DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
PERSYARATAN


__ADS_3

"Wait-wait...! Tadi kamu bilang monsters ini calon ayah anak kamu?" Reina ingin memastikan kalau tadi dia tidak salah dengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya.


"Iya Rei, dia sudah mengakui kalau dia adalah calon ayah anak kami Rei."


Reina mendengar saat Aisyah mengucapkan kata anak kami, Reina tahu Aisyah terdengar sangat bahagia mengucakan kata itu. Dalam hati Reina juga ikut senang mengatahui sahabatnya itu bahagia.


Sebenarnya sudah sejak lama Reina juga punya dugaan kalau Sumanto itu adalah Bastian, apa lagi melihat cara Aisyah memperlakukan Sumanto sangat berbeda.


"Syah emang kamu cinta sama monsters kejam itu?" Reina sambil melirik kearah Bastian. "Dia kan botak jelek, tompelan, norak hihi." Reina tidak bisa menahan tawanya.


"Enak aja jelek..!" Aisyah sepertinya tidak bisa terimah begitu saja, saat sahabatnya itu mengatakan kalau orang yang dia cintai jelek. "Kamu lupa ya? Klo dulu kamu pernah bilang, kalau dia adalah pangeran ganteng."


"Kapan Syah..?" Reina seakan tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Aisyah, kalau dulu dia pernah bilang kalau Bastian adalah pangeran ganteng.


"Kamu ingat Rei ada seorang driver taxi online menjemput aku dirumah kamu? Saat itu terjadi hujan gede. Driver taxi itu memberikan payung buat aku Rei, momen itu gak mungkin aku melupakannya Rei. Aku yakin kamu juga ingat Rei, kerena saat itu kamu juga menyaksikannya." Aisyah bercerita dengan sangat bahagia.


"Lebaiii..!"


"Hahaha kamu iri ya." Aisyah terdengar meledek sahabatnya itu.


"Idihhh..! Siapa juga yang iri."


Saat Reina melihat kearah Bastian, Reina langsung dapat mengingat kejadian dimana pertama kalinya Aisyah bertemu dengan Bastian. Momen pertemuan pertama Aisyah dan Bastian kebetulan terjadi tepat dimana saat ini Reina sedang berdiri.


"Semoga kamu cepat bahagia ya sama Riko." Aisyah mendoakan sahabatnya itu dengan tulus.


"Weiii..!" Sifat tomboi Reina langsung keluar. "Kenapa bawah-bawah Riko? Emang Riko siapanya aku."


"Rei tuhan menuliskan kisah cinta seorang itu berbeda-beda, kamu gak bisa mengharapkan apa yang Bastian lakukan buat aku, itu terjadi juga antara kamu dengan Riko."


"Aku gak terlau paham apa yang kamu maksud Syah."


"Kamu harus tau Rei, Riko itu tipe pria yang gila kerja. Setiap orang yang ada hubungannya dengan kerjaan dia, orang itu pasti akan menarik perhatian Riko, tapi kalau orang itu tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan dia, jangan harap orang itu akan dilirik oleh Riko."


"Jujur aku makin gak paham apa yang kamu maksud Syah." Reina semakin terlihat bingung.


"Reina sayanggg... Kok kamu jadi bodoh gini sih? Klo Riko tergila-gila sama kerjaannya, kamu harus masuk juga dalam dunia kerja Riko, biar Riko juga tergila-gila sama kamu."


"Kamu memang cocok jadi pewaris tunggal Adiguna Cokrominoto Group Syah. Otak kamu encer kayak air."


"Ya udah cepat kesini, jangan buat lama-lama calon suami aku nunggu kamu."


"Calon suami..! Emang kamu mau nikah sama dia?"


"Harus mau dong, bagaimanapun aku sedang ngandung anak dia. Masak aku minta Riko yang nikahin aku." Aisyah seperti sengaja menggoda sahabatnya.


"Gak gak gak..! Aku gak mau klo Riko yang nikahan kamu."


"Hahaha Iya udah klo gak mau Riko diambil orang cepat datang kesini. Sekarang Riko ada disini, disini juga ada Serly sama Keren bersama empat dayangnya. Kamu mau Riko keburu diambil Serly atau Keren?"

