DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
MARKAS LABA-LABA MERAH


__ADS_3

Mobil anggota Laba-laba Merah terus melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk menghindari kejaran Keyra dan tiga anak buah Bastian.


"Percuma kalian melarikan diri, meraka pasti dapat mengejar kalian." Reina masih saja mengejek anggota Laba-laba Merah.


"Diam kau wanita sialan." Anggota Laba-laba Merah menekan rahang Reina. Sehingga Reina tidak bisa bicara lagi.


"Lepaskan diaaa..!" Aisyah memukul sekuat tenaga tangan anggota Laba-laba Merah yang menggenggam rahang Reina.


Pukulan Aisyah itu akhirnya mampu melepaskan rahang Reina dari cengkeraman tangan anggota Laba-laba Merah.


Reina memegang mulutnya yang terasa sakit, kerena tadi dicengkeram dengan kuat oleh anggota Laba-laba Merah.


"Sekali lagi kau bicara maka aku akan merobek mulutmu." Anggota Laba-laba Merah mengancam Reina.


*****


"Mayor apa kau membawah senjata?" Harimau Kumbang bertanya pada Bastian.


"Aku tidak butuh senjata kalau untuk menghabisi mereka." Bastian berkata dengan penuh keyakinan.


"Mayor meskipun kau sedang menggunakan rompi anti peluru, kau tetap butuh senjata, apa lagi sekarang kau tidak memakai rompi anti peluru." Harimau Kumbang memberi peringatan pada Bastian.


"Apa kau membawah senjata?" Bastian akhirnya bertanya pada Harimau Kumbang.


"Ada dipinggang kanan saya mayor. Ambilah saya yakin nanti mayor Bastian akan membutuhkannya."


Bastian segera mengambil pistol milik Harimau Kumbang yang diselipkan dipinggang kanannya.


"Apa ini kecepatan maksimal motormu." Bastian semakin terlihat tidak sabar.


"Sama-sama mayor." Harimau Kumbang sengaja berkata seperti itu untuk menyindir Bastian, kerena Bastian belum mengucapan terimah kasih atas pemberian pistol Harimau Kumbang tadi.


"Iya terimah kasih atas pistolmu." Bastian mengatakannya dengan wajah masam.


"Hahaha harus iklas kalau bilang terimah kasih mayor." Harimau Kumbang sepertinya tidak pernah puas mengejek Bastian.


"Kau gila iya? Diman-mana yang harus iklas itu yang memberi, bukan yang merimah." Bastian semakin kesal.


"Ingat mayor... Aku memberikanmu pistol kerena kau calon suami nona muda. Kalau tidak kerena hal itu aku tidak akan memberikan pistolku padamu."


"Sekali lagi kau bicara, Senjata ini akan makan tuan." Bastian menempelkan pistol pemberian Harimau Kumbang dikepala Harimau Kumbang.


"Hahaha aku tahu riwayatmu mayor Bastian. Kau tidak pernah membunuh temanmu sendiri." Harimau Kumbang masih belum berhenti mengusili Bastian.


"Aku sudah bilang, aku tidak pernah menganggapmu temankuuu..!" Bastian berteriak pada Harimau Kumbang.


*****


Semua kaca mobil milik Adiguna Cokrominoto pecah berhamburan diaspal setelah tadi kena tembakan senjata anggota Laba-laba Merah, tapi mobil itu masih bisa digunakan untuk ikut mengejar mobil milik Laba-laba Merah.


"Siapa mereka?" Adiguna cokrominoto bertanya pada pak Lukman setelah melihat ada tiga pengendara motor ikut mengejar mobil Laba-laba Merah.


"Entahlah tuan siapa mereka, tapi tadi Keyra bilang mereka ada dipihak kita." Pak Lukman menjawab pertanyaan tuannya.


"Mungkin benar ketiga orang itu berada dipihak kita, kerena dari tadi mereka terus menembak mobil Laba-laba merah." Tora memberi keterangan pada Adiguna Cokrominoto.


Mobil milik anggota Laba-laba merah terus melaju dengan kecepatan tinggi, untuk terus kabur dari kejaran Keyra dan ketiga anak buah Bastian.


"Buat jarak kita lebih dekat dengan mereka." Keyra memberi perintah pada anak buahnya.

__ADS_1


"Baik." Anak buah Keyra menjawab patuh.


Anak buah Keyra yang menjadi sopir segera menambah kecepatan laju mobilnya, agar jarak mereka dengan mobil Laba-laba Merah menjadi lebih dekat, susuai apa yang tadi perintahkan oleh Keyra.


