DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
KEKEJAMAN PEMIMPIN LABA-LABA MERAH


__ADS_3

Dor dor dor dor Keyra berhasil membunuh empat anggota Laba-laba Merah dalam hitungan detik.


Dia masih sangat muda, tapi keahlian dalam menggunakan senjata api sangat luar biasa. Orang seperti dia sangat merepotkan kalau dijadikan musuh. Pak Lukman memandang penuh kagum pada Keyra.


Dor dor dor dor Lagi-lagi Keyra dengan muda dapat membunuh anggota Laba-laba Merah hanya dalam hitungan detik.


Apa yang dilakukan Keyra itu menarik perhatian beberapa anggota Laba-laba Merah. Anggota Laba-laba Merah yang melihat apa yang Keyra lakukan itu berpikir kalau Keyra orang yang sangat bahaya bagi mereka, maka beberapa orang anggota Laba-laba Merah langsung menembak kearah Keyra.


Dia dalam bahaya..! Pak Lukman melihat beberapa anak buah Laba-laba merah menembak kearah Keyra bukan hanya menggunakan pistol, tapi ada beberapa anak buah Laba-laba Merah membawah Uzi Machine Gun ditangan mereka.


Bummm..!! Terdengar suara ledakan sangat keras. Anggota Laba-laba Merah yang tadi akan menyerang Keyra terlihat berterbangan keudara terkena lemparan Granat.


Bommm..!! Lagi-lagi terdengar ledakan berasal dari ledakan Granat. Lemparan Granat kedua langsung menghancurkan bangun depan markas Laba-laba Merah.


Melihat ledakan itu beberapa anggota Laba-laba Merah yang masih hidup mundur kedalam markas mereka. Terlalu sangat bahaya bagi mereka kalau mereka memaksa menyerang.


Semua orang yang berada tidak jauh dari ledakan itu langsung melihat kearah orang yang tadi melempar Granat.


Mereka sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Tampaknya mereka akan benar-benar menghancurkan saingan mereka. Pak Lukman memandang kearah orang yang tadi melempar Granat.


Pak Lukman sadar antar Genk pasti sering terjadi saingan dan gesekan. Makanya pak Lukman tidak heran kalau Srigala Malam sangat bernafsu menghancurkan Laba-laba Merah.


"Habisi mereka semua..!" Laki-laki yang tadi melempar Granat memberi perintah. Orang yang tadi melempar Granat adalah pemimpin Srigala Malam.


*****


Sementara itu didalam salah satu ruangan, dilantai tiga markas Laba-laba Merah.


Diatas sofa duduk dua wanita yang sedang ketakutan. Dua wanita itu tidak berani melihat kearah orang-orang yang berada disekeling mereka.


Muka kedua wanita itu terlihat merah seperti habis ditampar. Diselah bibir salah satu wanita itu terlihat ada noda darah.


"Terus diam dan jangan banyak bicara kalau tidak mau kalian saya bikin lebih menderita lagi." Laki-laki yang duduk dihadapan kedua wanita itu mengancam pada kedua wanita yang sedang ketakutan.


Kedua wanita yang diancam semakin terlihat ketakutan. Dua wanita itu sadar laki-laki yang sedang mengancam mereka adalah orang sangat sadis dan kejam. Laki-laki itu seperti tidak memiliki perasaan sama sekali.


Kedua wanita itu tadi sudah melihat, kalau laki-laki yang ada dihadapan mereka tidak segan-segan menyiksa mereka, kalau mereka berani berontak.


Tiba-tiba ada satu orang masuk keruangan sambil lari dengan wajah panik.


"Ada apaaa..?!" Laki-laki yang duduk disofa membentak orang yang baru datang.


"Mereka berhasil mendesak kita mundur. Mereka sudah mulai masuk kemarkas kita." Orang baru datang memberi laporan sambil gemetaran.


"Gobl*kkk..!!"


Dorrr..!! Laki-laki yang duduk disofa langsung berdiri dan menembak kepala anak buahnya yang tadi memberi laporan.


"Akkkk..!!" Dua wanita yang duduk disofa menjerit ketakutan, setelah melihat Laki-laki yang kejam itu menembak anak buahnya.


"Diammm..!!" Laki-laki itu semakin terlihat kesal mendengar teriakan dua wanita yang ada dihadapannya.