__ADS_1


"Kok bisa kurcaci-kurcaci bodoh itu bareng kamu?" Reina menjadi heran.


Reina selalu mempunyai kebiasaan memanggil seorang dengan panggilan sesuka hati dia. Reina memang menyebut Keren the geng dengan kurcaci-kurcaci bodoh, Natalie dengan panggilan pramugari cantik tapi bodoh, Bastian dengan sebutan monsters kejam.


"Rei kamu gimana sih? Kamu yang sahabat aku, malah kamu gak tau klo aku dirumah sakit, sedangkan mereka sudah kumpul disini semua, termasuk Natalie dan sepupunya Andre juga ada disini."


"Kamu dirumah sakittt.!" Reina menjadi panik mendengar Aisyah berada dirumah sakit.


"Iya udah kesini, nanti aku ceritain semua kenapa aku ada dirumah sakit."


*****


Saat Reina dirumah sakit, Reina melihat ruangan tempat Aisyah sedang dirawat sudah hampir dipenuhi beberapa orang datang untuk membesuk Aisyah.


Reina tahu setiap orang yang datang membesuk Aisyah itu memiliki tujuan masing-masing. Mereka membesuk Aisyah bukan murni kerena ingin tahu kondisi Aisyah, tapi ada niat terselubung dari masing-masing mereka, hanya Natalie dan Andre yang tulus membesuk Aisyah tanpa ada niat lain tersembunyi.


"Hai Rei." Keren menyapa Reina dengan gaya sok ramah.


"Hai." Reina balas menyapa Keren sambil tersenyum. Tentu saja Reina terpaksa melakukannya.


Tanpa memperdulikan Keren lagi, Reina berjalan mendekat kearah Aisyah dan langsung memeluk sahabatnya itu.


"Bahu kamu kenapa?" Reina memandang kearah bahu Aisyah yang sedang diperban dengan wajah sedih.


"Bahu aku gak kenapa-kenapa Rei, cuman luka sedikit." Aisyah tidak mau Reina terlalu mengkhawatirkan keadaan dia.


"Udah jangan mikirin bahu aku. Emang kamu gak sadar disini ada Riko?" Aisyah bermaksud mengalihkan pembicaraan, agar sahabatnya itu tidak terus-terus membahas luka dia.


"Iya aku tau." Reina menjawab malu-malu.


"Kerjaan kamu gimana Rik?" Aisyah bertanya pada Riko, agar Riko melihat kearah mereka berdua.


Mendengar pertanyaan Aisyah itu, ekspresi wajah Riko terlihat langsung terlihat bersemangat. Memang tujuan dia menemui Aisyah ada hubungannya dengan pekerjaan dia. Pihak stasiun tivi tempat dia bekerja sudah beberapa kali mendesak Riko, agar mengundang Aisyah lagi keacara talk show yang dia bawah.


"Iya begitu-begitu aja mbak, bintang tamunya belum ada yang bisa membuat rating acara saya naik." Jawaban Riko terdengar tidak bersengat sambil memasang wajah pesimis.


"Kok bisa begitu?"


"Mungkin kisah artis-artis yang selama ini saya undang tidak semenarik kisah nyata mbak Aisyah. Maklumlah klo hidup artiskan terlalu banyak drama dan sensasi. Jadi sudah terlalu basi untuk mereka tonton diacara saya."


"Bukannya kisah artis itu selalu menarik untuk dibahas?"


"Memang ada beberapa artis yang mampu membuat rating acara saya naik. Itu biasanya artis yang jauh dari gosip buruk."


"Terus kenapa tadi kamu kamu bilang kisah saya lebih menarik?"


"Kerena kisah mbak Aisyah itu real, bukan setingan yang bertujuan membuat sensasi. Wajar ketika mbak Aisyah yang jadi bintang tamunya rating acara saya langsung naik."


"Bilang aja kamu mau ngudang Aisyah lagi keacara kamu." Reina tidak bisa menahan lagi ucapanya, kerena Reina sudah dapat menebak kemana arah pembicaraan Riko.

__ADS_1


"Kalau mbak Aisyah ada waktu..!" Riko menjawab dengan cepat, kerena saking bersemangatnya mendengar apa yang dikatakan oleh Reina barusan.


