DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
KEKESALAN AIMA


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu.


Aima dan Arif kini kembali tinggal di rumah orang tua Aima atas permintaan bu Ineke karena beliau sedang sakit akibat merindukan Aini.


Aima pun mau tidak mau harus menuruti keinginan sang ibu. Karena saat ini, hanya dialah anak mereka satu satunya.


Dan tepat hari ini, Arif sudah mulai masuk bekerja. Dia di percayakan untuk mengelola salah satu hotel milik mertuanya.


Meski menolak karena merasa sudah mendapatkan kesepakatan atas syarat yang dia ajukan pada Ayah mertuanya sebelumnya, Arif tetap tak bisa menolak.


Semakin menolak, semakin di paksa. Membuat Arif tidak punya pilihan lagi.


Tepat pukul enam sore hari, Arif baru mulai meninggalkan ruangannya menuju pulang. Sementara Aima, masih betah berada di kantornya.


Pekerjaan yang begitu banyak, membuat Aima harus lembur juga.


Hingga tanpa terasa hari sudah menjelang malam, Aima baru mulai menyudahi pekerjaannya.


Dulu Aima terbiasa sendiri meski memiliki kekasih. Namun berbeda kali ini. Aima justru terburu buru seakan di kejar oleh waktu ketika sadar waktu sudah menunjukan pukul 08 malam.


"Astaga.. Aku pikir baru mau magrib ini.. Mas Arif pasti sudah sejak tadi pulangnya.." Gerutu Aima membereskan berkas dan laptop di meja kerjanya.


Di ambilnya ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas meja kerja sembari mendumel sebab tidak ada panggilan bahkan pesan dari sang suami.


"Dia khawatir gak sih sama aku..? Istrinya belum pulang jam segini kok adem payem aja dianya. Basa basi kek nanya lagi dimana gitu.. Dasar.." Gerutu Aima karena kesal sendiri dengan sikap cuek sang suami.


Tak butuh waktu lama, Aima akhirnya sampai juga di rumah utama. Dengan perasaan yang masih kesal, Aima masuk dengan mengabaikan mbok Lala yang sengaja menyapa.


"Kenapa si non mukanya kayak lagi kesambet gitu ya..? Monolog mbok Lala terheran


"Mbok..? Siapa yang kesambet..?" Mbok Lala terkejut saat bu Ineke sang majikan tiba tiba muncul di belakangnya.


"Astaghfirullah.. Ehh bu.. Maaf bu, saya kaget.." Ucap mbok Lala menekan dadanya akibat terkejut.


Bu Ineke menatap aneh wajah asisten rumahnya itu kemudian memilih berlalu tanpa bertanya perihal tadi yang belum di jawab oleh mbok Lala.


Sementara itu, Aima yang sudah berada di kamarnya, memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum menemui sang suami.


"Astaghfirullah.." Kaget Aima saat Arif tiba tiba muncul di depannya saat pintu kamar mandi di buka.


"Iiihhk ngagetin aja.." Kesal Aima menatap sang suami penuh emosi.


Belum juga reda rasa kesalnya sejak sepulang dari kantor, kini suaminya berulah di depannya.


Aima mendorong keras dada Arif hingga terdorong selangkah kebelakang. Arif bukannya marah, justru tersenyum dan mencoba meraih tangan Aima yang selangkah menjauh darinya menuju Walk in Closet.

__ADS_1


Aima yang memang masih terbawa kesal, menghempaskan tangan sang suami dengan tatapan tajam.


Hal itu lantas membuat Arif memgerutkan dahinya.



"Kenapa lagi sih dia..?" Batin Arif.


***


Selesai berpakaian, Aima dengan cueknya keluar kamar mengabaikan Arif yang masih setia berdiri di depan walk in closet menunggunya.


Arif tercengang melihat sikap sang istri kali ini yang biasanya meski tak banyak bicara, tapi masih ada saja basa basinya untuk sekedar bahan obrolan.


Arif meraih tangan Aima ketika Aima hampir di ambang pintu kamar. Barangkali berniat keluar kamar meninggalkan sang suami dengan penuh tanda tanya di benaknya.


"Apa sihh..?" Kesal Aima menghempaskan tangan sang suami.


"Ya kamu kenapa..? pulang pulang kok marah marah gini..?" Heran Arif menatap wajah sang istri.


Aima memilih diam dan kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar. Lagi lagi Arif mencekal pergelangan tangan Aima.


