
Selly di nyatakan meninggal dunia, jelas mamah Wulan syok melihat jasad Selly yang sudah tidak bernyawa lagi di rumahnya, orang-orang melayat dan berbisik-bisik menggosipi betapa buruknya Selly itu sampai semua orang tahu karena Selly masuk berita terkini yang memanas dan viral. Semua seperti hantaman pedih bagi mamah Wulan, dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, di tambah orang-orang menyibir mamah Wulan sebagai ibunya tidak bisa mendidik anaknya dengan benar.
Setelah jasad Selly di kebumikan, mamah Wulan kembali ke rumah dengan keadaan diam tanpa bersuara. Mesa dan lainnya datang untuk melayat, dan Mesa ingin juga melihat kondisi mamah Wulan. Sebenarnya yang lainnya enggan datang kerumahnya, tapi kalau mereka tidak mau Mesa mengancam akan pergi sendiri. Mau tidak mau mereka semua ikut karena permintaan Adam atas keinginan istrinya.
Tiba-tiba saja Mesa dan Adam mendengar jeritan histeris sangat keras di kamar mamah Wulan. Stroknya yang sudah pulih perlahan, malah kini dengan tekanan dari lingkungan sekitar di tambah mamah Wulan sudah kehilangan anak satu-satunya membuat syaraf otaknya sudah tidak bisa berfungsi dengan benar.
Mamah Wulan menjadi kehilangan kontrol emosinya meluap-luap, diiringi juga dengan tawanya setelah berbicara yang nyeleneh.
"Ada apa?" tanya Mesa kepada pembantu yang merawat mamah Wulan.
"Nyonya Wulan, seperti orang gila. Saya takut lebih baik saya keluar sebelum mamah Wulan akan melayangkan benda yang ada digenggamannya kepada saya."
Mendengar itu Adam dan Mesa langsung menghampiri kamar mamah Wulan. Kamarnya sangat kacau apa lagi diri mamah Wulan sudah berantakan, mulai rambutnya sudah acak-acakan di tambah bajunya yang kusut.
"Mamah Wulan?" panggil Mesa menghampiri mamah Wulan di sisi pinggir ranjang tidurnya.
"Selly anakku, maafkan mamah semua gara-gara mamah!" mata mamah Wulan memandang wajah Mesa beranggapan kalau Mesa adalah Selly.
Seketika itu mamah Wulan ketawa lagi seperti orang gila. Kondisi mamah Wulan sangat buruk sekali saat ini.
"Lebih baik mamah Wulan harus dirawat di RSJ untuk memulihkan kondisinya." kata Adam menyarankan kepada Mesa
"Apa katamu? Aku tidak gila hahaha. Pergi kalian!" teriak mamah Wulan mengusir Mesa dan Adam. Mesa menenangkan tapi percuma, Adam melihat mamah Wulan kasar dengan mendorong tubuh Mesa, Adam tidak tega langsung membawa Mesa keluar dari kamar mamah Wulan.
"Adam aku belum selesai berbicara dengan mamah Wulan!" bantah Mesa
"Lihatlah tadi kamu hampir terjatuh Sa!"
"Tapi aku tidak apa-apa Adam, aku mau menenangkan mamah Wulan."
"Percuma, kondisi mamah Wulan lihatlah. Sangat kacau sayang. Aku cuma tidak mau kalau nanti mamah Wulan melakukan yang tidak-tidak kepadamu dan berujung menyelakai anak kita di dalam rahimmu istriku."
"Tapi Adam?"
"Dengarkan suamimu kali ini sayang!"
Adam akhirnya menghubungi Leo untuk menyuruhnya memanggil seorang petugas kesehatan yang akan menjemput mamah Wulan ke rumah sakit jiwa.
"Apa ini jalan terbaik untuk mamah Wulan?"
"Ya."
Akhirnya tidak lama menunggu seorang petugas medis menjemput mamah Wulan, mereka sudah datang dan membawa mamah Wulan ke rumah sakit jiwa untuk di rawat. Mamah Wulan jelas memberontak karena gilanya sudah menjadi-jadi dengan cara memaksa mamah Wulan mau masuk ke dalam mobil.
...*****...
Di rumah...
Adam kedatangan tamu yaitu pamannya, pamannya sudah menunggunya begitu lama.
"Adam?"
"Paman?" jawab Adam dan di sampingnya ada Mesa yang berpegangan tangan setelah keluar dari mobil.
__ADS_1
"Kamu beneran sudah menikah Adam?"
"Seperti paman lihat, dan lihatlah istriku sedang hamil." Adam mengelus perut Mesa di depan pamannya.
Tatapan pamannya seperti tidak suka dengan Mesa, padahal Mesa sudah menyapanya dengan lembut.
