DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
AKU GAK AKAN PERGI


__ADS_3

Setelah memberi perintah pada Keyra, Bastian langsung mengangkat tubuh Aisyah. Bastian sangat cemas setelah melihat dara yang ada dibahu kiri Aisyah. Bastian segera membopong Aisyah keluar, untuk segera membawah Aisyah kerumah sakit.


"Jangan sentuh putriku." Adiguna Cokrominoto berteriak marah pada Bastian.


"Mundur..." Keyra menodongkan pistolnya pada Adiguna Cokrominoto.


"Berani sekali kau menodongkan pistolmu pada tuan..!" Pak Lukman marah melihat Keyra menodongkan pistolnya pada tuannya. Pak Lukman pun segera mengarahkan pistolnya pada Keyra.


"Pak tua sepertinya kau tidak pernah sadar situasi seperti apa yang sedang kau hadapi. Apakah kau benar-benar sudah bosan hidup." Keyra tersenyum mengejek pak Lukman.


Mendengar perkataan Keyra itu, pak Lukman segera memperhatikan sekelingnya. Ternyata semua anak buah Keyra telah mengarahkan pistolnya pada Lukman semua.


"Keyra jangan membuat masalah ini menjadi rumit." Harimau Kumbang mencoba bicara secara baik-baik pada Keyra.


"Nona Aisyah sedang mengandung anak Bastian, Jadi biarkan Bastian pergi membawah nona Aisyah."


"Tapi saya adalah orang tua Aisyah."


"Kalau tuan mencemaskan putri tuan, seharusnya tuan juga dapat mengerti apa sedang dirasa Bastian saat ini. Pasti Bastian juga sangat mengkhawatirkan kondisi janin yang sedang dikandung nona Aisyah, kerena janin itu anak dia."


"Tuan biarkan mayor Bastian membawah nona Aisyah." Harimau Kumbang berkata pada Adiguna Cokrominoto.


"Tapi Aisyah putri saya." Adiguna Cokrominoto masih tidak rela membiarkan Bastian pergi membawah Aisyah.


"Tenang tuan, saya yakin nona Aisyah pasti akan baik-baik saja."


"Baiklah..." Adiguna Cokrominto berkata lemas.


Setelah mendengar jawaban Adiguna Cokrominoto, Harimau Kumbang segera berlari untuk menyusul Bastian.


Bastian tidak memperdulikan sama sekali apa yang sedang dibicarakan Keyra dengan Adiguna Cokrominoto. Bastian masih terus saja berjalan keluar membawah Aisyah, sehinggga Bastian tidak menyadari saat itu Harimau Kumbang sedang berlari kearah dia.


"Mayor Bastian tunggu." Harimau Kumbang berkata pada Bastian, setelah dia sudah berada disamping Bastian.


"Jangan coba-coba menghalangiku." Bastian terlihat langsung marah pada Harimau Kumbang.


"Jangan salah paham, aku tidak bermaksud menghalangi mayor Bastian membawah nona Aisyah."


"Lalu kau mau apa?"


"Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada mayor Bastian." Harimau Kumbang berkata pelan, agar tidak ada yang mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Katakan..!"


"Saya cuma mau bilang, kalau tuan tidak akan keberatan, kalau mayor Bastian yang akan menjadi suami nona Aisyah, tapi saya sudah bertahun-tahun menjadi orang kepercayaan tuan. Jadi saya yakin kalau tuan tidak akan membiarkan begitu saja dengan mudah mayor Bastian mendapatkan nona Aisyah. Mayor Bastian mantan tentara elit, saya yakin mayor Bastian tidak kenal kata menyerah. Berjuanglah sedikit lebih keras, agar tuan benar-benar yakin, kalau mayor Bastian memang pantas menjadi istri nona Aisyah. Semangat mayor, demi wanita yang anda cintai." Hariamu kumbang menepuk-nepuk bahu Bastian, seperti memberi dukungan pada Bastian.


"Kata-katamu terlalu panjang, aku tidak yakin dapat mengingat apa yang kau katakan." Lalu Bastian segera pergi meninggalkan Harimau Kumbang.


Harimau Kumbang hanya tersenyum memandang kepergian Bastian. Harimau Kumbang penasaran akan berakhir seperti apa nanti kisah cinta nona mudanya itu dengan mayor Bastian. Harimau Kumbang sadar takdir telah mempertemukan mereka dengan cara yang tidak baik, tapi Harimau Kumbang yakin kalau hubungan yang dimulai dengan cara yang tidak baik, bukan berarti akan berakhir dengan cara yang tidak baik pula.