Kedua wanita yang sedang ketakutan itu langsung berpelukan.

__ADS_1


"Rei aku takut."


"Tenang Syah mereka sebentar lagi pasti dapat membebaskan kita."


Ternyata dua wanita yang sedang ketakutan itu Aisyah dan Reina.


"Apa kamu bilang? Mereka akan membebaskan kalian. Jangan mimpi. Mereka tidak akan bisa keluar hidup-hidup kalau berani datang kesini."


*****


Dilantai dasar markas Laba-laba Merah.


"Habisi mereka semua." Lagi-lagi pemimpin Srigala Malam memberi perintah pada anak buahnya untuk membunuh semua anggota Laba-laba Merah.


"Mereka disekap dilantai tiga." Keyra memberi tahu pada Bastian keberadaan Aisyah dan Reina.


"Kalau terjadi apa-apa pada Aisyah aku akan memotong tubuhnya menjadi sepuluh bagian..!!" Bastian terlihat sangat marah.


Keyra terlihat ngeri kalau melihat keadaan Bastian seperti itu. Keyra tahu Bastian tidak pernah main-main dengan kata-kata yang dia ucapkan. Kalau Bastian berkata akan memotong tubuh pemimpin Laba-laba Merah menjadi sepuluh potongan. Maka Bastian pasti akan melakukannya.


Dor dor dor dor dor Terdengar beberapa kali tembakan dari arah lantai dua.


akkk..!! Beberapa anak buah Srigala Malam terkena tembakan dari orang-orang Laba-laba Merah. Dua anggota Srigala Malam langsung kehilangan nyawa dan beberapa orang terluka.


"Mundurrr..!!" Pemimpin Srigala malam memberi aba-aba pada anak buahnya untuk menjauh dari tangga.


Bummmm..! Pemimpin Srigala Malam melempar Granat kelantai dua ketempat orang-orang Laba-laba Merah yang tadi menembak mereka.


"Tempat ini sepertinya benar-benar akan rata dengan tanah." Anak buah pak Lukman yang bernama Tora melihat kearah ledakan yang berasal dari Granat yang tadi dilempar pemimpin Laba-laba Merah.


"Baguslah... Kita jadi lebih mudah untuk menyelamatkan nona muda." Anak buah pak Lukman yang bertugas menjadi chef berkata pada pak Lukman.


Pak Lukman dan anak buahnya berada diposisi paling belakang untuk memberi perlindungan pada Adiguna Cokrominoto. Kerena bagi mereka keselamatan tuan mereka jauh lebih penting daripada ikut menyerang anggota Laba-laba merah.


Pak Lukman yakin kekuatan Laba-laba Merah ditambah empat pasukan elit tontaipur sudah mampu menghancurkan Laba-laba Merah.


"Apakah kita akan menjadi penonton saja?" Anak buah pak Lukman yang bertugas sebagai chef bertanya pada pak Lukman.


"Kita akan menyerang kalau itu butuhkan. Selama itu tidak perlu kita tidak perlu ikut menyerang."


"Hahaha sepertinya kau ikut panas koki..!" Tora berkata pada temannya.


"Diam kau sopir..!" Anak buah pak Lukman yang menjadi chef terdengar kesal mendengar perkataan Tora.


"Tugasmu hanya memasak, bukan berperang." Tora semakin bersemangat menggoda temannya yang menjadi chef.


"Sopir payah. Sekali lagi kau berkata seperti itu aku akan membunuhmu." Anak buah pak Lukman yang menjadi chef mengacungkan pistolnya pada Tora.


dredetdet..! Pak Lukman menembakan senjata MP 50 yang ada ditangannya kearah dekat kaki Tora dan anak buahnya yang menjadi chef. Pak Lukman kesal mendengar ocehan kedua anak buahnya itu.


Semua orang langsung melihat kearah pak Lukman, setelah mendengar tembakan dari pak Lukman tadi.


"Rambo tua musuh kita ada didepan. Kenapa kau menembak kearah anak buahmu sendiri." Keyra tersenyum jahat kearah pak Lukman.

__ADS_1


"Diam kau wanita sialan..! Ini bukan urusanmu."


*****


Dilantai tiga tempat Aisyah dan Reina disekap.


Tiba-tiba ada lagi yang masuk kedalam ruangan sambil berlari.


