
"Cepat masuk..!" Anggota Laba-laba Merah menarik Aisyah dengan kasar.
"Cepattt..!" Reina pun ditarik secara paksa agar mereka segera masuk kedalam mobil.
Ketiga orang yang datang mencoba menyelamatkan Aisyah dan Reina hanya bisa melihat saja saat Aisyah dan Reina dimasukan kedalam mobil.
"Apa yang akan kita katakan pada mayor Bastian kalau kita gagal menjalankan tugas dari dia." salah satu anak buah bastian berkata pada temannya.
Ternyata ketiga pria itu anak buah mayor Bastian.
"Jangan pikirkan itu dulu. Sekarang kita harus mencari cara agar kita bisa memyelamatkan kedua wanita itu." Pria yang menjadi pemimpin dari ketiga pria itu berkata pada kedua temannya.
*****
Didalam mobil Adiguna Cokrominoto.
"Tora apa cuma segini kemampuanmu menyetir." Pak lukman terlihat kesal pada sopir pribadi Adiguna Cokrominoto.
"Baik pak, saya akan berusaha lebih cepat lagi." Laki-laki yang bernama Tora tahu kalau pak Lukman sedang marah.
"Bukan berusaha tapi harusss..!" Pak Lukman membentak Tora.
"Baik pak." Tora menjawab patuh.
Semua orang yang bekerja dirumah Adiguna Cokrominoto tidak ada yang berani membantah setiap perkataan pak Lukman, kerena mereka tahu pak Lukman orang yang paling dipercaya oleh Adiguna Cokrominoto Group. Menentang pak Lukman sama saja seperti menentang Adiguna Cokrominoto.
"Kalau kemampuan menyetirmu sudah seperti ini, kau sudah tidak pantas bekerja lagi pada Adiguna Cokrominoto Group." Pak Lukman berkata kesal pada Tora.
Tora tidak berani menjawab perkataan pak Lukman.
"Pak Lukman kita harus tenang." Adiguna Cokrominoto berkata pada pak Lukman.
"Tapi tuan..!"
"Kita semua mengkhawatirkan Aisyah, tapi kita juga harus memikirkan keselamatan kita juga. Bagaimana kita bisa menyelamatkan Aisyah kalau kita sendiri dalam bahaya." Adiguna Cokrominoto berkata bijak.
*****
Diatas motor Harimau Kumbang.
"Mayor coba tenanglah sedikit." Harimau Kumbang berkata pada Bastian.
"Kita sedang menggunakan motor apa sedang menggunakan keong."
"Mayor sejak kapan keong ada mesin."
"Kalau ini motor buatlah seperti motor. Jangan lambat seperti keong." Bastian terlihat kesal pada Harimau Kumang.
"Tidak kusangka ternyata seorang mayor Bastian orang yang banyak bicara." Harimau Kumbang seperti menyindir Bastian.
"Sekali lagi kau bicara kupatahkan batang lehermu"
"Hahaha... Mayor sekarang kita sudah menjadi teman, jadi untuk apa kau mematahkan batang leherku."
"Aku tidak pernah merasa menjadi temanmu." Bastian menjawab dengan kesal.
"Bagaiman dua orang yang berada diatas motor yang sama bukan teman."
"Kalau begitu tukang ojek banyak teman, kerena tukang ojek selalu diatas motor dengan orang yang berbeda-beda."
"Jadi maksud mayor Bastian menganggap saya tukang ojek?"
"Aku tidak berkata seperti itu, tapi kau sendiri yang punya pemikiran seperti itu." Bastian tersenyum puas.
*****
Didalam mobil yang menculik Aisyah dan Reina.
"Lepaskan kami." Reina masih berontak.
"Diammm..!" Anggota laba-laba Merah membentak Reina.
__ADS_1
"Kalian sadar kalau kalian menculik Aisyah kalian akan dikejar banyak orang."
"Hahaha kami sudah terbiasa menghadapi hal itu."
"Kalian akan tahu nanti akibatnya kalau kalian berani berurusan dengan keluarga Adiguna Cokrominoto."
"Laba-laba Merah tidak pernah takut pada kelurga siapapun."
"Kalian telah menggali kuburan kalian sendiri."
"Hei gadis kecil darimana kau mendapatkan kata-kata seperti itu." Anggota Laba-laba Merah menganggap angin lalu perkataan Reina.
