DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
PERMINTAAN AINI


__ADS_3

Andra memang berasal dari kalangan orang berada. Bapaknya yang pengusaha membuat dia sering gonta ganti kendaraan setiap kali ke kampus.


Hal itu yang membuat dia banyak di gilai wanita di kampusnya. Namun tidak dengan Aini.


Justru Andra yang menjadi pusat perhatian, serta terkenal gonta ganti kendaraan itulah yang membuat Aini tidak menyukainya.


Hingga ketika Andra menyatakan perasaannya, Aini menolak dengan halus.


Andra adalah salah satu mahasiswa yang gentar mendekati Aini tanpa jera. Namun tak sekalipun Aini menggubrisnya.


Itulah sebabnya Andra semakin penasaran dengan Aini. Hanya Aini yang menolak pesonanya di saat begitu banyak gadis menginginkannya.


Andra tidak mengetahui bahwa Aini ternyata menyukai sahabatnya sendiri yaitu Arif. Begitu pun dengan Arif. Apa jadinya jika mereka tahu akan hal itu. Entahlah.


***


Di ruang rawat VVIP Rumah sakit pelita, para sahabat Aini saling melempar candaan satu sama lain.


Banyak cerita konyol yang mereka bahas di iringi gelak tawa.


Rupanya hari ini mereka sepakat untuk bolos kuliah hanya untuk menjengukin Aini.


Mereka begitu asik dengan candaan. hingga tanpa sadar pintu ruangan tersebut di buka oleh seseorang dari luar.


“Arif..?” ucap Aini terkejut melihat sosok Arif di balik pintu kamar rawatnya.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut spontan mengalihkan pandangan ke arah pintu.


“Sama siapa Rif..? tanya Inaya sambil cilingak celinguk seperti mencari seseorang dari balik pintu


“Iihh pujaan hatiku.. Sengaja ya nyusulin aku kesini..?” tanya Mila lengkap dengan gaya centilnya.


“Mila, sadar dong.. Disini ada kita berempat. Belum tentulah Arif kesini nyusul kamu.." Sanggah Rani


"Dan ada Aini disini, tentu Arif kesini jengukin siapa..” tambahnya lagi merasa kesal melihat sahabatnya itu yang terlalu genit menurutnya.


Aini yang sudah hafal betul seperti apa sahabat-sahabatnya itu, justru merasa terhibur dengan kelakuan mereka.


Sementara Arif, hanya tersenyum menanggapi.


“Masuk Rif.. Sini duduk sini..” Ajak Mila mempersilakan Arif duduk dengan menarik Inaya berdiri dari kursi tempatnya duduk.


Dengan terpaksa Inaya menuruti dan bergeser kearah Rani yang berada di sisi ranjang Aini.


Namun mimik wajahnya jelas tergambar sedang menahan rasa kesal kepada Mila.


Melihat itu, timbul kejahilan dalam benak Rani dengan menoel pipi Inaya yang sukses menambah kekesalannya dua kali lipat.


Hal itu tidak luput dari perhatian Aini. Sehingga mengundang gelak tawanya.


Inaya menggerutu kesal karena dia butuh tempat untuk duduk meluruskan kakinya yang terasa sakit.


Gara garanya sepanjang koridor rumah sakit, dia di seret oleh Mila yang tidak sabar ingin segera sampai di ruang perawatan Aini.


“Kenapa bukan dia aja sih yang geser dari kursi.. dasar centil..” gerutu Inaya di telinga Rani dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


“Cemburu..?” tanya Rani sedikit usil.


“Mana ada.. nooh kaki aku sakit gara gara dia tadi..” Jelas Inaya masih dengan berbisik.


“Siapa yang cemburu?” Tanya Mila menatap Rani.


“Aini yang cemburu Mil.. Bang Arif kan lagi dekat sama Aini..” jawab Rani asal.


Memang ketiga sabahatnya itu belum ada yang tahu akan kedekatan Arif dan Aini.


“Iyakah..? Apa itu benar Aini..?” tanya Mila meminta menatap Aini penjelasan.


“Iya benar, Saya bahkan sudah melamar Aini di depan orang tuanya kemarin..” Jawab Arif greget akan diamnya Aini.


"Hahhh?" Ucap ketiganya bersamaan.


Aini menggaruk keningnya yang tidak gatal. Bingung harus menjawab apa.


Semua mata sahabatnya terbelalak memandang Arif tak percaya. Kemudian menatap Aini meminta penjelasan dengan ekspresi wajah dan sorot mata mereka masing masing.


Sedangkan Aini menutup matanya melihat ekspresi sahabatnya. Dia bingung bagaimana cara menjelaskan kepada sahabat sahabatnya itu agar tidak ada salah paham.


“Apa benar Aini..? Kalian ada hubungan yang kita gak tahu..?” tanya Rani mengintimidasi


Bingung harus menjelaskan bagaimana, Aini hanya bisa menganggukan kepalanya pelan, membuat ketiga sahabatnya menghembuskan nafas kasar.


Aini melihat kekecewaan sahabat sahabatnya. Namun diapun memilih diam.