Anak buah Laba-laba Merah yang baru datang akan melapor langsung diam mematung melihat kearah mayat temannya yang tergeletak dilantai. Dia tahu apa penyebab temannya itu mati.


"Ada apaaa..?!" Pemimpin Laba-laba Merah bertanya pada anak buah yang sedang ketakutan itu.


"Maafkan saya bos..!" Anak buah Laba-laba Merah yang baru datang itu langsung bersujud dihadapan pemimpin Laba-laba Merah. Dia tahu kalau dia akan bernasib sama dengan temannya yang telah menjadi mayat yang tergeletak dilantai.


"Cepat katakan..!" Pemimpin Laba-laba Merah mengacungkan pistolnya pada anak buahnya yang sedang bersujud ketakutan dihadapannya.


"Maafkan saya bos. Saya mohon." Anak buah Laba-laba Merah yang bersujud terdengar menangis, kerena sangat ketakutan.


Dorrr..!! Pemimpin Laba-laba Merah menembak kepala anak buahnya yang sedang bersujud dihadapannya.


"Bodohhh..!" Kemarahan pemimpin Laba-laba Merah semakin memuncak.


Aisyah dan Reina langsung menutup mata mereka sambil berpelukan. Mereka tidak berani mengeluarkan jeritan mereka. Mereka sadar kalau sampai suara jeritan mereka keluar, itu akan membuat pemimpin Laba-laba menjadi lebih marah.


Aisyah dan Reina sudah melihat sendiri betapa kejam dan tanpa kenal ampun pemimpin Laba-laba Merah tanpa pikir panjang lebar membunuh anak buahnya. Jadi mereka berdua tidak mau bertindak bodoh sengaja memancing pemimpin Laba-laba Merah menjadi lebih marah kerena mendengar jeritan mereka.


"Kalian berdua jaga mereka. Yang lainnya ikut saya." Pemimpin Laba-laba Merah menunjuk kearah kedua anak buahnya untuk tetap berada dalam ruangan untuk menjaga Aisyah dan Reina.


Beberapa menit setelah pemimpin Laba-laba Merah pergi dari dalam ruangan.


Dorrr..! Terdengar suara tembakan.


Akkk..! Aisyah dan Reina menjerit ketakutan, setelah melihat salah satu anak buah Laba-laba Merah yang ada didalam ruangan jatuh kelantai dalam keadaan telah kehilangan nyawa.


Aisyah dan Reina langsung melihat kearah anak buah Laba-laba Merah yang satunya lagi.


"Tenang saya akan menolong kalian." Anak buah Laba-laba Merah berkata pada Aisyah dan Reina.


"Kenapa kamu menembak dia?" Reina menunjuk kearah mayat yang barusan ditembak oleh temannya sendiri.


"Saya bukan anak buah Laba-laba Merah." Laki-laki yang tadi menembak temannya tersenyum pada Aisyah dan Reina.


"Lalu kamu siapa?" Reina tidak terlalu percaya pada ucapan laki-laki yang tadi telah membunuh temannya sendiri.


"Saya anggota Srigala Malam. Saya ditugaskan menjadi mata-mata didalam Laba-laba Merah."


"Jadi kamu anak buah Keyra?" Aisyah tampak masih belum yakin pada perkataan laki-laki yang mengaku sebagai anggota Srigala Malam.


"Iya benar nona Keyra adalah wakil dari Srigala Malam." Laki-laki yang mengaku sebagai anak buah Srigala Malam itu tersenyum ramah pada Aisyah dan Reina


"Kau tidak terlihat seperti anggota Genk pada umumnya." Reina melihat aneh pada laki-laki yang mengaku sebagai anak buah Srigala Malam itu.


"Maksud nona?" Laki-laki itu bertanya heran pada Reina

__ADS_1


"Anggota Genk mana ada memiliki sifat ramah dan gampang senyum seperti kamu." Reina mengatakan apa yang dipikirannya.


"Hahaha..! Kamu benar beberapa dari kami memang terlihat dingin dan kejam, tapi saya adalah mata-mata, jadi saya diwajibkan bisa merubah sifat dan penampilan sesuai keadaan. Kalau tidak bisa merubah sifat dan pemanmpilan sesuai keadaan, maka orang itu tidak akan bisa menjadi mata-mata."


__ADS_2