DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
LANJUTIN NANTI MALAM


__ADS_3

Saat Siti Nurlela sampai diruang tamu, Siti Nurlela telah melihat ada seorang wanita yang telah duduk disofa. Siti Nurlela tidak kaget lagi melihat kehadiran wanita yang duduk disofa itu, wanita itu memang sering datang tanpa permisi kerumah Siti Nurlela.


Tidak jauh dari sofa terlihat ada beberapa laki-laki yang berdiri seperti memberi pengawalan pada wanita yang duduk disofa.


"Nona Keyra." Situ Nurlela tersenyum ramah pada wanita yang duduk disofa.


"Bastian sudah datang." Keyra bertanya datar pada Siti Nurlela, Keyra terlihat sama sekali tidak peduli dengan keramahan Siti Nurlela.


Siti Nurlela sudah terbiasa menghadapi orang-orang Srigala malam yang bersikap acuh pada dia.


Siti Nurlela tahu yang membayar sewah rumah yang dia tempati sekarang adalah organisasi Srigala Malam, jadi wajar kalau orang-orang Srigala Malam bisa berbuat apa saja pada rumah yang Siti Nurlela tempati itu.


Siti Nurlela juga sadar biaya hidup dia sehari-hari dengan Adi itu berasal dari Srigala Malam, tapi bukan dia yang meminta, itu kerena persyaratan yang dulu dibuat oleh Srigala Malam, agar Siti Nurlela dan Adi mau menjadi keluarga palsu Bastian.


Sebenarnya kalau Siti Nurlela boleh memilih dia mau kembali bersama Adi ketempat panti asuhan dulu dia berada, tapi Siti Nurlela sadar kalau dia mengatakan hal itu pada Keyra, maka Keyra pasti akan menjadi marah.


"Ada non, tapi dikamar." Siti Nurlela menjawab pertanyaan Keyra.


"Cepat panggil."


"Tapi non..!"


"Cepattt..!"


"Tapi non..!" Siti Nurlela terlihat sedikit ketakutan.


"Dari tadi tapi tapi terus..! Tapi kenapa." Keyra mulai terlihat kesal.


"Nak Bastian dikamar sedang dengan istrinya non." Muka siti Nurlela terlihat memerah sangat berkata seperti itu pada Keyra.


"Astaga ngapain si dia pake bawah istrinya kesini..?!" Keyra semakin terlihat kesal.


"Sebaiknya non tanya sendiri pada nak Bastian." Siti Nurlela berkata pada Keyra.


"Saya tidak bertanya sama kamu, jadi tidak perlu menjawab apa yang saya katakan."


"Iya kalau non Keyra ingin tahu, apa yang nak Bastian lakukan, Sebaik non pergi sendiri kekamar nak Bastian." Siti Nurlela yakin Keyra tidak akan berani melakukan hal itu.


"Kamu mau Bastian membunuh sayaaa..?!" Keyra berkata dengan nada yang sedikit tinggi.


"Wong non Keyra wae ora wani, opo mene ibu." Siti Nurlela menggerutu mengunakan bahasa jawa.


(Orang non Keyra saja tidak berani apa lagi ibu)


"Cepat bikin kami minum?" Keyra seperti sengaja menghindar untuk tidak membahas Bastian lagi.


Siti Nurlela segera pergi kedapur meninggalkan Keyra dan anak buahnya.


Lima belas menit kemudian.


"Emang tidak bisa iya mereka melakukannya dirumah mereka saja, harus mereka melakukannya disini." Keyra terlihat kesal sendiri, kerena Bastian belum keluar juga dari kamar.


"Nona Keyra, terkadang melakukan hal seperti itu memang membutuhkan waktu yang lama." Salah satu anak buah Srigala Malam berkata pada Keyra dengan wajah mesem-mesem.


"Iya mana saya tahu melakukan hal seperti itu lama atau gak, kerena saya belum punya suami." Muka Keyra terlihat memerah saat menjawab perkataan anak buahnya.


"Kerena nona Keyra belum menikah, makanya saya memberi tahu itu pada nona Keyra." Anak buah Keyra berkata sambil cengengesan.


"Sekali lagi kamu berani buka mulut, aku akan merobek mulutmu..!" Keyra melotot sambil menunjuk kemuka anak buahnya yang tadi bicara.


Anak buah Srigala Malam yang tadi bicara pada Keyra langsung menundukan kepalanya, tapi sambil mengulum senyum, dan Anak buah Keyra yang lainnya juga ikut tersenyum geli.


