DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
ROSE KATE WINSLET


__ADS_3

"kamu yakin nak mau pake mobil berangkatnya?" Nyonya Adiguna Cokrominoto bertanya pada putrinya.


"Ya mi, Aisyah ingin menikmati pemandangan waktu diperjalanannya nanti, selama ini kan kita pergi kemana-mana selalu menggunakan pesawat." Aisyah menjawab pertanyaan uminya.


"Umi benar yang, mending kita pake pesawat." Bastian berusaha membujuk istrinya.


"Mau pake mobil atau gak jadi berangkat?" Aisyah memandang kearah suaminya sambil cemberut.


"Ya pake mobil."


"Sekali lagi kamu nanya, aku gak jadi ikut." Aisyah melotot pada suaminya.


"Ya aku gak nanya lagi."


"Awas nanya lagi." Aisyah nunjuk kewajah suaminya.


"Gak boleh gitu nak, gak sopan nunjuk-nunjuk kewajah suami gitu." Nyonya Adiguna Cokrominoto menegur putrinya.


"Abis kesal mi, dari kemarin nanya itu terus." Aisyah masih terlihat cemberut.


"Harus sabar nak. Wanita hamil memang mintanya aneh-aneh." Adiguna Cokrominoto tersenyum pada menantunya.


"Biii... Anehnya dimana klo berangkat pake mobil?" Aisyah melihat kearah abinya.


"Ya gak aneh sayang." Nyonya Adiguna Cokrominoto memeluk putrinya untuk menghilangkan kekesalan putrinya.


"Non semua kopernya sudah dimasuk kedalam bagasi." Pelayan prempuan memberi tahu pada Aisyah.


"Oh ya terimah kasih." Aisyah tersenyum pada pelayan yang tadi bicara pada dia.


"Kamu harus jaga kesehatan ya nak, jangan terlalu capek, jangan gampang marah juga." Nyonya Adiguna cokrominoto memeluk putrinya.


"Ya mi."


"Ingat nak ya, menghadapi wanita hamil itu harus sabar." Adiguna Cokrominoto berkata pelan pada menantunya.


"Ya bi, Bastian pasti sabar."


*****


Satu jam kemudian.


Bastian sampai dihotel tempat Abimayu menginap.


"Lama amattt..!" Abimayu terlihat kesal.


"Siapa yang nyuruh kamu ikut."


"Ingat kakak ipar yang minta kami ikut dimobil."


"Kenapa mau..?!" Bastian juga kesal mendengar keluhan adiknya.


Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran kakak adik itu. Mereka setiap bertemu selalu saja berdebat tentang hal-hal sepele.


Serly secara perlahan mulai mengenal sisi lain dari calon kakak iparnya itu. Bastian yang selama ini Serly lihat selalu terlihat dingin dan gampang emosi, tapi ketika sedang berhadapan dengan adiknya, Bastian jadi terlihat sangat berbeda.


"Kakak ipar apa kau betah punya suami kayak dia." Abimayu mengejek kakaknya.


"Anak tengil ternyata kau benar-benar mau mati." Bastian siap-siap menerjang kearah adiknya.


"Apa-apaan si yang." Aisyah langsung memegang bahu suaminya.


"Kakak ipar lihat, dia tidak sekali pun menganggap aku sebagai adiknya." Abimayu cengengesan sambil menunjuk kearah kakaknya.


"Sebaik kita tinggalkan meraka saja disini." Aisyah menarik tangan Serly, untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Lebih baik kau jangan satu mobil dengan kami." Bastian melotot pada adiknya.


"Hei..! Ini bukan mobilmu, tapi mobil kakak ipar. Jadi kakak tidak punya hak melarang Abi ikut mobil ini."


"Kauuu..!" Bastian memandang geram pada adiknya.


"Mau berangkat apa enggak?!" Aisyah berteriak dari dalam mobil.


"Ya kakak ipar." Abimayu langsung membuka pintu mobil.


"Kopernya mau dibuang?!" Bastian menunjuk kearah koper yang tadi dipegang Serly.


"Itu koper saya." Serly berniat keluar dari mobil.


"Baby, let me take it." Lalu Abimayu mengambil koper yang tadi ditunjuk oleh kakaknya dan langsung memasukannya kebagasi mobil.


Setelah menutup kembali bagasi, Abimayu langsung masuk kedalam mobil.


"Terimah kasih." Serly tersenyum pada Abimayu.


"Your welcome baby. Give me a kiss." Abimayu mendekatkan wajahnya ke Serly.


"Bajing*n kecil jangan macam-macam." Bastian menarik kera baju adiknya dari belakang.


"Bukan urusanmu." Abimayu menepis tangan kakaknya.


"kamu lupa papinya menitipnya pada siapa?"


"Yes yes... I know." Abimayu terlihat cemberut.


Dia melarang adiknya menciumku, tapi apa dia lupa, kalau dia dulu telah menghamili nona Aisyah sebelum mereka menikah. Serly tersenyum kecut.


"Apa yang kamu pikirkan..?!" Bastian melotot kearah Serly.


"Ingat itu dulu terjadi bukan disengaja." Bastian masih melotot kearah Serly.


Ya tuhan dia manusia bukan si..?! Kenapa dia dapat dengan mudah membaca apa yang aku pikirkan. Serly terpaku menatap kearah Bastian.


"What are you doing..?! Get out." Abimayu mendorong kakaknya.


"Sayang jadi berangkat gak..?!" Aisyah mulai terlihat kesal.


Tanpa menjawab pertanyaan istrinya Bastian langsung masuk kemobil, lalu duduk dibelakang kemudi disamping istrinya.


