DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
EMPAT PASUKAN ELIT


__ADS_3

Keyra langsung kaget melihat apa yang dikeluarkan oleh anak buah Bastian dari dalam tas mereka.


"Apakah kalian pasukan dari tontaipur?" Keyra bertanya pada anak buah Bastian.


"Iya benar. Perkenalkan saya Lettu Adam." Pria yang menjadi pemimipin anak buah Bastian memperkenalkan dirinya pada Keyra.


"Saya Serma Bambang." Anak buah Bastian yang satunya lagi memperkenalkan dirinya pada Keyra.


" Saya Serka Daeng." anak buah Bastian yang lainnya juga menyebut identitasnya.


Mereka anak buah Bastian? Senjata yang mereka miliki, senjata-senjata yang sangat canggih. Pak Lukman melihat kearah senjata yang barusan dikeluarkan dari tas milik Serma Bambang dan Serka daeng.


Jadi anak itu benar-benar mantan pasukan tontaipur? Adiguna Cokrominoto melihat ketiga anak buah Bastian dengan tatapan seakan tidak percaya.


"Ini let." Serka Daeng memberikan Earpiece alat kemunikasi pada lettu Adam.


Tidak lama kemudian Bastian dan Harimau Kumbang telah sampai pula ditempat mereka.


Akhirnya keempat pasukan elit sudah berkumpul. Aku penasaran dengan kekuatan mereka. Keyra tersenyum simpul.


"Bagaimana situasinya?" Bastian bertanya pada tiga anak buahnya.


"Lapor mayor didalam markas target dijaga oleh empat Sniper." Lettu Adam langsung memberikan laporan pada Bastian.


"Dimana letak keempat posisi Sniper itu?"


"Siap... Posisi keempat Sniper saat ini belum diketahui." Lettu Adam melanjutan laporannya.


"Biasanya mereka berjaga dua orang lantai dua, satu dilantai dasar dan satu lagi berada paling atas gedung. Dua orang dilantai dua berjaga satu sebelah timur dan satunya lagi disebalah barat." Keyra memberi keterangan pada Bastian.


"Darimana kamu tahu itu semua?" Pak Lukman memandang heran pada Keyra, kenapa Keyra bisa tahu banyak situasi dalam markas Laba-laba Merah.


"Didalam markas mereka ada dua anak buah kami yang menjadi mata-mata." Keyra menjawab pertanyaan pak Lukman.


"Apakah kehadiran mereka tidak disadari oleh Laba-laba Merah?" Sekarang Adiguna Cokrominoto yang bertanya.


"Dua orang yang kami jadikan mata-mata adalah dua orang sangat propesioanal didalam bidangnya."


"Serka Daeng priksa letak kebenaran posisi keempat target yang akan kita lumpuhkan." Bastian memberi perintah pada Serka Daeng.


"Siap mayor." Serka Daeng menjawab sambil memberi hormat.


Lalu Serka Daeng mengeluarkan teropong dari dalam tasnya, untuk melihat keberadaan posisi keempat Sniper yang tadi dibilang oleh Keyra.


"Lapor mayor satu Sniper dilantai dasar berada tidak jauh dari dekat pintu utama, satu Sniper diatas berada ditengah-tengah gedung. Dua Sniper berada dilantai dua tidak dapat ditemukan." Serka Deang memberi laporan pada Bastian.


"Lettu Adam pergi kearah barat gedung dan Serma Bambang ketimur gedung." Bastian memberi perinta pada Lettu Adam dan Serka Bambang.


"Siap laksanakan mayor."


Lettu Adam langsung menyalahkan motornya, lalu pergi kearah timur markas Laba-laba Merah dan Serma Bambang pergi kearah barat.


Beberapa menit setelah Lettu Adam dan Serma Bambang pergi.


"Lapor mayor target sudah terlihat." Lettu Adam memberi laporan dari alat kemunikasi.


"Lapor mayor target ditimur sudah ditemukan." Serma Bambang memberi laporan dari posisi timur gedung.


"Serka Daeng bersiap pada posisi." Bastian memberi perintah.


"Siap mayor." Serka Daeng telah tiarap ditanah siap-siap melumpuhkan Sniper yang ada dilantai dasar.


Bastian meletakan MacMillan TAC 50 yang dipegangnya diatas mobil milik Keyra. Sasaran terget Bastian Sniper yang berada atas gedung.


