
Setelah acara talkshow selesai Aisyah, Reina dan Sumanto segera berpamitan pulang pada Riko. Sesampainya dilobi parkiran, saat mereka bertiga baru mau masuk mobil, tiba-tiba mereka mendengar ada suara wanita menjerit.
"Tolonggg..!" Suara prempuan itu terdengar sangat ketakutan.
Mereka bertiga melihat kearah suara wanita tadi yang minta tolong. Lalu mereka bertiga segera berlari kearah darimana tadi mereka mendengar suara ada teriakan wanita yang minta tolong.
"Natalie..!" Aisyah sangat kaget, Aisyah sama sekali tidak menduga ternyata wanita yang minta tolong tadi adalah Natalie.
"Aisyah..!" Natalie melihat kearah Aisyah
"Jangan coba-coba ikut campur, kalau kalian masih sayang nyawa..!" Salah satu laki-laki membentak kearah mereka bertiga.
Laki-laki yang membentak tadi ternyata menyandera Natalie. Laki-laki itu membekuk tangan Natalie kebelakang sambil menempelkan pisau keleher Natalie.
"Pergi..! Ini bukan urusan kalian." Laki-laki yang menyadera Natalie mengancam mereka bertiga.
"Siapa mereka?" Sumanto bertanya pada Natalie.
Tidak jauh dari Natalie Sumanto melihat ada satu orang sedang pukul oleh dua pria. Orang dipukul itu mungkin teman Natalie, dia tidak berani melawan, kerena Natalie dijadikan sandera. Kalau dia melawan maka mereka akan mencelakai Natalie.
"Mereka Geng Laba-laba Merah." Laki-laki tadi yang dipukul memberi keterangan.
"Tutup mulutmu..!" Salah satu anggota Geng Laba-laba merah membentak teman Natalie.
"Laba-laba Merah?" Sumanto terlihat heran.
"Andre menangkap beberapa anggota Laba-laba Merah, makanya mereka dendam sama Andre." Natalie memberi keterangan pada Sumanto.
"Dia siapa?" Sumanto bertanya pada Natalie sambil melihat kearah Andre.
"Andre seorang polisi."
Setelah mendengar keterangan Natalie sekarang Sumanto paham kenapa Geng Laba-lama Merah menyerang Andre.
"Lepaskan dia." Sumanto berkata dingin pada anggota Geng Laba-laba Merah yang menyadera Natalie.
"Jangan coba-coba jadi pahlawan bung. Biasanya seorang pahlawan itu berumur pendek." Anggota Laba-laba merah yang menyandera Natalie tersenyum mengejek pada Sumanto.
"Tapi orang yang terlalu banyak bicara biasanya umurnya jauh lebih pendek." Sumanto balas mengejek.
"Jangan mendekat kalau tidak mau wanita ini menjadi celaka"
"Hahaha..! Kau terlalu naif kalau berpikir aku peduli sama dia." Sumanto menunjuk pada Natalie.
Tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh sumanto itu Natalie menjadi marah pada Sumanto. Aisyah dan Reinapun kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Sumanto itu.
"Apa maksudmu..?" Anggota Laba-laba merah yang menyandera Natalie tidak paham apa yang dikatakan oleh Sumanto.
"Kau boleh membunuh dia, setelah itu jangan harap nyawamu masih berada pada tubuhmu, satu hal lagi kalau kau membunuh dia, maka polisi itu jadi bisa melawan." Sumanto menunjuk kearah Andre.
Selesai berkata Sumanto memasukan tangan kanan kedalam saku celananya. Lalu dengan gerakan yang sangat cepat Sumanto mengeluarkan tangannya dari sakunya dan melempar suatu benda kearah anggota Laba-laba Merah yang menyandera Natalie.
Crasss..! Benda yang dilempar oleh Sumanto menancap dimata kanan anggota Laba-laba Merah yang menyandera Natalie, ternyata benda yang digunakan oleh Sumanto untuk menyerang anggota Laba-laba merah yang menyandera Natalie adalah koin.
Melihat apa yang dilakukan oleh Sumanto itu semua orang yang ada disitu menjadi sangat kaget.
__ADS_1
Dua orang anggota Laba-laba Merah yang tadi memukul Andre sampai mundur beberapa langkah, mereka berdua memandang kearah Sumanto dengan wajah ketakutan.
