DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
AKU CALON IBU ANAK KAMU


__ADS_3

"Keyra tidak seharusnya kau mengungkit kejadian masa lalu untuk membenarkan apa yang kau lakukan saat ini." Laki-laki yang tadi menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah terlihat marah pada Keyra.


"Justru kerena ada kesalahan masa lalulah seharusnya kalian bisa introspeksi diri dan jangan sembarangan bertindak." Keyra berkata sinis pada laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah.


"Ingat keyra Srigala Malam sama kotornya dengan Laba-laba Merah."


"Jangan samakan Srigala Malam dengan Laba-laba merah. Kami tidak pernah menjebak anak muda dan lalu memeras orang tuanya."


"Cepat katakan dimana pemimpin Laba-laba Merah." Bastian langsung mengarahkan pistolnya pada laki-laki yang tadi mengaku sebagai pemimpin Laba-laba Merah.


"Kau boleh membunuhku berkali-kali, tapi jangan harap kau bisa mendapatkan dengan mudah apa yang kau inginkan." Laki-laki yang mengaku sebagai pemimpin Laba-laba Merah berkata sinis pada Bastian.


Dorrr..! Bastian menembak bahu kanan laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah.


Akkk..! Laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah menjerit kesakitan.


Beberapa anak buah Laba-laba merah tersurut beberapa langkah setelah melihat apa yang Bastian lakukan, mereka sadar Bastian tipe orang yang melakukan segala sesuatu tanpa berpikir panjang.


"Tampaknya kau memiliki banyak nyawa, sehingga memintaku membunuhmu berkali-kali." Bastian tersenyum mengejek.


"Cuihhh..! Kau boleh melakukannya, tapi ingat Laba-laba Merah pasti akan memburumu kemanapun kau pergi." Laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah seperti menantang Bastian.


Dorrr..! Terdengar lagi suara tembakan. Kali ini paha kanan laki-laki yang menyamar sebegai pemimpin Laba-laba Merah yang menjadi sasaran tembakan Bastian.


Akkk..! Laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah lagi-lagi berteriak kesakitan.


Melihat apa yang dilakukan Bastian itu Serly menjadi gemetaran. Serly tidak menyangka kalau Bastian orang yang sekejam itu. Papi Serly juga hanya bisa diam tidak berani berkata apa-apa.


"Bastian cukuppp..!" Tiba-tiba ada suara prempuan berteriak.


Semua orang disitu melihat kearah suara prempuan yang tadi berteriak.


"Nona Aisyah." Bastian memandang seakan tidak percaya melihat Aisyah sudah berada ditempat mereka.


"Kamu manusia Bas, jangan bersikap sekejam hewan."


Bastian hanya mematung melihat kearah Aisyah. Sampai Aisyah sudah berada tepat dihadapannya, Bastian masih hanya diam mematung memandang Aisyah, lalu Aisyah menarik paksa pistol yang ada ditangan Bastian dan langsung membuangnya.


"Non Aisyah tidak seharusnya berada tempat seperti ini." Bastian akhirnya berhasil mengelurkan kata-katanya, walaupun dengan suara perlahan.


"Kalau saya tidak kesini kamu pasti akan terus-terusan bersikap seperti hewan buas, membunuh siapa saja orang yang mau kamu bunuh."


"Tapi non saya melakukan ini untuk membantu Serly." Bastian menoleh karah Serly dan papinya.


"Membantu Serly?" Aisyah juga melihat kearah Serly dan papinya.


"Maafkan saya non, saya telah melibatkan mas Sumanto kedalam urusan kami."

__ADS_1


"Kenapa kalian sampai punya masalah sama orang seperti mereka?"


Lalu papi Serly menceritakan pada Aisyah masalah apa antara mereka dengan Laba-laba Merah. Setelah mendengar cerita papi Serly Aisyah memandang kearah Serly.


Dia selalu saja membuat masalah. Tampaknya orang tuanya terlalu memanjakannya dia, sehingga membuat dia tidak bisa membedakan lagi mana yang benar mana yang salah. Aisyah memandang kesal kearah Serly.


Serly hanya bisa menundukan kepalanya dipandang Aisyah seperti itu. Serly tahu pasti Aisyah tidak suka kalau dia telah melibatkan Bastian kedalam masalah mereka.