"Ternyata kalian memiliki pemikiran yang sama." Aisyah menunjuk kearah Reina dan Riko secara bergiliran. "Kenapa Kamu gak menjadikan Reina co-host diacara talk show kamu?"


Reina langsung melihat kearah Riko, kerena Reina ingin tahu Riko akan menjawab apa.


"Saya tidak bisa memutuskanya sendiri. Kalau soal itu harus saya bahas dulu dengan semua team yang terlibat dalam acara saya."


"Saya berjanji akan datang keacara kamu kapanpun kamu undang, asal kamu bisa membuat Reina menjadi co-host diacara talk show kamu."


Mendengar apa yang dikatakan Aisyah, Riko langsung berjalan mendekat kearah Aisyah dan langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Aisyah.


Meskipun Aisyah bingung dengan apa yang Riko lakukan, tapi Aisyah tetap menyambut jabat tangan Riko.


"Deal..! Saya akan membuat mbak Reina jadi co-host diacara talk show saya, asal mbak Aisyah bisa datang keacara saya." Riko tersenyum puas.


Seperti dulu Riko tidak pernah peduli syarat apa yang diminta oleh Aisyah, yang terpenting bagi Riko, Aisyah bersedia menjadi bintang tamu diacara talk show yang dia bawah. Riko sadar kalau Reina buta tentang dunia host, tapi masalah itu Riko pikirkan nanti jalan keluarnya.


Aisyah sangat lega mendengar jawaban Riko bersedia memenuhi persyaratan yang dia minta. Aisyah sadar Riko tidak akan pernah melirik Reina, kalau Aisyah tidak memasukan Reina kedalam dunia kerja Riko, kerena Aisyah tahu Riko tipe orang yang gila kerja. Segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Riko, hal itu tidak akan pernah bisa menarik perhatian Riko.


Memang tidak salah kalau Reina menyebut Aisyah pantas menjadi pewaris tunggal Adiguna Cokrominoto Group. Dikepala Aisyah selalu berisi ide-ide brilian dalam mencari solusi setiap masalah yang sedang dia hadapi. Aisyah juga sangat pandai menggunakan pengaruh nama dia.


Reina yakin 100 persen kalau bukan Aisyah yang meminta dia menjadi co-host diacara talk show Riko, pasti Riko tidak akan menyetujuinya.


"Jadi kapan saya bisa datang keacara talk show kamu lagi." Aisyah bertanya dengan semangat.


"Kapanpun mbak Aisyah bersedia." Riko menjawab lebih bersemangat.


"Saya sudah tidak sabar melihat Reina menjadi co-host diacara kamu."


"Kalau malam ini mbak bisa datang?"


"Bisa bisa... Saya bisa datang." Aisyah langsung menjawab dengan cepat. "Tapi tentu saja saya harus datang sama dia." Aisyah menunjuk kearah Bastian malu-malu.


Lalu Riko melihat kearah yang ditunjuk oleh Aisyah.


"Mas Sumanto?" Riko masih belum mengetahui kalau orang yang dia kenal sebagai Sumanto itu ternyata adalah Bastian.


"Dia Bastian." Aisyah tersenyum lembut pada Bastian.


"Bastiannn..!" Riko terlihat kaget. "Jadi dia adalah laki-laki yang?" Riko tidak mungkin meneruskan perkataannya.


"Iya dia adalah ayah anak aku." Aisyah menjawab malu-malu.


Aisyah tampaknya tidak mau lagi menutupi siapa laki-laki yang menjadi ayah dari janin yang sedang dia kandung, Aisyah berpikir sudah saatnya semua orang tahu siapa Bastian sebenarnya.


Mendengar apa yang dikatakan Aisyah barusan, Keren jadi mengerti kalau sebenarnya laki-laki yang memperkosa Aisyah dulu ternyata adalah Bastian. Orang yang barusan ditunjuk oleh Aisyah. Tapi yang membuat Keren bingung kenapa Aisyah tidak terlihat benci dengan Bastian, malah Keren sekarang melihat kalau Aisyah dan Bastian seperti sudah memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.


Siapa laki-laki ini sebenarnya? Pasti dia seorang yang sangat istimewa, sehingga membuat Aisyah seperti tergila-gila dengan dia. Keren menatap lekat kearah wajah Bastian. Senyum licik terpancar diwajah Keren.

__ADS_1


__ADS_2