DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
DUA HATI YANG BERBEDA


__ADS_3

Arif menggeser duduknya agar sedikit lebih nyaman. Di raihnya tangan Aima dalam genggaman.


"Aima.. Aku tidak pernah sekalipun memintamu untuk menerimaku seperti yang ku inginkan.. Apalagi meminta agar kamu menerima pernikahan ini.."


"Aku hanya cukup berusaha apa yang aku bisa dan selebihnya aku pasrahkan pada Allah.."


"Jadi jika kamu menanyakan hal seperti tadi, itu hak kamu.. Aku tidak ingin ada paksaan apalagi kekangan.."


"Kamu berhak menentukan dengan siapa kamu nyaman.. Denganku atau dengan kekasihmu.." Aima mengerutkan keningnya menatap Arif setelah mendengar kalimat terakhir yang Arif ucapkan.


"Kekasih..? Kekasih apa mas..?" Tanya Aima mengerutkan keningnya.


Sementara di balik pintu saung yang terbuat dari kayu dan bambu tempat mereka bersantai saat ini, ada sepasang telinga dan mata menatap mereka berdua.


Fatur yang setelah seharian mencari alamat keluarga Arif kepada warga di puncak perkebunan, baru saja sampai dan mendengar sebagian dari obrolan Arif dan Aima tersebut.



Fatur yang hanya dengan bermodalkan informasi kecil dari orang suruhannya, begitu nekat mencari Aima hingga seharian dan baru menemukan Aima di malam hari.


Fatur tidak ingin keberadaannya di ketahui keduanya terlebih dahulu. Fatur berniat ingin mengetahui lebih banyak lagi hubungan keduanya seperti apa sebelum dia melakukan rencananya.


Dengan hati hati, Fatur bersembunyi di balik dinding. Begitu jelas kini, bahwa benar Aima sudah menikah dengan lelaki lain seperti yang dikatakan oleh pak Samsul.


Dan lebih mengejutkan lagi, suami dari wanita yang di cintainya adalah salah satu dari mahasiswanya.


Sungguh di luar ekspetasi Fatur. Suami dari kekasihnya adalah brondong berstatus mahasiswa.


Membuat hati Fatur terbakar amarah. Bukan lagi cemburu, tapi amarah yang memuncak. Terlebih melihat cara Arif memandang Aima, begitu teduh dan lembut.



"Kita masuk ya kedalam yuk..? Disini dingin, nanti kamu bisa masuk angin.." Perhatian dan ucapan lembut dari Arif pada Aima semakin menambah percikan api di dalam hati Fatur.


Kini hatinya di selimuti oleh kebencian. Kebencian kepada Arif yang telah merebut miliknya.


Dan kekecewaan pada Aima yang telah mengkhianatinya, membuat percikan emosinya semakin membara.

__ADS_1


Sudah merasa cukup. Fatur memilih kembali ke mobilnya yang terparkir di seberang jalan tak jauh dari rumah kakeknya Arif tersebut.


Kini dirinya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan rencananya.


"Kenapa kamu tega mengkhianatiku Aima.. Dan kenapa kamu malah memilih boca ingusan itu.." Emosi Fatur di balik kemudia mobilnya.


" Sungguh di luar nalarku kamu memilih bersumikan di bawah umur yang masih berstatus mahasiswa.." Fatur merasa tak habis pikir dengan Aima kekasihnya itu.



Fatur yang tidak habis pikir dengan pernikahan Aima dan Arif yang disangkahnya pernikahan atas dasar suka sama suka, cinta sama cinta, seolah di pusingkan dengan teka teki yang belum terpecahkan.


Fatur menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari penginapan untuknya.


Dia bertekad untuk mengawasi keduanya dengan mata kepalanya sendiri. Sedangkan untuk Arif, Fatur sudah merencanakan sesuatu untuk mahasiswanya itu jika mereka sudah kembali ke rutinitas perkuliahan.


***


"Ma, mama.." Arif yang baru pulang dari mengantarkan Ayah ke ladang, terus mencari keberadaan sang Ibu di dapur belakang.


"Ada apa Rif.. Pagi pagi sudah teriak teriak aja.." Bu Nana yang sedang meracik bumbu masakan, terkejut dengan panggilan Arif yang seperti kehilangan sesuatu.


"Di kamarnya.. Tadi mama liat dianya masih tidur.." Jawab bu Nana santai dan kembali masuk ke dapur untuk melanjutkan acara masaknya


"Gak ada mama.. Kalau ada, gak mungkin aku panik.." Ucap Arif mengacak rambutnya menatap bu Nana yang kembali masuk ke dalam dapur.


"Cari di luar.. Gak mungkin dia jauh jauh.." Ucap bu Nana cuek.


Pagi tadi Aima sudah minta izin mertuanya untuk jalan jalan di sekitar tempat tinggal mereka untuk mencari view yang bagus buat photo sebagai kenang kenangannya nanti.


Bu Nana sengaja menguji Arif untuk mengetahui seberapa besar peduli Arif kepada menantunya itu.


Arif akhirnya bergegas keluar mencari keberadaan Aima di sekitar tempat tinggalnya terlebih dahulu.


Dari jauh, Arif tidak sengaja melihat sosok Aima yang sedang melalukan pemotretan dengan menggunakan kameranya.


__ADS_1


"Dasar anak nakal.. Bisa bisanya bikin orang jantungan karna panik.." Gumam Arif dengan kesal



Arif melangkah menghampiri Aima yang sedang berada di tepi tebing yang terdapat rerumputan dan alang alang yang tumbuh dengan subur.


Pemandangan puncak perkebunan yang begitu indah nan sejuk, membuat siapapun akan tertarik untuk mengambil photo sebagai kenang kenangan tersendiri.


Demikian pun dengan Aima, dia memanfaatkan moment itu.


"Kebiasaan kalau keluar gak izin dulu.." Arif terlihat kesal dengan kelakuan Aima yang selalu mengabaikan izin darinya.


Aima menatap Arif dengan datar. Aima bangkit dari tempatnya dan meraih kamera yang dia letakkan di depannya, kemudian melangkah meninggalkan Arif.


Arif yang melihat sikap acu Aima menarik lengan Aima sedikit keras karena posisi Aima sudah sedikit jauh ke depan.


"Aww.. Sakiit ihhk.." Pekik Aima menatap tajam ke arah wajah Arif.


Arif yang sadar cengkaramannya yang sedikit keras, langsung melepaskan tangannya.


"Maaf, aku gak sengaja.." Ucap Arif menyesal.


Aima kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Arif tanpa menjawab.


Arif mengejar Aima dan memeluknya dari arah belakang. Membuat Aima tersentak kaget atas perlakuan Arif.


"Maaf.. Aku gak sengaja.." Arif kembali mengulangi permintaan maafnya dengan begitu lembut.


"Iya.. Lepas, aku mau pulang.." Jawab Aima dengan datar.


Arif memutar tubuh Aima menghadap kepadanya. Di tatapnya mata Aima dengan seksama.


"Kenapa kamu marah..?" Tanya Arif ingin tahu apa yang membuat Aima mengacuhkannya.


"Aku liat kamu gak ada di rumah.. Kamu selalu pergi tanpa pamit.. Gimana aku mau minta izin..? Aku cuma keluar mengusir rasa bosanku karena kamu selalu ninggalin aku saat tidur, gak pernah ngajak aku keluar.. Apa salahnya aku mencari sesuatu yang bisa mengusir rasa bosanku..?" Aima menatap mata Arif dengan meluapkan uneg unegnya.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA..😇🙏🙏💞💞**


__ADS_2