
Di Indonesia
Setelah berziarah di pemakaman Kelly dan mereka kembali ke rumah Adam untuk berdiskusi bersama.
"Apa rencanamu selanjutnya Dam?"
"Tunggu saja."
"Tidak bisa begitu, aku juga ingin masuk dalam aksimu. Aku tidak terima sahabatku di perlakukan seperti itu kemarin. Tapi syukurlah kamu selamat dan rencananya gagal, meskipun Kelly meninggal kami akan membalasnya dengan setimpal." sangkal Willy
"Tentulah kalian harus ikut serta. Leo kamu sudah melakukan apa yang aku perintah kan?"
"Sudah tuan!"
"Suamiku, jangan macam-macam. Biar mereka saja kamu tidak usah, aku takut ini akan berhimbas dengan kandunganku."
"Sayang kamu tidak perlu khawatir ya, aku pastikan mereka yang akan turun tangan. Dan aku akan menerima hasilnya."
Β
Sedangkan Selly sangat puas atas kematian Adam dan juga Kelly. Jelas mamah Wulan marah-marah kepada Selly, mamahnya ingin membuat Selly jatuh cinta dengan Adam tapi malah membunuhnya bodoh.
"Mah, aku tidak mencintai Adam. Yang aku inginkan hanya Devan, tinggal Mesa dan Sisi harus menyusul Adam dan Kelly ke neraka."
"Hentikan, Mamah tidak menyuruhmu melakukan kriminal seperti ini. Mamah tidak mau ikut-ikut."
"Siapa suruh mamah ikut dengan urusanku. Mending mamah urus urusan mamah sendiri."
"Selly, mamah tidak mendidik kamu seperti itu."
"Ha? Selly tidak salah dengar, bukannya mamah juga jahat sebelumnya. Aku kan juga seperti mamah jahat, tapi Selly jahatnya tidak nanggung-nangung seperti mamah bodoh."
"Apa yang kamu katakan Selly!" Mamah Wulan yang hendak menampar Selly tapi dengan sigapnya Selly menahan tangan mamah Wulan. Terjadilah perkelahian antara mamah Wulan dengan Selly.
"Apa mah? Jangan coba-coba menamparku mah. Bukannya aku seperti mamah jahat!" Sontak saja Selly mendorong mamah Wulan ke lantai sampai kepalanya kebentur dengan meja yang ada di sampingnya.
Pembantu yang ada di rumahnya pun menghampiri mereka berdua, apa lagi melihat nyonyanya jatuh di lantai.
"Nona, apa yang nona Selly lakukan dengan nyonya Wulan." kata pembantu tersebut menolong mamah Wulan.
"Salah mamah sendiri. Sudahlah aku tidak perduli." Selly lalu pergi meninggalkan mereka.
Pembantunya menolong mamah Wulan untuk di bawa ke rumah sakit. Mamah Wulan ternyata terkena strok, tapi Selly tidak memperdulikan mamahnya. Sungguh kejam!
Beberapa hari mamah Wulan berada di rumah sakit tapi Selly tidak datang sekalipun untuk datang dan meminta maaf. Mamah Wulan sangat kecewa dengan anaknya sendiri.
Akhirnya mamah Wulan minta untuk di rawat di rumah, harapannya agar bisa bertemu dengan Selly. Tapi sayang sampainya di rumah mamah Wulan tidak melihat Selly.
Tiba-tiba mamah Wulan menangis dan pembantunya menyadarinya.
__ADS_1
"Nyonya, ada yang sakit?"
"Tidak." (Suara yang sedikit tidak jelas, dengan bibir perotnya berlaku untuk setiap perkataan mamah Wulan karena penyakit strokenya.)
"Lalu kenapa nyonya menangis?"
"Apa ini yang namanya karma? Aku tidak menyangka anak kandungku seperti itu bi."
"Yang sabar nyonya!" pembantunya ikut prihatin
"Aku sangat menyesal, apa ini balasanku di masalalu. Buat apa aku sekarang kalau sudah seperti ini..... Hikss ...hikss...." isak tangis mamah Wulan.