"Dalam hitungan ketiga lumpuhkan target." Bastian berbicara pada tiga anak buahnya dialat kemunikasi.

__ADS_1


Semua orang terlihat tegang menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Bastian dan ketiga anak buahnya, terutama Adiguna Cokrominoto.


Dia sudah lama keluar dari tontaipur, tapi strategi perang masih sangat menempel didalam kepalanya. Harimau Kumbang memandang penuh kagum pada Bastian.


Aku tidak percaya ada seorang mayor telah keluar dari pasukannya, tapi perintahnya masih sangat dipatuhi oleh anak buahnya. Keyra melihat kearah Serka Daeng.


"Lapor mayor target meninggalkan posisi." Terdengar laporan dari Lettu adam.


"Tahan tembakan." Bastian memberi perintah pada yang lainnya.


Semua orang yang ada disitu semakin terlihat tegang.


"Lettu adam apa target sudah terlihat?" Bastian bertanya pada Lettu Adam.


"Siap... Belum mayor."


Bastian memberi perintah pada anak buahnya menahan tembakan, sebelum semua target terlihat. Kalau satu target saja gagal dilumpuhkan maka akan sangat bahaya untuk mereka semua.


"Lapor mayor target sudah terlihat." Terdengar Lettu Adam memberi laporan.


"Bersiap pada posisi..."


"Tiga... " Bastian mulai menghitung mundur dengan pelan


"Dua... " Bastian melanjutkan hitungannya


"Satu tembakkk..!!!"


Target diatas gedung langsung terjatuh dengan kepala tertembus peluru dari senjata Bastian. Target dilantai dasar kehilangan nyawa dengan leher bolong, sedangkan Sniper yang berjaga dilantai dua disebelah barat mati kerena peluru berhasil mengenai jantungnya dan target terakhir jatuh kerena peluru telah bersarang ditengah-tengah dadanya.


Bastian dan ketiga anak buahnya memiliki sasaran favorit masing-masing dalam mengeksekusi target mereka.


Setelah beberapa orang anak buah Laba-laba merah melihat Sniper mereka telah kehilangan nyewa. Meraka langsung menyiapkan senjata mereka untuk bersiap-siap menghadapi serangan.


"Meraka sudah tau kalau mereka diserang." Keyra memberi tahu pada yang lainnya.


"Siap laksanakan." Lettu Adam menjawab perintah Bastian.


"Serma Bambang berjaga digedung sebelah timur."


"Siap mayor."


"Lettu Adam lumpuhkan semua bala bantuan musuh yang akan datang membantu mereka." Bastian memberi tahu tugas Lettu Adam.


"Siap." Lettu Adam menjawab patuh.


"Serma Bambang bertugas menjadi back up kami semua, kalau ada diantara kami dalam bahaya." Bastian memberi perintah pada Serma Bambang.


"Siap mayor." Serma Bambang menjawab dari alat kemunikasi.


Beberapa saat kemudian terlihat ada empat mobil berhenti didekat mereka. Dari dalam keempat mobil itu terlihat keluar sekitar dua puluhan orang memegang senjata AK 47 ditangam mereka masih-masing.


Adiguna Cokrominoto, Pak Lukman dan kedua anak buahnya terlihat tegang melihat dua puluh orang yang baru keluar dari mobil sambil memegang AK 47 ditangan mereka.


"Jangan tembak, mereka ada pihak kita." Bastian memberi perintah pada Lettu Adam dan Serma Bambang agar tidak menembak orang-orang yang baru datang menggunakan mobil itu.


Pak Lukmam langsung melihat kearah Bastian setelah tadi mendengar Bastian mengatakan kalau dua puluh orang yang baru datang berada dipihak mereka.


"Mereka orang-orang dari Srigala Malam." Bastian memberi tahu pada pak Lukman.


"Yang paling depan pemimpin kami." Keyra menyambung ucapan Bastian.


"Keyra inilah kesempatan paling baik untuk kita menghancurkan Laba-laba Merah." Peminpin Srigala Malam berkata pada Keyra.


"Baik ketua." Keyra menjawab patuh.

__ADS_1


Srigala Malam sadar kalau Laba-laba Merah tidak cepat-cepat dimusnahkan, cepat atau lambat Laba-laba Merah akan menyerang Srigala Malam, Kerena Sudah terlalu sering terjadi gesekan diantara meraka.