Tidak lama kemudian terlihat Bastian berjalan keruang tengah sambil bersiul-siul kecil. Terlihat sangat jelas raut kebahagian terpancar diwajah Bastian.


"Enakkk..?!" Keyra berkata dengan wajah masam pada Bastian.


"Enak apanya?" Bastian langsung bingung mendengar partanyaan Keyra yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Udah anu anunya..?!" Wajah Keyra semakin terlihat masam.


Anak buah Srigala Malam langsung tegang semua, mendengar pertanyaan Keyra itu. Mereka tahu selama ini Keyra tidak pernah menunjukan sikap seberani itu pada Bastian, Kerena Keyra sadar betapa bahayanya orang seperti Bastian saat marah.


"Hahaha..!! Bastian langsung tergelak sampai mengeluarkan air mata setelah menyadari pertanyaan Keyra.


Semua anak buah Srigala Malam menarik napas lega, setelah melihat Bastian tidak marah mendengar apa yang tadi Keyra katakan.


Keyra juga terlihat merasa sangat lega. Keyra seperti baru menyadarinya apa yang tadi dia ucapkan itu bisa saja membahayakan nyawanya sendiri. Untung saja suasana hati Bastian sedang bagus.


(jelas saja suasana hati Bastian bagus. Wong abis kawen hehehe)


"Sudahlah lupakan. Ada apa kamu minta saya datang kesini?" Bastian langsung duduk dihadapan Keyra.


"Saya diminta ketua membahas saham kamu dikasino Srigala Malam." Keyra masih merasa sedikit was-was, kerena ucapanya tadi.


"Saya sudah bilang saya tidak pernah minta saham kasino milik kalian." Bastian seperti tidak mau terlalu menanggapi apa yang dikatakan oleh Keyra.


"Tapi kamu tau kan ketua orang seperti apa. Saat dia sudah memutuskan sesuatu, tidak akan ada lagi orang yang mempu merubah keputusan dia."


"Baikkk... Sekarang mau dia apa?"


"Ketua mau tau rencana kamu kedepan seperti apa? Sekarang kamu sudah menikah, mungkin kamu butuh uang untuk menafkahi keluarga kamu."


Bastian terdiam sesaat mendengar apa yang barusan Keyra katakan. Bastian sekarang seolah-olah baru sadar kalau dia telah menjadi seorang suami, tentu saja seorang suami memilik tanggung jawab pada istrinya.


"Langsung saja keintinya." Bastian ingin tahu sebenarnya apa yang ketua Srigala Malam rencanakan untuk dia.


"Ketua inginkan bertanya, mungkin kamu membutuhkan sejumlah uang untuk memulai suatu usaha." Keyra memandang serius kearah wajah Bastian.


Ketua Srigala Malam dulu pernah berjanji pada Bastian kalau Bastian bersedia bergabung dengan Srigala Malam, maka dua puluh persen saham kasino milik Srigala Malam akan menjadi milik Bastian dan apa bila Bastian bisa membantu Srigala Malam menyingkirkan musuh-musuh mereka, saham Bastian akan dinaikan menjadi tiga puluh persen.


Bastian sekarang tahu apa tujuan Srigala Malam. Ketua Srigala Malam berniat mengikat Bastian terus dengan cara memberikan modal usaha pada Bastian.


Ketua Srigala sadar sekarang Bastian telah menjadi menantu Adiguna Cokromonoto, tentu saja Bastian akan menjadi pewaris semua kekayaan keluarga Adiguna Cokrominoto. Itu artinya tiga puluh persen saham Bastian pada kasino milik Srigala Malam tidak memiliki arti apa-apa lagi, kalau bandingkan dengan kekayaan keluarga Adiguna Cokrominoto.


Bastian mungkin membutuhkan suatu usaha untuk membangun keluarganya kelak, tapi Bastian tidak ada rencana sama sekali untuk membangun usahanya dari hasil kasino milik Srigala Malam dan Bastian juga tidak berharap bantuan dari mertuanya.


Keyra melihat Bastian seperti sedang melamun memikirkan sesuatu.


Bastian hanya terdiam seperti tidak mendengar apa yang Keyra katakan.


"Basss..." Keyra sekali lagi memanggil Bastian.


"Oh iya..." Bastian seperti baru tersadar dari lamunannya.


"Keyra..." Aisyah telah berada ditempat mereka.


