DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
RENCANA GAGAL


__ADS_3

"Seharusnya kau tidak ikut dalam permainan ini." Wanita tadi yang memukul laki-laki yang menyandra Aisyah berkata dingin. Seringai menakutkan terlihat diwajah wanita itu.


Ini tidak ada dalam rencana yang mereka katakan. Kenapa ada wanita yang memukulku. Batin laki-laki yang menyandra Aisyah tadi.


"Kenapa kau heran?" Wanita itu seperti mengejek, setelah melihat laki-laki yang menyandra Aisyah tadi memandang dia dengan wajah heran. "Jangan masuk kedalam permainan, kalau kau tidak tahu permainannya seperti apa..!"


Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, membuat laki-laki yang menyandra Aisyah tadi bertambah bingung. Laki-laki yang menyandra Aisyah tadi tidak bisa memahami apa yang dimaksud oleh wanita yang sedang berdiri dihadapannya saat ini.


"Kamu siapa..?" Laki-laki itu bertanya kerena penasaran dengan wanita yang telah memukulnya.


"Aku orang yang akan menghentikan permainan bodoh kalian..!" Wanita itu berkata dengan penuh misteri.


"Kau tahu apa yang sebenarnya yang sedang terjadi?" Laki-laki itu menyadari kalau wanita yang tadi memukulnya telah mengetahui permainan sandiwaranya yang telah dia buat dengan para polisi.


"Tidak kusangka orang sebodoh kamu menyadarinya juga."


Bukkk...!! Wanita itu menendang lutut kiri laki-laki yang menyandra Aisyah. Tendang yang sangat keras itu mengakibatkan laki-laki yang menyandra Aisyah jatuh berlutut. Masih dengan gerakan yang sangat cepat tanpa disadari oleh laki-laki yang menyandra Aisyah, wanita itu sudah mengarahkan tendangan kaki kirinya kedagu laki-laki yang menyandra Aisyah. laki-laki itu jatuh tertelentang dengan bibir pecah. Darah segar berhamburan keluar dari mulutnya.


"Tolonggg..!" Aisyah berteriak ketakutan, kerena ngeri melihat apa yang terjadi dihadapannya.


"Berhenti kami polisi." Salah satu polisi itu mengacungkan pistolnya kearah wanita yang telah menghajar laki-laki yang tadi menyandra Aisyah, sedangkan tangan kirinya memperlihat kartu tanda anggotanya pada wanita itu.


"Kalau kalian polisi, seharusnya pistol kalian tidak diarahkan pada saya, tapi pada dia." Wanita itu menunjuk kearah laki-laki yang menyandra Aisyah. "Kerena dia sudah mencoba merampok nona ini." Wanita itu melihat kearah Aisyah.


"Biar kami urus dia, nanti biar kami bawah dia kekantor polisi." Salah satu polisi berkata pada wanita itu.


"Membawah kekantor polisi untuk menyelamatkannya?" Wanita itu menyeringai aneh pada polisi. Perkataannya terdengar seperti ejekan.


Semua yang ada disitu memandang kearah wanita itu dengan pandangan berbagai pertanyaan. Siapa sebenarnya wanita itu, semua yang disitu kecuali Aisyah menyadari kalau wanita itu menghajar laki-laki yang telah menyandra Aisyah atas suruhan polisi, bukan kerena laki-laki itu telah menyandra Aisyah tapi kerena alasan lain.


Wanita itu tidak mempedulikan semua orang disitu memandang kearah dia dengan pandangan aneh. Dia terus saja berjalan kearah jalan raya. Dipinggir jalan tampak telah menunggu seorang laki-laki diatas motor sport berwarna hitam. Sebelum wanita itu naik keatas motor, wanita itu berbalik badan melihat kearah polisi.


"Pesan saya ketika kalian ingin bermain carilah orang yang pantas untuk kalian ajak bermain, agar kalian tidak terlihat mengelikan seperti ini."


Mendengar apa yang dikatakan wanita itu kedua polisi jadi sadar kalau sebenarnya wanita itu sudah mengetahui rencana mereka, kalau sebenarnya penyandaraan Aisyah hanyalah suatu sandiwara belaka untuk memancing keluar orang yang telah memperkosa Aisyah.