"Stabilkan mobilnya." Keyra mengarahkan bidikan pistolnya kearah mobil Laba-laba Merah sambil memicingkan mata kirinya.


Dorrr..!


Keyra berhasil menembak ban kanan belakang mobil Laba-laba Merah, sehingga lagu mobil Laba-laba Merah menjadi oleng.


"akkkk..!! Aisyah dan Reina berteriak ketakutan.


"Habisi mereka semua." Salah satu anggota Laba-laba Merah memberi perintah pada keempat temannya.


Keempat anggota Laba-laba Merah segera keluar dari mobil dan anggota Laba-Laba Merah yang tadi memberi perintah langsung menyandara Aisyah dan Reina.


"Berhentiii..!!" Keyra berteriak pada anak buahnya agar menghentikan mobil mereka, setelah Keyra melihat keempat anggota Laba-laba Merah akan menembak kearah mereka.


"Menghindarrr..!!" Salah satu anak buah Bastian memberi peringatan pada kedua temannya.


Dua anak buah Bastian langsung mengerem motor mereka secara mendadak, setelah itu mereka langsung pergi berbalik arah untuk menghindar dari tembakan keempat anggota Laba-laba Merah, tapi tidak dengan anak buah Bastian yang tadi memberi peringatan.


Anak buah Bastian yang tadi memberi peringatan pada kedua temannya malah menambah kecepatan laju motornya, tapi setelah dia berada dalam jangkau tembakan dari keempat anggota Laba-laba Merah dia langsung melompat dari atas motornya.


Motor yang tadi dilepas oleh anak buah Bastian meluncur sangat kencang kearah mobil milik Laba-laba Merah.


Setelah motor itu sudah berada didekat mobil Laba-laba Merah anak buah Bastian langsung menembak motornya yang sedang meluncur kearah mobil Laba-laba Merah.


"Awasss..!!" Salah satu anak buah Laba-laba Merah memberi peringatan pada teman-temannya.


bummmm..!! Motor yang sedang meluncur kearah mobil Laba-laba Merah langsung meledak kerena tangki bensinnya sengaja ditembak oleh anak buah Bastian.


"Apa dia sudah gila." Keyra berkata pelan sambil melihat kearah ledakan yang berasal dari mobil milik Laba-laba Merah.


"Bagaimana keadaan nona Aisyah?" Pak Lukman terlihat panik melihat kearah mobil Laba-laba Merah yang sudah meledak.


"Aisyahhh... Putriku." Adiguna Cokrominoto terjatuh berlutut diaspal sambil menangis.


Setelah api kebakaran dari ledakan tadi padam, pak Lukman dan kedua anak buahnya langsung berlari kearah mobil Laba-laba Merah yang telah jadi puing-puing.


"Meraka berhasil melarikan diri." Anak buah Bastian memberi keterangan pada pak Lukman.


"Bagaimana dengan dua wanita yang meraka culik?" Pak Lukman bertanya pada anak buah Bastian.


"Meraka dibawah kabur. Saat terjadi ledakan ada dua mobil menjemput mereka." Anak buah Bastian tadi melihat samar-samar saat sedang terjadi ledakan dia melihat ada dua mobil datang untuk menjemput anggota Laba-laba Merah.


"Tenang kami tau markas mereka." Keyra berkata pada pak Lukman.


"Cepat kita susul mereka kemarkas mereka." Pak Lukman tidak mau terjadi apa-apa pada nona mudanya.


"Bagaimana dengan Bastian dan Harimau Kumbang?" Keyra bermaksud menunggu kedatangan mereka berdua.


"Dimana meraka sekarang." Pak Lukman bertanya pada Keyra.


"Meraka berdua sedang menuju kesini."


"Meraka sangat lamban." Pak Lukman terdengar kesal.


"Biarkan mereka berdua menyusul. Sekarang cepat kita kejar mereka terlebih dulu. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada putriku." Adiguna Cokrominoto terlihat semakin khawatir.

__ADS_1


*****


"Keyra bilang mereka berhasil lolos. Sekarang kita diminta menyusul langsung kemarkas Laba-laba Merah." Bastian memberi tahu pada Harimau Kumbang.


"Apa yang mereka lakukan, kenapa Laba-laba Merah sampai lolos." Harimau Kumbang menjadi kesal mendengar Laba-laba Merah berhasil melarikan diri.


