
"Cepat bawah dia."
"Jalannn..!" Salah satu laki-laki berangasan itu menarik paksa Aisyah.
"Jangan bawah dia..!" Reina memegang kaki laki-laki yang menarik Aisyah.
"Bawah dia sekalian." Salah satu laki-laki berangasan itu memberi perintah untuk membawah Reina sekalian.
"Cepat jalan."
Para penculik Aisyah itu akhirnya berniat membawah Reina juga. Mereka berpikir kalau Reina tidak mereka bawah, pasti Reina akan terus-terusan mencoba menghalangi mereka untuk membawah Aisyah.
*****
Dirumah Adiguna Cokrominoto.
"Cepattt..!" Pak lukman memberi perintah pada anak buahnya.
"Tuan saya ikut..!" Dua orang laki-laki yang menjadi tukang kebun berlari kearah pak Lukman dan Adiguna Cokrominoto.
"Apa kalian bodohhh..! Kalau semua ikut siapa yang akan menjaga rumah..?!" Pak Lukman terlihat marah pada kedua anak buahnya itu.
"Tapi kami juga mau menolong non Ais."
"Apa kalian pikir kami bertiga tidak sanggup untuk menolong nona Aisyah."
Dua anak buah pak Lukman yang paling dipercaya oleh pak Lukman adalah yang sehari-seharinya menjadi koki dan menjadi sopir pribadi Adiguna Cokrominoto. Kerena mereka berdualah yang memiliki kemampuan bela diri yang hampir menyamai pak Lukman.
"Cepattt..!" Laki-laki yang menjadi sopir berteriak.
Mereka berempat segera berlari kearah garasi.
*****
Didepan halaman rumah sakit Keren sedang dirawat.
"Hei mayor apa kau butuh tumpangan." Harimau Kumbang berteriak pada Bastian dari atas motornya.
"Jangan sampai terlambat, kalau terlambat aku akan membunuhmu." Bastian berlari kearah Harimau kumbang.
"Mayor apa ini caramu berterimah kasih pada orang yang akan memberimu tumpangan." Harimau kumbang memasang muka masam.
"Cepattt..!" Bastian berteriak sambil menarik baju Harimau Kumbang dari belakang.
"Sudahlah ini mungkin cara kalian para tentara mengucapkan terimah kasih." Muka Harimau Kumbang semakin masam.
*****
Didepan Rumah Reina.
"Bawah meraka kedalam mobil."
"Cepat jalan."
"Kalian telah salah menculik orang." Reina sangat yakin Bastian pasti akan datang menolong Aisyah.
"Hahaha jangan coba-coba mengintimidasi kami gadis kecil."
"Kalian belum tau betapa kejamnya monsters itu."
"Diam kauuu..!" Salah satu laki-laki itu langsung menampar pipi Reina, kerena kesal mendengar apa yang dikatakan Reina.
Cuiii..! Reina meludah muka laki-laki yang tadi menamparnya.
"Aku yakin saat monsters itu menemukan kalian, kalian tidak akan bernyawa lagi."
"Hahaha kami sudah terbiasa berurusan dengan monsters." Laki-laki yang diludah oleh Reina seperti meremehkan perkataan Reina.
__ADS_1
"Cepat bawah masuk kedalam mobil."
"Lepaskan..!" Reina berusaha melepaskan tangannya yang digenggam dengan erat oleh salah satu anggota Laba-laba Merah.
"Dasar wanita sialan." Anggota Laba-laba Merah semakin kesal pada tingkah Reina.
"Tunggu aku mau buang air kecil."
Aisyah kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Reina barusan.
Rei kamu sadar gak situasi seperti apa yang sedang kita hadapi sekarang? Aisyah memandang aneh kearah kearah Reina.
Aisyah sayang ayo dong sadar bantu aku untuk mengulur waktu. Reina seperti kesal melihat sahabatnya yang belum sadar juga apa yang sedang dia rencanakan.
"Hahaha kau mau buang air kecil, kenapa gak sekalin aja mau buang air besar." Sepertinya salah satu anggota Laba-laba Merah menyadari apa yang sedang direncanakan oleh Reina.
"Baik kalau itu mau kalian aku akan kencing dicelana." Reina masih belum menyerah.
