Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 71


__ADS_3

Di dalam mobil


Mesa masih menyusui Albe, dibukalah kemeja yang sengaja untuk menutupi Albe semata-mata agar miliknya tidak terlihat oleh siapapun, Mesa juga malu kalau di lihat oleh orang-orang.


"Adam tahan! tahan!" batin Adam setelah melihat Mesa masih menyusui Albe, Adam adalah pria normal apa lagi sudah lama sekali Adam tidak melakukan dengan Mesa.


"Sayang kenapa diam saja dan terus menatap Albe?" tanya Mesa melihat Adam masih diam melihat putranya, lebih tepatnya melihat milik Mesa yang menggemaskan bagi Adam.


"Oh iya, kita pulang." Adam pun mengalihkan tatapannya kedepan dan menghidupkan mesin mobilnya.


Sampai pertengahan jalan Mesa merasa ini arah kerumah Adam bukan ke rumah mamah Nadira.


"Adam, kita kerumah mamah Nadira dan papah Bryan, bukan kerumahmu."


"Kenapa? Kamu tidak mau tinggal lagi bersama suamimu ini?"


"Bukan begitu, kita bertemu dulu dengan papah dan mamah. Apa kamu tidak merindukannya? Mereka kedua orang tua kandungmu sayang."


Gara-gara gairah Adam yang ingin segera pulang kerumah dan menuntaskan hasratnya kepada Mesa, ia sampai lupa dengan kedua orang tuanya. Jelas Adam merindukan kedua orang tuanya, akhirnya Adam memutar laju mobilnya ke arah rumah kedua orang tuanya.


...*****...


Di rumah Papah Bryan & Mamah Nadira


"Mesa kamu sudah pulang?" sambut mamah Nadira dan seketika menatap Adam yang berada di samping Mesa. Albe yang sudah kenyang memilih tidak menyusu lagi.


Diikuti papah Bryan di sana di belakang mamah Nadira, dan mempersilahkan Mesa dan Adam masuk.


"Pah, mah, Adam rindu sekali sama papah dan mamah." kata Adam memeluk mamah Nadira


"Kamu sudah ingat kami nak?"


"Iya pah, maafkan Adam yang sudah melupakan papah dan mamah, begitu juga Adam melupakan Mesa istri Adam sendiri. Maafkan Adam melupakan semua orang-orang yang ku sayangi." pelukkan Adam dengan mamah Nadira terlepas merasa cukup lalu menatap papah Bryan.


"Syukurlah kalau kamu sudah ingat kita semua, tidak apa-apa putraku namanya saja musibah. Pasti papah dan mamah mengerti itu." kata mamah menyentuh punggung Adam.


Di RS


Dari sekian jam Vera tidak sadarkan diri, akhirnya matanya terbuka dan melihat kesekelilingnya tidak ada siapa-siapa.


"Kenapa aku berada disini?" Vera berbicara sendiri sambil duduk perlahan-lahan. Vera mengingat kejadian sebelum yang menimpa dirinya, ia baru ingat kenapa dirinya bisa masuk kerumah sakit. Johan yang berada di kamar mandi pun keluar melihat Vera sudah sadarkan diri, lalu menghampirinya.


"Ver, kamu sudah bangun? Apa ada yang sakit?" tanya Johan kepada Vera


"Tidak, tidak apa-apa. Hm Apa kak Adam tidak ke sini?" tanya balik Vera yang memang tidak ada Adam di sana.


"Adam tadi kesini."


"Lalu kemana dia?"


"Dia pulang bersama istrinya, ingatannya sudah pulih."


"Pulih?"


"Ver, aku mohon kamu jangan ganggu Adam lagi dan istrinya. Biarkan mereka bahagia demi putranya aku mohon."


Vera hanya diam tak menjawab dan kembali merebahkan tubuhnya di bed pasiennya. Dan termenung diam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Johan, bolehkan aku bertemu dengan kak Adam? Aku janji aku tidak akan berharap lagi dengannya, aku sadar cintanya tidak bisa di paksakan. Dia sudah menganggapku sebagai adik itu lebih dari cukup. Aku ikhlas sekarang, melihat kakakku sendiri bahagia dengan istrinya. Aku ingin bertemu dengannya untuk membuat hatiku lega kalau kak Adam perduli denganku semata-mata ia memang menganggapku sebagai adiknya, itu saja." jelas Vera


"Baiklah, nanti aku hubungi dia. Tapi kamu istirahatlah lebih dulu."


Vera seketika menatap Johan, Johan tidak mengerti dengan tatapannya, bukannya dirinya tadi sudah mensetujui permintaannya untuk bertemu dengan Adam.


"Kamu tidak punya perikemanusiaan!"


"Apa katamu?"


"Kamu masih tidak mengerti?"


"Mana aku mengerti kalau kamu tidak mengatakan apa maksudmu."


"Aku lapar!"


"Dasar wanita, dari awal bilang terus terang kalau lapar bukan menatapku seperti itu."


"Dasar pria tidak peka!"