"Tungguuu..! Siapa sebenarnya kamu!" Salah satu polisi berlari berlari kearah wanita itu sambil mengacungkan pistolnya.


Dorrr...! Tiba-tiba suara tembakan terdengar membuat semua orang yang ada disitu terkejut, tak terkecuali juga para karyawan toko. Para karyawan toko tampak berlari keluar ingin melihat dari mana asal suara tembakan itu.


Pistol yang ditangan polisi yang tadi mengejar wanita itu sudah terjatuh dari genggamannya. tampak polisi itu berdiri dengan keringat dingin. Dia memandang tidak percaya kearah wanita yang tadi telah melepas tembakan kearah dia.


Wanita itu berdiri sambil menatap dingin kearah polisi. Pistol ditangan kanannya masih diarakan kepolisi yang tadi berniat mengejarnya. Melihat itu tentu saja membuat polisi itu tidak berani melakukan apa-apa. Polisi sadar wanita itu selain ahli dalam bela diri, wanita itu juga mahir menggunakan senjata api.


Kapan dia mengeluarkan pistolnya?


Polisi itu tidak dapat melihat kapan wanita itu mengeluarkan pistolnya. Tahu-tahu wanita itu sudah melepaskan tembakan kearah pistol yang ada dalam genggam polisi. Sehingga pistol yang ditangan polisi sudah terlepas dalam genggamannya tanpa dia sadari.


Kerena melihat polisi tidak ada tanda-tanda akan mengejarnya, wanita itu segera naik keatas motor yang tadi memang sengaja datang untuk menjemputnya. Wanita itu menghilang dari pandangan pergi bersama laki-laki yang tadi menjemputnya.


"Sebenar apa yang terjadi Rei?" Aisyah masih memeluk Reina sambil menangis ketakutan.


"Entahlah Syah aku juga gak terlalu paham apa sebenarnya yang sudah terjadi." Reina bingung harus menjawab apa pada Aisyah.

__ADS_1


Yang Reina tahu laki-laki yang tadi menyandra Aisyah itu memang atas suruhan polisi. Tapi tidak mungkin Reina mengatakannya pada Aisyah. tapi Reina tidak tahu siapa wanita yang tadi menolong Aisyah. Kenapa wanita itu menyerang polisi.


"Rei aku takut... Aku mau pulang." Aisyah masih terlihat pucat.


"Ya udah ayo kita pulang." Reina memapah Aisyah berjalan kearah mobilnya.


"Tungguuu..." Salah satu polisi itu memanggil kearah Reina dan Aisyah.


"Ada apa lagi?" Reina bertanya dengan nada kesal.


Reina kesal pada polisi itu, kerena rencana yang mereka buat bukannya berhasil memancing laki-laki yang memperkosa Aisyah keluar malah membuat Aisyah bertambah ketakutan. Reina melihat sendiri tadi dua polisi itu tidak bisa berbuat apa-apa pada wanita yang telah menolong Aisyah.


"Tidak mungkin nona Aisyah menyetir mobil dengan kondisi seperti ini."


Apa yang dikatakan polisi itu memang benar. Aisyah terlihat masih gemetar dan pucat kerena masih sangat syok dengan kejadian barusan.


Reina memandang bingung kearah polisi. Kalau bukan Aisyah yang nyetir lalu siapa, sedangkan reina tidak bisa nyetir, kerena dia tidak memiliki mobil. Selain tidak bisa nyetir Reina juga tidak memiliki SIM.


"Biar saya yang antar kalian berdua." Polisi itu seperti memahami apa yang dipikirkan oleh Reina.


"Terimah kasih." Reina seperti setengah terpaksa mengucapkannya, kerena kekesalannya pada polisi itu belum hilang.


"Pastikan kita dapat rekaman CCTV toko ini." Polisi itu berkata pada rekannya


"Siap pak." Polisi yang sedang menolong laki-laki yang mereka suruh untuk pura-pura menyandra Aisyah tadi menjawab perintah atasannya.


Sesampainya dirumah Adiguna Cokrominoto polisi langsung memberi tahu apa yang sudah terjadi. Polisi juga mengatakan kalau rencana mereka sudah gagal, kerena ada seorang wanita yang telah mengacaukan rencana mereka. Setelah memberi keterangan pada Adiguna Cokrominoto polisi itu langsung pergi.


