
Dilantai dasar markas Laba-laba Merah.
"Bas nona Aisyah dan temannya sudah diamankan oleh mata-mata kita." Keyra berkata pada Bastian setelah barusan Keyra mendapatkan keterangan melaui SMS dari anak buahnya yang menjadi mata-mata.
"Baguslah... Kerena kalau sampai terjadi apa-apa pada calon anakku aku akan membunuh pemimpin Laba-laba Merah berkali-kali."
Serka Daeng sebenarnya merasa kurang nyaman mendengar orang yang sangat dia hormati dipanggil seenaknya saja langsung dengan nama.
Serka Daeng terlihat menatap tajam pada Keyra, kerena sudah beberapa kali Serka Daeng mendengar Keyra memanggil Bastian langsung dengan nama.
Wanita ini sangat kurang ajar. Serka Deang menatap dingin kearah Keyra.
"Pemimpin mereka sedang menuju kesini." Keyra melanjutkan keterangannya pada Bastian.
Keyra tidak sadar kalau ada orang yang memandang kearah dia dengan pandangan yang kesal.
"Habisi mereka semua, kita harus cepat kelantai tiga." Keyra memberi perintah pada anak buahnya.
Beberapa anak buah Srigala Malam berjalan mendekat kearah tangga yang menghubungkan kelantai dua dan beberapa dari mereka segera naik kelantai dua.
Dor dor dor Terdengar beberapa kali suara tembakan, lalu terlihat beberapa anggota Srigala Malam telah kehilangan nyawa.
"Kurang ajarrr..!!" Keyra berteriak marah setelah melihat beberapa anak buahnya kehilangan nyawa.
Keyra segera berlari naik keatas lantai dua melalui tangga.
"Pergilah keneraka kalian semuaaa..!" Keyra berteriak kesal.
Dor dor dor dor Keyra berhasil membunuh anggota Laba-laba Merah yang tadi berhasil membunuh anak buahnya dalam hitungan detik dengan menggunakan kedua pistolnya.
Dorrr..!
Akkk..!!! Keyra tiba-tiba berteriak. Pistol yang ada digenggaman tangan kirinya terlepas kerena bahu kirinnya terkena tembakan.
Dor dor dor lagi-lagi terdengar suara tembakan dan beberapa anggota Laba-laba Merah yang tadi berhasil menembak Keyra telah kehilangan nyawa.
Keyra melihat kearah orang yang barusan menolongnya.
"Kau ternyata tidak sehebat yang terlihat." Orang yang tadi barusan menolong Keyra berkata dingin.
"Terimah kasih." Keyra berkata pada orang yang barusan menolongnya.
"Bersikaplah lebih hormat pada atasan kami." Orang yang barusan menolong Keyra ternyata adalah Serka Daeng.
Keyra memandang heran pada Serka Daeng.
Bersikap hormat? Keyra memandang Serka Daeng dengan wajah kebingungan.
"Jaga sikapmu pada mayor Bastian..!" Serka Daeng masih terlihat kesal.
"Dimana bagian aku tidak bersikap hormat pada Bastian?" Keyra meminta penjelasan pada Serka Daeng.
"Panggil atasan kami lebih pantas, jangan seenaknya saja menyebut nama beliau dengan sembarangan." Serka Daeng menatap dingin kearah Keyra.
Tidak kusangka anak buah Bastian masih sangat begitu loyal pada Bastian meskipun Bastian sudah keluar dari pasukannya. Hanya kerena ada orang yang memanggil Bastian dengan nama secara langsung mereka menjadi marah. Keyra masih melihat kearah Serka Daeng.
*****
Dilantai tiga.
"Sebaiknya kita segera keluar dari sini." Anak buah Srigala Malam yang menjadi mata-mata berkata pada Aisyah dan Reina.
"Tapi diluar masih banyak anak buah Laba-laba Merah." Reina masih terlihat takut.
"Tenang... Baru saja saya dapat informasi dari nona Keyra mereka sudah sampai dilantai dua, jadi saya yakin anggota Laba-laba Merah mulai panik dan tentu saja mereka tidak akan mengawasi kita lagi." Anak buah Srigala Malam yang bertugas menjadi mata-mata berkata pada Reina.
__ADS_1
"Kita sebentar lagi akan bebas Syah." Reina memeluk Aisyah.
"Iya Rei..." Aisyah membalas pelukan Reina sambil menangis.
