Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 68


__ADS_3

Vera pun tidak tahu harus berkata apa untuk menyanggah ucapan Adam barusan. Ia sangat bingung untuk memberi alasan, obsesinya kepada Adam membuat Vera seperti ini. Vera adik yang lugu, polos berubah menjadi jahat karena rasa kagumnya kepada Adam dari ketampannya, baiknya, perhatiannya, tanggung jawabnya untuk perusahannya, apa lagi dari kecil Adam dan Vera selalu bersama karena itulah Vera berharap Adam menjadi miliknya.


"Maafkan aku kak!" Vera hanya menunduk dan pasrah kalau sudah begini sikap Adam.


Adam hanya menghela nafasnya dengan kasar, ingin rasanya kesal kepada adiknya, tapi Adam mengurungkan itu dan Adam masih memiliki rasa sayang kepada adiknya untuk memberikan Vera kesempatan. Memory yang sebelumnya melekat di otaknya dikit-demi sedikit kembali tertata dan samar-samar teringat, mengingat pesan dokter kalau lupa ingatan Adam hanya sesaat, bisa kemungkinan Adam akan segera pulih dan kembali ingatannya, itu sudah terbantu dengan foto dirinya dengan istrinya yang ada dibingkai waktu itu, dan foto-foto romantisnya di ponselnya yang ia lihat semalam. Sampai tadi pagi ketika bangun Adam mencari bukti yang kuat lagi yaitu mencari buku nikahnya ternyata ada di laci samping tidurnya.


"Kakak maafin kamu kali ini, tapi kakak mohon Vera. Jangan seperti ini lagi oke, anggap kakak sama seperti dulu sebagai kakak terbaikmu." Jawab lembut Adam untuk Vera


"Jadi Vera tidak bisa berharap lebih kepada kakak?" sendu Vera kali ini benar-benar harapannya sudah pupus


"Vera, masih banyak pria di luar sana yang baik untukmu."


"Benar yang di katakan Adam, Ver. Kau tidak ingat semalam apa yang kau lakukan dengan Johan?" sambar Willy juga masuk ke dalam kamar Adam, pintu kamar yang terbuka mengundang siapa saja untuk masuk melihat pertingkaian di dalamnya yang begitu tegang.


"Apa kau lupa? perlu ku ingatkan kembali?"


"Iya Vera bebbyku. Jangan seperti ini tolonglah masih ada aku di sini." timbun Johan


"Kalian mengganggu sekali!" cetus Vera


Adam hanya menanggapi dengan senyum miringnya itu, ia tahu betul tingkah sahabat-sahabatnya itu bagaimana.


"Kakak, mereka menggodaku!" adu Vera


"Kakak beri waktu kamu mau memilih yang mana, kakak rasa Willy dan Johan menyukaimu dan sedang merebutkanmu." goda Adam


"Kakak!"


"Tidak bisa Adam, aku sudah punya kekasih secepatnya aku segera melamarnya." celah Willy


"Vera, masih ada Johan. Kalau begitu kamu dengan Johan saja kakak akan merestui kalian berdua."


"Ya sudah kakak turun lebih dulu untuk langsung pergi ke perusahaan. Kalian sarapan saja, tanpa aku tidak apa kan?" Adam pun pergi meninggallah mereka bertiga rasanya Adam ingin menghindari Vera lebih dulu. Dan mencari tahu wanita itu dimana sekarang, kalau memang istrinya harusnya dia pulang kerumah. Tapi nyatanya di rumah dia tidak menemukan wanita yang mengaku istrinya itu.


"Kalian, apa maksudmu bilang begitu tadi barusan? Nyatakan cinta kapan? kau tidak pernah menyatakan cinta kepadaku apapun." geram Vera kepada Johan


"Aku terpaksa! Itu juga ide Willy, asli aku juga gak mau setidaknya rencana kita berhasil." tolak Johan dan merangkul Willy di sampingnya.


"Menjijikan, penakut, halu, pembohong!" kesal Vera yang sudah menggebu-gebu.


Entah kenapa hatinya sakit Johan berkata terpaksa, ternyata yang Johan katakan tadi kepada Adam hanyalah bohong, Johan bilang mencintainya tapi tidak. Vera memilih pergi meninggalkan Johan dan Willy begitu saja dengan meneteskan air matanya. Vera hanya ingin mendapatkan cinta dari seorang pria, selama ini Vera takut dengan yang namanya jatuh cinta, bahkan cinta Vera dengan Adam itu apa ia tidak tahu betul dengan hatinya. Johan dan Willy saling pandang dan menaik turunkan bahunya tidak tahu Vera bersikap cengeng hari ini. Padahal semalam dirinya sangat pemberani sekali.


...******...

__ADS_1


Di kolam renang


Vera menangis seorang diri, Johan yang dari tadi memperhatikan Vera untuk mendekati Vera, sedangkan Willy memilih ke meja makan untuk sarapan.