Setelah melihat tidak ada tanda-tanda Adiguna Cokrominoto dan pak Lukman mau menghalangi Bastian lagi, Keyra segera memberi isyarat agar anak buahnya segera menyusul Bastian.


"Dia akan membawah Aisyah kemana?" Adiguna Cokrominoto ternyata sudah berada disebelah Harimau Kumbang dan langsung bertanya pada Harimau Kumbang.

__ADS_1


"Mayor Bastian tidak mengatakannya pada saya tuan, tapi saya tahu kemana mayor Bastian akan membawah nona Aisyah."


"Kemana?"


"Kerumah sakit milik tuan." Harimau Kumbang menjawab sangat yakin.


"Kenapa kamu sangat yakin kalau dia membawah Aisyah kesana?"


"Mayor Bastian pasti mengingat semua apa yang berhubungan dengan nona Aisyah. Dikota ini memang banyak rumah sakit, tapi saya sangat yakin, hanya rumah sakit itu yang hanya ada dalam pikiran mayor Bastian."


"Cepat susul mereka."


"Tuan kita sudah tahu kemana mereka akan pergi, jadi tidak perlu buru-buru." Harimau Kumbang mencoba menenangkan tuannya.


*****


Benar apa yang dikatakan oleh Harimau Kumbang, kalau Bastian membawah Aisyah kerumah sakit milik Adiguna Cokrominoto Group. Alasan kenapa Bastian membawah Aisyah kerumah sakit milik Adiguna Cokrominoto Group, kerena Bastian tahu, kalau dokter dirumah sakit itu sudah banyak yang mengenal Aisyah sebagai putri dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja. Jadi pasti mereka akan merawat Aisyah dengan baik.


Saat Aisyah sedang ditanggani oleh dokter, Bastian terlihat sangat gelisa. Bastian sangat takut membayangkan kalau sampai terjadi hal buruk pada Aisyah.


"peluru hanya menyerempet bahu nona Aisyah. Jadi kamu tenang saja, nona Aisyah dan janinnya pasti tidak kenapa-kenapa." Keyra berkata seperti itu, agar Bastian tidak terlalu gelisa.


"Kalau sampai Aisyah kenapa-kenapa jangan harap nama Laba-laba Merah masih ada."


Saat Keyra sedang mencoba menghibur Bastian, mereka berdua melihat ada beberapa orang berjalan kearah mereka. Orang yang baru datang itu berjumlah empat orang.


Mereka berempat adalah Adiguna Cokrominoto dan Istrinya. Dua orang lagi dibelakang mereka adalah pak Lukman dan Harimau Kumbang.


"Bagaimana keadaan nona Aisyah?" Harimau Kumbang yang Bertanya.


Adiguna Cokrominoto dan Istrinya menatap tajam kearah Bastian, tampaknya mereka berdua sangat membenci Bastian, terlihat dari cara mereka memandang Bastian. Dilihat dengan cara seperti itu, Bastian hanya menundukan kepalanya, tidak berani balas menatap pada kedua orang tua Aisyah.


"Kau sudah membuat putriku menderita." Istri Adiguna Cokrominoto berkata pelan pada Bastian, air matanya tidak bisa dia tahan ketika bicara pada Bastian. Istri Adiguna Cokrominoto menjadi sangat sedih, kalau mengingat apa yang sudah Bastian lakukan pada putri kesayangannya.


"Permisi saya mau kekamar mandi." Lalu Bastian segera pergi meninggalkan mereka semua.


"Pergi yang jauhhh..! Kau memang laki-laki yang tidak punya rasa tanggung jawab." Istri Adiguna Cokrominoto berteriak histeris, kerena kesal pada Bastian.


"Tenang mi." Adiguna Cokrominoto meraih istrinya kedalam pelukannya.


"Laki-laki itu sudah membuat putri kita menderita bi." Umi Aisyah menangis dalam pelukan suaminya.


"Ya mi, abi tahu." Adiguna Cokrominoto mengelus bahu istrinya.


Tiba-tiba pintu ruangan tempat Aisyah sedang dirawat terbuka, dari dalam terlihat muncul dokter Reinhard.


"Kemana laki-laki yang bernama Bastian? Nona Aisyah selalu menyebut nama Bastian." Dokter Reinhard bertanya dengan keadaan panik.


"Panggil mayor Bastian kesini." Harimau Kumbang berkata pada Keyra.


Tanpa menjawab perkataan Harimau Kumbang, Keyra segera mencari Bastian.


