
Jam 20:00
"Oke selamat malam semua. Bintang tamu kita malam ini adalah seseorang yang dulu pernah membuat seisi studio ini menjadi ikut menangis mendengar kisah dia. Siapa dia..? Inilah diaaa... Aisyah Adiguna Cokrominotooo..!" Seperti biasa Riko berbicara dengan lugas melakukan opening acara talkshow yang dia pandu.
Semua penonton langsung berdiri dan bertemuk tangan dengan meriah setelah mendengar nama bintang tamu yang disebut oleh Riko.
"Selamat malam mas Riko." Aisyah tersenyum ramah sambil berjalan kearah Riko.
"Selamat malam mbak." Riko langsung berdiri dan menjabat tangan Aisyah.
"Silahkan duduk mbak."
"Terimah kasih." Lalu Aisyah segera duduk."
"Mbak Aisyah gimana kabarnya?."
"Alhamdulillah baik."
"Janinnya juga sehat."
"Pasti sehat juga dong, kan periksa kehamilannya rutin." Aisyah menjawab dengan ceria.
"Mbak Aisyah terlihat sangat bersemangat sekali kalau membahas soal janin yang sedang mbak kandung."
"Harus semangat mas Riko. Inikan titipan ALLAH." Aisyah mengusap perutnya. "Jadi harus diterimah dengan senang dan juga harus dijaga baik-baik. Mas Riko gimana klo dititipkan barang sama temannya, dijaga dengan baik gak barangnya?."
"Pasti mbak, kerena itu amanah."
"Tuh barang titipan manusia aja harus kita jaga dengan baik, apa lagi titipan ALLAH, jadi harus kita jaga lebih baik lagi." Aisyah tersenyum pada Riko.
"Apa yang dikatakan oleh mbak Aisyah itu memang benar, tapi pasti ada asalan lagi yang lebih kuat, kenapa mbak Aisyah mau merawat janinnya dengan baik."
"Alasan lain yang lebih kuat?" Aisyah mengulangi perkataan Riko, kerena Aisyah tidak memahami apa yang dimaksud oleh Riko.
"Mbak menjaga janinnya dengan baik, kerena mbak Aisyah merasa janin itu adalah satu-satunya ikatan kuat antara mbak Aisyah dengan calon ayah janin itu." Riko tersenyum kearah Aisyah.
Mendengar apa yang dikatakan Riko barusan wajah Aisyah langsung memerah. Aisyah menjadi terdiam beberapa saat. Apa yang dikatakan Riko itu memang benar. Alasan yang paling kuat Aisyah untuk merawat janin yang sedang dikandungnya itu, kerena Aisyah sadar dengan adanya janin yang sedang dikandungnya itulah, ikatan antara dia dengan Bastian akan semakin kuat.
"Oke baiklah, daripada penasaran siapa laki-laki calon ayah dari janin yang sedang mbak Aisyah kandung, mari kita sambut dia, inilah dia Bastiannn..!"
Semua mata orang yang ada distudio langsung menuju kearah Bastian semua. Semua seisi studio sangat penasaran seperti apa wajah seorang laki-laki yang dulu telah berani memperkosa putri Adiguna Cokrominoto.
Setelah melihat kearah Bastian, seisi studio terdiam semua. Tiba-tiba suasana studio menjadi hening. Semua orang yang hadir distudio merasa pernah melihat wajah Bastian, tapi meraka lupa dimana.
"Selamat malam mas." Bastian menyapa Riko.
"Selamat malam." Riko langsung berdiri dan menghampiri Bastian, lalu menjabat tangan Bastian.
"Mungkin penonton banyak yang lupa siapa sosok yang sedang berada dihadapan saya sekarang. Dia adalah pria yang dulu pernah menjadi bintang tamu diacara ini. dia datang menggunakan nama Sumanto."
Semua orang yang ada studio langsung ingat, setelah mendengarkan penjelasan Riko. Semua yang ada distudio pangling setelah melihat diwajah Bastian tidak ada lagi tompel, seingat mereka pria yang bernama Sumanto itu dulu memiliki tompel besar dipipi kananya.
Sebelum duduk, Bastian melirik sebentar kearah Aisyah, tapi Aisyah hanya menundukan kepalanya. Aisyah sepertinya malu melihat kearah Bastian.
"Mas Bastian terlihat lebih ganteng tanpa tompel."
"Ada orang yang meminta melepaskan tompelnya pada saya." Bastian lagi-lagi melirik kearah Aisyah.
"Hahaha tidak usah mas Bastian ceritakan, saya sudah bisa menebak siapa orang itu." Riko memandang kearah Aisyah.
"Saya gak minta melepaskan tompelnya." Aisyah tiba-tiba buka suara.
__ADS_1
Aisyah masih belum berani melihat kearah Bastian, padahal saat itu Bastian sudah duduk disamping dia.
"Kalau bukan mbak Aisyah, lalu siapa?" Riko tersenyum kearah Aisyah, seperti sengaja untuk menggoda Aisyah.