"Hai kak Akbar?" seorang gadis polos keluar dari rumahnya karena sebelumnya gadis itu minta izin kepada pelayan rumah ke kamar mandi untuk menumpang buang air kecil sambil menunggu Adam pulang.
"Hay adiknya kakak yang cantik !" sapa Adam
Veranika adalah adik angkat Adam, bukan adik kandungnya. Adik temu bukan adik sedarah. Dari kecil Veranika bersama Adam karena mereka merasa sama-sama cocok dalam bergaul. Apa lagi Vera adalah wanita terpandang, Vera tidak mempermasalahkan kalau Adam bukanlah orang sosial tinggi, tetapi Vera sudah terlanjur nyaman dengan Adam. Mereka terpisah ketika kedua orang tua Vera memaksa Vera studi di luar negeri. Sedangkan Adam berjuang sendiri dari nol sampai akhirnya menemukan Ayunda sebagai istrinya.
Sempat Vera kesal kalau Adam memberi kabar via telepon kalau dirinya sudah menikah. Tapi kesalnya hilang mendengar kabar Ayunda mati beberapa bulan setelah pernikahan Adam dengan Ayunda.
Vera melihat Mesa dan menanyakan kepada Adam siapa wanita hamil yang berada di samping Adam.
"Kenalkan adikku, dia adalah istriku namanya Mesa."
"Oh iya sayang, kenalkan ini Pamanku namanya Paman Jojo, dan ini adik angkatku namanya Veranika panggil saja Vera." Adam memperkenalkan mereka
"Adam, paman ingin berbicara kepadamu empat mata." celah paman Jojo
"Baiklah, kalau begitu kita masuk ke dalam rumah paman. Kita bisa ngobrol di dalam."
"Tidak Adam, kita ngobrol berdua, terserah di kamarmu maupun di mana."
Mesa merasa mengerti maksud paman Jojo, dengan sengaja mengajak Vera masuk ke dalam lebih dulu. Vera jelas tidak suka di tarik oleh Mesa.
"Paman aku senang akhirnya paman berkunjung kemari. Meskipun waktu itu paman tidak datang di pernikahanku tidak apa, aku sudah bahagia paman."
"Tidak paman, Vera sudah Adam anggap adik sendiri."
"Paman yang membesarkanmu Adam, kalau begitu paman menyesal mengambil kamu dari kedua orang tuamu."
"Maksud paman apa? Adam tidak mengerti."
"Orang tuamu masih hidup."
"Benarkah? bukankah mereka meninggalkanku?"
"Tidak, mereka masih hidup."
"Lalu di mana mereka?" Jelas Adam senang mendengarnya kalau ke dua orang tuanya masih hidup.
"Ada syaratnya!"
"Apa paman? katakan?"
"Nikahi Vera! Paman akan memberitahu kedua orang tua kandungmu."
"Kenapa paman memberi pilihan yang sulit?" Di sisi lain Adam menginginkan sekali kalau orang tuanya masih hidup.
"Tidak sulit, paman tidak menyuruh meninggalkan istrimu tapi nikahi juga Vera kalau kamu ingin melihat orang tua kandungmu."
__ADS_1
"Paman, Vera sudah Adam anggap adik kandung sendiri. Adam tidak bisa menikahinya. Adam hanya mencintai Mesa."
"Baiklah, sampai mati paman tidak akan mempertemukanmu dengan kedua orang tuamu. Waktu masih remaja kamu sudah berjanji dengan paman akan menikahi Vera."
"Lupakan janji itu paman, dulu itu cinta monyet. Cinta sejati Adam sekarang adalah Mesa."
"Terserah Adam, pikirkan lebih dulu!"
Dan paman Jojo bersuara lantang memangil Vera agar segera keluar dari dalam rumah setelah insiden di tarik Mesa yang beranggapan kalau Mesa syok akrab. Padahal Mesa ada maksud baik supaya paman Jojo dan Adam bisa mengobrol berdua leluasa.
Akhirnya Vera dan paman Jojo pergi dari rumah Adam saat itu juga.
"Suamiku?" panggil Mesa kepada Adam
"Iya sayang."
"Kenapa aku merasa mereka tidak menyukaiku?"
Adam hanya memeluk Mesa dan menyium pucuk rambut Mesa lalu Adam mengatakan yang bisa menenangkan hati Mesa. "Tidak apa sayang, mungkin perasaan kamu saja. Aku yakin mereka menyukaimu, ya... memang mereka seperti itu istriku. Oh ya apa Vera mengatakan yang tidak mengenakan padamu di dalam tadi?"
"Tidak! emmmh dia hanya diam saja!"
γBersambung......
__________________________________________
Bonus UP.... π
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π