DERITA NONA MUDA

DERITA NONA MUDA
PENGANTIN BARU


__ADS_3

"Udah kali pelukannya." Tiba-tiba ada suara wanita terdengar menggoda Aisyah.


Aisyah segera melepaskan pelukannya pada Bastian, lalu menoleh kearah suara wanita yang tadi menggodanya.


"Reina..?" Walaupun mulut Aisyah mengucapkan nama Reina, tapi matanya menatap Kearah pria yang berdiri disebelah Reina.


"Selamat mbak Aisyah. Sekarang mbak Aisyah bersiap-siap nama Adiguna Cokrominoto tidak akan lagi dipakai untuk memanggil mbak Aisyah, kerena sebentar lagi mbak Aisyah akan dipanggil nyonya Bastian." Pria yang berdiri disebelah Reina tersenyum hangat pada Aisyah.


"Akhirnya kamu sadar juga Rik klo ada bidadari yang ingin menghabiskan sisa umurnya bersama kamu."


Pipi Reina langsung memerah mendengar apa yang barusan Aisyah katakan.


Orang yang berdiri disebelah Reina itu ternyata adalah Riko.


"Hei wanita manja kau tidak boleh melupakan kami begitu saja, kami juga hadir diacara pertunanganmu." Tiba-tiba ada suara wanita dari belakang berkata pada Aisyah.


Aisyah langsung berbalik badan untuk melihat kearah wanita tadi yang berbicara dengannya.


"Keren..!" Aisyah terlihat bingung kenapa ada Keren dirumahnya.


Aisyah lebih bingung lagi setelah melihat Keren menggandeng mesra pria yang ada disebelahnya dan disebelah kiri Keren berdiri Natalie.


"Hati-hati kalau tidak waspada bisa-bisa mereka lebih dulu yang kepelaminan." Natalie melirik kearah Keren dan pria yang digandengnya.


Aisyah hanya memandang heran kearah Keren dan orang yang digandengnya. Setahu Aisyah mereka tidak saling kenal, tapi kenapa mereka sekarang terlihat sangat begitu dekat.


"Selamat iya anak manja, sekarang kamu benar-benar akan menjadi nyonya Bastian." Keren mengulurkan tangannya pada Aisyah untuk memberi selamat.


Aisyah menyambut uluran tangan Keren dan tidak berkata apa-apa. Aisyah belum bisa memahami situasi apa yang sedang dia hadapinya sekarang. Kenapa rumahnya tiba-tiba dipenuhi banyak orang dan Aisyah juga melihat hal-hal yang tidak terpikirkan sama sekali oleh Aisyah sebelumnya. Ada banyak pertanyaan dikepala Aisyah.


"Aku minta maaf iya kalau selama ini aku telah banyak membuat kamu kesal." Keren memeluk Aisyah dengan wajah penuh penyesalan.


Aisyah tahu pelukan hangat dan permintaan maaf Keren kali ini memang tulus.


"Jangan bingung kerena sebenarnya Andre sangat mengenal dekat keluarga Keren." Natalie menjelaskan pada Aisyah, kerena Natalie tahu Aisyah pasti sangat heran melihat Keren dan Andre terlihat sangat dekat. Sedangkan sebelumnya setahu Aisyah Keren dan Andre tidak saling kenal.


"Nona Aisyah selamat iya." Ada lagi suara wanita yang memberi selamat pada Aisyah.


"Serly..?!" Aisyah bertambah heran, apa yang membuat orang-orang itu berkumpul dirumah dia semua.


"Aku ingin menemui calon menantuku." Terdengar suara prempuan setengah baya.


"Biarkan dulu mereka berbagi kebahagian sesama mereka dulu ma." Ada laki-laki setengah baya yang menyusul prempuan yang tadi berbicara.


"Nak kamu terlihat sangat cantikkk..." Prempuan setengah baya yang tadi berbicara memandang penuh kagum pada Aisyah, setelah dia berada dihadapan Aisyah.


Aisyah hanya berdiri mematung memandang prempuan setengah baya yang sekarang ada dihadapanya. Aisyah belum pernah sama sekali melihat prempuan itu sebelumnya.


"Dia itu calon mertua kamu lo Syah." Reina berkata dari sebelah Aisyah.


"Terimah kasih nak kamu telah bersedia menghabiskan sisa umurmu bersama putra kami." Prempuan yang setengah baya yang ada dihadapan Aisyah memeluk Aisyah penuh haru.


"Ini mama aku sayang dan disebelahnya itu papa." Bastian berkata pada Aisyah sambil melihat kearah laki-laki setengah baya yang berdiri dibelakang prempuan yang sedang memeluk Aisyah.


