Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 74


__ADS_3

"Susterr!" panggil Adam setelah melihat putaran CCTV sebelumnya melalui laptonya.


"Iya tuan, ada apa tuan memangil saya?" jawab baby suster tersebut yang sudah berdiri di hadapan Adam.


"Ada apa Adam? Kenapa kamu berteriak-teriak seperti itu?" mamah Nadira yang memangku Albe kebetulan di ruang tamu mendengar nada tinggi Adam yang tidak biasanya.


"Di mana Mesa?" tanya Adam serius kepada baby suster tersebut.


"Sa.... saya tidak tahu tuan!" jawab terbata-bata baby suster tersebut.


"Jangan bohong! Atau saya pecat kamu!" ancam Adam


"Jangan tuan, ampuni saya tuan. ampuni saya! Nyonya Mesa saya tidak tahu di mana sungguh, tapi nyonya Mesa sering kesini beberapa hari untuk memberikan ASInya kepada saya untuk di berikan kepada den Albe." jawab jujur baby suster.


"Dan nyonya Mesa kesini waktu tuan bekerja di perusahaan begitu juga nyonya besar Nadira sedang di kamar, nyonya Mesa ngendap-ngendap melalui pintu belakang dan memberikan ASInya kepada saya, dan saya suruh berjanji untuk tidak mengatakan apapun kepada tuan Adam dan nyonya besar."


"Apa sus? Jadi kamu menyembunyikan Mesa yang datang kemari tanpa sepengetahuan kami?" Sanggah mamah Nadira yang duduk di sofa mendekati Adam dan baby suster tersebut.


"Iya nyonya besar, ampuni saya tuan ampuni saya nyonya besar."


"Jadi kamu lebih takut dengan Mesa ketimbang saya yang menggajimu?"


"Bukan begitu tuan, saya kasihan dengan nyonya Mesa saat itu. Saya yang ingin jujur kemarin tapi saya dilema tuan."


"Seharusnya kamu bilang yang sebenarnya kepada saya! Ini masalah keluargaku kalau lari dari masalah kapan selesainya. Tolong di mana Mesa? Katakan!"


"Astaga, ternyata galak juga ya tuan Adam. Awalnya mau mengambil hati tuan Adam dan menjauhan nyonya Mesa dengan permintaan nyonya Mesa itu sendiri malah diriku sendiri yang kena imbasnya! Dahlah sadar tidak baik merebut laki orang!" batin baby suster nggedumel dan menyadarkan dirinya sendiri itu siapa yang tidak pantas bersanding dengan tuan Adam.


"Jawab!" nada keras penuh penekanan.


Baby suster tersebut terkejut dengan bentakan Adam, sifat Adamnya yang dulu kembali lagi ketika tidak ada Mesa di sampingnya rasanya tidak ada artinya lagi untuk berubah menjadi laki-laki yang lembut.


"Sungguh tuan, saya tidak tahu. Tapi menurut saya besuk pagi nyonya Mesa akan datang ke sini untuk mengantarkan ASInya lagi seperti biasanya, ketika tuan Adam pergi dan nyonya besar di kamar."


"Gimana caranya dia masuk tanpa sepengetahuan penjaga rumah? Semuanya tertutup rapat dengan pager sekitar rumah ini, pintu gerbang depan ada banyak penjaga!"


"Itu dia nyonya Mesa menyamar tuan! Semua percaya dengan tipuan pakaian nyonya Mesa dan mengaku teman saya tuan."


"Baik, aku akan tunggu besuk di rumah! Katakan besuk suruh datang lebih awal, suruh lihat Albe yang nangis terus tidak ada dirinya. Jawab saja kalau aku dan mamah tidak ada di rumah, nanti aku yang akan nahan istriku di kamar Albe!"


"Nyonya Mesa tidak memakai ponsel jadi saya tidak tahu nyonya Mesa ke sini datang jam berapa tidak menentu."

__ADS_1


"Aku akan menunggunya sampai dia datang, lakukan perintahku tadi." titah Adam dengan tatapan tajam kepada baby suster yang menciut nyalinya.


"Ingat lakukan sesuai perintahku, saya akan pantau kalian melalui CCTV di rumah ini." Adam memperingatkan baby susternya.


"Ba.... Baik tuan!" patuh baby suster tersebut.


...*****...


Pagi hari


Sesuai dugaan, Mesa datang kembali kerumah untuk memberikan ASInya kepada baby suster yang mengurus Albe. Hendak Mesa ingin pergi dari sana tapi di cegah dengan baby suster.


"Tunggu nyonya!"


"Ada apa sus?"