Pemimpin Srigala Malam harus bergerak cepat untuk memanfaatkan situasi, kerena Laba-laba Merah sedangkan akan diserang oleh pihak Adiguna Cokrominoto dan empat anggota pasukan elit dari tontaipur.


"Mari kita hapus nama Laba-laba Merah." Pemimpin Srigala Malam pada Bastian.


"Ratakan markas meraka." Keyra juga terlihat sangat bersemangat.


"Lapor saya sudah berada diposisi. Lettu Adam memberi laporan dari alat kemunikasi.


"Lapor mayor saya juga sudah berada diposisi." Serma Bambang juga memberi laporan pada Bastian.


"Mari kita serang markas mereka." Bastian berkata pada semua orang yang ada disana.


Semua orang yang ada disitu segera masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Keberadaan mereka sekarang masih sekitar tiga ratus meter dari markas Laba-laba Merah. Jadi untuk mendekat kearah markas Laba-laba Merah dengan berjalan kaki itu sangat bahaya.


Mobil anggota Srigala Malam yang berada dipaling depan. Setelah mereka sampai didepan markas Laba-laba Merah, maka orang-orang Srigala Malam langsung menembak kearah semua anak buah Laba-laba Merah yang mereka lihat.


Kerena sejak dari tadi Laba-laba merah tahu kalau mereka akan diserang, makanya saat mereka melihat ada beberapa mobil datang mendekat kearah markas mereka. Laba-laba Merah langsung menembak kearah mobil yang baru datang.


Dalam beberapa menit terlihat anggota Laba-laba semakin banyak yang datang menyerang kearah anggota Srigala Malam.


"Mereka seperti tidak ada habisnya." Anak buah pak Lukman bernama Tora seperti mengeluh.


"Simpan dulu keluhanmu sebelum kau pergi dari sini dalam keadaan bernyawa." Pak Lukman kesal mendengar keluhan anak buahnya.


"Awas pak tuaaa..!!" Keyra tiba-tiba mendorong pak Lukman kebalik mobil.


Dorrr..! Terdengar suara tembakan. Tapi tembakan itu tidak berhasil mengenai pak Lukman, kerena pak lukman berhasil ditolong oleh Keyra.


Dorrr..! Anak buah anggota Laba-laba Merah yang tadi hampir membunuh pak Lukman terjatuh, kerena peluru telah bersarang didadanya.


Yang membunuh anggota Laba-laba Merah yang tadi menembak kearah pak Lukman adalah Tora.


Pak Lukman melihat kearah keyra.


"Hahaha kau tidak perlu berterimah kasih pak tua."


"Terimah kasih wanita sialan." Pak Lukman tersenyum pada Keyra.


"Mana kemampuanmu yang seperti Rambo itu pak tua." Keyra terdengar meledek pak Lukman.


"Akan aku buktikan kalau aku lebih hebat dari pada Rambo."


"Aku tidak yakin kau dapat melakukannya."


"Mari lihat wanita sialan, kau akan tau kalau aku lebih hebat daripada Rambo." Pak Lukman terlihat bersemangat.


Lalu pak Lukman keluar dari balik mobil.


Arrrrrggghhh..!!! Pak Lukman berteriak penuh amarah, sambil menembak menggunakan senjata kesayanganya MP 50 kearah anak buah Laba-laba Merah.


Terlihat ada sekitaran sepuluh orang yang berhasil pak Lukman habisi. Setelah itu pak Lukman berlindung lagi balik mobil.


"Hahaha kau memang lebih hebat dari Rambo pa tua." Keyra berkata pada pak Lukman.


"Sekarang aku mau lihat kemampuanmu wanita sialan."


"Baik pak tua, aku harap kau jangan terkejut."


"Buktikam omonganmu wanita sialan."


Keyra segera mengambil dua pistol yang dia selipkan dipinggang kiri kanannya.


Jadi dia bisa menggunakan dua pistol? Pak lukman seperti mengagumi kemampauan Keyra dalam menggunakan senjata api.

__ADS_1


"Simpan dulu kekagumanmu itu pak tua, aku masih belum beraksi." Keyra tahu kalau pak Lukman tidak menduga kalau dia bisa menggunakan dua pistol.


__ADS_2