"Ini sebenarnya ada apa, kenapa mereka semua berkumpul disini?" Akhirnya Aisyah bisa mengeluarkan pertanyaan yang sejak dari tadi ada kepalanya.


"Nak calon suami kamu yang menyebalkan itu yang telah mengatur semuanya." Umin Aisyah berkata pada putrinya.


*****


Flashback.

__ADS_1


Sehari setelah Aisyah dan uminya datang kerumah Bastian.


Dirumah tempat Bastian tinggal bersama Siti Nurlela telah berkumpul banyak orang. Diantara orang-orang itu hadir juga Adiguna Cokrominoto dan istrinya.


"Saya Edi Hartono, papanya Bastian dan ini istri saya." Laki-laki setengah baya yang mengaku sebagai papa Bastian itu mengulurkan tangannya pada Adiguna Cokrominoto.


Adiguna Cokrominoto menyambut uluran tangan laki-laki setengah baya yang bernama Edi Hartono yang ternyata adalah papanya Bastian.


"Kami mengundang pak Adiguna Cokrominoto kesini untuk membahas soal anak-anak kita." Edi Hartono berkata pada Adiguna Cokrominoto.


"Kenapa kita tidak membahasnya dirumah saya? Agar putri saya juga mengetahuinya." Adiguna Cokrominoto bingung kenapa keluarga Bastian tidak datang secara langsung kerumahnya untuk melamar Aisyah.


"Putra saya sengaja meminta saya untuk membahas pertunangan mereka dibelakang putri pak Adiguna Cokrominoto."


"Kenapa seperti itu?" Umi Aisyah heran dengan rencana Bastian .


"Ini sedikit aneh. Pak Edi Hartono berniat mau melamar putri kami, tapi merahasiakannya dari putri kami." Adiguna Cokrominoto juga merasa heran sama dengan apa yang dirasakan oleh istrinya.


"Bastian berniat memberi kejutan pada putri pak Adiguna. Bastian ingin acara lamarannya nanti berbeda dengan acara lamaran pada umumnya."


"Kapan pak Edi Hartono berniat mau melamar putri kami secara resmi?" Adiguna Cokrominoto bertanya pada Edi Hartono.


"Mungkin tiga hari kedepan tuan." Kali ini Bastian yang berbicara.


Anak ini masih belum berubah, dia mau melamar putriku, tapi masih memanggil tuan pada calon mertuanya. Umi Aisyah melihat Bastian dengan pandangan aneh.


"Baik kita akan bikin acara pertunangannya tiga hari kedepan." Adiguna Cokrominoto tidak keberatan dengan rencana Bastian.


"Tuan saya berencana mengundang semua teman-teman non Aisyah diacara pertunangan kami nanti."


Iya tuhan kapan warasnya anak ini. Dia memanggil calon istrinya sendiri non. Umi harap kamu tidak gila putriku menikah dengan orang seperti dia. Umi Aisyah semakin kesal melihat tingkah Bastian.


*****


"Jadi ini semua kamu yang merencakan?" Aisyah bertanya pada Bastian, setelah tadi mendengar keterangan dari uminya.


Bastian hanya mengangguk sambil tersenyum pada Aisyah.


"Kakak ipar kenalin saya Abimayu." Tiba-tiba ada pria muda berkata pada Aisyah.


"Dia adik saya." Bastian memberi tahu pada Aisyah siapa pria yang bernama Abimayu yang ada didekat mereka.


"Dia hampir mirip Bastian."


Semua orang berada disitu melihat pada orang yang tadi berbicara. Orang yang barusan berbicara ternyata adalah Serly.


"Tunggu aku lebih tampan daripada dia." Abimayu melihat kearah Serly.


Dia memiliki kepribadian yang lebih hangat dari pada kakaknnya yang super cuek. Serly menatap lekat kewajah Abimayu.


"Hei apakah kau menyukaiku." Abimayu bertingkah sok asyik.


"Belummm..." Serly kerkata polos.


"Mungkin dalam beberapa hari lagi aku akan membuat kamu menyukaiku." Abimayu berkata dengan kepedean tingkat dewa.


"Aku harap seperti itu..." Lagi-lagi Serly berkata dengan polos.


"Mama lihat aku akan memberikan mama memantu kedua buat mama." Abimayu melihat kearah mamanya.


Semua yang ada disitu menjadi tertawa dan ada juga yang senyum-senyum sendiri melihat tingkah konyol Abimayu.

__ADS_1


Mereka melihat Abimayu memiliki sifat yang berlawanan dengan kakaknya.


