
"Maafin aku Dev, Adam lah yang sekarang menjadi suamiku." balas Mesa
"Tapi Mesa aku sangat mencintaimu jangan seperti ini." melas Devan
"Maafin aku Dev maafin aku." Mesa menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah Devan yang menatapnya
"Nak Devan, kamu harus mengikhlaskan Mesa. Tante hanya bisa mendoakan dan juga nak Devan bisa menerima keputusan Mesa." sahut mamah Isti
"Nak,kamu sudah tante anggap anak kandung sendiri, kamu juga bisa menganggap Mesa menjadi adikmu nak. Apakah kamu mau menjadi perusak rumah tangga orang?" lanjut perkataan mamah Isti
Devan sangat sakit hati dalam sepihak atas keputusan Mesa membuat hatinya hancur berkeping keping akhirnya Devan memilih keluar dari ruangan tersebut.
"Devvv......" panggil Mesa kepada Devan yang pergi dengan air matanya yang sudah mengalir.
Mesa sebenarnya tidak ingin membuat Devan seperti ini tapi Mesa harus memutuskan sekarang dari pada nanti nanti yang akan memburuk hubungan Devan dengan Mesa,Mesa berharap Devan bisa mengikhlaskannya.
Setelah kepergian Devan, perawat yang biasanya menjaga dan mengecek keadaan mamah Isti masuk untuk memeriksanya lalu Adam dan Mesa di perintah untuk keluar agar mamah Isti bisa untuk istirahat.
Sampailah di luar ruangan, tinggallah Adam dan juga Mesa.
"Apakah kamu sungguh memilihku?" tanya ulang Adam
"Hmmm" dehem Mesa yang enggan ingin berkomunikasi dengan Adam.
"Mesa! aku tidak suka ya kamu mengacuhkan ku. Aku sedang berbicara kepadamu!" tegas Adam yang melihat Mesa berubah setelah bertemu mamah Isti apa lagi di tambah kejadian tadi.
" Kenapa juga kamu tadi di dalam bilang akan mencintaiku dan menjagaku? tapi kenyataannya kamu selalu menyiksaku." Mesa menatap tajam balik kepada Adam
__ADS_1
"Ituuu karena..... " potong perkataan Adam
"Sudahlah,hanya buat nyenengi mamah ku kan?" sanggah Mesa
"Jaga bicaramu Mesa! aku ini masih suamimu apa seperti ini peran istri untuk berani dengan suami?" kata hantaman balik kepada Mesa
Mesa melipatkan kedua tangannya di dadanya ia tidak perduli akan hal di siksa Adam lagi. Yang kenyataan benar kalau Mesa di jual oleh papahnya kepada Adam.
"Berapa uang yang kamu berikan kepada papahku itu?" tanya Mesa dengan nada yang stabil dari sebelumnya yang menekankan suaranya.
"Aku akan menariknya, dia yang membuat wanitaku terluka sebelumnya!" sahut Adam
"Apa maksudmu?" bingung Mesa.
"Ayah macam apa yang menjual anaknya sendiri!" cecar Adam.
"hm" singkat Mesa yang kini berhadapan dengan Adam.
"Kamu berhak bahagia Mesa!" senyum Adam yang sebenernya membuat Mesa berfikir dari balik senyum Adam .
Mesa masih diam tidak mengerti apa yang di maksudkan dengan Adam.
"Kamu boleh pergi setelah kita bercerai kalau kamu mau,kamu bisa lepas. Dan aku akan menarik semua dana yang sudah aku berikan kepada papahmu." jelas Adam
"Kamu sungguh ingin membebaskanku?" Mesa tercengah dengan petuturan langka dari mulut Adam,tapi entah kenapa hati Mesa begitu sulit mendengarnya.
Adam hanya bisa tersenyum lalu berbalik badan meninggalkan Mesa yang diam di tempat. Langkah Adam begitu berat tapi mau tidak mau ini sudah menjadi keputusan Adam.
__ADS_1
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1