DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
MENGGODA AISYAH HABIS-HABISAN


__ADS_3

Keren orang yang paling anti melihat orang lain terlihat lebih daripada dia, Keren selalu terbiasa menjadi nomor satu dalam segala hal. Apa lagi Keren selama ini mendapatkan segala sesuatu yang dia ingin berdasarkan kemampuan dia sendiri, bukan mengandalkan kekayaan orang tuanya.


Kerena selalu berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, sehingga membuat Keren berpikir hidup ini terlalu gampang dan terlalu membosankan, sampai Keren lupa kalau dia hidup masih memiliki tuhan.


Selama ini Keren selalu berpikir segala sesuatu yang terjadi atau yang diraih itu berdasarkan kemampuan dia sendiri, bukan kerena faktor-faktor lain. Keren tidak paham apapun yang terjadi dalam hidup dia, itu bukan hanya berdasarkan kemampuan dia sendiri, tapi ada campur tangan tuhan didalamnya dan Keren juga tidak sadar kalau tuhan juga bisa membolak-balikkan takdir seseorang seperti apapun yang tuhan mau, termasuk juga bisa menghancurkan Keren dalam waktu sekejap.


Aisyah orang tuamu boleh lebih kaya dari orang tuaku dan aku juga bisa terimah kalau aku kuliah diuniversitas milik orang tua kamu, tapi apa kau buta selama ini aku mendapat segala sesuatu berdasarkan kemampuanku sendiri, bukan seperti dirimu yang masih menjadi anak manja, yang masih mengandalkan orang tuamu. Akan aku buktikan kalau seorang keren tidak pernah kalah dari siapapun. Jangan menangis anak manja saat nanti laki-laki yang kau sayangi itu aku rampas dari tanganmu. Keren menyeringai sambil memandang kearah Aisyah.


"Jangan bilang kau mau merebut pria botak itu dari tangan Aisyah?" Salah satu dayang Keren berbisik ditelinga keren.


"Aku akan memberikan pelajaran pada anak manja itu, agar dia tidak selalu merasa hebat dihadapan kita." Keren semakin panas setelah mendengarkan bisikian salah satu dayangnya.


Keren merasa sangat yakin dapat merebut Bastian dari tangan Aisyah, walaupun Keren belum mengenal siapa Bastian sebenarnya. Selama ini Keren selalu bisa mendapatkan setiap pria yang dia inginkan, jadi Keren berpikir Bastian tidak jauh berbeda dari pria-pria yang dia taklukan selama ini.


Keren lupa kalau sebelum dia menaklukan segala sesuatu, seharusnya dia terlebih dulu mempelajari sesuatu yang akan dia coba taklukan itu seperti apa, sehingga dia dapat mengukur seberapa persen peluang kebarhasilan yang dia punya.


Memang zaman sekarang masih banyak orang yang berpikir orang lain itu selalu lemah dimata dia. Sehingga dia tidak pernah berpikir seberapa besar potensi yang dimiliki orang yang dia anggap lemah. Ketika orang itu terlihat lebih hebat dimata dia, maka dengan bodohnya dia akan berpikir orang itu sudah melakukan hal yang tidak wajar, kerena biasanya orang yang kalah akan selalu bilang curang.


"Enggak banget deh keren. Masak cowok botak tompelan gitu mau kamu gasak juga?" Salah satu dayang Keren melihat jijik kearah Bastian.


"Ini bukan persoalan jelek atau ganteng, ini persoalan siapa yang lebih hebat." Keren menjawab dengan berapi-api.


"Emang gak ada cowok lain Ker?"


"Cowok lain banyak, tapi masalahnya hanya cowok itu yang berharga dimata Aisyah."


Selesai bicara Keren langsung berjalan mendekat kearah Bastian.


"Hai aku Keren, temannya Aisyah." Keren mengulurkan tangannya pada Bastian.


"Saya Bastian." Bastian menjabat tangan Keren.


"Dia itu calon ayah anak aku Ker." Aisyah sengaja berkata seperti itu pada Keren, agar keren tidak mendekati Bastian lebih jauh.


"Wah selamat ya, kalian akan segera punya anak." Lalu Keren langsung memeluk Bastian. "Apakah kau bisa juga memberikan aku seorang anak seperti apa yang kau berikan pada Aisyah." Keren berbisik ditelinga Bastian.


