DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
SIASAT HARIMAU KUMBANG


__ADS_3

malam hari itu Harimau Kumbang datang untuk menemui Adiguna Cokrominoto. Harimau Kumbang akan memberi tahu tentang siapa sebenarnya Bastian pada Adiguna Cokrominoto.


Harimau Kumbang duduk dikursi dihadapan Adiguna Cokrominoto, disebelah Harimau Kumbang duduk pak Lukman kepala pelayan sekaligus kepala keamanan keluarga Adiguna Cokrominoto.


Kalau ada keputusan besar yang akan dibuat oleh Adiguna Cokrominoto biasanya pak Lukman dan Harimau Kumbang akan selalu dipanggil oleh Adiguna Cokrominoto.


"Jadi siapa laki-laki bernama Bastian itu?" Adiguna Cokrominoto membuka pembicaraan.


"Orang ini terlalu kuat untuk kita lawan tuan?" Harimau Kumbang menjawab pertanyaan Adigna Cokrominoto.


Mendengar Jawaban Harimau Kumbang itu Adiguna Cokrominoto memandang heran pada Harimau Kumbang. Tidak biasanya Harimau Kumbang akan berkata seperti itu, Harimau Kumbang yang selama ini dikenal Adiguna Cokrominoto adalah sosok laki-laki yang tidak mengenal rasa takut.


Pak Lukman juga memandang aneh pada Harimau Kumbang. Pak Lukman tahu orang seperti Hariamu Kumbang tidak peduli tuhan atau iblis yang menjadi musuhnya. Bagi Harimau Kumbang siapa yang berani menjadi musuhnya, maka orang itu akan dia habisi.


"Siapa dia?" Pak Lukman bertanya pada Harimau Kumbang.


Lalu Harimau Kumbang menceritakan siapa sebenarnya Bastian pada pak Lukman dan Adiguna Cokrominoto berdasarkan informasi yang dia peroleh dari kolonel Robin.


"Kita bisa saja melawan orang seperti dia, tapi kita butuh kekuatan besar, dan tentu saja kita akan mengalami kerugian besar pula. Apakah tuan sudah siap dengan resiko seperti itu." Harimau Kumbang memberikan pendapatnya, sekaligus saran.


Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh Hariamau Kumbang itu, Adiguna Cokrominoto jadi ragu akan berurusan dengan orang seperti Bastian.


"Apakah tidak ada cela untuk kita mengalahkannya dia?"


"Untuk sekarang saya belum bisa menemukan cara untuk mengalahkan orang seperti dia." Harimau Kumbang menjawab pertanyaan pak Lukman.


"Terus harus bagaimana?" Pak Lukman terlihat bingung.


"Ingat Srigala Malam juga tidak akan tinggal diam kalau kita berani mengusik laki-laki bernama Bastian itu."


"Kenapa Srigala Malam melindungi Bastian?" Kali ini yang bertanya adalah Adiguna Cokrominoto.


Lalu Harimau Kumbang menceritakan kalau Bastian pernah secara tidak sengaja menolong wakil pemimpin Srigala Malam yaitu Keyra. Kerena Keyra merasa berhutang nyawa pada Bastian maka Keyra bermaksud membalasnya dengan cara memberikan perlindungan pada Bastian.


"Sebenarnya Srigala Malam tidak bisa dikatakan memberikan perlindungan pada Bastian. Justru sebaliknya Srigala Malam yang membutuhkan perlindungan dari Bastian."


"Kenapa kamu berkata seperti itu?" Adiguna Cokrominoto tidak terlalu paham apa yang dimaksud oleh Harimau Kumbang.


"Orang seperti mayor Bastian tidak butuh perlindungan, dia bisa menjaga dirinya dari bahaya seperti apapun. Lagi pula kalau dia butuh bantuan dia tinggal memanggil anak buahnya."


"Anak buahnya?" Adiguna Cokrominoto semakin bertambah heran.


"Ya tuan anak buahnya. Meskipun mayor Bastian sudah dikeluarkan dari pasukan elit tontaipur, tapi semua anak buah mayor Bastian masih setia pada mayor Bastian. Bagi anak buah mayor Bastian, mayor Bastian masih tetaplah atasan mereka."


" Terus kenapa dia masih berada diSrigala Malam, kalau dia tahu anak buahnya masih setia pada dia?" Kali ini Pak Lukman yang bertanya.


"Srigala Malam melakukan berbagai cara untuk terus membuat mayor Bastian berada diSrigala Malam. Srigala Malam sadar orang seperti mayor Bastian sangat dibutuhkan untuk membantu melawan musuh-musuh mereka, contoh kecilnya seperti untuk melawan Laba-laba merah."


"Apa sebenarnya masalah antara Srigala Malam dan Laba-laba Merah?"