"Ver?" panggil Johan di sampingnya


"Ngapain kau disini?" cetus Vera


"Kebiasaan ini anak, aku tanya balik tanya!"


"Apa kau tadi tanya ha?"


"Iya aku memanggilmu, harusnya kau menjawab." ngelak Johan


"Itu memanggil bukan nanya!"


"Terserah, debat sama kau tidak ada habisnya. Ini sudah waktunya sarapan ayo masuk sarapan dulu."


"Apa kau tidak melihat aku sedang menangis?"


"Iya aku tahu, terus aku harus apa? Udahlah Ver buang jauh-jauh rasamu itu kepada Adam, jangan menjadi perusak rumah tangga orang. Aku tahu kau orang baik, orang berpendidikan kau pasti bisa mencari lebih baik dari Adam, apa lagi Adam sudah mengganggapmu sebagai adik. Itu lebih dari cukup Vera. Kasian istrinya, apalagi mereka sudah memiliki baby mungil yang menggemaskan." jelas Johan.


"Apa kau baru menyeramahiku?"


Vera hanya tersenyum dan menghapus air matanya itu dipipinya lalu berkata "Aku tahu, cinta mereka tidak bisa di pisahkan, tapi aku takut tidak mendapatkan hati pria yang seperti kak Adam. Kak Adam dari dulu menjagaku, merawatku ketika aku sakit, menemaniku kemanapun aku mau. Dan kini aku kembali untuknya, hatiku sakit mengetahui kenyataannya kalau kak Adam sudah menikah lagi dengan kak Mesa setelah meninggalnya almarhum kak Ayunda. Aku kira diriku akan mendapatkan kesempatan setelah meninggalnya kak Ayunda."


"Johan, aku cuma takut kalau aku tidak bisa mendapatkan seperti kak Adam." Vera menatap sekilas kearah Johan dan kembali melihat air kolam yang tenang.


"Aku yakin kau akan mendapatkannya lebih dari Adam, percayalah. Biarkan Adam bahagia dengan istrinya aku mohon Ver."


Vera hanya mengganggu mengerti saat ini dan menerima masukkan dari Johan.


"Ya sudah aku duluan masuk, aku beri kau waktu sebentar, aku dan Willy akan menunggumu masuk kedalam untuk melakukan sarapan bersama." Johan pun perlahan masuk ke dalam rumah lebih dulu.


Sedangkan Vera hendak mau berjalan ke arah lain tanpa melihat lantainya dan ia lupa kalau dirinya memakai highels kaca berjalan di pinggir kolam pas ada air menggenang Verapun terpleset jatuh masuk ke dalam kolam. Vera yang tidak bisa berenang pun berteriak meminta tolong, hampir tenggelam baru Johan menyelamatkan Vera. Johan menjatuhkan tubuhnya kedalam kolam dan membantu Vera untuk naik ke atas. Vera pingsan, tidak ada pilihan lain Johan memberikan Vera nafas buatan, beberapa kali Johan memberikan nafas buatan akhirnya Vera sadarkan diri dan mengeluarkan air dimulutnya.


"Vera, syukurlah kau sudah sadar." kata Johan selesai memberikan Vera nafas buatan


Tiba-tiba dada Vera merasa sesak, dan nafas yang tersenggal-senggal sambil tangan Vera menyentuh dadanya sendiri merasa menahan sakit di dadanya. Johan jelas panik, lalu berteriak meminta bantuan kepada Willy, ia mendengar lalu berlari ke arah Johan dan Vera, Willy terkejut dan bingung apa yang terjadi barusan.


"Bantu Vera dulu, nanti aku jelaskan yang terjadi barusan."


"Bawa masuk Johan, kau gendonglah!"

__ADS_1


"Bodoh, nafasnya tidak beraturan, wajahnya pucat kita bawa kerumah sakit saja. Kau siapkan mobil sekarang juga kita kerumah sakit."


...*****...


Di jalan


Leo mengemudikan mobilnya, sedangkan Adam di belakang kursi Leo. Awalnya mau ke arah perusahaan tetapi ia meminta Leo ke rumah di mana Mesa tinggal saat ini. Nampak bingung Leo, bukankah Adam lupa ingatan, kenapa Adam meminta dirinya untuk mengantarkan kesana. Tapi dengan tiba-tiba ponsel Adam berdering, tinggal sedikit lagi sampai di rumah papah Bryan, mamah Nadira, disitulah Mesa ada di sana.


"Apa Vera sesak nafas dan keadaan sangat pucat sekali?"


"Bodoh! Vera memiliki penyakit asma. Sekarang dimana kalian? Apakah Vera sudah di bawa kerumah sakit?"


"Oke, baiklah. Aku akan segera kesana."


Akhirnya panggilan Adam dengan Willy pun di akhiri, Adam meminta kepada Leo untuk memutar balik mobilnya ke arah rumah sakit. Dengan patuhnya Leo pun menuruti Adam untuk memutar setir mobilnya.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2