“Eh tapi gak apa.. Aku senang mendengarnya.. Jadi sahabat cantik kita ini, sebentar lagi dapat gelar baru ni..” celetuk Inaya mencairkan suasana tidak nyaman itu.


Biar gimana pun, Inaya ingin sahabat sahabatnya itu tidak membuat Aini sedih.


"Eh iya.. Iya benar, jadi anggota kita udah ada ni yang gak jomblo.. Kemajuan yang baik ni.." Ucap Rani menatap mereka satu persatu.


Keadaanpun kembali mencair. Gelak tawapun ikut mewarnai wajah wajah yang tadinya terasa tegang.


“Bisa minta waktunya sebentar..? Ada yang mau saya bahas dengan Aini sebentar..” ucap Arif kemudian.


Inaya, Mila dan Rani saling melempar pandangan satu sama lain.


"Oh okey abang bro." Ucap Mila kemudian


"Cantik, kita keluar dulu ya? Nanti kita balik lagi kesini." Ucap Inaya mencium pipi Aini yang di ikuti kedua sahabatnya.


Ketiga sahabat itupun keluar kamar rawat Aini. Mereka memutuskan manuju ke cafe yang tidak jauh dari rumah sakit tersebut untuk mengisi perut mereka yang kosong karena waktu sudah menjelang siang.


Sepeninggal tiga sahabatnya, Aini dan Arif terlibat obrolan yang serius.


“Assalamualaikum..” ucap Aima mendorong pintu masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu


Membuat keduanya sedikit terkejut.


“Waalaikumsalam..” ucap Arif dan Aini bersamaan.


“Ada tamu rupanya..” Ucap Aima ketika melihat Arif duduk di samping adiknya.

__ADS_1


“Iya kak..” jawab Arif sambil berdiri dari duduknya.


Aima sebenarnya tidak begitu menyukai Arif. Terlebih kesan pertama yang di berikan Arif kurang menarik simpatik Aima karena terkesan berlebihan. Menurut Aima.


Aima memang memiliki sifat sedikit berbeda dengan Aini yang tidak gampang menunjukkan ketidak sukaan mereka pada seseorang.


Jika Aini, dia lebih memilih untuk tetap tersenyum namun menjaga jarak. Sedangkan Aima, lebih cenderung jutek dan cuek.


“Gimana hari ini dek..?” tanya Aima sambil mengelus pipi adik kesayanganya itu dengan penuh kasih.


Aima sengaja mengabaikan Arif yang berada di samping ranjang Aini.


“Baik kak, jangan khawatir.. Ada kakak disini sudah cukup jadi obat buat Aini..” jawab Aini tersenyum.


"Bisa aja ya gombalnya ya.." Gelak Aima gemas pada adik kesayangannya itu.


Aini mengangkat tangannya isyaratkan minta pelukkan dari sang kakak. Aima pun menyambutnya dengan senang hati.


Melihat kedekatan Aini dengan kakaknya, membuat hati Arif tersentuh haru.


Dengan yang dia lihat di depan matanya itu, membuat dia mengerti kenapa Aini lebih memilih menunggu sang kakak sebelum memberi keputusan akan lamrannya.


"Kakak makin cantik aja.. Oh iya, makasih ya udah selalu ada buat Aini.. Padahal kakak ini orangnya sangat sibuk.." Tutur Aini tulus masih dalam pelukan Aima.


“Gombal juga adikku ini..” Ucap Aima semakin mengeratkan pelukkannya.


Aini tersenyum menanggapi sembari mengurai pelukan.


“Kak, gimana permintaan Aini kemarin.. Sudah kakak pikirkan..?” tanya Aini menatap manik mata Aima.


Melihat kakaknya diam tidak menanggapi, Aini merai tangan kakaknya dan menggenggamnya dengan erat.


Sementara Arif merasa kikuk berada di antara pembahasan mereka yang dia sendiri tidak tahu soal apa.


Merasa ada yang tak harus dia ketahui, Arif berniat pamit keluar kamar. Namun Aini memintanya untuk tetap berada di ruangan itu.


"Disini aja Rif.." Cegah Aini menatap Arif.


"Gak apa apa.. Biar aku keluar dulu sebentar.." Ucap Arif lembut.


"Ngapain di luar..? Udah disini aja gak apa apa.." Cegah Aini memaksa.


Arif akhirnya menurut. Meski sempat matanya melirik tidak yakin apakah Aima tidak keberatan dirinya berada di antara mereka.


Sementara itu, Aima hanya diam. Dia seolah udah jengah dengan kondisi itu.


"Dek, kakak bawa makanan kesukaan kamu.. Kakak suapin ya..? " Ucap Aima mencoba mengalihkan.


Aini mencebikkan bibirnya.


"Kakak jangan mengalihkan.." Ujar Aini kesal.


Arif benar benar tidak bisa menebak apa isi pembicaraan kakak beradik itu sesungguhnya.


Sementara Aima tetap pada diamnya meski Aini terus mendesaknya.

__ADS_1


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH SEBELUMNYA BUAT TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. MOHON DUKUNGANNYA.. 😇🙏🙏💞💞**


__ADS_2