
Malam harinya Bastian datang bersama Keyra menghadap Adiguna Cokrominoto. Adiguna Cokrominoto sudah menunggu kedatangan mereka berdua diruang kerjanya.
Bastian duduk dihadapan Adiguna Cokrominoto dengan kepala posisi tertunduk. Tampak Bastian tidak berani menatap kearah wajah Adiguna Cokrominoto. Bastian merasa malu kalau harus bertemu pandang dengan Adiguna Cokromimoto, setelah apa yang telah dia lakukan pada Aisyah.
Melihat Bastian tidak ada tanda-tanda mau melepas topi dan masker yang dia pakai, Adiguna Cokrominoto merasa sangat geram. Bagi Adiguna Cokrominoto apa yang dilakukan Bastian itu sungguh tidak menghargai dia sama sekali.
Pak Lukman berdiri siaga disebelah Adiguna Cokrominoto. Pak Lukman terlihat sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Harimau Kumbang tidak kalah siaganya berdiri dibelakang Bastian. Sedangkan Keyra berdiri disebelah Harimau Kumbang. Keyra tampak mengawasi dengan siaga setiap pergerakan yang akan pak Lukman lakukan.
"Apa kau bersedia bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan pada putriku?" Adiguna Cokrominoto berkata pada Bastian, sambil menatap tajam kearah Bastian.
Bastian tahu dari nada bicara Adiguna Cokrominoto bicara pada dia, terdengar sekali kalau Adiguna Cokrominoto sangat membencinya.
"Tanggung jawab seperti apa yang tuan maksud?" Bastian bertanya dengan kepala masih tertunduk.
Brakkk..! Adiguna Cokrominito menggebrak meja yang ada dihadapannya. Adiguna Cokrominoto tidak bisa lagi menahan amarahnya setelah mendengar pertanyaan bodoh Bastian.
"Menurutmu pertanggung jawaban seperti apa yang minta seorang ayah pada laki-laki yang telah memperkosa putrinya?" Adiguna Cokrominoto berbicara dengan berapi-api.
"Saya bersedia tuan, asal putri tuan mau menerimah saya." Bastian bicara pelan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Bastian Harimau Kumbang menjadi panik, pak Lukman tidak kalah paniknya dengan Harimau Kumbang. Harimau Kumbang tidak bisa membayangkan kalau Bastian benar-benar akan menikahi putri majikannya itu.
Adiguna Cokrominoto berkata seperti tadi, itu hanya siasat mereka saja untuk menjebak Bastian. Sebenarnya sekarang mereka sedang menunggu kedatangan Sumanto.
Adiguna Cokrominoto sudah menyuruh Aisyah menghubungi Sumanto, tapi sekarang Adiguna Coktrominoto belum mendapat kabar dari Aisyah, apakah Sumanto sudah datang apa belum.
Adiguna Cokrominoto memandang kearah Harimau Kumbang, pandangan Adiguna Cokrominoto pada Harimau Kumbang itu adalah suatu isyarat meminta pendapat pada Harimau Kumbang, apa yang harus mereka lakukan sekarang.
Harimau Kumbang hanya diam tidak memberikan reaksi apa-apa. Harimau Kumbang sadar saat itu Keyra sedang mengawasinya. Sedikit saja dia memberikan isyarat pada Adiguna Cokrominoto pasti Keyra akan menyadarinya.
Tiba-tiba ponsel yang disaku Harimau Kumbang bergetar. Harimau Kumbang segera melihat pesan whatsApp yang dikirim keponselnya. Setelah melihat pesan whatsApp dari ponselnya Harimau Kumbang menatap tajam kearah Keyra.
"Kau licik Keyra..!" Harimau kumbang Berkata geram pada Keyra dengan suara pelan, agar Adiguna Cokrominoto dan pak Lukman tidak mendengar apa yang dia katakan.
"Jangan kau kira kami tidak sadar kalau kalian berusaha menjebak kami, walaupun kami tidak tahu jebakan seperti apa yang akan kalian coba lakukan. Kalian juga licik Harimau Kumbang." Keyra berkata dingin pada Harimau Kumbang, tentu saja Keyra bicara dengan suara pelan agar apa yang dia katakan tidak didengar oleh orang lain.
Harimau Kumbang menerimah kiriman rekaman vidio yang dikirim dari whatsApp. dalam rekaman vidio itu berisi seorang wanita yang sedang bermain dengan anak kecil didepan halaman rumahnya. Wanita dan anak kecil yang ada dalam rekaman vidio itu adalah istri dan anak Harimau Kumbang.
