Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 66


__ADS_3

Di rumah Adam


"Kak Adam, kalau kakak butuh apa-apa bisa hubungi aku kak."


"Iya Vera, tenang saja kakak pasti baik-baik saja. Kakak juga ingin mulai bekerja hari ini di rumah."


"Kakak yakin? tidak ingin istirahat lebih dulu kak?"


"Kakak yakin, Vera."


"Kalau begitu Vera pergi dulu, Vera juga ada kerjaan yang tidak bisa aku tinggal kak. Tapi nanti Vera boleh kan menginap di sini untuk menjaga kakak?" kata Vera


"Boleh Vera, kamu adalah adik kakak."


"Kakak boleh nganggap Vera lebih dari itu."


Adam hanya menanggapi dengan senyuman, entah ia merasakan kalau Vera hanyalah adiknya saja tidak lebih, apa lagi ada rasa lebih, itu tidak mungkin. Adam merasakan kejanggalan di hatinya meski dia lupa ingatan.


Vera memilih berlalu di hadapan Adam, dan membiarkan dia di rumah sendiri. Setidaknya Mesa tidak berada di rumahnya. Vera merasa tenang.


Adam masuk ke dalam ruang kerjanya, ia melihat meja kerjaannya. Ada beberapa tumpukkan berkas yang harus ia baca dan harus ia tandatanganin juga.


"Berapa lama aku koma? Banyak sekali dokumennya!" Adam berbicara sendiri dan mulai duduk di kursi kebesarannya. Ia tanpa sengaja melihat foto di dalam bingkai di meja kerjanya, ia melihat dirinya dengan seorang wanita yang waktu itu mengaku istrinya. Di dalam foto itu mereka mengenakan baju pengantin.


"Siapa dia? Istriku? Apa benar dia istriku?" tanya bingung Adam seketika rasa pusing itu menjalar di kepalanya.


"Akkkhhhh sakitt......"


Leo yang baru sampai di rumah Adam melihat Adam meringis kesakitan dan memegangi kepalanya di ruang kerja.


"Tuan!" Leo berjalan masuk ke dalam membantu tuannya untuk pindah istirahat di kamar atasnya. Leo merabahkan tubuhnya di ranjang tidurnya, lalu ia merogoh ponselnya di saku celananya dan menghubungi Devan untuk mengecek keadaan tuannya sekarang juga.


...*****...


"Bagaimana keadaan Adam?" tanya Johan yang baru sampai di rumah Adam.


Johan dan Willy tahu dari Leo, sebelumnya Leo yang menghubungi mereka berdua kalau dirinya melihat tuannya merasakan sakit lagi di rumah.


"Adam sudah baikkan di kamar, setelah aku memberikan obat." jawab Devan


"Kenapa tadi bisa begitu?"


"Sepertinya dia memaksakan dirinya mengingat sesuatu di ruang kerjanya tadi."


"Apa?"


"Tadi saya melihat tuan memandangi bingkai foto dirinya bersama nyonya Mesa." jawab Leo


"Pasti Adam syok sekali melihatnya."


"Maaf saya lancang berbicara seperti ini, apa perlu semua benda yang berkaitan dengan nyonya Mesa saya simpan lebih dulu?" sanggah Leo

__ADS_1


"Tidak perlu, Adam hanya lupa ingatan sesaat. Kalau kamu menghilangkan benda milik Mesa dari rumah ini. Berarti kamu mau membuatnya lupa ingatan untuk selama-lamanya?"


"Tapi Devan, aku tidak tega melihat sahabatku seperti itu. Sebenarnya aku juga tidak mau Adam lupa ingatan yang menimpa dirinya. Apa lagi merasakan sakit di kepalanya."


"Ingatkan perlahan-lahan, beri obatnya secara rutin. Berjalannya tahap pemulihan pasti Adam akan sembuh."


"Biarkan Adam istirahat di kamarnya lebih dulu. Jawab saja yang sebenarnya kepada Adam kalau ia sudah bangun dan mau bertanya, asal jangan memaksakan Adam mengingat."


...******...


Ada ide apa di otak Johan dan Willy, bagaimanapun caranya mereka berdua harus membuat Vera tidak betah di rumah Adam. Ide-ide otak di kepalanya pun mulai keluar.


Veranika sampai rumah Adam malam tiba, melihat Adam berada di kamar.


"Kak Adam, kita turun ke bawah untuk makan malam bagaimana?"