"Kemungkinan besar mereka membawah Aisyah dan Reina kemarkas mereka yang ada di." Bastian menyebutkan alamat markas Laba-laba Merah pada Harimau Kumbang sesuai yang dikasih tahu oleh Keyra melalui SMS.


"Aku tau tempat itu."


"Aku pasti akan membuat mereka menyesal telah melakukan ini semua." Bastian semakin menjadi marah.


"Kali ini kita harus hancurkan Laba-laba Merah sampai keakar-akarnya, kalau tidak kedepannya mereka akan terus mencari masalah dengan kita." Harimau Kumbang juga sangat geram pada Genk Laba-laba Merah.


*****


Sekitar satu jam kemudian.


"Stop disini. jangan terlalu dekat." Keyra berkata pada anak buahnya.


Keyra segera keluar dari dalam mobil, lalu Keyra memberi tanda pada mobil yang dari tadi mengikuti mereka dari belakang untuk berhenti.


Mobil yang diminta oleh Keyra untuk berhenti itu adalah mobil milik Adiguna Cokrominoto. Keyra juga memberi tanda pada ketiga anak buah Bastian untuk berhenti.


"Kenapa berhenti?" Pak Lukman bertanya pada Keyra. Setelah pak Lukman keluar dari dalam mobil.


"Kita tidak bisa mendekat sembarangan kedaerah markas mereka." Keyra memberi tahu pada pak Lukman.


"Kenapa." Pak Lukman bertanya heran.


"Markas mereka adalah rumah tiga lantai. Dilantai dua dan tiga biasanya selalu berjaga beberapa Sniper. Tugas beberapa Sniper-Sniper itu untuk menjaga agar musuh-musuh mereka tidak bisa mendekat sembarangan kearea markas mereka." Keyra menjelaskan keadaan markas Laba-laba Merah.


"Genk mereka tampaknya bukanlah sekedar Genk biasa." Anak buah Bastian yang berkata.


"Laba-laba Merah memiliki jaringan narkoba internasionalnya. Jadi mereka bekerja sama dengan beberapa Genk dari negara lain. Sniper yang menjaga markas mereka ada beberapa Sniper yang mereka datangkan dari Itali dan Meksiko." Keyra melanjutkan keterangannya.


"Kalau kita mendekat sembarangan kearea markas mereka kita akan jadi sasaran empuk Sniper mereka." Anak buah Bastian paham apa yang dimaksud oleh Keyra.


"Makanya kita harus membuat rencana terlebih dulu, agar kita bisa mendekat kearea markas mereka." Keyra menjawab perkataan anak buah Bastian.


"Terus apa yang akan kita lakukan sekarang?" Adiguna Cokrominito terlihat tidak sabar mendengar pembicaraan mereka yang panjang lebar, tapi tidak bisa menemukan solusi.


"Satu-satunya cara kita sedikit lebih aman untuk mendekat kearea markas mereka malam hari." Keyra memberikan pendapatnya.


"Apa ada jaminan Aisyah dan Reina akan baik-baik saja, kalau kita menunggu sampai malam hari?" Adiguna Cokrominoto semakin terlihat khawatir.


"Kerena itulah cara satu-satunya. Kalau kita mendekat markas mereka siang hari maka kita akan mati konyol." Keyra berkata pada Adiguna Cokrominoto.


"Ada berapa Sniper yang menjaga didalam markas mereka?" Anak buah Bastian bertanya.


"Ada empat orang." Keyra menjawab pertanyaan anak buah Bastian.


"Baik kalau begitu kita tunggu kedatangan mayor Bastian, setelah mayor Bastian datang kami akan melumpuhkan keempat Sniper itu secara bersamaan." Anak buah Bastian berkata pada Keyra.


"Melumpuhkan keempat Sniper itu secara bersamaan?" Keyra belum terlalu paham apa yang dimaksud oleh anak buah Bastian.


"Persiapkan semuanya sebelum Mayor sampai kesini." Salah satu anak buah bastian memberi perintah pada kedua temannya.


Kedua anak buah Bastian melepaskan tasnya yang sejak tadi mereka gendong dipunggung mereka. Lalu dua anak Bastian itu mengeluarkan isi tasnya.

__ADS_1


Dari tas mereka mengeluarkan empat senjata Mcmillan TAC 50. Senjata itu jangkauan tembaknya bisa dua kilo meter lebih dan senjata itu bisa membunuh target dua sekaligus, kalau sasaran targetnya berada digaris lurus.


__ADS_2