"Sini biar aku bantu kamu membuka celanamu agar kamu tidak kencing dicelana."
Laki-laki yang berbicara bersikap seolah-olah benar-benar akan menarik celana Reina.
"Tidakkk..!! Aku tidak jadi buang air kecil." Reina seperti ngeri membayangkan kalau laki-laki itu benar-benar akan menarik celananya.
"Hahaha gadis kecil jangan coba-coba membodohiku, aku tau dari tadi kau coba mengulur waktu."
Mengulur waktu..?! Jadi sejak tadi Reina bertingkah bodoh untuk mengulur waktu. Aisyah baru menyadari apa yang sedang direncanakan oleh Reina.
"Reinaaa..! Ini semua gara-gara kamu." Aisyah langsung berteriak dan menunjuk-nunjuk kearah Reina.
"Kok kamu nyalahin aku si Syah." Reina memandang heran pada Aisyah.
Semua anggota Laba-laba Merah juga melihat Aisyah dengan pandangan aneh, Kenapa tiba-tiba Aisyah menjadi marah-marah. Sedangkan dari tadi mereka melihat Aisyah hanya diam saja.
"Gara-gara kamu minta aku menjemput, jadi mereka punya kesempatan menculik aku." Aisyah masih marah-marah pada Reina.
"Jangan pura-pura lupa dengan apa yang telah kamu rencanakan." Aisyah mengedipkan matanya beberapa kali pada Reina.
"Ada apa lagi, kenapa kamu mengedip-edipkan matamu?"
"Dasar bodohhh..!! Aku membantumu mengulur waktu." Aisyah menjadi kesal kerena Reina tidak menyadari arti kedipan mata yang tadi dia lakukan.
"Haaaa..!!" Reina langsung melongo. "Mengulur waktu?"
"Hahaha..!! Dasar gadis licik hampir saja kami tertipu oleh permainanmu."
Semua anggota Laba-laba Merah sekarang baru sadar bahwa saat Aisyah marah-marah Reina itu hanyalah suatu kepura-puraan semata.
Dorrr..! Terdengar suara tembakan. Tiba-tiba salah satu anggota Laba-laba merah jatuh tersungkur ketanah dengan berlumuran darah dan langsung kehilangan nyawa.
"Akkkk..!" Aisyah dan Reina berteriak secara bersamaan kerena ketakutan.
Semua orang langsung melihat kearah depan pagar.
"Lepaskan meraka..!"
Didepan pagar telah berdiri tiga orang mengacungkan pistol kearah anggota Laba-laba Merah.
"Kamu tau siapa mereka Syah?" Reina bertanya pada Aisyah.
"Gak tau Rei." Aisyah merasa belum pernah melihat tiga pria yang berdiri didepan pagar sambil mengacungkan pistol kearah anggota Laba-laba merah.
"Awasss..!" Salah satu pria yang didepan pagar mendorong kedua temannya kesamping.
Dorrr..! Suara tembakan terdengar dari arah belakang tiga pria yang datang mencoba menolong Aisyah dan Reina.
Dor dor dor terdengar suara tembakan tiga kali berturut. Tiba-tiba orang yang tadi mencoba membokong tiga pri yang ada didepan pagar mati terkapar.
__ADS_1
Tiga tembakan itu berasal dari tiga pria yang ada didepan pagar. Setelah menyadari mereka akan dibokong, ketiga pria itu langsung mengarahkan tembakan kearah orang yang mencoba membokong mereka.
"Jangan bergerakkk..! kalau tidak kami akan membunuh mereka berdua.
Dua orang anggota Laba-laba Merah yang masih hidup menodongkan pistol mereka kearah Aisyah dan Reina.
"Harusnya tadi kita langsung menghabisi mereka semua." Salah satu pria yang ada didekat pagar menggerutu.
"Sudahlah kita turuti dulu kemauan mereka sambil mencari kesempatan untuk menghabisi mereka semua."
"beri tahu yang lain kalau kita butuh bantuan." Salah satu anggota Laba-laba Merah memberi tahu tamannya.
"Baik." Lalu anggota Laba-laba Merah itu mengirim SMS pada teman mereka.
"Ayo jalan kalau tidak mau aku membunuh kalian."
