
"Jadi om tidak pernah sakit hati sama keluarga kami?" Keren ingin memastikan kalau tadi dia tidak salah dengar.
"Om tidak pernah sakit hati, justru om merasa gagal menjadi orang kepercayaan keluarga non Keren, makanya om pergi."
"Harimau Kumbang kamu sudah banyak berjasa pada keluarga kami, jadi kami tidak berpikir kalau kamu telah gagal menjaga keluarga kami." Nyonya Krisyanto mencoba menghibur Harimau Kumbang.
"Saya tidak tahu dengan saya bergabung kedalam Adiguna Cokrominoto Group apakah itu membuat diri saya menjadi lebih baik atau malah menjadi lebih buruk."
"Harimau Kumbang kamu seorang laki-laki, jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kamu buat sendiri." Krisyanto seperti memberi wejangan pada mantan orang kepercayaannya itu.
"Selamanya saya tidak akan pernah melupakan kebaikan keluarga tuan pada saya."
"Dimanapun kamu berada, kalau kamu menjalaninya dengan senang hati, saya yakin itu akan membuat hidup kamu menjadi lebih baik." nyonya Krisyanto tersenyum pada Harimau Kumbang.
"Tuan dan nyonya orang yang baik. Saya yakin walaupun saya tidak berada dalam keluarga tuan lagi, keluarga tuan akan baik-baik saja."
*****
Semenjak Keren berada dirumah sakit Bastian tidak pernah datang lagi kerumah Asiyah. Bastian seakan lupa kalau dia masih berstatus sopir dirumah Adiguna Cokrominoto. Bastian juga sepertinya sengaja mengabaikan peraturan yang dibuat oleh Adiguna Cokrominoto, bahwa tiga kali melakukan pelanggar orang itu akan dipecat.
Bastian sadar kalau nantinya kemungkinan besar dia akan dipecat oleh Adiguna Cokrominoto menjadi sopir Aisyah, tapi tampaknya Bastian tidak terlalu memikirkan hal itu, bagi Bastian kesembuhan Keren lebih penting daripada pekerjaan dia.
Dua hari sebelumnya Aisyah selalu menemani Bastian dirumah sakit untuk menjaga Keren, tapi hari ini Aisyah merasa lelah sendiri harus mengikuti kemauan Bastian terus-terusan. Makanya Aisyah berusaha melupakan apapun yang akan dilakukan oleh Bastian pada Keren.
Supaya tidak terus-terusan sakit hati memikirkan apa yang akan Bastian lakukan pada Keren Aisyah berusaha mencari kesibukan. Akhirnya Aisyah memutuskan pergi kerumah sahabatnya Reina, mungkin setelah bertemu dan ngobrol dengan sahabatnya itu dia bisa melupakan sejenak apa yang Bastian lakukan pada Keren.
"Heiii..!" Reina tersenyum ramah pada Aisyah.
"Assalam mualaikum." Saat Aisyah mengucapkan salam terlihat jelas ada bayangan kesedihan diwajah Aisyah.
"Waalaikum salam." Reina langsung memeluk Aisyah.
"Rei aku lelah." Aisyah langsung menangis sesenggukan didalam pelukan sahabatnya itu.
"Sabar iya Syah badai pasti berlalu kok. Seperti cuaca Syah kadang panas, kadang mendung, bahkan kadang hujan, tapi pasti ada cerahnya kok."
"Apa seberat ini ujian cinta Rei?" Aisyah bertanya diselah-selah tangisnya.
"Syah kamu tau didunia ini ada tiga cinta yang paling penomenal dan paling dikenal sebagai kisah cinta yang paling romantis. Pertama kisah dua insan pencipta cinta, yaitu nabi Adam As dan hawa. Sebelum disatukan dibumi mereka dipisahkan bertahun-tahun oleh ALLAH kerena kerena satu kesalahan, bahkan mereka dipisahkan dibenua yang berbeda. Tapi mereka yakin dengan cinta mereka Syah. makanya akhirnya mereka bisa menyatu lagi dengan bahagia.
"Tapi saya bukan Hawa Reiii..! Dan Bastian bukan nabi Adam, apa kami masih bisa kuat setelah melewati begitu banyak cobaan. Jujur Rei aku sekarang mulai ragu apa kami bisa berjodoh?"