Rekaman vidio itu untuk memberi tahu pada Harimau Kumbang, kalau orang yang mengirim rekaman vidio itu sekarang sedang mengawasi anak dan istri Harimau Kumbang. Itu artinya kalau Harimau Kumbang berani bertindak macam-macam maka mereka akan menghabisi nyawa anak dan istri Harimau Kumbang.
__ADS_1
"Panggil Aisyah kesini pak Lukman." Adiguna Cokrominoto memberi perintah pada pak Lukman.
"Baik tuan."
Lalu pak Lukman segera buru-buru keluar dari ruangan kerja Adiguna Cokrominoto untuk memanggil Aisyah. Beberapa saat kemudian pak Lukman datang lagi bersama Aisyah.
"Bagaimana nak?" Adiguna Cokrominoto bertanya pada Aisyah.
"Dia tidak mau datang bi, dia bilang setelah jam lima maka jam kerjanya habis." Aisyah menjawab pertanyaan abinya.
"Ya sudahlah." Adiguna Cokrominoto mengibaskan tangannya. Itu tanda kalau Adiguna Cokrominoto tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.
Mendengar apa yang dibicarakan Adiguna Cokrominoto dan Aisyah itu Keyra menjadi bingung. Tapi Keyra tahu kalau melihat dari cara bicara mereka tadi itu, meraka seperti telah gagal melakukan rencana mereka.
"Jadi bagaimana nak? Apakah kau bersedia menikah dengan laki-laki bernama Bastian ini?" Adiguna Cokrominoto bertanya pada Aisyah sambil menunjuk pada Bastian.
Aisyah menatap penuh selidik pada laki-laki yang duduk dihadapan abinya, yang tadi abinya katakan sebagai bastian.
"Ya bi, Aisyah mau menikah dengan Bastian, kerena Bastian adalah calon ayah janin yang sekarang Aisyah kandung." Aisyah menjawab dengan suara pelan.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu terdiam setelah mendengar apa yang Aisyah katakan. Pihak Adiguna Cokrominoto sadar semua rencana yang mereka buat sudah gagal. Tapi bukan berarti juga mereka akan membiarkan laki-laki bernama Bastian itu akan menikahi Aisyah.
Keyra memandang Aisyah dengan tatapan heran. Keyra tidak percaya kalau Aisyah akan bersedia menikah dengan Bastian, setelah apa yang telah Bastian perbuat pada Aisyah.
"Apa maksudmu nak?" Adiguna Cokrominoto bingung mendengar apa yang Aisyah barusan katakan.
"Bi Aisyah tahu cara Bastian memandang Aisyah itu seperti apa, Aisyah juga mengenal detakan jantung Bastian. Bahkan hembusan napas Bastian Aisyah juga hafal bi. Dia bukan Bastian bi." Aisyah menunjuk pada laki-laki yang duduk dihadapan abinya.
"Siapa kamu sebenarnya..!" Pak lukman langsung menodongkan pistol kearah laki-laki yang mengaku sebagai Bastian.
"Jangan coba-coba macam-macam kalau tidak mau kepalamu pecah..!" Keyra juga telah mengeluarkan pistolnya dan langsung menodongkan pistolnya pada pak Lukman.
Laki-laki yang mengaku sebagai Bastian juga sudah mengeluarkan pistolnya dan telah menodongkan pistolnya pada Adiguna Cokrominoto.
Keadan tiba-tiba berubah menjadi sangat tegang dan mencekam.
Harimau Kumbang terlihat tidak melakukan tindakan apa-apa. Tentu saja melihat Harimau Kumbang hanya berdiam diri saja seperti itu membuat pak Lukman dan Adiguna Cokrominoto merasa sangat heran.
Pak Lukman dan Adiguna Cokrominoto tidak Tahu kalau pihak Srigala Malam sudah mengancam Harimau Kumbang untuk membunuh anak istri Hariamu Kumbang, kalau Harimau Kumbang berani bertindak macam-macam.
"Berani sekali kau menodong pistol pada abi." Aisyah mendorong tubuh laki-laki yang mengaku sebagai Bastian.
__ADS_1
"Diammm..!" Laki-laki yang mengaku sebagai Bastian membentak Aisyah sambil mengarahkan pistolnya pada Aisyah.
