DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
APA INI YANG DISEBUT CINTA


__ADS_3

"Kalian tahan mereka." Pemimpin Laba-laba Merah memberi perintah pada anak buahnya untuk menahan Bastian dan yang lain naik keatas bangunan gedung paling atas.


"Kita harus cepat bos..!" Anak buah Laba-laba Merah berkata pada pemimpin Laba-laba Merah. Laki-laki yang ikut melarikan diri bersama pemimpin Laba-laba Merah itu adalah seorang pilot.


"Bagi siapa saja yang berhasil membunuh satu musuh, maka akan mendapat hadiah sepuluh juta." Pemimpin Laba-laba Merah berteriak pada anak buahnya yang masih tersisa. Pemimpin Laba-laba Merah sengaja berkata seperti itu untuk membakar kembali semangat anak buahnya.


"Jangan biarkan mereka lolosss..!" Pemimpin Srigala Malam berteriak pada anak buahnya.


Dor dor dor beberapa anak buah Laba-laba Merah masih berusaha memberikan perlawanan. Teriakan dari pemimpin Laba-laba Merah tadi sedikit pun tidak bisa membangkitkan lagi semangat mereka. Mereka masih memberi perlawanan bukan demi untuk mendapatkan hadiah, tapi untuk mempertahankan hidup mereka.


Pemimpin Laba-laba Merah sudah berhasil sampai dibagian atas gedung bersama anak buahnya yang menjadi pilot. Mereka berdua segera berlari kedalam helipokter yang ada ditengah-tengah banguan paling atas gedung. Helikopter itu memang sengaja disediakan diatas gedung untuk keperluan darurat.


Dilantai tiga semua anak buah Laba-laba Merah telah berhasil dilumpuhkan oleh Bastian dan yang lainnya. Yang tersiksa hanya tinggal satu orang lagi, satu anak buah Laba-laba Merah yang masih hidup itu memang sengaja dibiarkan hidup oleh Bastian.


"Aku masih mengingat wajahmu dengan jelas." Bastian memandang dingin pada anak buah Laba-laba Merah yang masih hidup.


"Maafkan saya... Ampuni nyawa saya..!" Anak buah Laba-laba itu gemetaran setelah melihat tatapan tajam mata Bastian.


"Hahaha..! Kau tidak terlihat sehebat malam itu."


Tawa Bastian terdengar seperti nyanyian dewa kematian ditelinga anak buah Laba-laba Merah.


Bastian masih mengingat dengan jelas kejadian malam itu saat dia hampir kehilangan nyawa. Anak buah Laba-laba Merah yang ada dihadapannya sekaranglah yang telah menembaknya beberapa kali. kalau Keyra tidak datang bersama anak buahnya mungkin bukan hanya Bastian yang kehilangan nyawa, tapi Adi, Siti Nurlela dan Keren akan mereka bunuh juga.


"Ampuni sayaaa..!" Anak buah Laba-laba Merah bersujud dikaki Bastian sambil menangis.


"Hahaha..! Hahaha..!!" Tawa Bastian terdengar sangat menakutkan, apa lagi Bastian tertawa sambil melihat kearah atas langit.


Tawa Bastian itu bukan hanya membuat merinding anak buah Laba-laba Merah, tapi membuat semua yang ada disitu merinding mendengar tawa Bastian yang sangat menyeramkan itu.


Iblis yang didalam tubuhnya benar-benar telah keluar. Keyra memandang ngeri pada Bastian.


Orang ini seiko, psikopat..! Pak Lukman pun memandang ngeri melihat tingkah Bastian seperti itu.


Ya ALLAH apa benar dia akan menjadi suami anakku. Adiguna Cokrominoto tidak bisa membayangkan kalau putri kesayangannya akan memiliki suami orang yang memiliki sifat seperti hewan buas.


Mayor inilah yang membuat aku selalu tidak nyaman menjalankan misi denganmu. Serka Daeng terlihat lebih ngeri melihat atasannya yang bertingkah menakutkan seperti itu.


Dorrr..! Semua orang yang ada disitu terlihat kaget mendengar suara tembakan barusan.


"Akkk..!" Anak buah Laba-laba Merah menjerit kesakitan sambil memegang pahanya yang ditembak oleh Bastian.


"Jangan sampai mati... Kerena kau masih berhutang dua tembakan lagi padaku. Dibahu dan didada." Bastian mengacungkan pistolnya pada dada anak buah Laba-laba Merah.


Anak buah Laba-laba Merah sadar kata-kata apapun yang akan dia katakan pada Bastian itu tidak akan membuat nyawa dia selamat.


