DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
KAKAK ADIK YANG ANEH


__ADS_3

Bastian langsung pergi ke kamar hotel yang tadi telah di sebutkan oleh adiknya. Saat Bastian sampai di depan kamar hotel itu, Bastian melihat pintu kamar hotel sedikit terbuka.


Saat Bastian baru saja berniat mendorong pintu kamar hotel, tapi pintu kamar hotel seperti ada yang membukanya dari dalam.


Bastian segera melihat kearah orang tadi membuka pintu kamar hotel dari dalam.


"Harimau Kumbang..?!" Bastian sedikit terkejut, ternyata dua orang yang sedang menunggunya, salah satunya adalah Harimau Kumbang.


"Bagaimana bulan madu anda?" Harimau Kumbang tersenyum pada Bastian.


"Ada apa kau mencariku..?!" Bastian bertanya datar pada Harimau Kumbang.


"Tuan muda Bastian anda tidak boleh sesinis itu pada anak buahmu sendiri." Harimau Kumbang tersenyum tipis pada Bastian.


"Aku bukan tuan mudamu dan kamu bukan anak buahku." Bastian berkata dengan wajah kesal.


"Hahaha sepertinya kau lupa, kamu telah menjadi menantu tuanku, itu artinya anda tuan muda saya juga." Harimau Kumbang tersenyum mengejek.


"Tapi sikapmu membuat aku muak. Kau tidak bersikap layaknya seorang anak buah pada tuan mudanya."


"Hei tuan muda Bastian, apa aku harus menggantikan popokmu dulu? Agar kau percaya kalau aku bersedia melayanimu sebagai anak buahmu." Sekali lagi Harimau Kumbang tersenyum untuk mengolok-olok Bastian.


"Sekali lagi kau bicara, akan aku robek mulutmu yang bau itu..!" Bastian melotot pada Harimau Kumbang.


"Hahaha ternyata setelah menjadi seorang suami, dirimu masih saja beringasan mayor. Aku yakin nona Aisyah sangat kewalahan memilik suami buas seperti dirimu." Harimau Kumbang tertawa puas mengejek Bastian.


Bukkk..! Harimau Kumbang terpental keatas kasur hotel setelah tendangan Bastian bersarang telak mengenai perutnya.


Uhuk huk huk Harimau Kumbang terbatuk-batuk beberapa sambil memegang perutnya.


"Apa kau baik-baik saja?" Laki-laki yang berseragam tentera yang sejak tadi berada didalam kamar hotel memegang bahu Harimau Kumbang.


"Aku tidak apa-apa." Harimau Kumbang menjawab sambil meringis menahan sakit.


"Sudah kubilang kalau kau sayang dengan nyawamu, jangan macam-macam dengan orang seperti dia." Laki-laki yang berseragam tentara itu berkata pelan pada Harimau Kumbang.


"Apakah kau kolonel Robin sepupunya Anita?" Bastian bertanya pada laki-laki yang berseragam tentara.


"Siap, benar mayor saya kolonel Robin." Kolonel Robin berbalik badan dan langsung memberi hormat pada Bastian.


"Tidak perlu bersikap seperti itu, aku sekarang bukan tentara lagi." Bastian berkata datar.


"Siap mayor." Kolonel Robin menurunkan tangan kanannya yang tadi ditempelkan dipelipis kanannya.


"Ada apa kalian memintaku menemui kalian?" Bastian bertanya dingin.


"Sebaiknya mayor duduk dulu." Kolonel Robin meminta Bastian duduk dihadapannya.


Tanpa diminta dua kali Bastian segera duduk disofa dihadapan kolonel Robin.


"Apa yang kalian inginkan dari saya..?!" Bastian langsung bertanya setelah dia duduk disofa.


"Saya diminta om Bramantio menemui mayor Bastian untuk membahas jenderal Agus Purnomo."


"Katakan..!" Bastian masih bertanya dengan dingin.


"Om Bramantio meminta saya membantu mayor Bastian untuk melawan jenderal Agus Purnomo." Kolonel Robin terlihat berbicara dengan hati-hati.


"Apa kalian sudah memiliki rencana untuk melawan jenderal tua itu." Bastian selalu kesal kalau mengingat jenderal Agus Purnomo.


"Kita akan membahasnya setelah nanti kita menemui Bripda Deniel."

__ADS_1


"Siapa Bripda Deniel?"


"Dia anak laki-laki om Bramantio, kakak almarhum Anita." Kolonel Robin memberi keterangan pada Bastian.


"Baik kita akan bahas ini, setelah kita menemui Bripda Deniel."


*****


Malam hari.


Sesuai permintaan papanya Bastian datang kerumah Serly untuk membahas permintaan adiknya untuk membawah sementara Serly kesumatra.


Sebelumnya Serly sudah menceritakan pada keluarganya, kalau dia telah menerimah lamaran Abimayu putra bungsu Edi Hartono.


Diruang tamu kedua orang tua Serly langsung berdiri dari sofa setelah melihat kedatangan Bastian, Aisyah dan Abimayu.


"Om sangat senang nak, kamu mau datang kesini lagi." Papi Serly langsung memeluk Bastian.


"Bastian juga senang bisa datang kerumah om lagi." Bastian menepuk-nepuk punggung papi Serly.


"Tante dengar adik nak Bastian melamar putri tante?" Mami Serly bertanya pada Bastian.


"Ya tante saya telah memasang cincin dijari anak tante." Abimayu tersenyum pada mami Serly.