Mendengar apa yang bisikan oleh Keren itu, Bastian secara replek langsung mendorong Keren, agar keren melepaskan pelukannya.


Melihat Bastian mendorong Keren secara kasar semua orang yang menyaksikan itu menjadi heran. Mereka yakin Keren sudah mengatakan sesuatu yang tidak disukai oleh Bastian, sehingga membuat Bastian mendorong Keren secara kasar.


"Aku mau istirahat, tolong kalian keluar." Aisyah berkata dengan nada tinggi.


Semua yang disitu paham kenapa tiba-tiba Aisyah langsung mengusir mereka semua keluar, itu tidak lain kerena Aisyah kesal melihat apa yang tadi Keren lakukan pada Bastian.


"Riko." Aisyah memanggil Riko.


"Iya mbak Aisyah." Riko berbalik badan melihat kearah Aisyah.


"Aku akan datang keacara kamu malam ini bersama Bastian."


Aisyah langsung memutuskan akan datang bersama Bastian keacara talk show Riko tanpa meminta persetujuan dari Bastisn terlebih dulu. Sedangkan Bastian hanya diam mendengar apa yang dikatakan oleh Aisyah barusan, Bastian tampaknya tidak berani protes sama sekali.


"Bastian kamu tinggal disini. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." Aisyah berkata pada Bastian dengan wajah cemberut.


"Baik non." Bastian menghentikan langkahnya untuk keluar dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Tutup pintunya."


"Baik non." Bastian langsung menutup pintu.


"Kesini kamu."


"Iya non." Bastian terus-terus menjawab patuh.


Bastian berjalan mendekat kearah Aisyah. Bastian tahu kalau Aisyah sedang marah dengan dia, makanya Bastian tidak berani memandang kearah wajah Aisyah.


Bastian sayanggg... Kamu klo patuh gini terlihat sangat manis. Aisyah senyum-senyum sendiri melihat Bastian berjalan kearah dia sambil menundukan kepala.


Buk buk buk Aisyah memukul dada Bastian setelah Bastian berada dihadapan dia.


"Gimana enak tadi dipeluk Keren..?" Aisyah langsung memasang muka galak.


"Saya gak meluk dia non." Bastian menjawab pelan sambil terus menundukan kepalanya.


"Klo kamu gak meluk dia, terus yang dipeluk Keren tadi siapa, hantu?" Aisyah masih berkata dengan nada tinggi.


"Wanita itu tiba-tiba langsung memeluk saya begitu saja non."


"Apa yang Keren bisikan kekamu tadi?" Aisyah mulai menurunkan nada bicaranya.


"Gak ada non." Bastian berusaha berbohong.


"Gak gak adaaa..!" Aisyah langsung membentak Bastian.


"Anu non." Bastian ragu akan mengatakan pada Aisyah apa yang tadi Keren bisikan pada dia.


"Dia bilang, apakah saya bisa memberikan dia anak seperti apa yang saya berikan pada non Aisyah." Bastian menjawab polos.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Bastian itu Aisyah langsung melotot. Aisyah terdiam beberapa saat tidak bisa berkata apa-apa. Lalu beberapa saat kemudian Aisyah melempar bantal yang ada disebelahnya kearah wajah Bastian.


"Awas kalau kamu berani melakukannya."


"Tapi kan non islam tidak melarang kalau seorang laki-laki memiliki istri lebih daripada satu." Tiba-tiba muncul keberanian dalam diri Bastian untuk menggoda Aisyah.


"Kamuuu..!" Aisyah melotot tajam sambil menunjuk wajah Bastian.


Aisyah segera turun dari ranjang, kerena terburu-buru sehingga membuat Aisyah terpeleset. Melihat Aisyah akan terjatuh, dengan sigap Bastian menangkap tubuh Aisyah, lalu menarik Aisyah kedalam pelukannya.


"Hati-hati, nanti terjadi kenapa-kenapa sama anak kita gimana?" Bastian berkata pelan ditelinga Aisyah.


Aisyah tidak menjawab perkataan Bastian. Aisyah masih mengatur napasnya. Sepertinya kejadian barusan membuat Aisyah sangat kaget.


"Kamu jahat Bas." Tiba-tiba terdengar isak tangis Aisyah.