"Nona Aisyah." Keyra tersenyum pada Aisyah.


"Kalian sedang membahas apa? Kelihatan serius gitu." Aisyah memandang wajah Bastian dengan pandangan curiga.


"Gak bahas apa-apa yang."


"Gak mungkin..!" Aisyah tidak mempercayai perkataan suaminya.


"Keyra sebaiknya kalian pulang, akan aku pertimbangkan dulu soal tadi."


"Baik.." Keyra terlihat kurang puas kerena tidak mendapatkan jawaban dari Bastian, tapi Keyra tidak berani untuk mendesak Bastian agar Bastian langsung memberikan jawabannya pada dia.


Beberapa menit setelah Keyra dan anak buahnya pergi.


"Kalian tadi bahas apa si sayang?" Aisyah masih penasaran.


"Gak ada sayang." Bastian dengan gerakan sangat cepat menarik tubuh istrinya kedalam pangkuannya.


"Kamu jangan mulai lagi deh sayang." Aisyah melihat kearah dapur takut Siti Nurlela melihat apa yang sedang suaminya lakukan pada dia.

__ADS_1


Bastian mendaratkan bibirnya pada bibir istrinya. Tangan Bastian mulai menyusup kedalam pakaian istrinya, tapi tangan Bastian langsung ditepis oleh istrinya.


Wajah Aisyah terlihat memerah setelah dia berhasil menarik bibirnya dari serangan jahil suaminya.


"Lepasin gak." Aisyah berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan suaminya.


"Beres-beres kamar lagi yok yang." Bastian tersenyum genit pada istrinya


"Gak mau." Aisyah sudah dapat membaca apa yang akan suaminya lakukan.


"Saya gak yakin kamarnya sudah rapi yang." Tangan Bastian lagi-lagi bergerak nakal kedalam pakaian istrinya.


"Yang nanti ibu lihat gimana?"


"Biarin, aku kan suami kamu yang."


"Suami si suami yang, tapi harus tau tempat juga kali."


"Iya udah kita beres-beres kamar lagi yok." Wajah Bastian terlihat bersemangat kembali.


"Sumpah aku capek yang."


"Aku pijitin mau?"


"Gak mau, nanti bukannya aku kamu pijitin, tapi kamu malah melakukan hal yang aneh-aneh lagi." Wajah Aisyah terlihat cemberut.


"Aduhhh... Istri saya ini tambah cantik klo lagi cemberut." Bastiam mencubit pipi kiri istrinya.


"Ihhh... Sakit yang." Aisyah menepis tangan suaminya yang sedang mencubit pipinya.


"Yang mana sakit, sini aku obatin yang." Bastian langsung mencium pipi istri yang tadi dia cubit.


"Iya ampun yang kamu benar-benar deh."


"Mbak ayu sama mas Suman sedang apa?" Tiba-tiba ada suara anak kecil.


Aisyah dan Bastian segera melihat kearah tadi orang yang berbicara.


"Adiii..?!" Aisyah memukul dengan kuat tangan suaminya agar suaminya melepaskan rangkulan pada dia.


"Auuu..!" Bastian terlihat meringis sambil melepaskan rangkulannya pada istrinya.


"Kan tadi mas nyuruh Adi lama diwarnet."


"Adi bosan, makanya Adi pulang."


"Udah Adi langsung kedapur klo lapar." Bastian menyuruh Adi pergi kedapur.


"Iya udah mas Adi mau makan, Adi lapar." Adi langsung berjalan kedapur.


Setelah Adi berada didapur Bastian langsung memandang wajah istrinya penuh makna.


"Apaaa..?!" Aisyah seperti dapat membaca apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


Bastian bergeser mendekat kearah istrinya, tapi sebelum Bastian berbuat lebih jauh Aisyah segera berdiri dari sofa.


"Mau kemana yang." Bastian tersenyum menggoda.


"Aku juga lapar mau makan." Aisyah segera berjalan kearah dapur untuk menghindar dari suaminya.


"Sayangggg..!" Bastian memanggil istrinya.


Aisyah segera berbalik badan melihat kerah suaminya


"Kita lanjutin nanti malam lagi ya." Aisyah tersenyum menggoda suaminya.


"Aku maunya sekarang sayang." Bastian segera berjalan mendekat kearah istrinya, tapi istrinya sudah terlebih dulu lari kedapur.

__ADS_1


*****


Jangan pelit-pelit dengan komen iya, biar saya rajin updatenya.


__ADS_2