"Itu nyonya, emm... kasian den Albe di rumah sendiri, tuan Adam pergi keperusahaan dan mungkin hari ini tidak pulang karena ada meeting di luar kota sedangkan mamah Nadira sudah kembali pulang karena di minta tuan besar Bryan pulang. Sedangkan sama saya kalau tidur setiap malam menangis terus."


"Kasian putraku." sendu Mesa


"Maka dari itu nyonya temani Albe sekarang ya? Dirumah tidak ada siapa-siapa, saya mohon. Demi Albe nyonya!" mohon baby suster membujuk


Mesa mempertimbangkan tawarannya itu tapi baby suster tidak ada sela berhenti membujuk Mesa sampai mau, akhirnya Mesa menstujuinya karena Mesa juga merindukan Albe. Sangat-sangat merindukan.


Adam yang melihat dari CCTV pun bahagia karena sudah menemukan Mesa berada di rumahnya. Adam turun ke bawah dan masuk ke dalam kamar Albe, tanpa di sadari Mesa di sana yang berdiri menyusui Albe.


Adam memeluk Mesa dari belakang, Mesa merasa tubuhnya dipeluk spontan terkejut. Lalu melihat ke samping bahunya terlihat wajah Adam di sana. Mesa membulatkan matanya sesaat lalu memaksa Adam melepaskan pelukkannya.


"Lepasin Adam!"


"Tidak! Aku kangen denganmu sayang. Kamu kemana saja selama ini."


"Bukannya kamu ingin mempermainkanku? Kamu belum bisa melupakan dendammu kan? masih belum bisa terima dengan papahku itu kan yang menabrak Ayundamu tersayang itu ya kan? Aku cuma istri cadanganmu kan? Kamu pasti ada istri lain." omelan beruntu dari mulut Mesa, Mesa salah paham dengan kejadian di perusahan Adam tentang obrolan teman-teman Adam waktu itu, pikirnya Adam memiliki istri lain.


"Kamu milikku selamanya, Mesa! Istriku. Tidak ada istri lain. Kamu satu-satunya sayang! Kamu salah paham waktu itu."


"Lepaskan aku Adam, alangkah baiknya kita pisah!"


"Kamu ingin cerai? Tunggu sampai aku mati, baru kuikhlaskan kamu menjadi jandaku." Bisik Adam di telinga Mesa. Hawa panas terasa diantara mereka berdua. Kerinduan mengalahkan segalanya. Dua anak manusia tak bertemu cukup lama, bermesraan adalah luapan paling utama.


Mesa diam sejenak, ia cuma takut kalau hatinya dipatahkan lagi. Ia benar-benar tidak sanggup ketika sudah sepenuhnya berharap lebih kepada suaminya malah suaminya akan merobohkan itu. Sebelum suaminya yang meninggalkan dirinya, Mesa berinsiatif pergi dari kehidupan Adam. Sebenarnya langka Mesa salah, hanya saja Mesa takut kalau Adam masih menyimpan dendamnya itu.

__ADS_1


"Kamu istri sahku Mesa, bukan istri cadangan istri pengganti, ataupun istri pinjaman sementara. Selamanya kamu akan menjadi istriku dan jadi mamah untuk anak-anakku. Tidak akan ada kata cerai. Soal dendam sudah aku kubur dalam-dalam Mesa." Adam berkata tegas. Mesa hanya menatap Adam dengan penuh keyakinan di matanya, setelah Adam melepas pelukkannya dengan Mesa.


Adam dengan kepasrahannya memilih keluar dari kamar Albe. Setelah itu Mamah Nadira masuk ke dalam, Mesa tahu apa yang di sembunyikan akan kecium juga, dimana Mesa yang pergi pasti ketahuan juga.


"Nak Mesa, dengarkan kata suamimu itu."


"Adam mencintaimu sayang, kamu sudah dewasa jangan bersikap egois karena egomu yang tidak percaya dengan suami. Rumah tangga pasti ada masalah itu wajar, tapi jalan yang terbaik di selesaikan bukan dengan cara berpisah. Berfikirlah Mesa, apa kamu tidak kasian dengan putramu."


"Mamah harap kamu jangan pergi lagi dari rumah ini, apa kamu tidak melihat Adam yang buruk penampilannya karena tidak keurus oleh istrinya karena istrinya pergi dari rumah."


Mesa menghela nafasnya perlahan, apa yang Mesa lakukan ini salah. Kenapa dirinya gampang kehasut omongan orang tanpa membuktikannya lebih dulu. Mesa memutuskannya untuk memperbaiki lagi rumah tangga Adam dengannya.


Mesa keluar dari kamar Albe dan mencari Adam di setiap sudut rumah, di carinya sambil menggendong Albe tapi tidak ada di rumah, mobilnya juga tidak ada di garasi.


"Pergi kemana Adam? Bukannya tadi dia mengatakan kalau dirinya merindukanku." kata Mesa


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2