"Kok jahat?" Bastian memandang lekat kewajah Aisyah, Bastian bicara sambil mengusap air mata yang ada dikedua pipi Aisyah menggunakan tangannya.


"Tadi kamu bilang mau punya istri lebih dari satu." Aisyah terdengar merengek seperti anak kecil.


"Jadi kamu mengizinkan aku punya istri lebih dari satu?" Bastian masih menggoda Aisyah sambil tersenyum manis.


"Tuh kan kamu jahat Bas." Aisyah memukul-mukul pelan dada Bastian. Isak tangis Aisyah terdengar kembali.

__ADS_1


"Gak sayang aku cuman bercanda." Bastian mencium kening Aisyah dengan lembut lalu memeluk erat tubuh Aisyah.


"Janji Ya jangan sampai tergoda sama Keren."


"Kamu jauh lebih menggoda sayang, makanya bisa ada dia." Bastian membelai lembut perut Aisyah.


"Awas kamu belum menjadi suami aku." Aisyah mendorong Bastian dari pelukannya. Wajah Aisyah tampak memerah kerena malu dengan apa yang Bastian lakukan barusan.


"Kok jadi suami. Emang kita pacaran?" Bastian masih terus menggoda Aisyah.


"Siapa juga yang mau jadi istri kamu? Ingat kamu itu sopir aku." Aisyah terlihat cemberut.


"Ya non aku memang sopir non Aisyah." Bastian kembali bersikap layaknya seorang sopir.


"Makanya jangan pernah bermimpi menjadi suami aku." Aisyah berlagak sok jual mahal.


"Berarti gak apa-apa non klo saya nikah sama wanita tadi." Bastian belum berhenti menggoda Aisyah.


"Bastiannn..! Kamu." Aisyah langsung lari kearah Bastian.


Bastian buru-buru membuka pintu, lalu lari keluar meninggalkan Aisyah sambil tertawa gelak. Tampaknya Bastian sangan puas setelah menggoda Aisyah habis-habisan.


Monsters ini kenapa terlihat sangat senang. Apa yang barusan dia lakukan dengan Aisyah didalam? Reina memandang heran pada Bastian.


"Rei..! Kamu masih disini?" Aisyah ternyata sudah berada disamping Reina.


"Ya aku dari tadi menunggu kalian membuka pintunya. Aku mau langsung masuk gak enak." Wajah Reina tampak cemberut.


"Gak enak kenapa?" Aisyah bertanya heran.


"Klo aku masuk kalian sedang anu-anu gimana?"


"Ihhh... Apain sih Rei."


"Terus ngapain tuh monsters keluar dari dalam ketawa kesenangan klo gak abis ngapa-ngapain dengan kamu didalam?"


"Otak kamu kayaknya harus dilaundry deh Rei, Biar gak kotor mulu pikirannya."


"Terus ngapain kalian didalam berduaan lama-lama klo gak sedang anu-anu?" Reina masih terlihat kesal


"Emang klo berdua didalam sudah pasti anu-anu ya?"


"Hanya kalian berdualah yang tau, kalian melakukan anu-anu apa gak didalam."


"Ya deh aku minta maaf, aku tau kamu kesal menunggu kelamaan sendirian diluar." Aisyah memang senyum termanisnya pada Reina, agar sahabatnya itu tidak terus marah sama dia.


"Aku disuruh Riko datang keacara dia, tapi katanya tunggu konfirmasi dari kamu dulu, klo kamu setuju aku boleh datang juga keacara talk show dia nanti malam."


"Ya bolehlah Reina sayanggg... Aku kan datang keacara talk show itu juga demi kamu." Aisyah langsung memeluk Reina.


"Makasih ya Syah." Reina menjadi terharu kalau mengingat sejauh mana apa yang telah Aisyah lakukan untuk membuat dia bisa dekat dengan Riko.


"Semoga Riko cepat sadar kalau dicintai bidadari secantik kamu itu adalah suatu anugrah buat dia." Aisyah membelai lembut punggung Reina.


"Jujur Syah terkadang aku iri sama kamu, meskipun hubungan kamu dengan monsters itu tidak diawali dengan baik, tapi aku tahu monsters itu sangat menyayangi kamu."

__ADS_1


"Siapa yang kamu bilang monsters?" Tiba-tiba Bastian sudah berada didekat mereka.


__ADS_2