Dor..!! Sekali lagi Bastian menembakan pistolnya kearah bahu anak buah Laba-laba Merah.


Dengan sekuat tenaganya anak buah Laba-laba Merah menahan agar teriakan kesakitan dari mulutnya tidak keluar. Sengaja anak buah Laba-laba Merah melakukan itu, kerena dia ingin mati terlihat dengan caranya yang lebih tegar.


Anak buah Laba-laba Merah memejamkan matanya menunggu ajalnya datang.


Semuanya yang menyaksikan itu hanya bisa memandang kasihan pada anak buah Laba-laba Merah, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


"Basss..!" Keyra berjalan mendekat kearah Bastian.


Dorrr..! Bastian menembak didekat kaki Keyra.


"Berhenti disitu..! Jangan coba-coba ikut campur." Bastian berkata pada Keyra, tapi tatapan mata Bastian belum lepas dari arah anak buah Laba-laba Merah.


"Bastian stoppp..!!" Terdengar ada suara prempuan dengan sangat berani berteriak pada Bastian.

__ADS_1


Semua orang yang ada disitu langsung melihat kearah prempuan yang tadi berteriak sangat lantang pada Bastian, tanpa sedikitpun terlihat takut.


Syukurlah dia datang, aku mulai tidak kuat menyaksikan ini. Keyra melihat pada prempuan yang tadi berteriak.


"Aisyahhh..! Alhamdulillah nak kamu baik-baiknya saja." Adiguna Cokrominoto tersenyum bahagia setelah melihat Aisyah.


Tanpa memperdulikan yang lainnya, Aisyah langsung berjalan mendekat kearah Bastian sambil menatap secara langsung kearah mata Bastian.


Semua orang yang ada disitu tahu, hanya Aisyahlah orang yang satu-satunya yang berani menatap secara langsung kearah mata Bastian.


"Ais... Aisyahhh..." Bastian hanya bisa menatap nanar kearah Aisyah.


"Kamu mau menunjukan pada semua, kalau kamu memang seorang iblis." Aisyah langsung membuang pistol yang ada ditangan Bastian.


"Aku... Aku..." Bastian terlihat gugup dihadapan Aisyah.


"Aku tidak mau punya suami seorang iblis." Aisyah masih menatap tajam kearah mata Bastian.


"Aku hanya..." Bastian terlihat sangat sulit mengeluarkan kata-katanya.


Plakkk..! Aisyah dengan sangat berani menampar pipi Bastian dengan keras.


"Aisyahhh..!" Adiguna Cokrominoto berniat mendekat kearah Aisyah. Adiguna Cokrominoto sangat takut melihat apa yang barusan Aisyah lakukan pada Bastian itu akan membuat Bastian marah.


"Tenang tuan." Pak Lukman langsung memegang bahu Adiguna Cokrominoto untuk menahan agar tidak ikut campur apa yang akan Aisyah lakukan pada Bastian.


"Aku minta maaf sayanggg... Kalau itu membuat kamu takut." Bastian meraih tubuh Aisyah dalam pelukannya dan langsung menangis dalam pelukan Aisyah.


"Aku tidak mau Bas punya suami seorang monsters. Aku juga gak mau Bas anak kita memiliki orang tua seperti iblis."


"Aku ngerti sayang, aku akan berubah demi kamu, demi anak kita." Bastian masih belum berhenti menangis.


"Huuuu..." Pak Lukman menarik lapas lega melihat kearah Bastian dan Aisyah.


Memang kamu satu-satunya orang yang bisa menaklukan monsters itu Syah. Reina tersenyum bahagia.


Apa ini yang disebut cinta..? Ternyata cinta itu sangat mengerikan. Cinta bisa merubah segala hal. Keyra tersenyum kecut.


"Lapor mayor bagaimana kedua orang yang akan melarikan diri." Terdengar suara Lettu Adam memberi laporan pada Bastian melalui Earpiece alat kemunikasi.


"Jangan sampai mereka lolos. Lumpuhkan pilotnya." Bastian memberi perintah pada Lettu Adam.


"Siap laksanakan."


"Serma Bambang apa kamu dapat melihat target dari posisimu sekarang?" Bastian bertanya pada Serma Bambang melalui Earpiece alat kemunikasi yang mereka gunakan.


"Siap mayor target terlihat." Serma Bambang menjawab pertanyaan Bastian.


"Siapa mereka." Aisyah tidak tahu Barusan Bastian berbicara dengan siapa.


"Bukan siapa-siapa?" Bastian tidak mau menjelaskan pada Aisyah tentang anak buahnya.


"Mereka terdengar sangat mematuhi kamu?" Aisyah terlihat heran.