Sebenarnya Arya Pamungkas dan Serly sangat heran mendengar Aisyah memanggil Sumanto dengan nama Bastian, yang mereka tahu laki-laki yang menolong mereka itu bernama Sumanto bukan Bastian, kerena Arya Pamungkas dan Serly belum tahu kebenaran tentang Bastian.


"Tidak kusangka Bas kamu akan rela terlibat sejauh ini, hanya demi menolong mereka. Padahal baru beberapa hari kamu mengenal Serly."


"Saya harus menolong mereka non, kerena tidak akan ada orang yang berani menolong mereka. Semua orang yang akan menolong mereka akan takut kalau mendengar nama Laba-laba Merah."


"Negara kita ini memiliki aparat kepolisian Bas. Seharusnya yang menanggani masalah hal yang seperti ini adalah pihak kepolisian, bukannya kamu." Nada bicara Aisyah mulai meninggi kerena kesal pada Bastian.


"Ya non." Bastian menjawab patuh.


"Nan non nan non..! Aku ini calon ibu dari anak kamu Bas, bisa gak kamu jangan panggil aku terus-terusan non." Aisyah terlihat semakin kesal.


"Tapi non... Saya kan sopir non Aisyah." Bastian tidak berani memandang wajah Aisyah.


Arya Pamungkas dan Serly tentu saja sangat kaget mendengar Aisyah menyebut kalau Bastian adalah calon Ayah dari janin yang sedang dikandung oleh Aisyah. Itu artinya Bastian adalah laki-laki yang dulu telah memperkosa Aisyah.


"Sampai kapan Bas kamu terus bersandiwara kalau kamu adalah Sumanto. Lihat itu Keyra wakil dari pemimpin Srigala Malam." Aisyah menunjuk kearah Keyra. "Keyra selalu muncul ketika kamu sedang dalam masalah. Orang yang selalu ada dalam perlindungan 24 jam dari Srigala Malam itu hanya kamu Bas, tidak ada orang lain lagi."


"Saya Sumanto..!" Aisyah langsung memotong perkataan Bastian dengan nada tinggi. "Kamu harus tahu Bas, aku sudah meminta Andre menyelidiki semua orang-orang yang kalian paksa untuk menyamar sebagai keluarga palsu kamu. Apa perlu aku menyebut secara detail data orang yang berperan sebagai ayah, ibu dan adik kamu."


"Maafkan saya non, saya."


"Stop panggil aku non Bas, kamu bisa panggil dia dengan nama langsung." Aisyah menunjuk kearah Serly. "Apa dia lebih berarti daripada aku Bas? Atau jangan-jangan kamu sudah."


"Tidak non. Itu tidak mungkin terjadi." Kali ini giliran Bastian yang memotong perkataan Aisyah, kerena Bastian tidak mau Aisyah berpikiran yang macam-macam apa yang terjadi antara dia dengan Serly.


"Sekarang katakan kalau kamu Bastian ayah dari anak aku, anak kita. Biar dia tidak terus-terusan mengganggu kamu."


"Jadi kamu laki-laki yang bernama Bastian yang telah membuat putriku menderita." Ada suara laki-laki yang terdengar sedang marah pada Bastian.


Semua orang disitu lagi-lagi menoleh kearah suara laki-laki yang barusan berkata. Laki-laki yang berkata tadi ternyata adalah Adiguna Cokrominoto. Dibelakang Adiguna Cokrominoto terlihat telah berdiri pula pak Lukman dan Harimau Kumbang


"Abi?" Aisyah memandang heran pada abinya. Aisyah tidak menduga kalau abinya juga sudah berada ditempat mereka.


Adiguna Cokrominoto sama sekali tidak memperdulikan Aisyah. Adiguna Cokrominoto terus saja berjalan kearah Bastian. Wajah Adiguna Cokrominoto saat itu terlihat merah padam, kerena memendam amarah.


Bukkk..! Adiguna Cokrominoto memukul perut Bastian dengan sangat keras, sehingga membuat Bastian meringis kesakitan.


"Bi..." Aisyah memegang tangan abinya, agar berhenti memukul Bastian.