"Aku harap kalian tidak gemetar kalau nanti sedang melihat kemarahan monsters itu." Reina yakin Bastian sangat murka dengan apa yang telah dilakukan oleh Laba-laba Merah pada Aisyah.
Brakkk... Tiba-tiba mobil anggota Laba-laba Merah yang dibelakang seperti ada yang sengaja menyenggol mereka dari samping. Sehingga mobil Laba-laba merah hampir kehilangan kendali.
"Berhentiii..!!" Terdengar ada suara teriakan wanita dari dalam mobil yang menyenggol mobil Laba-laba Merah.
"Keyra..?!" Anggota Laba-laba Merah memandang kesal pada Keyra.
"Ini tidak ada urusannya dengan Srigala Malam, jangan ikut campur." Anggota Laba-laba Merah yang lainnya marah pada Keyra.
"Selama ini ada sangkut pautnya dengan Bastian, itu akan menjadi urusan kami."
"Keyra kau sudah terlalu jauh ikut kedalam urusan Laba-laba Merah."
"Merundukkk..!" Keyra memberi peringatan pada anak buahnya.
Dorrr... Pranggg... Kaca mobil Keyra pecah berhamburan jatuh keaspal terkena peluru tembakan dari anggota Laba-laba Merah.
"Kurang ajar..!" Keyra menjadi marah.
Dorrr...
akkk..! Tembakan Keyra mengenai salah satu bahu anggota Laba-laba Merah.
"Merundukkk..!!" Lagi-lagi Keyra berteriak memberi peringatan pada anak buahnya.
Dor dor dor dor dor lagi-lagi terdengar beberapa kali suara tembakan.
Kali ini suara tembakan berasal dari belakang mobil anggota Laba-laba Merah.
semua anggota Laba-laba Merah melihat kearah belakang.
"Seharusnya tadi kita habisi mereka." Anggota Laba-laba Merah memandang kesal pada tiga pengendara motor yang tadi menembak meraka.
Tiga orang yang tadi menembak mobil Laba-laba Merah ternyata adalah anak buah Bastian.
"Siapa mereka?" Keyra memandang bingung kearah tiga anak buah Bastian.
Dor dor dor dor dor
Lagi-lagi tiga anak buah Bastian memberondong beberapa kali tembakan kearah mobil Laba-laba Merah.
Didalam mobil anggota Laba-laba Merah yang ada didepan.
"Hahaha kalian lihat itulah kalau kalian berani menyentuh keluarga Adiguna Cokrominoto." Reina tertawa puas melihat anggota Laba-laba Merah mulai panik.
"Habisi mereka..!!" Salah satu anggota Laba-laba Merah memberi perintah pada dua temannya yang memegang Uzi submachine gun.
"Menghindarrr..!" Salah satu anak buah Bastian memberi peringatan pada kedua temannya.
Ketiga anak buah Bastian langsung berpencar untuk menghindari tembakan Uzi submachine gun yang digunakam oleh kedua anggota Laba-laba Merah.
Dua anak buah Bastian langsung mengarahkan motornya kearah kanan dan yang satunya lagi langsung berbelok dengan cepat kearah kiri.
"Jalannn..!" Salah satu nggota Laba-laba memberi perintah untuk pergi meninggalkan anak buah Bastian dan Keyra.
Kedua mobil anggota Laba-laba Merah melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kejaran tiga anak buah Bastian dan Keyra.
"Kejarrr..!" Keyra memberi perintah pada anak buahnya untuk mengejar kedua mobil anggota Laba-laba Merah.
__ADS_1
*****
Didalam mobil Adiguna Cokrominoto.
"Siapkan senjata. Sebentar lagi kita sampai dirumah nona Reina."
"Baik." Laki-laki yang sehari-harinya bertugas sebagai chef dirumah Adiguna Cokrominoto langsung mengambil senjata yang disimpan dikursi belakang pada pak Lukman.
Senjata yang diberikan pada pak Lukman adalah MP 5 senapan mesin ringan berasal dari jerman.
"Mereka menginginkan perang, maka kita berikan mereka peperangan." Pak lukman terlihat berapi-api.
MP 5 itu sangat jarang sesekali digunakan oleh pak Lukman, kalau tidak sedang menghadapi masalah genting seperti saat ini.
"mereka telah salah berurusan dengan orang." Anak buah pak Lukman yang bekerja sebagai chef terlihat geram, lalu dia mengambil FN 509 pistol semi otomatis yang sejak tadi diselipkan dipinggangnya.
