
"Apa yang sedang terjadi Mah?" tanya Mesa yang melihat kondisi mamah Isti sekarang.
Devan pun menghampiri menjelaskan semuanya kepada Mesa.
"Sa waktu itu aku ingin bertemu dengan mamahmu di rumahnya tapi tanpa sengaja mamahmu seperti di paksa keluar dengan seseorang padahal mamahmu sedang sakit di rumah,seseorang itu tidak asing untukku ternyata itu papahmu dengan istrinya dan anaknya yang bernama Serly Kamu ingat kan Serly?." jelas Devan
"Serly? Serly yang rese itu. Bentar bentar berarti maksudnya papah punya dua istri? dan Serly anaknya?" sahut Mesa yang mencerna perkataan Devan barusan.
Mamah Isti hanya menggeleng kepada Devan,jangan untuk mengatakan semua kepada Mesa,mamahnya tidak ingin membuat Mesa menjadi khawatir nantinya.
"Maaf tante,Devan harus bilang semua,apa lagi saya tidak tega tan!" bersalah Devan kepada tante Isti karena Devan tidak mau nyembunyikan semuanya kepada Mesa.
"Serly ia mendekatiku karena dia suka kepadaku aku kira ia mendekatiku karena dia oranya baik ternyata salah apa yang aku pikirkan." lanjut Devan
"Dan aku tidak ingin gegabah pada akhirnya aku mengambil kesempatan ini meski terpaksa ingin tau semua dari Serly sendiri untuk membantumu. Ternyata benar papah Wisma lah yang menjual kamu dengan laki laki yang kamu anggep suamimu itu demi menukarkan perusahaannya yang hampir bangkrut. Dan ternyata papahmu sudah menceraikan mamahmu,bahkan mengusir mamahmu dari rumah tersebut. kata Serly semuanya, aku sebenarnya terkejut mendengarnya!" sambung penjelasan Devan.
"Untung saja aku waktu itu datang kerumahmu,aku tidak tau bagaimana kondisi mamahmu kalau aku tidak datang kerumahmu. Pada akhirnya aku membawa mamahmu kerumah sakit." sendu Devan mengingat kejadian waktu itu..
Adam hanya mendengarkan dari kejauhan, ia juga tidak menyangka dia salah sasaran. Mau tidak mau ia harus menghentikan balas dendamnya kepada Mesa melainnya membalaskan semua itu kepada Wisma yang licik itu.
"Papah aku benci papah!" nada tinggi Mesa mengalirkan air matanya itu dan menggenggam kedua tangannya di sisi samping kanan kirinya.
"Mamah harus sembuh?" Mesa mengalihkan pandangannya melihat dada mamah Isti naik turun tidak stabil.
__ADS_1
"Nak,mamah ingin berbicara dengan suamimu boleh?" pinta mamah Isti yang sulis berbicara tapi masih terdengar jelas.
Adam merasa terdengar sebutan suami itu mendekat kearah mamah Isti.
Mesa dan Adam saling pandang di sampingnya,sedangnya Devan hanya mendegus kesal.
"Kamu suaminya? siapa namamu?" tanya Mamah Isti yang masih dengan nafas naik turunnya yang ia atur.
""Iya tante,nama saya Adam tante." jawab Adam
"Kamu seorang duda,pastinya kamu tau kan kewajiban suami yang baik sebelumnya." kata Mamah Isti yang membuat orang mendengarnya terkejut.
"Duda?" sahut Mesa
"Tidak sama sekali!" entah kenapa Mesa merasa kesal perawannya di berikan kepada seorang duda menyebalkan pikirnya.
"Nak,semua tidak ada yang salah. Mamah yakin dia laki laki yang baik,cobalah mencintai seseorang itu dengan apa adanya. Jangan mandang dia dengan statusnya." kata lembut Mamah Isti kepada Mesa.
Entah hati Adam saat itu tersentuh dengan apa yang di katakan Mamah Isti,jadi tidak tega menyakiti Mesa lagi. Ia menyesal sangat menyesal.
γBersambung......
.
__ADS_1
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1