"Apa putri kami sudah sadar dok?" Adiguna Cokrominto bertanya pada dokter Reinhard.

__ADS_1


"belum tuan. Dari tadi nona Aisyah terus mengigau selalu memanggil nama Bastian." Dokter Reinhard menjawab pertanyaan Adiguna Cokrominoto.


"Aku mau lihat Aisyah bi." Istri Adiguna Cokrominoto segera buru-buru masuk kedalam ruangan Aisyah sedang dirawat.


Adiguna Cokrominoto, pak Lukman dan Harimau Kumbang ikut menyusul masuk keruangan tempat Aisyah sedang dirawat.


Didalam mereka melihat Aisyah masih terbaring dengan mata terpejam. Tampaknya Aisyah belum siuman, tapi dari mulut Aisyah terdengar selalu menyebut nama Bastian.


Beberapa suster mencoba menyadarkan Aisyah dengan cara menggoyang bahu Aisyah, tapi usaha mereka tidak berhasil. Sedikitpun tidak ada tanda-tanda Aisyah akan membuka matanya.


"Nak ini umi." Istri Adiguna Cokrominoto mengelus lembut kening putrinya.


"Bastian kamu gak boleh kenapa-kenapa." Aisyah masih terus mengigau.


"Biarkan dia lewat." Dokter Reinhard meminta pada semua orang ada dalam ruangan agar memberikan jalan pada Bastian, supaya Bastian bisa mendekat keranjang Aisyah.


"Aku disini aku gak kenapa-kenapa." Bastian duduk dipinggir ranjang sambil mengengam tangan Aisyah dengan lembut.


"Bastian?" Mata Aisyah terbuka secara perlahan, setelah tangan Aisyah berada dalam genggaman Bastian.


"Ya aku Bastian." Bastian mengangguk sambil tersenyum pada Aisyah.


"Bastiannn..!" Aisyah langsung bangun dan memeluk Bastian dengan erat.


"Aku baik-baik aja." Bastian mengelus bahu Aisyah, agar Aisyah bisa tenang.


"Bas kamu gak boleh kenapa-kenapa." Aisyah masih terus memeluk Bastian dengan erat sambil menangis.


"Kamu lihat aku gak kenapa-kenapa."


"Aku gak mau Bas anak kita lahir tanpa kamu." Tangis Aisyah semakin menjadi.


"Tenang saat anak kita lahir nanti aku pasti berada disamping kamu." Bastian akhirnya tidak bisa lagi menahan Air matanya.


Hampir semua orang yang ada diruangan itu tidak bisa juga menahan air mata mereka. Apa yang mereka saksikan antara Aisyah dan Bastian sungguh membuat mereka terharu. Mereka tahu janin yang ada dalam rahim Aisyah telah membuat ikatan batin yang sangat kuat antara Bastian dan Aisyah. Kejadian seperti apapun sepertinya tidak akan mampu memisahkan mereka.


"Bas aku gak mau lagi kamu jauh -jauh dari aku."


"Iya aku akan selalu ada buat kamu." Bastian mencium kening Aisyah dengan lembut.


"Hem... Hem..." Umi Aisyah berdehem beberapa kali untuk memberi tanda kalau mereka semua menyaksikan apa yang dilakukan Bastian pada Aisyah Barusan.


"Umi..!" Aisyah seperti baru menyadari kalau didalam ruangan tempat dia dirawat, sudah berdiri banyak orang yang, senua orang yang ada dalam ruangan itu melihat kearah mereka berdua.


Muka Aisyah terlihat memerah kerena menahan malu. Aisyah segera buru-buru melepas pelukannya pada Bastian.


Bastian segera berdiri seperti untuk memberi ruang agar kedua orang tua Aisyah bisa mendekat kearah Aisyah. Mata Aisyah terus mengikuti gerakan Bastian, Aisyah seakan tidak rela Bastian menjauh dari dia.


"Aku gak akan pergi." Bastian tersenyum pada Aisyah. Bastian seperti dapat membaca apa yang ada dalam pikiran Aisyah.


"Syukurlah nak kamu sudah siuman." Umi Aisyah memeluk putrinya dengan bahagia.


Aisyah tidak menjawab perkataan uminya. Mata Aisyah masih terus memandang kearah Bastian. Aisyah sepertinya sangat khawatir kalau Bastian akan pergi meninggalkan dia.

__ADS_1


Umi Aisyah mengikuti arah pandangan putrinya.


Ya ALLAH semoga pria itu benar-benar jodoh terbaik KAU berikan untuk putriku. Umi Aisyah memandang Bastian penuh harap.


__ADS_2