"Baiklah, baiklah. Mau makan apa? Apa mau menunggu makanan dari rumah sakit? sebentar lagi sampai."


"Makanan rumah sakit yang makan kamu, aku mau pizza please!"


"Sakit ada ada saja mintanya!"


"Kamu pengen lihat aku mati kelaparan ha!"


"Tidak, bisa masuk penjara kalau nanti aku yang tertuduh membunuhmu. Baiklah tunggu di sini, jangan kemana-kemana."


Akhirnya Johan keluar dari kamar VIP Vera untuk membelikan pizza pesanannya.


...******...


Di Rumah Adam


Adam membawa Mesa pulang kerumahnya bersama Albe yang ada didekapan Mesa.


Pelayan-pelayan di sana menyambut Mesa dengan senangnya, dari sekian lama mereka tidak melihat Mesa di rumahnya karena insiden kecelakaan waktu itu dan Adam mengalami lupa ingatan.


"Sayang, masuklah." Mesa perlahan masuk ke dalam di ikuti Adam di belakangnya.


"Selamat malam tuan Adam dan nyonya Mesa." sambut pelayan-pelayan berbaris seperti biasanya apa lagi ini adalah permintaan Adam untuk menyambut kedatangan Mesa pulang kerumah.


"Akhirnya nyonya Mesa pulang, silahkan masuk, kami senang atas kepulangan nyonya." kata pelayan tersebut.


"Mesa juga senang bisa kembali lagi ke rumah ini."


"Sudah malam sayang, alangkah baiknya kita segera naik ke atas kamar. Aku sudah mempersiapkan semua untukmu!" sela Adam di samping Mesa.


"Mempersiapkan apa?" bingung Mesa menatap Adam dengan ekpresi yang banyak senyum.


"Kejutan! Jangan banyak tanya, kita naik ke atas biar kamu tidak penasaran oke!"


Adam dan Mesa menaikki anak tangga perlahan demi perlahan ke atas menuju kamar mereka berdua, sebelumnya Adam meminta Leo untuk mempersiapkan apa yang Adam inginkan, di bantu pelayan-pelayan yang ada di rumah untuk menyambut Mesa dan Albe pulang, tepatnya di kamar Adam.


Di Kamar

__ADS_1


Adam melangkahkan satu kakinya lalu meringkuk pinggang Mesa dan meminta Mesa masuk ke dalam kamar, Mesa terkejut dengan apa yang ia lihat di sana ada tempat tidur untuk Albe sekotak box bayi besar.


"Albe tidurkan? Bawa sini sayang, biar aku yang menggendongnya." Adam mengambil alih Albe dari gendongan Mesa ke gendongannya sendiri.


Albe masih tenang terlelap tidur di pelukkan Adam tanpa terbangun, ia menghujani ciumannya hampir semua di wajah Albe.


"Sudah sayang, nanti Albe bisa terbangun dari tidurnya kalau kamu terus menyiuminya tanpa henti."


"Maaf sayang, aku hanya senang melihatnya dari sekian lama aku tidak melihat putraku sendiri malah aku melupakan kalian. Maafkan aku!"


"Tidak perlu di salahkan semua sudah terlewat dan sudah terjadi."


Adam hanya menganggukkan kepalanya saja lalu menyium kening Mesa dengan lembut.


"Sayang, Albe sudah ada kamar sendiri."


Mesa hanya mengerutkan dahinya,


"Nanti kalau sudah besaran, Albe harus tidur sendiri. Tapi buat saat ini Albe biarkan tetap tidur bersama kita, Albe di tempat tidur di box besar itu. Kamu dan aku di ranjang tidur yang sudah tidak tahan buat kita tidurin berdua, aku dan kamu sayang."


"Oh ya sayang, setelah ini aku tunjukkan kamar Albe. Dan kamu semoga suka!"


"Suamiku aku kira kejutannya tempat tidur Albe di kamar kita ini. Ternyata kamu sudah mempersiapkan kamar Albe sendiri dari sekarang untuk apa? Albe masih kecil sayang, bisa nanti-nanti."


"Nanti kalau sudah usianya sekitar 5 tahun, biar Albe mandiri dengan tidur sendiri sayang. Kamu tidak perlu takut kamar Albe sebelahan di kamar kita kalau terjadi apa-apa di kamar Albe kita kedengeran."


"Itu kan 5 tahun masih lama."


"Tapi kalau suamimu ini meminta sesuatu yaitu nafkah batin dari seorang istri bagaimana? aku ingin, kalau aku ingin biarkan Albe di kamar sebelah dengan baby sister yang nanti mengurus dan merawatnya agar kamu tidak kecapekkan mengurus sendiri. Aku tidak mau kita melakukan ada Albe di kamar kita. Aku tidak akan memintanya!"


"Kenapa?"


Adam sambil menaruh Albe di box tempat tidurnya yang masih terlelap tidur, lalu Adam mendekat dan memeluk Mesa dari belakang. Mesa hanya terkejut dengan tingkah Adam yang semakin aktif dan kelihatannya Adam terobsesi sekali dengan diri Mesa.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2