"Itu mereka..!" Sopir yang bernama Tora menunjuk kearah tiga mobil yang sedang melaju dengan kencang kearah mereka.
"Mobil yang mana membawah nona Aisyah." Anak buah pak Lukman yang menjadi chef terlihat bingung.
"Pasti mobil yang paling depan." Pak Lukman berkata sangat yakin.
"Kita harus bisa menghentikan mereka." Tora langsung mengeluarkan pistolnya.
"Berhenti dipinggir." Lalu pak Lukman keluar dari mobil dan bersiap-siap menembakan MP 5 miliknya kearah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi kearah dia.
Tapi anggota Laba-laba Merah langsung melihat pak Lukman yang berdiri dipinggir jalan sambil memegang senjata. Laba-laba Merah sadar kalau pak Lukman akan menembak mobil mereka.
Sebelum pak Lukman sempat menembak mobil mereka, dua orang anggota Laba-laba Merah yang memegang Uzi machine gun langsung menembakan senjata mereka kearah pak Lukman terlebih dulu.
"Berlindunggg..!!" Pak lukman memberi peringatan pada anak buahnya.
Pak Lukman segera berlindung dibalik mobil dan dikuti kedua anak buahnya. Sedangkan Adiguna Cokrominoto masih berlindung didalam mobil.
Prang prang prang..!! Kaca mobil milik Adiguna Cokrominoto berhamburan terkena tembakan dari senjata milik anggota Laba-laba Merah.
Setelah mobil pertama anggota Laba-laba Merah berhasil melewati mereka pak Lukman segera keluar dari balik mobil.
"Arrrrrggghhhh..!!" Pak Lukman berteriak penuh kemarahan sambil menembak MP 5 senjata mesin yang ada ditangannya kearah mobil kedua milik anggota Laba-laba Merah yang mau melewati mereka.
Bummmmm..!!! Mobil yang kedua milik anggota Laba-laba Merah meledak terkena tembakan beruntun dari pak Lukman. mobil anggota Laba-laba Merah meledak, kerena tangki bensinnya terkena peluru dari senjata milik pak Lukman.
"Hahaha rasakan itu..!!" Pak Lukman tertawa puas untuk menghilangkan kekesalannya.
Anak buah pak Lukman sangat ngeri kalau sudah melihat pak Lukman tertawa seperti itu. Saat pak Lukman sudah tertawa dengan suara yang sangat keras, itu tandanya kemarahan pak Lukman sudah sangat memuncak.
"Situa itu boleh juga." Keyra melihat kearah pak Lukman.
"Jangan biarkan dia lolos..!" Pak lukman berteriak kearah Keyra.
"Sebaiknya kau pergi istirahat pak tua. Jangan sampai sakit pinggangmu kambuh." Keyra balas berteriak kearah pak Lukman.
"Aku belum setua yang kau katakan wanita sialan." Pak Lukman kesal mendengar teriakan Keyra. "Kau lihat barusan yang aku lakukan."
"Aku melihatnya Rambo tua. Kau hebattt..!" Keyra berteriak kearah pak Lukman sambil mengacungkan jempolnya.
"Hahaha jangan coba-coba menjadi musuhku kalau tidak mau bernasib sama dengan mereka."
"Hahaha kau sudah berani sombong sekarang pak tua."
Tiba-tiba tiga motor melaju dengan kecepatan tinggi melintas didepan pak Lukman. Tiga motor itu langsung mengejar mobil milik anggota Laba-laba Merah yang tadi berusaha kabur.
"Siapa mereka?" Pak Lukman berteriak pada Keyra.
"Entahlah kami tidak tau, tapi yang pasti meraka ada dipihak kita." Keyra memberi keterangan pada pak Lukman.
"Darimana kau tau mereka ada dipihak kita?" Pak Lukman ragu dengan apa yang Keyra katakan.
"Kau lihat sendiri pak tua." Mereka juga mengejar mobil Laba-laba Merah.
"Hei wanita sialan berhenti memanggil aku pak tua..!" Pak Lukman kesal kerena Keyra terus-terusan memanggil dia pak tua.
__ADS_1
"Hahaha..! Aku akan menyusul mereka pak tua, kalau tidak Bastian akan marah pada kami." Keyra langsung memberi tanda pada anak buahnya untuk mengejar mobil Laba-laba Merah.