"Serka Daeng cepat pergi keatas dan tangkap mereka." Bastian memberi perintah pada Serka Daeng tanpa memperdulikan pertanyaan dari Aisyah.


"Sayang aku nanya sama kamu." Aisyah terlihat kesal kerena pertanyaannya tidak dipedulikan oleh Bastian.


"Nanti kamu juga akan tahu." Bastian tersenyum sambil mencubit hidung Aisyah.


Semua orang yang melihat apa yang dilakukan oleh Bastian pada Aisyah membuat mereka senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Kamu membuat kami semua iri Syah. Reina memandang kearah Bastian dan Aisyah sambil berharap momen seperti itu akan terjadi juga pada dia dengan orang yang dia cintai.


Semua orang langsung menyusul Serka Daeng kebangunan paling atas.


Dibangunan paling atas mereka melihat Serka Daeng sedang berdual dengan tangan kosong menghadapi pemimpin Laba-laba merah.


Bukkk..! Tendangan pemimpin Laba-laba Merah berhasil dengan telak mengenai perut Serka Daeng. Sehingga membuat Serka Daeng terpental kebelakang.


"Ternyata kalian tidak ada apa-apanya kalau tanpa senjata..!" Pemimpin Laba-laba Merah mengejek Serka Daeng.


Mendengarkan kata-kata pemimpin Laba-laba Merah itu Bastian langsung panas dan Bastian langsung menerjang kearah pemimpin Laba-laba Merah.


Wusss... Tendangan Bastian diarahkan dengan kecepatan tinggi kekepala pemimpin Laba-laba Merah, tapi tendangan Bastian itu bisa ditangkis dengan menggunakan tangan kanan pemimpin Laba-laba Merah.


Wusss Sekali lagi bastian menendang dengan kecepatan tinggi menggunakan kaki kirinya. Setelah kaki kananya mendarat dilantai.


Pemimpin Laba-laba Merah memiringkan tubuhnya kearah kanan 45 derajat, lalu mengangkat kaki kiri untuk menangkis tendangan Bastian.


Dukkk..!! Tendangan mereka beradu sangat kuat diudara.


pemimpin Laba-laba merah terpental beberapa langkah, sedangkan Bastian tidak bergeser sediktpun dari tempat dia tadi berdiri.


Kaki pemimpin Laba-laba Merah terasa kesemutan setelah tadi beradu tendangam dengan Bastian.


"Apa hanya itu kemampuanmu..?!" Bastian mengejek pemimpin Laba-laba Merah.


"Jangan Sombong dulu." Lalu pemimpin Laba-laba Merah menyerang Bastian duluan.


Buk buk buk pukulan mereka bertemu beberapa kali.


Bukkk..!! Pukulan pemimpin Laba-laba Merah berhasil mengenai bibir Bastian.


Bukkk..!! Tendangan Bastian dengan telak mengenai ulu hati pemimpin Laba-laba Merah.


"Cuiii..." Bastian berludah kelantai membuang darah yang ada dimulutnya.


"hukk... uhuk... Uhuk..!" Pemimpin Laba-laba Merah terbatuk berapa kali akibat kena tendangan dari Bastian.


Bastian menerjang pemimpin Laba-laba Merah dengan penuh kemarahan.


Bukkk..!! Tendangan Bastian mendarat lagi diperut pemimpin Laba-laba Merah.


Bukkk..! Kali ini dada pemimpin Laba-laba Merah yang menjadi sasaran Bastian.


"Pergilah keneraka kau..!!" Bastian menendang pemimpin Laba-laba Merah dengan sangat keras.


Bukkk..!!! Pemimpin Laba-laba Merah terpental jauh, sehingga membuat pemimpin Laba-laba Merah terlempar keluar dari gedung.


Sebelum pemimpin Laba-laba Merah terjatuh tangannya berhasil memegang ujung tembok, sehingga membuat dia tidak terjatuh. Pemimpin Laba-laba Merah berhasil selamat dalam posisi tergantung diujung tembok.


"Aku mohon selamatkan aku. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau, asal kau menyelamatkanku." Pemimpin Laba-laba Merah tampak memelas pada Bastian.


*****


Untuk yang baca tulisan saya tolong jangan pelit-pelit memberikan like, komen sama votenya. Kalau kalian pelit saya kurang semangat buat update nya.


Kalian harus tau bayaran terbesar author kecil seperti saya itu adalah komen dan like kalian.


Kebanggaan kami itu adalah sangat kalian merasa terhibur membaca tulisan kami.


Jadi tolong jangan sungkan-sungkan memberikan support pada author kecil seperti saya.

__ADS_1


__ADS_2