Sekitar jam 17:00 Mereka telah sampai dipelabuhan merak.


Setelah mereka selesai memarkirkan mobil didalam kapal, Aisyah dengan semangat keluar dari mobil duluan.


"Sayang aku mau keatas." Aisyah terlihat seperti anak kecil yang sedang kesenangan.


"Hei hati-hati..!" Bastian mengikuti istrinya dari belakang.


"Aku mau ke deck paling atas, pasti dari saya pemandangannya indah." Aisyah tersenyum ceria.


Tidak salah kakak ipar sangat tergila-gila pada nona Aisyah. Nona Aisyah sangat imut kalau sedang bertingkah seperti itu. Serly melihat kearah Aisyah yang sedang berlari-lari kecil.


Setelah berada di deck paling atas Aisyah langsung membentangkan kedua tangannya sambil memejamkan matanya.


Rose aku tau kenapa alasannya kau sangat bahagia saat itu, ternyata momen seperti ini sangatlah luar biasa rasanya. Bayangan Rose yang diperankan Kate Winslet dalam film Titanic bermain-main di imajinasi Aisyah.


"Jack kau tidak mau memeluk Rose mu?" Abimayu menggoda kakaknya.


"Hei apa kau kira aku Leonardo DiCaprio." Bastian menjawab pelan gurauan adiknya.


Sengaja Bastian tidak mau bersuara keras, Bastian tidak mau suaranya didengar istrinya dan akhirnya merusak momen indah yang tengah dirasakan oleh istrinya.

__ADS_1


"Kak." Abimayu meyodorkan ponselnya pada kakaknya.


"Buat apa?" Bastian bingung kenapa tiba-tiba adiknya memberikan ponselnya pada dia.


"Kakak tidak mau mengabadikan momen seperti ini?" Abimayu memandang serius pada kakaknya.


Tanpa menjawab pertanyaan adiknya, Bastian langsung memoto istrinya yang masih memejamkan matanya dalam keadaan kedua tangan terbentang.


Ternyata kakak adik ini ada momen-momen tertentu, dimana mereka itu sangat saling pengertian satu sama lainnya, tanpa diminta oleh saudaranya, mereka langsung memberikan apa yang sedang dibutuhkan oleh saudaranya. Aku kira mereka hanya bisa terus-terusan untuk berusaha saling membunuh. Serly tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh tunangannya.


Bastian tahu istrinya saat ini masih belum berhenti berimajinasi menjadi Rose.


Ckrek ckrek ckrek Bastian beberapa kali memoto menggunakan ponsel adiknya yang tadi diberikan adiknya pada dia.


"Sayang apa yang kamu lakukan?" Aisyah membuka matanya setelah mendengar ada suara kamera ponsel.


Muka Aisyah langsung memerah setelah menyadari apa yang suaminya lakukan. Aisyah langsung berlari kecil mendekat kearah suaminya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya, untuk menutupi rasa malunya.


Serly langsung meleleh melihat apa yang Aisyah lakukan itu.


"So sweet." Tanpa sadar Serly bergumam pelan.


Abimayu mendengar apa yang diucapkan oleh tunangannya itu, lalu Abimayu mengedipkan matanya pada tunangannya.


"Ingin melakukan hal yang sama?" Abimayu membentangkan kedua tangannya bersiap-siap menerimah pelukan dari tunangannya.


"Bajing*n kecil ini ponselmu." Bastian melempar ponsel yang ada ditangannya pada adiknya.


Kerena tidak mau ponselnya hancur terjatuh ke deck kapal, mau tidak mau Abimayu langsung menangkap ponsel yang dilempar oleh kakaknya kearah dia.


"Ingat dia belum menjadi istrimu, jadi jangam macam-macam dulu." Bastian melotot kearah adiknya.


Kenapa sekarang aku merasa, kalau dia bertingkah sok suci. Apa dia lupa sebelum menikah, dia sudah puluhan kali memeluk dan mencium nona Aisyah? Serly memandang sebal kearah calon kakak iparnya.


"Hei apa kau dimiliter tidak diajarkan cara berterimah kasih..?!" Abimayu mengejek kakaknya.


"Terimah kasih."


"Kau memang tidak cocok jadi kakak ku."


"Aku tidak berharap terlahir jadi kakakmu." Bastian menyeringai kearah adiknya.


Mereka telah kembali kewujud asli mereka. Dasar keluarga monster..!! Serly terlihat kesal melihat tingkah kedua kakak adik itu.


Setelah berada dua jam lebih didalam kapal feri, akhirnya mereka telah sampai diseberang dipelabuhan bakauheni lampung.


Setelah berhasil keluar dari kapal feri, mobil mereka terlihat langsung menuju salah satu restaurant yang ada dipelabuhan bakauheni.


Sesampainya didalam restaurant.


"Selamat malam pak bu." Salah satu waiters menyapa mereka.


"Selamat malam." Aisyah tersenyum ramah pada waiters yang tadi datang kemeja mereka.


"Silahkan bu." Waiters itu menyodorkan daftar menu pada Aisyah.


Aisyah bukannya menerimah daftar menu yang disodorkan pada dia, tapi Aisyah malah melihat kearah luar restaurant.


Semua orang yang ada disitu langsung mengikuti arah pandangan Aisyah.


"Siapa anak itu." Aisyah menunjuk kearah luar.


"Anak itu memang sering meminta-minta didepan restaurant ini." Waiters menjawab pertanyaan Aisyah.


"Panggil dia kesini." Aisyah meminta pada sang waiters untuk memanggil anak kecil yang ada didepan restaurant yang sedang meminta-minta itu.

__ADS_1


__ADS_2