melihat penampilan Mesa yang berubah.


"Ya ampun Devan memang baik Sa, ini baju bagus banget keliatan kamu feminimnya sekarang, pasti dari dia kan!"


Mesa yang biasanya pakai celana jeans dan kaosnya kelihatan tomboy tapi di dalamnya adalah perempuan tidak pandai bela diri ya hanya penampilannya seperti itu seperti kelihatan simple dan elegan.


"Bukan Si, ini aku beli sendiri karena aku pengen berubah penampilan aja gitu." lagi lagi Mesa berusaha menyangkalnya.


"Apa sekitar 1-2jutaan,aku gak bisa bayangin ini aja 1 baju coba di total 1 lemari yang kemarin terisi penuh baju baru semua yang di berikan oleh Adam kepadaku. Aku gak nyangka ada baju seharga segitu ada gak ya lebih dari segitu,hais syukur aku beli celana jeans kaos di pasar,jeans 80 ribu dapet,kaos 100 ribu dapet 3. Lah ini gila, hidup extrem amat ya!" batin Mesa yang lupa sesaat masih ada Sisi di sampingnya.


"Sa!" panggil Sisi melihat Mesa ngalamun seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Iya Si?" jawab Mesa


"Kamu lagi ada masalah ya Sa,coba ceritain ke aku. masalahnya bukan itu saja terakhir ini aku melihat kamu aneh,nomor di hubungi tidak aktif setelah waktu itu kamu izin tidak bekerja dulu, dan ini lagi tiba tiba datang dengan seperti ini. Ada yang kamu tutupin kepadaku Sa!" Sisi sudah mulai curiga merasa aneh kepada sahabatnya itu.


"Gak ada Si,aku masih boleh kan bekerja di sini? Lagi pula aku minta maaf waktu itu ponselku ilang tapi aku udah beli yang baru kok." Mesa berusaha menutupinya baru kali ini Mesa seperti ini. Biasanya Mesa dan Sisi saling blablakan hanya antara mereka berdua yang tau.


"Pasti,cafe ini selalu terbuka untukmu Sa. Ya udah yuk mulai masuk lagi pula kamu tidak telat." Sisi dan Mesa masuk kedalam cafenya itu ia mulai mengenakan celemek cafe di tubuhnya.


"Oh ya Sa,berarti nomormu ganti dong aku boleh minta nomormu Sa?" pinta Sisi.


Enggan Mesa mau mengambil tas di taruh di kotak privasinya khusus untuk begawai begawainya tidak jadi pasti membuat Sisi bertanya lagi gadget mahalnya itu apa yang di jawanya nanti. Bingung Mesa pastinya untuk mengelak.


"Ini kamu tulis di kertas ini aku nanti yang akan menghubungimu Si!" Mesa menyodorkan kertas untuk menu daftar minuman di cafe tersebut yang biasanya tempat menulis data pesan pelanggannya.

__ADS_1


"Kenapa tidak dengan pakai ponselmu langsung aja Sa!" Sisi menerima sodoran kertas yang di berikan oleh Mesa.


"Iya,bateraiku ponselku habis lupa ngisi baterai tadi malem Si,heehe." ngelak Mesa


"Iyaelah Sa,kalau malem dah molor lupa ngisi baterai!" sahut Sisi dan mulai menulis nomor di kertasnya lalu di berikan kertas tersebut berisi nomor Sisi itu, Mesa menerima kertanya di masukan kedalam saku baju Mesa sendiri.


Tanpa sadar ponsel Mesa berdering,dering ponsel Mesa di dalam kotak khusus untuk menaruh barang barang begawainya di sana,beberapa berdering dari aplikasi facebook dan beberapa jam yang lalu Mesa masuk dengan email dan sandi facebooknya itu.


"Oh ya Si,kenapa kamu tiba tiba bahas Devan?" tanya Mesa yang sambil beres beres di meja.


"Lah bukannya dia sudah pulang dari luar negeri karena studi kuliahnya sudah selesai, beberapa hari yang lalu dia kesini nyarikin kamu Sa! Nomor kamu tidak aktif susah di hubungi sih. Oh ya pastinya kamu sudah ketemu dengan Devan nyatanya mobil tadi Devan kan mengantar seharusnya turun dulu sapa dulu kek aku sebagai sahabatmu!" jelas Sisi


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2