Aisyah sekarang sadar kalau Bastian benar-benar mencintai dia. Bastian tanpa ragu meninggalkan Keren yang sedang berada dirumah sakit demi untuk menolong dia.
"Terimah kasih sayanggg... Ternyata pikiran aku selama ini salah, aku kira kamu sudah melupakan aku, melupakan anak kita." Aisyah bergumam pelan.
"Kamu pasti sangat bahagia iya Syah punya calon suami seperti monsters itu." Reina berkata pelan ditelinga Aisyah.
"Emmms... Jangan bilang dia monsters Rei." Aisyah langsung mencubit pinggang Reina.
"Auuu... Sakit Syah." Reina meringis kesakitan.
"Dia bukan monsters Rei." Aisyah terlihat cemberut.
"Iya bukan mosnters, tapi rajanya monsters."
Anak buah Srigala Malam memandang penuh kebingungan melihat tingkah Aisyah dan Reina, tadi dia melihat kedua gadis itu sangat ketakutan, tapi sekarang mereka berdua terlihat sangat bahagia.
"Persiapkan mental kamu mulai dari sekarang Syah, kerena saya sangat yakin menjadi istri monsters itu tidak gampang."
"Kamu tidak tau Rei gimana rasanya dicintai orang seperti dia. Dia memang tidak terbiasa mengucapkan kata-kata romantis, tapi kamu harus tahu kalau dia itu jauh lebih romantis daripada Romeo." Aisyah terlihat bahagia.
"Dari mana kamu bisa dapat membuat perbandingan kalau monsters itu lebih romantis daripada Romeo. Emang kamu pernah pacaran dengan Romeo." Reina meledek sahabatnya itu.
"Kan kamu pernah bilang Rei, untuk mengetahui seseorang itu kita gak harus mengenal orang itu."
"Emang saya pernah berkata seperti itu." Reina bersikap pura-pura bodoh, padahal Reina ingat kalau dulu pernah dia berkata seperti itu pada Aisyah.
*****
Pemimpin Laba-laba Merah telah sampai dilantai dua dengan membawah beberapa anak buahnya.
Teriakan pemimpin Laba-laba Merah itu langsung membangkitkan mental anggota Laba-laba Merah yang sejak tadi sudah mulai hilang.
"Aku ingin dia hidup-hidup..!" Bastian menunjuk anak buah Laba-laba Merah yang ada disebelah kanan pemimpin Laba-laba Merah.
"Siap Mayor." Serka Daeng tidak tahu apa alasan Bastian menginginkan salah satu anak buah Laba-laba Merah itu hidup-hidup.
Tapi Keyra tahu pasti kenapa Bastian menginginkan anak buah Laba-laba Merah yang berada disebelah Kanan pemimpin Laba-laba Merah itu hidup-hidup.
Dia orang yang dulu satu-satunya berhasil lolos. Keyra memandang pada orang yang tadi ditunjuk oleh Bastian.
*****
Flashback
Dor Dor Dor terdengar tiga kali tembakan berturut-turut setelah Bastian kehilangan kesadaran.
Beberapa anggota Laba-laba merah langsung tersungkur kelantai dalam keadaan kehilangan nyawa, tapi ada satu orang yang berhasil selamat dan anggota Laba-laba Merah yang selamat itu langsung dengan cepat menyandera Adi. Adi adalah anak kecil yang berperan sebagai adik Bastian dalam keluarga rekayasa Bastian.
"Lepaskan dia kalau tidak mau bernasib sama dengan teman-temanmu." Keyra memandang dingin kearah anak buah Laba-laba Merah yang menyandera Adi.
"Kalau kalian berani macam-macam anak ini akan mati..!" Anak buah Laba-laba Merah langsung menempelkan pistolnya dikepala Adi.
Kalau anak itu kenapa-kenapa pasti Bastian akan marah. Keyra memandang pada Adi.
"Ibu Adi takuttt..!" Adi memandang kearah Siti Nurlela sambil menangis pada prempuan setengah baya yang berperan sebagai ibu Bastian.
"Lepaskan diaaa..!" Siti Nurlela berteriak pada anak buah Laba-laba Merah yang menyandera Adi.
Dorrr..! Anak buah Laba-laba merah menembak kearah bawah kaki Siti Nurlela.
"Akkk..!" Siti Nurlela berteriak ketakutan.