Siapa dia..? Aku yakin tidak satupun seorang polisi mampu melakukan apa yang dia lakukan tadi. Andre memandang takjub pada Sumanto.
"Kebetulan aku sedang kesal, jadi berikan aku sedikit hiburan agar kekesalanku bisa sedikit berkurang." Sumanto menatap dingin pada kedua anggota Laba-laba merah yang tadi memukul Andre.
Bukkk..! Tendangan Sumanto sudah bersarang telak mengenai tubuh anggota Laba-laba Merah yang tadi menyandera Natalie. Anggota Laba-laba Merah yang kena tendangan Sumanto itu terpental beberapa meter.
Semua orang disitu seperti tidak melihat kapan Sumanto berlari kearah anggota Laba-laba Merah yang menyandera Natalie. Tahu-tahu anggota Laba-laba Merah yang menyandera Natalie itu sudah terpental terkena tendangan Sumanto.
"Ayo beri aku hiburan yang sedikit menarik, masak hanya seperti ini kemampuan anggota Geng Laba-laba Merah. Kalau hanya seperti ini kemampuan kalian sungguh menyedihkan nasib Geng Laba-laba Merah." Sumanto berjongkok untuk mengambil pisau yang ada dilantai, pisau itu tadi yang terlepas dari tangan anggota Laba-laba Merah yang terkena tendangan Sumanto.
"Siapa kamu sebenarnya..!" Salah satu anggota Laba-laba Merah bertanya ketakutan pada Sumanto.
"Aku malaikat pencabut nyawa, aku sangat merasa terhibur membunuh orang-orang seperti kalian." Sumanto berkata dingin pada anggota Laba-laba Merah yang tadi bertanya.
Walau saat itu posisi Sumanto masih berjongkok berada beberapa meter dari dua anggota Laba-laba Merah, tapi bagi kedua anggota Laba-laba merah saat itu posisi Sumanto seperti hanya berada beberapa inci dari hadapan mereka.
"Kamu tidak ada masalah dengan Laba-laba Merah, jadi tidak ada alasan untuk kamu membunuh kami." Anggota Laba-laba Merah terdengar seperti mau menghindar berurusan dengan Sumanto.
"Membunuh orang-orang seperti kalian tidak butuh alasan." Kata-kata Sumanto semakin terdengar menakutkan bagi anggota Laba-laba Merah.
Saat ini Sumanto terlihat sangat berbeda. Bahkan cara bicara Sumanto pun terdengar sangat berbeda. Biasa Sumanto selalu mengunakan kata kula setiap mau mengatakan saya, tapi saat ini Sumanto sama sekali tidak menggunakan kata kula. karakter jawa seperti hilang pada diri Sumanto.
Sumanto berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi kearah kedua anggota Laba-laba Merah yang masih berdiri memandang sumanto dengan wajah ketakutan.
Crasss..! Sumanto menusuk mata salah satu anggota Laba-laba merah.
Akkk..! Anggota Laba-laba Merah yang matanya ditusuk oleh Sumanto menjerit kesakitan.
"Hahaha..! Menjeritlah sepuasmu sebelum nyawamu hilang." Lalu Sumanto mencabut pisau yang tadi ditusuknya pada mata anggota Laba-laba Merah.
Crasss..! Sumanto menusuk pisau kearah paha kiri anggota Laba-laba Merah yang berteriak kesakitan.
"Hahaha aku yakin kau tidak akan mati semudah itu." Sumanto seperti sangat menikmati menyiksa anggota Laba-laba merah.
"Bastian cukuppp..!" Aisyah tiba-tiba berteriak pada Sumanto.
Tentu saja mendengar Aisyah berteriak padanya dengan menyebut dia Bastian, itu sangat membuat Sumanto sangat kaget.
Tubuh Sumanto tiba-tiba gemetaran seperti orang ketakutan, tanpa sadar Sumanto langsung melepaskan pisau yang tadi digunakannya untuk menyiksa anggota Laba-laba Merah.
Aisyah berlari kearah Sumanto, sesampainya didekat Sumanto, Aisyah langsung memeluk Sumanto dari belakang.
Melihat apa yang dilakukan Aisyah itu Reina dan Natalie terlihat sangat kaget.
"Cukup Bas... Aku takut." Aisyah memeluk Sumanto sambil menangis ketakutan.
Tubuh Sumanto semakin terlihat gemetaran. Sumanto gemetar bukan hanya kerena dipeluk oleh Aisyah tapi kerena beberapa kali Aisyah menyebut dia sebagai Bastian.
