
Mendengar suara pintu di dorong dari luar, Andra yang sejak tadi di liputi amarah yang meluap luap, mendadak tersenyum ramah menatap ke arah pintu.
Begitu cepat raut wajahnya berubah. Sudah tentu dirinya tidak mau ada yang tahu kenapa dia begitu marah di ruangan asistennya itu.
"Kenapa kamu disini..?" Suara bariton yang selalu membuat telinga Andra sakit mendengarnya akhir akhir ini, terdengar sangat menyebalkan hatinya.
Namun tidak mungkin pula dirinya menunjukkan secara langsung.
***
Di tengah kepadatan ibu kota, sebuah mobil mewah melaju membela jalanan dari arah bandara menuju hotel bintang lima yang berada tidak jauh dari pusat kota.
Dan dari arah berlawanan, mobil yang di tumpangi oleh Fatur, tak kalah melaju dengan kecepatan yang hampir sama.
Kedua mobil tersebut seolah sedang berpacu dalam waktu yang terdesak. Apakah mereka lupa bahwa ego mereka bisa saja membahayakan diri mereka sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Tepat di simpang jalan menuju hotel yang sama, mobil mereka saling mendahului masuk ke area parkir yang sudah tersedia disana.
" ****.." Umpat Zio melihat mobil yang di tumpanginya hampir keserempet mobil yang di kendarai oleh Fatur.
Dengan santainya Fatur turun dari balik kemudinya dan berjalan dengan begitu gagahnya memasuki hotel tanpa rasa bersalah.
Begitu pun yang di lakukan Zio. Hanya saja matanya sedikit terusik melihat Fatur yang berjalan di depannya karena kejadian tadi.
"Siapa dia..?" Bisik Zio pada asistennya kala melihat Fatur memasuki ruang meeting yang sudah di siapkan khusus untuk pertemuan petinggi perusahaan yang akan bekerja sama dalam bursa saham.
"Saya juga belum tahu tuan.." Jawab Marza asisten Zio.
" Hmmm.. Apa yang kamu ketahui..?" Gertak Zio dengan kesal.
" Maaf tuan. Hari ini ada lima perusahaan besar yang akan hadir dalam pertemuan siang ini. Tapi saya juga belum tau siapa saja mereka. Karena sepertinya ini sangat rahasia.." Ucap Marza.
"Mmmm gitu rupanya. Sedikit agak lain juga. Tapi ini menarik.." Ucap Zio tepat saat mereka berhenti di depan pintu ruangan pertemuan.
Namun tanpa terduga oleh keduanya, Fatur juga tengah berada di pintu tersebut berniat untuk keluar dari ruangan.
Entah apa tujuan Fatur berada disana. Namun di dalam ruangan tersebut, sudah ada beberapa orang yang menempati kursi depan meja panjang tengah memandang ke arah mereka.
" Bisa beri saya jalan..?" Ucap Fatur dengan datar.
Zio berdeci. Namun sedetik kemudian dirinya mengalah juga, memberi jalan untuk Fatur yang memang terhalang oleh badannya.
Setelah Zio memasuki ruangan, matanya menatap satu persatu tamu yang ada di sana. Tak ada satupun dari mereka yang ia kenal.
" Ini sungguh luar biasa.." Gumam Zio dalam hati.
Sementara sang asisten, hanya bisa menatap para tamu yang ada dan mencoba merekam wajah mereka dalam memori ingatannya.
"Masih ada satu pemimpin perusahaan lagi yang kita tunggu. Barangkali ada yang sedikit bisa menebak siapa beliau..?" Ujar salah satu tamu yang ada di ruangan tersebut saat Zio mendaratkan pantatnya di kursi empuk samping orang tersebut.
__ADS_1
Belum juga ada yang menjawab, pintu ruangan kembali di buka dari luar.
Menampakkan seorang bos besar perusahaan yang cukup lama berjaya di kancah dunia bisnis.
Semua mata tertuju pada sosok tersebut. Bukan karena kekayaaan dan kejayaannya, akan tetapi sosoknya yang sudah cukup berusia senja, namun masih gagah terlihat dan berkarisma.
Serentak para petinggi perusahaan berdiri menyambut kedatangan beliau. Sudah tentu mereka tahu siapa dan bagaimana kiprah beliau di dunia yang mereka geluti.
Sangat di segani dan sangat di takuti karena ketegasan beliau yang tak bisa tertoleransi.
"Selamat siang pak Anugrah Gemilang.." Sapa mereka hampir bersamaan.
Zio mengerutkan keningnya dengan bingung menatap beberapa orang di sana kemudian beralih menatap pada tamu yang terakhir datang tersebut.
Dengan canggung, Zio ikut berdiri menyesuaikan diri dengan tamu yang ada.
"Silakan duduk semuanya.." Ucap pak Gemilang dengan santun.
Pertemuan pertama satu yang menjadi pertanyaan Zio dalam benaknya, siapa sebenarnya Anugrah Gemilang.
Sementara itu, di tempat lain, Andra tengah menjadi bulan bulanan pak Roy.
Amarah dalam dadanya seakan meledak saat itu juga tatkala dirinya tak dapat menjawab pertanyaan sang ayah tentang kelanjutan proyek yang sedang dia tangani.