"Anak tengil apa itu caramu memberi salam pada calon mertuamu..?!" Bastian menatap tajam pada adiknya.


"Saya Abimayu tante." Abimayu langsung mencium punggung tangan Istri Arya Pamungkas.


"Semoga kelak kaliam bisa bahagia." Nyonya Arya Pamungkas mengusap kepala Abimayu.


"Terimah kasih tante." Abimayu tersenyum pada calon mertuanya itu.


Lalu Abimayu juga mencium punggung tangan papi Serly.


"Kalau terlalu lama, aku takut om menikahkan anak om dengan orang lain." Abimayu menjawab cengengesan.


"Kau harus tau anak muda, kalau kau bukan adik nak Bastian aku tidak akan merestui kamu menjadi tunangan putriku." Arya Pamungkas berkata dingin.


Orang tua ini terlalu jujur, tidak bisakah dia berbasa-basi, kalau dia senang menjadi calon mertuaku. Dasar orang tua menyebalkan. Abimayu memandang kesal pada Arya Pamungkas.


Serly hanya bisa tersenyum kearah tunangannya itu, Serly berharap Abimayu tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh papinya.


"Oh ya silahkan duduk." Mami Serly mempersilahkan mereka duduk.


Mereka semua langsung duduk.


"Om saya datang kesini, kerena ada sesuatu yang akan saya bicarakan pada om dan tante." Bastian terlihat berkata dengan serius.


"Jangan sungkan nak, nak Bastian sudah kami anggap seperti anak sendiri." Nyonya Arya Pamungkas tersenyum pada Bastian.


"Papa sama mama mau membawah calon menantunya kesumatra." Bastian melirik kearah Serly.


Aisyah memandang kagum pada suaminya, Sekarang Aisyah semakin sadar kenapa suaminya itu bisa menjadi seorang mayor pada umur yang masih tergolong muda.


Sayang kamu sangat pandai membaca situasi. Kamu tau, kalau kamu mengatakan Abimayu yang mengajak Serly kesumatra, pasti om Arya Pamungkas tidak akan memberi izin. Aisyah tersenyum kearah suaminya.


Kakak ipar ternyata kamu sangat jenius. Serly terseyum bahagia.


"Yang mengajak."


"Diammm..!!" Bastian langsung memotong ucapan adiknya.

__ADS_1


"You see..? Betapa menyebalkan punya kakak seperti dia." Abimayu menoleh kearah Serly sambil menunjuk wajah kakaknya.


"Kau ingin aku membunuhmu disini..?!" Bastian memandang tajam pada adiknya.


"Maybe if I die, itu akan lebih baik." Abimayu melihat kesal pada kakaknya.


"Baik aku akan membunuhmu..!" Bastian segera berdiri sambil mengepalkan kedua tinjunya.


"Sayang apa-apaan si." Aisyah menekan bahu suaminya, agar suaminya itu duduk kembali.


Arya pamungkas dan istrinya terlihat sedikit kaget melihat tingkah kakak beradik itu.


"Gak apa-apa tante, ini memang cara bercanda mereka." Aisyah tersenyum pada kedua orang tua Serly.


Serly juga ikut-ikutan tersenyum pada kedua orang tuanya.


Ya tuhan apa jadinya putriku kalau benaran jadi keluarga orang-orang seperti mereka. Istri Arya Pamungkas memandang ngeri pada Bastian dan Abimayu.


Aku tidak yakin putriku akan berumur panjang jika lama-lama bersama mereka.


Arya pamungkas jadi mengingat kembali ketika dulu Bastian menyelamatkan putrinya dari genggeman Laba-laba Merah, Bastian saat itu terlihat sangat ganas dan buas, tidak ubah seperti hewan liar.


"Gimana om? Apa om mengizinkan mama sama papa membawah Serly?"


"Berapa lama?"


"Mama bilang seminggu."


"it's not mother, but me..! Yang bilang seperti itu." Abimayu protes dengan apa yang kakaknya katakan.


"Baik aku akan bilang, kalau kamu yang."


"Stop... Please don't say..!" Abimayu langsung memotong ucapan kakaknya sambil memasang wajah memelas.


"Makanya diam dan dengarkan."


"Fine... I will." Abimayu menempelkan telunjuk dan ibu jari kemulutnya, itu menandakan kalau dia akan menutup mulutnya.


"Sebenarnya ini ada apa..?!" Mami Serly sekarang terlihat bingung melihat kelakuan kakak beradik itu.


Dasar kakak adik yang aneh. Papi Serly memandang Bastian dan Abimayu secara bergiliran.


"Gimana om, apa om memperbolehkan mama dan papa membawah Serly kesumatra?"


Arya memandang kearah istrinya, seolah-olah meminta pendapat istrinya.


"Terserah papi." Mami Serly berkata pada suaminya.


"Tenang om Aisyah juga ikut kok." Aisyah tersenyum pada papi Serly.


Arya pamungkas terdengar menarik napas panjang.


"Baiklah om setuju."


"Terimah kasih pi." Serly memeluk papinya dengan senyum bahagia.


"Yesss... Akhirnya..!" Abimayu terlihat sangat senang.


"Sekarang pulanglah kehotel, kerena kami juga mau pulang."


"Thank you my brother." Abimayu langsung memeluk kakaknya.

__ADS_1


"Jangan sok manis didepan Serly." Bastian menggoda adiknya.


"Ternyata keluarga monsters ini, bisa juga bertingkah seperti teletubbies." Aisyah senyum-senyum sendiri, melihat suami dan adik iparnya yang sedang berpelukan.


__ADS_2