"Ayo tembak..! Bunuh saya." Aisyah sedikitpun tidak merasa takut, walaupun saat itu laki-laki yang mengaku sebagai Bastian sudah menodong pistol kearah dia. Aisyah malah menantang agar laki-laki yang mengaku Bastian itu menembak dia.
"Aisyahhh..." Adiguna Cokrominoto merasa sangat khawatir kalau laki-laki yang mengaku sebagai Bastian itu benar-benar menembak Aisyah.
"Ingat kalau kau membunuhku, kau juga akan membunuh janin yang sedang aku kandung. Apa kau kira Bastian akan membiarkan kamu tetap hidup, kalau kau sudah membunuh calon anaknya." Aisyah membawah-bawah nama Bastian untuk mengancam laki-laki yang menodongkan pistol kearah dia.
Mendengar apa yang dikatakan Aisyah itu, laki-laki yang mengaku sebagai Bastian menyipitkan matanya. Dia tidak menyangka Aisyah akan berkata seperti itu. Perkataan Aisyah itu seolah-olah dia sangat yakin kalau Bastian tidak akan tinggal diam, kalau seandainya terjadi sesuatu dengan Aisyah.
Brakkk..! Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu dari luar. Setelah pintu terbuka ada beberapa orang yang masuk secara paksa kedalam ruang kerja Adiguna Cokrominoto. Orang-orang yang baru masuk itu langsung menodongkan pistol mereka kearah Keyra dan laki-laki yang mengaku sebagai Bastian.
"Ternyata kau sudah tidak menyayangi lagi anak dan istrimu Harimau Kumbang." Keyra menatap tajam pada Harimau Kumbang.
"Tungguuu..! Ini bukan aku yang merencakannya." Harimau Kumbang terlihat khawatir.
"Kalau bukan kau siapa lagi Harimau Kumbanggg..!" Keyra membentak Harimau Kumbang.
"Aku yang merencakannya. Aku yang memberi perintah pada mereka untuk bersiaga didepan pintu." Pak lukman memberi tahu pada Keyra.
"Kau tua bangka sialan, apa kau mau kami melakukan pada anak dan istrimu? Seperti apa yang kami lakukan pada anak dan istri Harimau Kumbang." Keyra mengancam pak Lukman.
"Apa yang kau maksud." Pak Lukman memandang geram pada Keyra.
"Jangan bergerakkk..!" Terdengar ada suara orang seperti memberi ancaman.
Semua anak buah pak Lukman melihat kearah suara orang yang memberi ancaman itu. Terlihat dari luar ruangan kerja Adiguna Cokrominoto telah berdiri sepuluh orang menodongkan pistol kearah semua anak buah pak Lukman.
"Kau lihat sekarang tua bangka, bukan hanya kau yang punya rencana." Keyra tersenyum mengejek kearah pak Lukman.
"Wanita sialan..!" Pak Lukman memaki Keyra, sambil menatap tajam pada Keyra. Pak Lukman sekarang sadar meraka sudah kalah.
"Apakah tuan benar-benar manginginkan rumah tuan menjadi banjir darah?" Keyra berkata pada Adiguna Cokrominito, tanpa memperdulikan pak Lukman yang sedang memandang kearah dia dengan sangat geram.
"Keyra kau pikir rumah kami las vegasss..! Sehingga kalian bebas bertingkah seperti koboi." Aisyah mendorong Keyra dengan kuat, sehingga membuat Keyra terjatuh kelantai.
Melihat apa yang dilakukan Aisyah pada Keyra itu, beberapa anak buah Keyra langsung mengarahkan pistol mereka kearah Aisyah.
"Stoppp..!" Keyra berteriak pada anak buahnya yang menodongkan pistol pada Aisyah.
"Keyra bawah pergi anak buahmu dari siniii..!" Aisyah membentak Keyra, Aisyah seperti tidak takut sama sekali kalau sekarang beberapa anak buah Keyra bisa saja menembak dia kapan saja atas perintah Keyra.
__ADS_1
"Maafkan kami nona, kami melakukan ini untuk membela diri, kalau tidak tua bangka itu akan membunuh kami." Keyra lalu berdiri dan menatap sinis kearah pak Lukman.
Semua orang ada disitu merasa sangat heran, kenapa Keyra terlihat sangat menghormati Aisyah. Adiguna Cokrominoto saja tidak dipandang sama sekali oleh Keyra. Mereka semua bertanya-tanya apa yang membuat Keyra sangat menghormati Aisyah.