Aisyah dan Reina tidak berani lagi memberi perlawanan setelah dua anggota Laba-laba Merah menodongkan pistol kearah mereka.
"Sedikit saja kalian melakukan gerakan mencurigakan maka kami akan membunuh kedua wanita ini." Anggota Laba-laba Merah mengancam ketiga pria yang tadi datang mencoba menolong Aisyah dan Reina.
"Buang senjata kalian." Anggota Laba-laba Merah yang satunya lagi menyuruh ketiga pria yang ada didepan pagar membuang pistol mereka.
Dua dari pria yang ada didepan pagar langsung menjatuhkan pistol mereka ketanah, tapi satu pria lagi seperti tidak mau membuang pistol yang ada ditangannya.
Dorrr..! Terdengar suara tembakan.
Laki-laki yang belum menjatuhkan pistolnya sangat keget, dia sama sekali tidak menduga kalau anggota Laba-laba Merah dapat dengan mudah mengarahkan pelurunya arah pistol yang ada dalam genggamannya.
Kedua temannya juga terlihat sangat kaget. Mereka tidak menyangka orang yanh sedang mereka hadapi sekarang memiliki kemampuan menggunakan senjata api dengan sangat ahli.
Mereka bukan orang sembarangan. Pria yang menjadi pemimpin dari ketiga pria yang mencoba menolong Aisyah dan Reina memandang Anggota Laba-laba Merah penuh waspada.
"Kenapa kagettt..?!" Anggota Laba-laba Merah yang tadi melepaskan tembakan mengejek ketiga pria ada didepan pagar.
"Sebaiknya kita bunuh saja mereka." Anggota Laba-laba Merah yang satu lagi berkata pada temannya.
"Tidak perlu... Tidak ada gunanya membunuh orang-orang lemah seperti mereka."
Jangan sampai kau lengah kalau tidak kepalamu akan pecah. Pria yang pistolnya dilepas secara paksa memandang penuh geram pada anggota Laba-laba Merah.
"Berani sekali kau memandang aku seperti itu..!"
Dorrr..! Anggota Laba-laba Merah menembak bahu kiri pria yang memandang kearah dia dengan penuh kemarahan. Pria itu langsung terpental kebelakang.
Setelah melihat temannya tertembak, dua prianya lagi langsung berniat mengambil pistol mereka yang tadi mereka jatuhkan ketanah.
Dor dor anggota Laba-laba Merah mengarahkan tembakannya kearah dua pistol yang coba akan diambil dua pria yang berdiri didekat pagar.
Apa yang dilakukan oleh anggota Laba-laba Merah itu semakin membuat ketiga pria yang mencoba menolong Aisyah dan Reina semakin kaget.
"Ingat kalau aku berniat membunuh kalian, aku dengan mudah dapat melakukannya." Anggota Laba-laba Merah memberi peringatan pada ketiga pria yang datang untuk membantu Aisyah dan Reina.
Ketiga pria yang datang untuk membantu Aisyah dan Reina sadar kalau omongan anggota Laba-laba Merah itu bukan hanya bualan semata.
"Ambil senjata mereka." Anggota laba-laba Merah yang tadi melepaskan tembakan memberi perintah pada temannya.
Anggota laba-laba Merah segera mengambil tiga pistol milik tiga pria yang datang untuk menolong Aisyah dan Reina.
Tiba-tiba ada mobil berhenti didepan pagar rumah Reina. Terlihat ada sekitaran lima orang keluar dari mobil itu.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat bawah mereka." Salah satu orang yang baru keluar dari dalam mobil seperti memarahi anggota anggota Laba-laba merah.
dua dari lima orang yang baru keluar dari dalam mobil tampak memegang uzi submachine gun. Itu salah satu senjata yang sangat mematikan berasal dari israel.
Dari mana mereka mendapatkan senjata itu. Mereka bukan organisasi kecil, tampaknya mereka punya jaringan internasioanal. Pria yang menjadi pimpinan dari ketiga orang yang mencoba datang menolong Aisyah dan Reina memandang heran pada kelima orang yang baru datang.
"Kenapa ada dua wanita?" Salah satu dari lima anggota Laba-laba Merah yang baru datang bertanya pada temannya.
__ADS_1
"Mungkin kalau kita bawah keduanya itu akan lebih berguna untuk kedepannya.