"Tidak usah didengarkan dia memang seperti itu." Mama Abimayu tersenyum pada Serly. "Tapi kalau kamu mau saya tidak keberatan menjadi mertuamu." Mama Abimayu ikut-ikutan menggoda Serly.


Pipi Serly merona mendengar godaan mama Abimayu itu, tapi dalam hati Serly merasa senang mama Abimayu berkata seperti itu.


"Sikat Ser, itu KW satunya Bastian. Sekarang banyak kok orang makai barang KW." Keren ikut menggoda Serly.


"Wait... Wait... Dia yang KW, saya tentu yang asli." Abimayu menunjuk kearah wajah Bastian.


Bastian hanya mengeleng-gelengkan kepala saja mendengar lelucon adiknya itu.


"Dia orang yang kedua yang berani bertingkah seperti itu pada sang Monsters." Reina bergumam pelan.


"Monsters siapa?" Riko bertanya pada Reina.


"Bukan siapa-siapa honey." Reina tersenyum manis pada Riko.


Honey..? So sweet... Ternyata mereka sudah sedekat itu. Syukurlah. Aisyah tersenyum bahagia mendengar pembicaraan antara Reina dan Riko barusan.


Hari itu bukan saja kebahagian milik pasangan yang sedang bertunangan, tapi hampir menjadi milik semua orang. Keren telah resmi menjadi pacar Andre, Reina juga telah berhasil mendapatkan hati Riko.


Aisyah tertawa bahagia bukan hanya sekedar dia telah bertunangan dengan Bastian, tapi Aisyah juga merasa bahagia melihat orang-orang yang ada disekelilingnya telah menemukan kebahagian mereka juga.


Orang-orang sebelumnya yang terlihat membenci Aisyah sekarang telah menjadi sangat dekat dengan Aisyah.


*****


Dua minggu setelah pertunangan itu Bastian dan Aisyah langsung melaksanakan acara pernikahan mereka disalah satu gedung termewah yang ada diibu kota.


Sengaja keluarga Adiguna Cokrominoto dan keluarga Edi Hartono untuk mempercepat pernikahan mereka, kerena untuk menghindari perubahan tubuh Aisyah lebih jauh lagi.


Acara pernikahan Aisyah dan Bastian itu dihadiri ribuan undangan dari kolega-kolega bisnis PT Adiguna Cokrominoto Group dan juga dihadiri dari kerabat-kerabat keluarga besar Edi Hartono. Tentara elit dari tontaipur banyak juga terlihat menghadiri acara pernikahan Aisyah dan Bastian.


Malam harinya setelah acara resepsi pernikahan itu selesai. Bastian dan Aisyah langsung diantar pulang kerumah Adiguna Cokrominoto oleh salah satu sopir pribadi mereka.


"Sayang kamu capek?" Bastian membelai kepala Aisyah dengan lembut.


Bastian tahu kalau istrinya itu sangat kelelahan setelah berdiri berjam-jam menyambut para tamu undangan yang datang keacara pernikahan mereka.


"Iya..." Aisyah menjawab dengan suara pelan.


"Kalau kamu sudah kelelahan seperti ini bagaimana kita akan melakukannya." Bastian tersenyum penuh arti pada istrinya.


"Melakukan apa?" Wajah Aisyah langsung memerah mendengar perkatasn suaminya.


"Kamu kira pengantin baru saat malam pertamanya akan melakukan apa?" Bastian mengedipkan sebelah matanya pada istrinya.


"Ihhh..! Jangan bahas itu malu tau." Aisyah melirik kearah sopir


"Kamu gimana si sayang kita sudah resmi menjadi suami istri, kok masih malu?" Bastian tersenyum genit.


"Iya kan gak sini juga kali bahasnya. Kan bisa kita bahasnya setelah sampai dirumah."


"Setelah sampai dirumah aku tidak akan mau lagi bahasnya."


"Kenapa..?!" Aisyah jadi heran mendengar apa yang Bastian katakan barusan.


"Kerena kalau telah sampai dirumah aku mau melakukannya langsung."


"Ihhh..! Kamu mesum sayang." Aisyah menutup muka suaminya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Kok mesum sayang? Masak suami ingin melakukan pada istrinya sendiri dibilang mesum."


Sopir pribadi yang mendengar apa yang Bastian katakan pada istrinya hanya senyum-senyum sendiri. Sang sopir tidak menyangka Bastian akan bertingkah seperti pada istrinya, kerena selama ini sang sopir melihat sikap Bastian sangatlah berbeda jauh dari apa yang dia lihat sekarang.


__ADS_2