__ADS_1


"Laki-laki ini harus diberi pelajaran nak, dia telah berani merusak masa depan kamu." Lalu Adiguna Cokrominoto menepis tangannya dari genggaman Aisyah.


Bukkk..! Kali ini Adiguna Cokrominoto memukul wajah Bastian. Darah menyembur keluar dari wajah Bastian kerena bibirnya pecah.


Dipukul berkali-kali oleh Adiguna Cokrominoto Bastian sama sekali tidak ada tanda-tanda akan memberikan perlawanan, tentu saja semua orang yang melihat itu merasa sangat heran. Tadi mereka sudah melihat sendiri kalau Bastian sudah menunjukan sikap tidak ubahnya seperti heran buas, kejam dan tidak memiliki perasaan sama sekali.


Semua orang yang disitu banyak yang bingung, apa yang telah membuat Bastian terlihat sangat tidak berdaya dihadapan Adiguna Cokrominoto dan Aisyah. Jangankan untuk memberikan perlawanan, untuk menjawab perkataan mereka berdua saja Bastian seperti tidak sanggup.


Harimau Kumbang berniat mendekat kearah Adiguna Cokrominoto, untuk mencegah tuannya itu terus-terusnya memukul Bastian. Hariamu Kumbang sadar kalau sampai Bastian melawan, maka nyawa tuannya itu dalam bahaya, termasuk nyawa mereka semua.


"Biarkan." Pak Lukman memegang bahu Harimau Kumbang.


"Pak Lukman sadar orang seperti apa mayor Bastian?" Harimau Kumbang coba mengingatkan pak Lukman.


"Saya yakin tuan tidak akan kenapa-kenapa." Pak Lukman berkata dengan sangat yakin.


"Ingat pak Lukman kalau sampai mayor Bastian marah, bukan hanya nyawa tuan yang dalam bahaya, tapi nyawa kita juga dalam bahaya. Kau tidak melihat orang-orang Srigala Malam berada disini juga." Harimau Kumbang melirik kearah Keyra.


"Meraka tidak akan berani bergerak kalau tidak ada perintah dari mayor Bastian."


"Aku harap semua yang kamu katakan benar." Harimau Kumbang berkata kesal pada pak Lukman.


Buk buk buk Adiguna Cokrominoto terus-terusan memukul Bastian, seperti tidak pernah merasa puas, walaupun saat itu Bastian sudah tersungkur dilantai.


"Bi cukup... stop bi." Aiayah menarik abinya menjauh dari Bastian.


"Huk huk huk." Bastian terbatuk beberapa kali, kerena dadanya terasa sesak setelah menerimah pukulan beberapa kali dari Adiguna Cokrominito.


"Basss..." Aisyah berlari kearah Bastian, lalu Aisyah membantu bastian untuk duduk.


"Aku gak kenapa-kenapa." Bastian tidak mau Aisyah sedih melihat kondisi dia.


"Maafin abi Bas." Aisyah langsung memeluk Bastian sambil menangis.


"Orang tua kamu memang pantas melakukan ini sama aku." Bastian terdengar tidak marah dengan apa yang telah dilakukan oleh Adiguna Cokrominoto pada dia.


"Bastian awasss..!" Aisyah mendorong Bastian kesamping.


Dorrr... Terdengar suara tembakan, tahu-tahu Aisyah sudah jatuh dilantai dengan keadaan pingsan. Dibahu kiri Aisyah terlihat sudah bercucuran darah.


Dor dor dor terdengar suara tembakan tiga kali secara bersamaan. Tiga peluru telah bersarang didada, leher dan kening laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah.


Tiga peluru yang bersarang pada laki-laki yang mengaku sebagai pemimpin Laba-laba Merah itu masing-masing berasal dari pistol milik Harimau Kumbang, pak Lukman dan Keyra. Mereka bertiga langsung menembak laki-laki yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah, setelah mereka bertiga menyadari kalau yang menembak Aisyah tadi adalah orang yang menyamar sebagai pemimpin Laba-laba Merah.


"Keyra bunuh mereka semuaaa..!" Bastian berteriak marah sambil memberi perintah pada Keyra


"Habisin mereka semua." Keyra memberi perintah pada anak buahnya untuk membunuh anggota Laba-laba Merah yang tersisa.

__ADS_1


__ADS_2