"Apakah masalahnya sudah serumit itu, sehingga kita harus memanggil orang seperti harimau kumbang?" Adiguna Cokrominoto kurang setuju dengan pendapat pak lukman.


"Tuan tampaknya ada kekuatan yang cukup besar yang telah melindungi laki-laki yang telah memperkosa non Ais."


"Bukannya kita sudah menyelidiki kalau laki-laki itu tidak memiliki siapa-siapa dijakarta. Dia hanya sekedar laki-laki yang menjadi sopir taxi online. Dia juga tidak memiliki hubungan apa-apa pada keluarga Wijaya Kusuma."


"Tuan... Harimau kumbang juga kalau sedang berbaur ditengah keramain akan terlihat seperti orang biasa. Orang tidak tahu siapa sebenarnya harimau kumbang. Saya yakin laki-laki ini sejenis dengan harimau kumbang." Pak lukman mengutarakan pendapatnya pada Adiguna Cokrominoto.


"Baiklah nanti malam suruh harimau kumbang menghadap saya." Akhirnya Adiguna Cokrominoto menyetujui saran pak lukman.


Harimau kumbang adalah orang yang mampu menyelesaikan masalah, yang banyak orang lain tidak mampu melakukannya. Harimau kumbang orang memilki latar belakang dunia hitam.


Dulu sebelum mengenal Adiguna Cokrominoto harimau kumbang adalah tipe orang yang bersedia melakukan apa saja demi uang. Harimau kumbang tidak segan-segan menghilangkan nyawa orang lain asal bayarannya sesuai. Tapi setelah mengenal keluarga Adiguna Cokrominoto secara tidak sengaja harimau kumbang sedikit berubah menjadi lebih baik. Sekarang harimau kumbang hanya mengabdi pada Adiguna Cokrominoto Group. Tugas harimau kumbang adalah menyingkirkan orang-orang yang mencoba menggangu Adiguna Cokrominoto Group.


Sebenarnya tidaklah heran kalau Adiguna Cokrominoto memakai jasa orang seperti harimau kumbang. Bukan hanya dinegara kita dinegara lainpun banyak para pengusaha-pengusaha besar memakai jasa orang seperti harimau kumbang. Orang Sekelas Adiguna Cokrominoto memiliki pemikiran tidak selamanya untuk mengalahkan lawan-lawan mereka harus menggunakan hukum. Terkadang untuk menghancurkan lawan-lawan mereka orang sejenis harimau kumbang sangat diperlukan.


Malam harinya orang yang dijuluki harimau kumbang sudah berada diruangan kerja Adiguna Cokrominoto.


"Tuan memanggil saya?" Harimau kumbang bertanya pada Adiguna Cokrominoto.


"Kamu mengenal orang ini?" Adiguna Cokrominoto menunjukan foto laki-laki yang telah memperkosa Aisyah pada Harimau kumbang.


Harimau kumbang coba mengamati foto yang diperlihatkan padanya. Harimau kumbang coba mengingat-ingat laki-laki yang yang ada difoto itu. Sampai Harimau kumbang mengerut dahinya tapi tetap harimau kumbang tidak dapat mengenal siapa laki-laki yang difoto itu.


"Saya tidak tahu laki-laki ini siapa tuan."

__ADS_1


"Kalau dia?" Adiguna Cokrominoto memperlihatkan satu foto lagi.


Melihat foto kedua yang dikeluarkan Adiguna Cokrominoto harimau kumbang terlihat sedikit kaget. Tapi Harimau kumbang tidak sedikitpun merasa takut. Adiguna Cokrominoto tahu harimau kumbang mengenal orang yang ada difoto kedua.


"Apakah dia membuat masalah dengan tuan?" Harimau kumbang bertanya dengan Adiguna Cokrominoto.


"Kamu mengenal dia?" Adiguna Cokrominoto bukannya menjawab bertanyaan harimau kumbang tapi malah balik bertanya.


"Wanita ini salah satu orang terpenting disrigala malam."


"Srigala malam?" Adiguna Cokrominoto tidak memahami apa yang dikatakan harimau kumbang.


"Srigala malam adalah suatu organinasi yang bersedia melakukan apa saja demi uang. Apa wanita ini sudah mengganggu tuan?" Harimau kumbang bertanya sambil menunjuk kearah foto wanita yang ada dimeja.