__ADS_1
"Mundurrr..!" Anak buah Laba-laba Merah mengancam Siti Nurlela.
"Cepat lepaskan diaaa..!" Keyra berteriak pada anak buah Laba-laba Merah yang menyandera Adi.
"Aku akan melepaskan dia kalau kalian membiarkan aku pergi dari sini."
"Pergilah dan cepat lepaskan dia."
Semua anak buah Keyra langsung memandang penuh tanda tanya pada Keyra, tidak biasanya Keyra akan melepaskan musuh mereka.
"Cepat pergilah dari siniii..!" Suara teriakan Keyra itu bukan seperti teriakan orang yang sedang marah, tapi lebih terdengar teriakan orang yang sedang panik.
Keyra panik setelah melihat Bastian terjatuh kelantai dalam keadaan berlumuran darah. Keyra tidak mau terjadi apa-apa pada Bastian, kerena Keyra merasa berhutang nyawa pada Bastian, kalau dulu Bastian tidak menolong dia, mungkin saat ini Keyra telah mati dibunuh oleh orang-orang Laba-laba Merah.
Setelah anak buah Laba-laba merah lolos, beberapa anak buah Keyra berniat mengejar.
"Biarkan dia pergi. Sekarang cepat bawah meraka kerumah sakit." Keyra menunjuk kearah Bastian dan Keren.
*****
Kembali kemarkas Laba-laba Merah.
Dor dor dor..!!
Dor dor dor..!!
Suara tembakan terdengar seperti tidak ada habisnya. Beberapa anak buah Srigala Malam telah kehilangan nyawa.
"Akkk..!" Anak buah pak Lukman yang bernama Tora berteriak, kerena paha kanannya terkena tembakan.
"Bawah dia mundur..!" Pak Lukman memberi perintah pada anak buahnya yang bekerja sebagai chef untuk membantu Tora.
Arrrrgggggh pak Lukman berteriak penuh kemarahan sambil menembak kearah anggota Laba-laba Merah.
Beberapa anak buah Laba-laba Merah langsung kehilangan nyawa setelah menjadi sasaran kemarahan pak Lukman.
Dorrr..! Pemimpin Laba-laba merah menembak kearah pak Lukman.
Akkk..! Senjata ditangan pak Lukman terlepas dari tangannya, Kerena lengannya terkena tembakan dari pemimpin Laba-laba Merah.
Dor dor Keyra langsung menembak kearah pemimpin Laba-laba Merah, tapi tembakan Keyra hanya mengenai beberapa anak buah Laba-laba Merah dan tidak berhasil mengenai pemimpin Laba-laba Merah. Sekarang Keyra hanya bisa menggunakan satu pistol, kerena tadi bahu kirinya telah tertembak.
"Mundurrrr..!!" Pemimpin Laba-laba Merah memberi perintah pada anak buahnya untuk mundur.
Dor dor dor beberapa anak buah Laba-laba Merah yang berniat mundur tiba-tiba kehilangannya nyawa.
Semua anggota Laba-laba Merah melihat kearah orang yang barusan menembak mereka.
"Kauuu..!" Pemimpin Laba-laba Merah terlihat sangat marah pada anak buahnya yang tadi menembak temannya sendiri.
"Sudah saatnya Laba-laba Merah musnah." Anak buah Laba-laba Merah yang tadi telah membunuh temannya sendiri berkata dingin pada pemimpin Laba-laba Merah.
"Kau bukan anggota Laba-laba Merah." Salah satu anak buah Laba-laba merah berkata pada orang yang tadi telah menembak teman mereka.
"Saya mata-mata yang dikirim oleh Srigala Malam." Orang yang tadi menembak anggota Laba-laba Merah memandang dingin kearah pemimpin Laba-laba Merah.
"Beraninya kau..!" Pemimpin Laba-laba Merah memandang geram pada anak buah Srigala Malam yang tadi menyamar menjadi anggota Laba-laba Merah.
Dor dor dor..!!
Bastian dan pemimpin Srigala Malam telah berada didekat peminpin Laba-laba Merah.
"Siapkan helikopter." Pemimpin Laba-laba Merah berkata pada beberapa anak buahnya yang tersisa.
Pemimpin Laba-laba Merah berniat melarikan diri menggunakan helikopter. Pemimpin Laba-laba Merah sadar mereka tidak akan bisa menang walaupun terus-terusan memberikan perlawanan.
__ADS_1