"Matilah kau Bangs*t..!" Salah satu anggota Laba-laba merah mengayunkan pisau kearah Sumanto.
Kerena tubuhnya dipeluk Aisyah dari belakang jadi Sumanto tidak bisa bebas bergerak, jadi Sumanto menangkis serangan anggota Laba-laba Merah hanya secara replek menggunakan tangan kirinya.
Crasss..! Pisau yang digunakan anggota Laba-laba Merah menancap dilengan kiri Sumanto.
__ADS_1
"Bastiannn..!" Aisyah menjerit ketakutan melihat tangan kiri Sumanto tertancap pisau.
Kerena tidak kuat melihat darah yang keluar dari lengan Sumanto akhirnya Aisyah pingsan.
Dorrr..! Terdengar suara tembakan.
Tiba-tiba anggota Laba-laba Merah yang tadi menusuk lengan Sumanto mati terkapar, kerena timah panas sudah bersarang dikepalanya.
Terlihat ada beberapa orang berlari kearah Sumanto. Orang yang paling depan terlihat adalah seorang wanita.
Dia adalah wanita yang dulu menolong Aisyah waktu ditoko sepatu. Reina ingat siapa wanita yang sedang berlari kearah Sumanto.
"Keyra ingat Laba-laba Merah tidak akan melupakan begitu saja apa yang barusan kau lakukan." Anggota Laba-laba Merah berteriak marah pada Keyra.
"Srigala Malam selalu menantikan kedatangan Laba-laba Merah." Keyra berkata dingin pada anggota Laba-laba Merah yang tadi berteriak padanya.
****
Beberapa hari kemudian.
Disalah satu hotel ada seorang pria sedang duduk sendiri. Tampaknya pria itu sedang menunggu kedatangan seorang.
Tok... Tok... Tok terdengar pintu kamar hotel ada yang mengetuk dari luar.
Pria yang tadi duduk segera berjalan kepintu untuk melihat siapa yang datang.
"Kolonel Robin." Pria yang membuka pintu menyapa orang yang baru datang.
"Harimau Kumbang tampaknya ada urusan yang sangat penting, sehingga kau mengundangku kesini." Pria yang baru datang memakai seragam tentara tersenyum pada Harimau kumbang.
"Apakah kemampuanku sudah begitu payah, sehingga kau dengan sangat mudah membaca apa yang aku rencanakan." Harimau Kumbang membalas tersenyum pada kolonel Robin.
"Harimau Kumbang kita sudah saling kenal cukup lama dan kita juga sudah sering saling bantu dalam banyak hal, jadi wajar aku bisa membaca apa yang akan kau lakukan."
"Sudahlah duduklah dulu aku yakin kau mengetahui apa yang akan aku tanyakan padamu."
"Asal kau jangan tanyakan bagaimana cara untuk masuk surga, aku pasti akan membantumu." Kolonel Robin bergurau pada Harimau Kumbang.
"Hahaha aku tidak yakin orang seperti kita akan masuk surga, jadi buat apa aku menanyakan cara masuk surga padamu." Harimau Kumbang membalas gurauan kolonel Robin.
"mungkin orang sepertimu cukup pantas berada dineraka."
"Aku sedang menyelidiki seorang, tapi sedikitpun aku tidak menemukan keterangan siapa orang itu." Harimau Kumbang langsung bertanya serius tidak mau lagi membalas gurauan kolonel Robin.
"Tentunya orang itu sangat hebat hingga orang sepertimu saja tidak dapat mengetahuinya.
"Makanya aku mengundangmu. Orang ini tidak memiliki latar belakang seperti kami, kalau dia berasal dari dunia seperti kami, maka aku pasti bisa mengetahui siapa dia."
"Jadi kamu berpikir orang itu memiliki latar belakang seperti kami?"
"Bisa jadi seperti itu."
"Coba aku lihat siapa orang yang kau maksud." Kolonel Robin juga penasaran siapa orang yang sedang diselidiki oleh Harimau Kumbang.
"Ini orangnya." Harimau Kumbang mengeluarkan dan langsung meletakan beberapa foto diatas meja.
__ADS_1
"Dari mana kamu kenal dia?" Kolonel Robin tampak kaget melihat foto yang ditunjukan oleh Harimau kumbang.
"Aku tidak mengenal dia."