"Hanya ALLAH yang tau itu Syah, aku gak bisa jawab. Tapi yang jelas kisah cinta kalian belum seberat kisah cinta Rama dan Sinta. Dua insan yang dikenal sebagai penerus cinta. Sinta bahkan pernah diculik oleh Rahwana, tapi kerena Rama benar-benar mencintai Sinta dengan segala kekuatannya Rama akhirnya dapat merebut kembali Sinta dari tangan Rahwana dan takdir pun menyatukan mereka kembali Syah."
"Pasti kamu mau bilang kisah cinta yang ketiga kisah cinta Romeo and juliet dua insan yang mati gara-gara cinta. Aku gak mau Rei mati gara-gara cinta."
"Iya itulah cinta Syah suatu yang rumit, yang gak bisa dipelajari dan gak bisa diajarin. Kerena ALLAH menciptakan cinta setiap insannya dengan cara yang berbeda. Itu artinya cara penyelesaiannya juga berbeda-beda."
"Aku tidak menyangka Rei mencintai itu akan sesakit ini." Aisyah masih menangis dalam pelukan Reina."
"Siapa tau Syah setelah kalian mampu melewati semuanya ini kisah cinta kalian akan dikenang dunia kisah cinta yang paling penomenal keempat." Reina mencoba bergurau untuk menghibur sahabatnya.
"Ahhh... Rei orang sahabatnya lagi sedih juga, kamu ajak bercanda." Akhirnya Aisyah tersenyum juga mendengar gurauan sahabatnya itu.
"Adam Hawa pencipta cinta, Rama sinta penerus cinta dan Romeo and juliet menyempurna cinta. Bastian dan Aisyah kisah cinta yang paling drama hahaha."
"Reina dan Riko tidak tau cara menyatakan cinta hahaha. Itu lebih lucu lagi deh kayaknya Rei." Aisyah membalas ledekan sahabatnya.
__ADS_1
"Cepattt..!! Tangkap dia..!!" Tiba-tiba terdengar ada suara beberapa laki-laki.
Aisyah dan Reina langsung melihat kearah suara itu.
Didepan pagar terlihat beberapa laki-laki berlarian kearah Reina dan Aisyah. Penampilan orang-orang yang sedang berlari kearah Reina dan Aisyah terlihat berangasan.
"Siapa mereka." Reina menjadi panik.
"Gak tau." Aisyah juga terlihat takut.
Tiga laki-laki berangasan itu langsung menangkap Aisyah ketika mereka sudah sampai dekat Aisyah.
"Ada apa ini..!?" Reina bertambah panik.
"Siapa kalian..?!" Aisyah mulai merasakan perasaan tidak enak.
"Ayok ikut..!"
Ketiga laki-laki berangasan itu menarik bahu Aisyah secara paksa agar Aisyah mengikuti mereka.
"Lepaskannn..!!" Reina memukul sekuat tenaga tubuh laki-laki yang menarik Aisyah.
"Kurang ajar..!" Laki-laki yang dipukul Reina menjadi kesal.
Plakkk..!! Salah satu laki-laki itu menampar pipi Reina kerena kesal, kerena Reina coba menghalangi mereka untuk membawah Aisyah.
"Rei..!" Aisyah langsung menjerit setelah melihat salah satu laki-laki berangasan itu menampar Reina.
"Sekali lagi kamu coba menghalangi kami, kamu akan merasakan akibatnya." Laki-laki yang tadi menampar Reina mengancam.
Dengan gerakan cepat dan sekuat tenaga Reina mendorong laki-laki yang memegang bahu Aisyah. Laki-laki yang memegang bahu Aisyah langsung terjatuh.
Aisyah masih terlihat bingung, sehingga Aisyah seperti tidak mendengar apa yang Reina katakan, Aisyah hanya berdiri mematung.
"Aisyah lariii..!!" Reina sekali lagi berteriak sekuat tenaga.
Aisyah seperti baru menyadari kalau sekarang dia sedang mau diculik, setelah mendengar teriakan Reina.
Aisyah langsung berlari sekuat tenaga kedalam rumah Reina.
"Cepat tangkap dia..!!" Salah satu laki-laki berangasan itu memberi perintah.
Reina mencoba menahan dua laki-laki yang mau mengejar Aisyah
"Cepat kunci pintunya Syahhh..!" Reina lagi-lagi berteriak pada Aisyah.
Aisyah berbalik badan melihat kearah Reina.
"Tapi kamu Rei." Aisyah terlihat mengkhawatirkan Reina.