Lalu Adiguna Cokrominoto menceritakan kalau wanita yang ada difoto itu telah menggagalkan rencana mereka untuk menjebak laki-laki yang telah memperkosa Aisyah.


"Wanita ini bernama keyra, dia orang kedua disrigala malam. Sepuluh polisi belum tentu mampu menyentuh dia." Keterangan harimau kumbang itu menjelaskan betapa bahayanya wanita bernama keyra itu. Wajar tadi siang wanita bernama keyra itu sangat mudah membuat kedua polisi itu tidak berdaya dihadapannya. Keyra mampu melumpuhkan polisi itu hanya dengan satu gerakan.


"Cari wanita bernama keyra itu, kerena dia pasti tahu dimana keberadaan laki-laki ini." Adiguna Cokrominoto menunjuk kefoto laki-laki yang telah memperkosa Aisyah.


"Apakah saya harus membunuh laki-laki ini?" Harimau kumbang juga ikut menunjuk kearah foto laki-laki yang telah memperkosa Aisyah.


Harimau kumbang bertanya datar seolah-olah mencabut nyawa orang itu bukanlah suatu kesalahan.


"Tidak perlu, saya ingin kamu membawah dia kehadapan saya."


"Baik tuan."


Itulah tipe orang seperti harimau kumbang mereka tidak pernah bertanya pada majikan mereka dengan tugas yang diberikan pada mereka. Yang mereka tahu hanya menyelesaikan tugas itu sebaik mungkin, meskipun nyawa taruhannya.


*****


MASA LALU HARIMAU KUMBANG


Malam itu harimau kumbang mengendap-endap memasuki rumah megah yang menjadi targetnya. Digerbang utama harimau kumbang sudah melumpuhkan dua orang satpam yang berjaga disana. walaupun tadi dua satpam itu bisa memberikan sedikit perlawan pada Harimau kumbang. Tapi bagi orang sekelas harimau kumbang jangankan dua orang satpam, sepuluh satpampun mampu dia lumpuhkan.


Setelah melumpuhkan satpam gerbang utama harimau kumbang langsung masuk kedalam rumah. Tapi Harimau kumbang merasa ada sedikit keanehan. Harimau kumbang heran melihat lampu yang ada diruang tamu semuanya dalam kondisi mati. Kerena kondisi gelap harimau kumbang jadi tidak bisa bergerak secara leluasa.


Blab... Blab... Blab... Blab tiba-tiba semua lampu yang tadi dalam kondisi mati semua sekarang menjadi nyala secara bersamaan. Tentu saja hal itu membuat harimau kumbang menjadi sangat keget.


Setelah semua lampu dalam kondisi nyala tentu saja harimau kumbang dapat melihat jelas apa saja yang ada diruang tamu.


Disofa duduk seorang laki-laki separuh baya menatap kearah harimau kumbang. Disamping laki-laki itu berdiri seorang laki-laki tidak jauh berbeda umur dengan laki-laki yang sedang duduk disofa.


"Kau yakin tidak salah masuk rumah?" Laki-laki yang berdiri bertanya sinis pada harimau kumbang.


Harimau kumbang sadar sekarang sekarang dia sudah dalam kondisi terjebak. Naluri harimau kumbang mengatakan laki-laki yang berdiri itu adalah laki-laki yang cukup membahayakan. Tapi harimau kumbang sangat yakin dapat mengalahkan laki-laki itu.


"Sekali saja kau melangkah maka otakmu akan berhamburan dilantai..!" Laki-laki yang berdiri berkata dingin memperingati harimau kumbang.


Harimau kumbang tahu kata-kata laki-laki itu bukan hanya menggertak semata. Walaulun sudah dalam kondisi terjebak harimau kumbang masih bisa bersikap tenang. Kalau harimau kumbang tidak bisa bersikap tenang saat-saat kondisi seperti ini, tentu saja nyawa harimau kumbang sudah lama melayang.


Harimau kumbang sadar kondisi dia sekarang bukan saatnya untuk melawan. Kerena harimau kumbang tahu walaupun dia tidak melihat sekelilingnya, harimau kumbang dapat merasakan ada sekitar hampir sepuluh orang sudah mengepung dengan pistol ditangam mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2