"Orang saya cuma bilang dia jelek klo ada tompel dipipinya. Bukan minta dia melepaskan tompelnya." Aisyah terdengar mau membela diri.
"Itu sama aja mbak Aisyah memberi kode pada mas Bastian untuk melepas tompel palsunya."
"Gak kok. Siapa bilang kode? Itu hanya pendapat. Saya cuman bilang dia jelek klo pake tompel." Aisyah masih terdengar mengelak.
"Berarti klo saya pake tompelnya lagi gak apa-apa?" Bastian bertanya sambil melihat kearah Aisyah.
"Gakkk..! Gak boleh." Aisyah langsung membentak Bastian sambil melihat kearah Bastian.
Semua orang yang hadir distudio hampir tidak ada yang bisa menahan tawa, setelah melihat tingkah lucu Aisyah barusan.
"Kenapaaa..?" Bastian bertanya dengan suara pelan sambil tersenyum menggoda Aisyah.
"Kata saya gak boleh yang boleh." Aisyah memalingkan wajah kearah lain dengan cemberut.
"Harus ada alasannya dong." Bastian masih berhenti menggoda Aisyah.
"Gak pake alasan." Aisyah sekarang malah membelakangi Bastian, sehingga membuat Bastian hanya menghadap punggung Aisyah.
"Hahaha..!" Riko tidak bisa juga menahan tawanya melihat tingkah kekanak-kanakan Aisyah. "Tepuk tangan dong buat mereka."
Seisi studio bertepuk tangan dengan meriah. Semua orang hadir distudio juga merasa terhibur melihat tingkah Aisyah barusan. Mereka tidak menyangka ternyata putri seorang Adiguna Cokrominoto juga akan bertingkah seperti anak-anak kalau sudah menyangkut urusan cinta.
"Sepertinya hubungan mbak Aisyah dan mas Bastian sudah terlihat sangat dekat. Bisa dijelasin gak status hubungan kalian berdua itu sebenarnya apa?"
Mendengarkan pertanyaan Riko itu Aisyah langsung memandang kearah Riko. Aisyah sadar hubungan mereka selama ini belum ada kejelasan, walaupun Aisyah tahu kalau mereka berdua sebenarnya sangat saling menyayangi satu sama lainnya. Tapi bagaimanapun sebagai seorang prempuan Aisyah butuh pernyataan cinta secara lisan dari laki-laki yang menyayanginya.
Bastian juga terlihat bingung setelah mendengar pertanyaan Riko. Bastian tipe orang yang menunjukan segala sesuatu dengan tindakan bukan dengan kata-kata, termasuk juga soal perasaannya. Bastian tidak terbiasa merangkai kalimat-kalimat indah, yang bisa membuat orang lain yang mendengarnya menjadi terbuai.
Ditanya seperti itu Bastian dan Aisyah hanya saling pandang. Setelah beberapa saat saling pandang akhirnya, Bastian menghadap kearah Riko kembali.
"Saya rasa hubungan saya dan nona Aisyah tidak lebih hanya dari sebatas hubungan seorang sopir dan majikannya saja."
Seisi studio tentu saja menjadi sangat kaget mendengar jawaban Bastian. Semua orang yang ada studio tahu kalau sebenarnya Bastian dan Aisyah saling menyayangi dan tentu saja Aisyah orang yang paling kaget mendengar jawaban Bastian barusan.
Bastian berkata seperti itu bukan tanpa alasan. Bastian sadar sekuat apapun perasaan kasih sayang yang mereka berdua miliki, itu tidak bisa jadi jaminan akan membuat mereka berdua bersatu.
Selama ini Bastian hanya sebatas menyayangi Aisyah saja, Bastian tidak berani berpikir lebih jauh tentang hubungan dia dengan Aisyah, kerena Bastian sadar sangatlah sulit untuk kedua orang tua Aisyah menerimah dia sebagai menantu mereka. Apalagi Bastian mengingat hubungan dia dengan Aisyah dimulai dengan cara yang tidak baik.
"Iya saya hanya sebatas majikan dia, tidak lebih." Aisyah berkata dengan pelan, air mata Aisyah terlihat menetes sangat mengucapkan kata-kata barusan. Aisyah langsung berdiri dan segera berjalan kearah pintu keluar studio.
Seisi studio merasa sangat tegang melihat Aisyah berniat pergi keluar dari studio. Semua orang yang ada studio seperti dapat merasakan bagaimana perasaan Aisyah saat ini. Pasti Aisyah sangat sakit mendengar jawaban yang Bastian tadi ucapankan. Aisyah sama sekali tidak menduga apa lagi berharap Bastian akan menjawab seperti itu.
"Aisyahhh..!" Bastian memanggil nama Aisyah beberapa saat lagi Aisyah melangkah keluar dari pintu studio.
Mendengar Aisyah memanggil namanya, Aisyah langsung berbalik badan menghadap kearah Bastian.