"Tuan Tahu kasino terbesar dikota ini? Itu milik Srigala Malam. Sedangkan Laba-laba Merah memilik bisnis narkoba. Laba-laba Merah beberapa kali meminta pada Srigala Malam untuk membiarkan Laba-laba Merah melakukan bisnis norkoba mereka didalam kasino milik Srigala Malam, tapi Srigala Malam menolak."


"Jadi kerena Srigala Malam tidak memperbolehkan Laba-laba Merah mengedarkan norkoba dikasino Srigala Malam, makanya mereka jadi bermusuhan?"


"Srigala Malam Sudah melarang Laba-laba Merah melakukan transaksi bisnis narkoba didalam kasino milik mereka, Laba-laba Merah masih saja melakukannya, walaupun Laba-laba Merah melakukannya secara diam-diam. Tapi tentu saja Srigala Malam dapat mengetahui apa yang dilakukan Laba-laba Merah didalam kasino milik mereka."

__ADS_1


"Terus apa yang terjadi?" Adiguna Cokrominoto menjadi penasaran.


"Srigala Malam mengusir orang-orang Laba-laba Merah dari dalam kasino milik mereka. Srigala Malam mengatakan pada Laba-laba Merah kalau kasino mereka tempat orang-orang berjudi bukan tempat untuk menjual narkoba. Srigala Malam akan membiarkan Laba-laba Merah terus berada didalam kasino milik mereka, asal Laba-laba merah ikut bermain judi."


"Terus apakah Laba-laba Merah menyanggupi persyaratan yang dibuat oleh Srigala Malam?" Kali ini pak Lukman yang bertanya.


"Laba-laba merah tentu saja tidak punya pilihan. Laba-laba Merah terpaksa merimah syarat dari Srigala Malam. Lalu Srigala Malam mengirim keyra kemeja dimana perwakilan Laba-laba Merah ikut bermain judi. Malam itu Laba-laba merah mengalami kekalahan yang sangat besar, jumlah kekalahan Laba-laba Merah malam itu sepuluh kali lipat dari keuntungan yang mereka dapatkan saat mereka melakukan transaki norkoba didalam kasino milik Srigala Malam.


"Tentu saja Srigala Malam telah melakukan kecurangan, sehingga membuat Laba-laba merah menjadi kalah."


"Pak Lukman dalam permainan judi kecurangan itu akan menjadi sah, kalau lawan main kita tidak tahu kalau kita melakukan kecurangan. Judi itu tidak berbeda jauh dengan politik."


"Kembali kemayor Bastian." Adiguna Cokrominito menghindar untuk membahas masalah politik, Kerena Adiguna Cokrominoto orang yang benci dengan politik.


"Sebenarnya saya punya rencana tuan, tapi ini akan melibatkan nona Aisyah?"


"Rencana seperi apa?" Adiguna Cokrominoto terdengar antusias mendengar perkataan Harimau Kumbang.


"Untuk membunuh singa kita harus menggunakan singa."


"Apa yang kau maksud Harimau Kumbang?" Adiguna Cokrominoto Tidak bisa memahami apa yang dimaksud oleh Harimau Kumbang.


"Satu-satu caranya untuk mengalahkan mayor Bastian kita harus menggunakan orang seperti mayor Bastian juga."


"Tapi siapa orang yang sanggup melawan mayor bastian?"


"Sopir baru nona Aisyah."


"Sumanto maksud kamu?"


"Kamu yakin orang seperti Sumanto dapat mengalahkan mayor Bastian?" Adiguna Cokrominoto terlihat ragu.


"Tuan ingat kejadian dilobi parkiran?" Harimau Kumbang bertanya pada Adiguna Cokrominoto.


"Ya saya juga sudah melihat hasil rekaman CCTV saat Sumanto menolong Natalie"


"Kolonel Robin bilang Sumanto memiliki cara bertarung sama dengan mayor Bastian, itu artinya Sumanto memiliki kekuatan setara dengan mayor Bastian."


"Kebetulan Sumanto memang sedang mencari mayor Bastian." Pak lukman buka suara setelah dari tadi hanya diam.


"Masalahnya Sumanto tidak akan pernah bisa menemukan mayor Bastian, selama mayor Bastian masih dalam perlindungan Srigala Malam. Makanya kita harus melakukan siasat agar mayor Bastian dengan sendirinya datang mencari tuan."


"Siasat seperti apa?"


"Saya akan menemui mayor Bastian dan mengatakan pada mayor Bastian, kalau tuan meminta mayor Bastian tanjung jawab atas apa yang telah dia lalukan pada nona Aisyah. Kalau dia tidak mau, maka tuan akan mengggurkan janin yang sedang dikandung nona Aisyah lalu menjodohkan nona Aisyah dengan laki-laki lain."