"Iiiissshhhh.. Nyebelin.." Kesal Aima dengan tatapan penuh kekesalan kemudian kembali melanjutkan lamgkahnya.



"Aku salah apa ya hari ini..? Perasaan pagi tadi sebelum berangkat kerja, baik baik aja deh.." Monolog Arif yang merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


*F*lashback On


"Oh jadi gini cara kamu balas dendam..? Hanya karena aku gak ngabarin, gak bales pesan kamu, terus kamu memilih menikah dengan boca itu gitu..?"


Aima yang sedang kesal pada suaminya karena merasa tidak mengkhawatirkan dirinya yang pulang telat, kini semakin kesal akibat tuduhan tak tepat yang di lontarkan oleh mantan kekasih hatinya itu.


"Terserah.. Minggir, aku mau pulang.." Ucap Aima lelah dengan sikap mantannya itu


"Minggir gak..?" Ucapnya pelan namun penuh penekanan ketik Fatur masih berdiri di depna pintu mobilnya.


"Gak.. Kamu naik mobilku aja, biar aku antar pulang.. Aku masih butuh bicara sama kamu.." Ucap Fatur tak tau malu.


"Hahh..? Kamu pikir kamu siapa..? Heyy aku ini istri orang, pantaskah aku pulang sama mantan aku..?" Sarkas Aima dengan tatapan kesal.


"Ohh jadi kamu lebih memilih menjaga hati boca itu ketimbang peduli pada perasaan aku yang jelas jelas telah kamu sakiti, kamu hancurkan gitu..? " Amarah Fatur memuncak tak peduli Aima takut atau tidak padannya.


__ADS_1


"Gila kamu ya..? " Ucap Aima mendorong keras dada Fatur dan berhasil masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan parkiran menuju keluar gedung.


Fatur mengumpat seorang diri disana tanpa peduli ada yang melihatnya atau tidak.


Sejak pukul 3 sore dirinya sengaja meninggalkan kampus menuju kantor Aima untuk menunggunya pulang, namun apa yang di dapat tak sesuai harapan.


Akankah Fatur berhenti sampai disini..? Tak mungkin. Sebab watak Fatur yang mau menang sendiri tak akan mengubah tekadnya menjadi pasrah dan ikhlas melepas Aima.


Jika di tanya cinta, ya Fatur sangat mencintai Aima. Namun sikap cuek yang sudah melekat pada dirinya sejak kecil, membuat hubungan mereka selalu tak baik baik saja.


***


"Non..? Sapa mba Lala ketika Aima menuruni anak tangga.


Kebetulan mbok Lala baru saja mengantarkan air minum ke kamar bu Ineke.


"Mau makan mbok.. Laper.." Ucap Aima dingin


"Baik non.." Jawab mbok Lala berlalu menuju dapur


Setelah makan malam Aima sudah siap tersaji, Aima tanpa sabar mulai menyendokkan nasi beserta lauk ke dalam piringnya.


Mbok Lala memperhatikan gerak gerik nonanya itu dengan seksama.


"Non..? Non kelaperan ya..?" Penasarannya mbok Lala


"Aku belum makan malam mbok Lala.." Jawab Aima santai


"Tuh sikapnya santai lagi.. Lah tadi kaya siapa gitu, gak kenal.. Ternyata non Aima rese juga ya kalau laper..?" Ujar mbok Lala yang membuat Aima tersedak


Buru buru mbok Lala menyodorkan segelas air minum untuk meredahkan tenggorokan majikannya itu.


"Udah ahk.. Aku mau makan ni.. Ganggu aja.." Kesal Aima mendelik


Bukannya takut, mbok Lala justru tertawa melihat raut wajah sang majikan yang memerah akibat tersedak.


Pukul 10 malam, Aima baru mulai kembali ke kamarnya untuk istrahat.


Setibanya di kamar, Aima memang melihat Arif tidur terlentang di atas sofa. Namun karena suasana hati belum tenang, Aima memilih acuh.


"Dasar tidak peka.." Gerutu Aima dalam batin menatap sang suami dari atas Ranjang.


**BERSAMBUNG..


HAYY TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAU MAMPIR DISINI, TERIMA KASIH YA..?

__ADS_1


KUNJUNGAN KALIAN ADALAH BENTUK SUPPORT LOH.. 😊🙏


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS YA DENGAN BANTU LIKE DAN VOTE.. TERIMA KASIH SEBELUMNYA.. 🙏💖💖**


__ADS_2