Saat Aisyah telah menghadap kearah dia, Bastian dapat melihat air mata Aisyah saat itu masih belum berhenti menetes dari kedua mata indah Aisyah. Bastian sadar kata-katanya tadi itu terlalu sakit untuk didengarkan oleh Aisyah.
"Aisyah aku sayang sama kamu." Bastian menatap Aisyah dengan perasan haru.
Mendengar apa yang dikatakan Bastian barusan Aisyah langsung berlari kearah Bastian dan Aisyah langsung melompat kedalam pelukan Bastian. Aisyah memeluk Bastian dengan sangat erat.
Air mata Aisyah semakin banyak terlihat dikedua pipi Aisyah, tapi tangisan Aisyah kali ini adalah tangisan bahagia. Akhirnya Aisyah dapat mendengarkan pernyataan cinta Bastian secara lisan.
(Please jangan ngebayangin adegan-adegan film india ya.)
__ADS_1
"I love you Bas... I love you." Aisyah tanpa malu-malu lagi mencium pipi Bastian.
"Hei... Kesaharianku tidak terbiasa menggunakan dialog bahasa inggris. Bisakah kau mengartikannya kedalam bahasa indonesia, kerena aku tidak terlalu paham apa yang kau ucapkan." Bastian tersenyum lembut mengoda Aisyah.
"Aku juga sayang sama kamu Bas. Aku juga cinta sama kamu." Aisyah lagi-lagi mencium pipi Bastian tanpa perasaan malu-malu.
"I love you too." Bastian memandang wajah Aisyah dengan tatapan lembut.
Aisyah terdiam beberapa saat balas menatap wajah Bastian.
"Dirumahku juga tidak terbiasa menggunakan bahasa inggris. Bisakah kau mengatakannya dengan bahasa indonesia." Aisyah balas menggoda Bastian.
"Aku juga mencintaimu." Bastian mencium kening Aisyah dengan lembut.
Semua isi studio juga ikut terharu melihat apa yang dilakukan oleh Bastian dan Aisyah. Semua orang yang ada distudio juga tidak bisa menahan Air mata mereka, kerena terharu melihat apa yang terjadi antara Bastian dan Aisyah.
"So sweet..." Riko berdiri sambil bertepuk tangan.
Semua orang yang ada distudio juga bertepuk tangan meriah.
"Kayaknya kisah Romeo and Juliet kalah romantis dengan kisah mbak Aisyah dengan mas Bastian." Riko menggoda Bastian dan Aisyah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Riko, Aisyah langsung melepas pelukannya pada Bastian, lalu mengusap air matanya menggunakan kedua tangannya.
"Mbak Aisyah gak jadi pulang?" Riko masih menggoda Aisyah.
Aisyah mengelengkan kepalanya sambil tersenyum pada Riko untuk menutupi perasaan malunya.
Bastian mengambil kotak tisu yang ada dimeja, lalu memberikannya pada Aisyah. Aisyah memandang sekilas pada wajah Bastian, lalu Aisyah segera menerimah kotak tisu yang disodorkan Bastian pada dia dengan kepala tertunduk.
"Duduk lagi dong klo gak jadi pulang."
Tanpa menjawab perkataan Riko Aisyah segera duduk lagi dikursi.
"Mas Bastian mau pulang juga, kok gak mau duduk?" Riko sekarang menggoda Bastian, kerena Bastian masih berdiri belum mau duduk.
"Terimah kasih." Bastian menganggukan kepalanya kearah Riko.
"Oke kita sambut bintang tamu kita ketiga, inilah dia Reina."
"Selamat malam." Reina tersenyum ceria.
"selamat malam." Riko berdiri sambil menjabat tangan Reina.
"Wah kayaknya sudah terjadi kehebohan ni distudio." Reina tersenyum untuk menggoda Aisyah.
"Silahkan duduk." Riko mempersilahkan Reina untuk duduk.
"Terimah kasih." Reina tersenyum kearah Riko.
"Mbak Reina gimana kabarnya." Riko berbasi-basi pada Reina, tapi entah kenapa ucapan Riko terdengar sedikit kaku saat Riko berbicara dengan Reina, tidak selancar ketika Riko sedang bicara dengan Bastian atau dengan Aisyah.
"Alhamdulillah baik."
"Tanya juga dong kisah cinta Reina gimana." Aisyah langsung nyeletuk begitu saja.
Reina langsung memandang kearah Aisyah, Reina tahu Aisyah berniat membalas menggoda dia.
"Oh ya apakah mbak Reina juga sudah punya seorang laki-laki yang mbak Reina sayangi?" Riko bertanya pada Reina sesuai apa yang tadi disarankan oleh Aisyah.
"Sudah punya klo laki-laki yang disayangi, tapi klo pacar belum punya." Aisyah langsung menjawab pertanyaan Riko dengan cepat.
__ADS_1
"Kok kamu yang jawab sih Syah? kan yang ditanya aku." Reina melihat kearah Aisyah.
"Oh ya maaf-maaf Reina itu kamu ya, bukan aku." Aisyah tertawa cekikikan.