Dirinya yang terlalu sibuk menata perasaannya yang berbunga bunga pada Aima, melupakan hal penting soal kinerjanya yang sewaktu-waktu akan di periksa oleh ayahnya.
Bahkan meeting penting pagi tadi semata mata hanya karena dia ingin melihat Aima. Bukan untuk membahas masalah proyek.
Terlalu cuek memang. Meski semuanya akan baik baik saja, berjalan dengan lancar karena kinerja Arif, tapi bukan berarti dia lepas tangan begitu saja.
" Ayah mulai curiga sama kamu Andra. Jangan jangan asisten yang kamu rekomendasi kan pada Ayah waktu itulah yang menangani sepenuhnya proyek ini.."
Dan kamu lepas tangan dan lebih memilih hidup bebas di luar sana sesuka hati.." Ucap pak Roy dengan murka.
" Gak seperti yang ayah pikirkan. Dia memang asistenku, tapi aku gak pernah lepas tangan seperti yang ayah tuduhkan.." Elak Andra
" Sedari awal kamu tidak mau menjalankan perusahaan ini bukan..? Kamu baru mau ketika syarat yang kamu ajukan itu ayah setujui .." Sarkas pak Roy mengintimidasi.
Andra tak dapat mengelak lagi. Diam solusi terbaik baginya saat ini.
Beruntung saat ayahnya kembali melontarkan kalimat yang akan mengambil alih proyek itu, pintu ruangan itu di buka dari luar yang menampakkan wajah Arif di sana.
Bukannya lega karena terbebas dari amukan sang ayah, Andra justru melayangkan tatapan tajam ke arah Arif.
Dan Arif sadar akan hal itu. Suasana di sana pun Arif sangat peka.
"Ah kebetulan sekali kamu datang. Kamu ikut saya di kantor saya sekarang.." Ucap pak Roy ketika melihat Arif di ambang pintu lalu berbalik meninggalkan ruangan tersebut.
Arif yang masih bingung apa yang sedang terjadi, hanya mematung menatap punggung pak Roy. Bukankah semuanya baik-baik saja pikirnya.
__ADS_1
Lantas apa yang menjadi penyebab tatapan tajam Andra yang seolah ingin menerkam dan perintah pak Roy untuk menemuinya.
***
"Mau kemana tuan setelah ini..?" tanya Marza pada Zio saat melihat bosnya itu berjalan hingga ke lobi hotel seusai pertemuan di hotel mewah tersebut.
" Kita ke perusahaan Anugrah perkasa sekarang.." Ucap Zio memasuki mobilnya.
"Baik tuan.." Jawab Mirza sang asisten.
Sesaat kemudian, mobil Zio pun kini mulai memasuki jalan utama ibu kota. Membelah jalanan yang di padati oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Selama perjalanan, pikiran Zio tak hentinya berpikir. Siapa sebenarnya sosok pak Anugerah Gemilang.
Zio yang merasa dirinya sudah cukup lama di dunia bisnis, belum pernah sekalipun mendengar nama tersebut.
Dan hari ini adalah kejutan untuknya. Anugerah Gemilang sang pemilik perusahaan Anugrah Perkasa, yang baru beberapa bulan ini sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan miliknya di Singapura dan Malaysia, menekan efek bursa sahamnya tanpa tanggung tanggung.
Selama ini dia mengira bahwa Aima lah pemilik perusahaan tersebut. Sehingga dia begitu mudah menerobos jauh ke dalam dengan dua tujuan.
Ingin mendapatkan keuntungan lebih dari perusahaan Anugrah perkasa dan bisa mendapatkan Aima sepenuhnya.
Namun kejutan hari ini, cukup membuat nya frustasi.
"Gila. Pantas saja semua pemilik perusahaan yang ikut pertemuan hari ini begitu tunduk dengan penuh hormat. Rupanya dia memiliki banyak perusahaan dan saham dimana mana.." Gumam Zio dengan tatapan tajamnya seolah menembus kaca mobil di depannya.
"Real sultan" Celetuk Mirza yang sedang fokus mengemudi.
Sontak kepalan tangan Zio mendarat sempurna di lengan Mirza tanpa ampun.
Membuat Mirza melambatkan lajunya kendaraan karena rasa sakit yang tak terkira.
Dia melupakan bahwa sang bos di sampingnya saat ini sedang merasakan geram karena kejadian di ruangan pertemuan tadi, tapi bisa bisanya mulutnya berkata demikian di depan bos-nya itu.
"Maaf tuan.." Ucapnya menyesali.
Zio tidak menggubris ucapan sesal asistennya. Pikirannya kembali menerawang jauh.
" Siapa Aima sebenarnya..? Apa hubungannya dengan Anugerah Gemilang dan perusahaan Anugrah perkasa.." Batin Zio
.
.
...BERSAMBUNG.....
...HAY TEMAN TEMAN.....
...MAKASIH YA MASIH SETIA HINGGA KE EPISODE KALI INI.. 🙏🙏💖...
__ADS_1
...MOHON DUKUNGANNYA TERUS DENGAN BANTU LIKE DAN VOTE.....
...TERIMA KASIH SEBELUMNYA.. 🙏🙏💖💖...