"Tidak Vera, baru saja kakak makan tadi. "


"Oh, kalau minum obat kakak belum kan? Aku bantu kakak untuk meminum obatnya ya kak!"


"Sudah baru saja Vera."


"Sial, bagaimana caranya aku menukar obatnya dengan obat yang aku bawa ini. Oh aku tahu apa aku buat jahe hangat aku campuri obatku untuknya, pasti dia mau meminumnnya." batin Vera


"Kalau begitu aku keluar, dan membuatkan jahe hangat buat kakak bagaimana?"


"Etts kak Adam tidak boleh menolak. Oke!" mohon Vera


Adam hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menganggukan kepalanya saja. Dia tidak mau membuat Vera kecewa apa lagi usaha niat baiknya akan melukai hatinya. Adam sadar, ia hanya menganggap Vera adiknya. Itu yang dirasakan Adam sekarang. Tapi Adam masih berfikir apa maksud Vera kalau dirinya pernah menyatakan cinta kepada Vera adiknya sendiri. Rasanya tidak mungkin sekali, tapi Adam memilih memendamnya sendiri dan mencari kebenarnya sendiri.


Dengan senyum liciknya Vera pun membawa minumannya itu masuk ke dalam kamar Adam dan memberikan jahe hangatnya kepada Adam.


Tapi dengan tiba-tiba Johan berlarian masuk ke dalam kamar Adam dan sengaja membuat minumannya tumpah.


"Johan! apa yang kamu lakukan di sini?" teriak Vera yang tidak terima minuman yang di bawa Adam tumpah. Padahal tinggal sedikit lagi Adam akan meminum jahe hangatnya itu.


"Adam, maaf tadi aku melihat setan di belakang rumahmu. Menyeramkan! jadi aku berteriak masuk ke dalam ke sini, dan entah di mana Willy kan aku jadi takut." rengek Johan yang di buat-buatnya.


"Johan, gara-gara kamu minumannya tumpah kan?" kesal Vera


"Soal itu oke, aku akan membuat jahe hangat yang baru untuk Adam, kenapa kamu yang marah-marah? seharusnya Adam!"


"Iya itu karena buatanku sendiri spesial buat Adam!" gelagapan Vera menyangkal


"Spesial?? Oh ya!"


"Iya."


Vera dan Johan saling pandang sinis, dan Adam melihatnya hanya bisa menaikkan satu alisnya penuh heran.


"Sungguh Johan kamu dan Vera sangat cocok sekali kalau lagi berdebat seperti ini."

__ADS_1


"Aku sama Vera? dihhh" tolak Johan


"He Johan seharusnya aku yang bilang seperti itu. Aku sama kamu gak level, ya mendingan kak Adam kemana-mana lah daripada kamu, ngerti!" jawab sinis Vera


"Sudah jangan berantem, kepalaku pusing!" Adam menengani berdebatan mereka berdua.


"Maaf kak! Semua gara-gara Johan sih!"


"Maaf Adam, tadi beneran aku melihat hantu di belakang rumah. nyeremi hitam-hitam gitu."


"Dasar penakut, laki-laki penakut!"


"Siapa yang penakut, emangnya kamu berani? kalau berani nanti kamu tidur di ruang tamu tengah. Jangan teriak kalau kamu lihat setan di sana!" tantang Johan


"Dasar penakut, oke aku buktikan nanti di ruang tamu ya! aku tunjukkin tidak ada setan. Itu halu kamu Johan. Udah penakut halu lagi."


"Kauuuu...."


"Udah cukup, ini bukan drama. Aku tambah pusing mendengar ocehan kalian berdua. Aku bakalan nikahin kalian berdua kalau masih berdebat di sini."


"Diam! tidak usah di jawab, kalian keluar dari kamarku. Sekarang juga!"


"Tapi kak!"


"Tolong Vera, kakak ingin di kamar sendirian tidak ada siapapun. Tidurlah ini sudah malam Vera!"


Akhirnya mereka berdua keluar dari kamar Adam, dan Adam merenungi dirinya dari tadi melihat ponselnya ada foto dirinya dengan Mesa. Tapi ia tidak ingat siapa Mesa, ia melihat media sosialnya penuh kemesraan dirinya dengan Mesa di taburin caption-caption romantis, lengkap dengan foto Mesa waktu sedang hamil. Ia ingat-ingat tapi malah membuatnya sakit, akhirnya Adam memutuskan untuk tidur malam lebih dulu, dan mencari tahu esuk hari.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2