"Nyonya, aku tahu masalah nyonya begitu berat. Tapi nyonya lebih baik jangan setres lihatlah kondisi nyonya, nyonya pasti sembuh."
...****...
Selly menghubungi Mesa, karena di sana Selly berpura-pura sedih melihat Adam dan Kelly sudah tidak ada. Pada akhirnya Selly ingin sekali masuk ke perusahaan almarhum suaminya. Tapi Mesa ingin berfikir terlebih dahulu, besuk Mesa menghubunginya lagi.
Pas sekali Selly bertemu dengan Devan di mall, Devan sendiri di sana.
"Hey Dev, kamu sendiri. Di mana Sisi?" sapa manis Selly
"Selly, oh itu istriku sedang di rumah. Aku ke sini ingin membelikan hadiah untuknya sebagai kejutan makannya aku pergi sendiri." jawab Devan
"Seharusnya aku bukan Sisi, semua ini gara-gara Mesa menjodohkan Sisi dengan Devan. Awas saja kamu Sa. Aku akan mengambil perusahaan almarhum suamimu dan kamu dengan Sisi juga akan mati di tanganku. Seperti aku yang sudah membunuh suamimu dan Kelly sebelumnya." batin Selly
"Ya bukankah begitu Selly! Menurutku ini salah satu sebagai pemanis di setiap hubungan sepasang suami istri."
"Ngomong-ngomong, ngapain kamu sendirian di sini? Aku tahu, pasti kamu menunggu kekasihmu di sini untuk berkencan nonton bioskop?"
"Tidak Devan, aku tidak menunggu siapa-siapa dan tidak berkencan untuk menonton."
"Seperti itu. Lalu apa kalau bukan mau nonton? Terus aku tidak melihat kamu bawa barang belanjaan kalau kamu ke mall untuk belanja."
"Hm itu aku, baru ke salon. Apa tidak terlihat perubahaanku?"
"Kelihatan, tetap sama masih cantik." Puji Devan
Selly tersipu malu dengan pujiannya seperti melayang rasanya. Hanya Selly saja!
"Terimakasih Dev, kamu juga masih tampan saja. Aku masih menyukaimu." Selly keceplosan
"Benarkah, apa kamu belum bisa move on dariku?"
"Hm iya sebenarnya sih aku belum bisa move padamu aku masih mencintaimu Devan."
"Umpan masuk dalam keperangkapnya dengan mudahnya, bodoh!" batin Devan
"Benarkah? kalau begitu kita cari tempat untuk mengobrol bagaimana? Aku sebenarnya lagi ada masalah ini dengan Sisi." sendu Devan
__ADS_1
"Kenapa?"
"Kita cari tempat buat ngobrol saja, kita cari coffe shop di luar kamu mau?"
Tentu senang Selly bisa pergi bersama dengan Devan. Ini dia yang Selly inginkan.
Sampailah mereka di coffe shop, akhirnya mereka melajutkan obrolan yang tertunda tadi.
"Ada apa kamu dengan Sisi?"
"Ya begitulah, rumah tanggaku seperti itu. Yang jelas aku pusing dengan Sisi yang tidak mengerti aku." sedih Devan
"Coba aja kamu dulu tidak milih Mesa terus malah mau di jodohkan dengan Mesa dengan Sisi temannya Mesa."
"Iya, bagaimana namanya cinta. Tapi cinta itu seketika hilang karena sikapnya. Makanya aku kesini untuk membujuk istriku dengan membelikan Sisi hadiah. Eh malah melihat kamu di mall tadi sendirian, apa lagi kamu bilang masih menyukaiku."
"Iya Devan aku benar adanya bilang begitu."
"Iya aku tahu, tapi bagaimana lagi dengan istriku, aku tidak tahu lagi untuk menghadapi sikap Sisi."
"Devan, masih ada aku." Selly menyentuh tangan Devan dengan wajah tulusnya sedangkan Devan mencoba untuk tidak menarik tangannya. Tahan! tahan!
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1