"Cepat masuk telpon Bastian atau pak Lukmannn..!" Reina lagi-lagi berteriak memberi tahu pada Aisyah. "Cepat sebelum mereka menangkap kamu."
"Wanita kurang ajarrr..!!" Salah satu laki-laki yang tadi dihalangi oleh Reina menampar sangat keras pipi Reina, sehingga membuat Reina jatuh tersungkur.
"Reiii..!" Aisyah berniat berlari kearah Reina.
"Aisyah jangan bodoh kalau kita berdua tertangkap siapa yang akan memberi tau mereka. Cepat masukkkk..!!"
__ADS_1
"Tapi Rei..!" Aisyah takut kalau Reina diapa-apakan oleh ketiga laki-laki berangasan itu.
"Aisyah cepat masukkk..!! Beritahu Bastian atau pak lukman, kalau kamu mau diculik."
"Reinaaa..." Aisyah segera masuk kedalam rumah dan langsung mengunci pintu.
Aisyah langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Aisyah segera mengirim pesan yang sama pada Bastian, pak Lukman dan Harimau Kumbang. Aisyah berpikir kalau menelpon mereka satu persatu itu akan memakan waktu. Makanya lebih baik mengirim pesan pada mereka, Aisyah yakin salah satu dari mereka pasti ada yang langsung membaca pesan dari dia.
*****
Sementara itu dirumah sakit tempat Keren sedang dirawat.
"Berani sekali mereka menculik nona Aisyah." Harimau Kumbang menjadi geram setelah membaca SMS dari Aisyah.
"Pasti Laba-laba Merah..!" Bastian bisa menebak siapa yang mencoba menculik Aisyah.
Bastian segera menghubungi salah satu nomor yang ada diponselnya.
"Jangan sampai mereka lolos, bila perlu habisi mereka semua." Bastian seperti memberi perintah pada orang yang dia telpon.
"Maaf Ker aku harus pergi, Aisyah diculik." Tanpa menunggu jawaban dari Keren Bastian langsung pergi.
"Tuan saya harus menolong nona Aisyah." Harimau kumbang berkata pada Krisyanto dan langsung pergi menyusul Bastian.
Keren hanya bengong melihat kepergian Bastian. Sekarang Keren benar-benar sadar kalau Aisyah jauh lebih penting bagi Bastian. Mengetahui Aisyah diculik Bastian tanpa ragu langsung pergi meninggalkan dia.
"Apa kamu juga akan menolong anak manja itu." Keren berkata pada Andre sambil menangis.
"Tidak non." Andre sadar kalau Keren merasa sakit hati ditinggalkan begitu saja oleh Bastian.
"Sudah pergi sana sekalian." Keren melempar bantal yang ada diatas ranjang kearah Andre.
"Bagi saya yang disini jauh lebih penting." Andre memandang dengan wajah serius kearah Keren.
Nyonya Krisyanto tahu apa arti ucapan Andre. Sebenarnya sudah sejak lama nyonya Krisyanto tahu perasaan Andre pada putrinya itu seperti apa.
*****
Kembali kerumah Reina.
"Buka pintunyaaa...!" salah satu laki-laki berangasan itu menggedor pintu dengan kencang.
"Cepat buka kalau tidak mau terjadi apa-apa pada teman kamu."
"Jangan dibuka Syahhh..!" Reina berteriak dari luar.
"Kau benar-benar mengganggu." Salah satu laki-laki berangasan itu memukul bahu Reina dengan keras.
Mendapat pukulan keras dari laki-laki berangasan itu, Reina langsung jatuh lunglai kelantai, tapi kesadaran Reina belum hilang.
"Aku mohon Syah apapun yang terjadi jangan pernah membuka pintunya." Reina berkata dengan pelan.
Kerena tidak mendengar lagi suara Reina, Aisyah langsung melihat keluar dari jendela. Diluar Aisyah melihat Reina terbaring lemah dilantai.
"Reinaaa..!!" Aisyah langsung buru-buru membuka pintu dan segera menolong Reina.
Aisyah memegang kedua bahu Reina untuk membantu sahabatnya itu berdiri, tapi tubuh Reina saat itu sudah terlalu lemah untuk diajak berdiri kerena telah beberapa kali menerimah pukulan dan tamparan dari orang-orang yang mau menculik Aisyah.
__ADS_1
"Syah aku bilang jangan keluar." Reina berkata dengan pelan.
"Aku gak mungkin membiarkan kamu Reiii.." Aisyah menangis memeluk Reina.