"Kamu yakin dengan cara seperti itu dia akan datang menemui saya?" Adiguna Cokrominito masih ragu.


"Saya yakin tuan. Mayor Bastian pasti tidak rela membiarkan nona Aisyah menggugurkan kandungannya. Bagaimaapun itu darah daging mayor Bastian."


"Kalau mayor Bastian mau menikahi putri saya?"


"Ingat tuan ini hanya sekedar siasat agar mayor Bastian mau menemui tuan. Kalau mayor Bastian sudah berada disini maka dia akan bertemu dengan Sumanto."


"Baiklah katakanlah itu pada mayor Bastian." Adiguna Cokrominoto setuju dengan rencana yang dibuat Harimau Kumbang.

__ADS_1


*****


Besok harinya Harimau Kumbang datang kemarkas Srigala Malam. Seperti Biasa kedatangan Harimau Kumbang disambut sinis oleh orang-orang Srigala Malam.


"Kau tidak sedang tersesat Harimau Kumbang?" Keyra bertanya sinis pada Harimau Kumbang.


"Aku datang kesini tidak ada urusan dengan Srigala Malam." Harimau Kumbang menjawab dengan dingin.


"Hahaha itu sangat lucu Harimau Kumbang. Kau datang kemarkas Srigala Malam, tapi kau bilang tidak ada urusan dengan Srigala Malam."


"Aku datang kesini mau bertemu dengan Mayor Bastian bukan mau bertemu dengan orang-orang tidak penting seperti kalian."


Bukkk..! Tiba-tiba ada yang menendang tubuh Harimau Kumbang, Sehingga membuat Harimau Kumbang terpental beberapa meter.


Harimau kumbang memandang tajam kearah orang yang tadi menyerangnya. Orang yang tadi menyerang Harimau Kumbang berdiri balas menatap tajam kearah Harimau Kumbang. Orang yang menyerang Harimau kumbang tadi itu memakai topi dan menutup mukanya dengan masker.


"Hahaha tidak kusangka orang seperti mayor Bastian takut juga pada virus corono, hingga kemana-mana menggunakan masker." Harimau Kumang mengejek pada orang yang tadi menyerangnya secara tiba-tiba.


"Kenapa kau memanggilku mayor?"


"Mayor Bastian meskipun dulu aku tidak dapat menemukanmu, tapi bukan berarti aku tidak bisa menemukan jati dirimu."


Keyra dan semua anggota Srigala Malam tidak menyangka sama sekali kalau Bastian memiliki latar belakang militer.


"Katakan kenapa kau datang mencariku?"


"Aku datang kesini untuk menyampaikan pesan tuan Adiguna Cokrominoto."


"Pesan apa?"


"Tuan Adiguna Cokrominoto meminta mayor Bastian bertanggung jawab atas apa yang telah mayor Bastian lakukan pada putrinya."


"Jangan panggil aku mayor."


"Bukannya semua anak buahmu yang berada dipasukan elit tontaipur masih menganggap kamu masih seorang mayor."


Bastian mantan prajurit tontaipur? Wajar kalau dia sekuat itu. Keyra tidak pernah menduga sama sekali kalau Bastian memiliki latar belakang sehebat itu.


"Berani Sekali kau menyelidiki latar belakangku."


Selesai berkata Bastian segera berlari kearah Harimau Kumbang. Bastian melompat menendang kearah dada Harimau Kumbang. Tapi tendangan Bastian berhasil ditangkis oleh Harimau Kumbang.


Walaupun Harimau Kumbang bisa menangkis tendangan Bastian, tapi tetap saja Harimau Kumbang terpental kebelakang, kerena tidak sanggup menahan tenaga tendangan Bastian.


Ternyata dia sangat kuat. Pertama dia dengan mudah membokongku tanpa aku menyadarinya. Tenaganya juga ternyata sangat kuat. wajar kolonel Robin bilang jangan berurusan dengan orang seperti dia.


"Jangan hanya menangkis. Kau akan mati sia-sia kalau kau tidak melawan." Bastian berkata kesal pada Harimau Kumbang.


"mayor Bastian aku datang mencarimu bukan untuk bertarung, tapi untuk menyampaikan pesan."


"Katakan..!"


"Kalau mayor Bastian tidak datang menemui tuan Adiguna Cokrominoto, maka janin yang ada pada nona Aisyah digugurkan, lalu setelah itu nona Aisyah akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan tuan."


Mendengar apa yang dikatakan Harimau Kumbang, seluruh tubuh Bastian bergetar kerena menahan amarah. Bastian sangat kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Harimau Kumbang tadi.

__ADS_1


__ADS_2