DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
PERMINTAAN AINI 2


__ADS_3

“Aini harap kakak setuju dan mau menerima permintaan Aini. Anggaplah ini permintaan Aini untuk yang terakhir kali kak..” Aini terus menggenggam tangan Aima sedikit memohon.


Sulit bagi Aima untuk mengabulkan permintaan adiknya itu. Karena baginya itu sangat bertentangan dengan prinsipnya.


“Aku sangat menyanyangimu kak. Aku tahu kak Aima akan rela jika aku mendahului kakak untuk menikah." Ucapnya liri


"Meski itu sakit untuk kakak. Tapi ini sudah menjadi pilihanku. Aku yakin ini yang terbaik..” Ucap Aini meyakinkan Aima akan keputusan sepihaknya.


Tanpa terasa air mata Aini menetes membasahi pipinya. Dengan segera dia menghapus air matanya dan tersenyum manis di hadapan sang kakak.


"Aku mau, tapi aku tidak bisa kak. Sungguh tidak bisa. Maka itu aku memohon untuk kakak menggantikan posisiku. Ini permintaanku yang terakhir. Setelah ini tidak akan ada lagi." Berharap sang kakak mau mengabulkan permintaanya.


"Gak bisa gitu donk dek. Kakak juga punya kehidupan sendiri dengan pilihan dan prinsip hidup kakak." Sanggah Aima.


"Kakak sayang sama kamu, tapi bukan berarti harus dengan cara seperti ini juga kan dek" Ucap Aima meminta pengertian sang adik.


Arif melihat obrolan kakak beradik itu semakin serius. Merasa tak enak hati, Arif memilih duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut dengan menyibukan diri mengutak atik ponselnya.


“Kemarin setelah Aini sadarkan diri, Aini terus memohon berharap Tuhan meminjamkan Aini satu hari saja untuk Aini bisa mewujudkan ini. Dan Allah mengabulkan itu kak..” kata Aini mengajak Aima berkompromi dengan harapannya.


Aima masih diam tak bergeming. Menunduk dengan lesu. Sedangkan Arif yang tidak tahu pokok bahasan keduanya hanya memilih tetap diam.


"Dek.."


“Setelah semua yang Aini lewati, Aini sudah memikirkan ini semua dengan baik. Makanya Aini ingin kakak yang mewujudkannya untuk Aini.. Nanti kalo Aini sudah saatnya pergi, Aini akan pergi dengan bahagia kak..” Ucap Aini memotong ucapan sang kakak.


Ucapan Aini sontak membuat Aima terisak dalam tangis. Gunda gulana menghampiri perasaannya seketika.


Sedangkan Arif yang mendengarkan percakapan kakak beradik itu semakin di buat bingung. Ingin bicara, bahkan ingin bertanya, tapi dia tak punya keberanian.


"Sebenarnya ada apa ini..? Apa yang terjadi..? Apa yang sedang mereka bahas.." Monolog Arif dalam hati


Pandangan Arif terus tertuju pada wajah Aini. Mencoba menebak apa sebenarnya yang terjadi, namun tidak ketemu jawabannya.


Arif hanya bisa menghembuskan nafas pelan menatap keduanya secara bergantian. Dia memilih menyimak saja tanpa mau menerka lagi. Toh nanti akan dia tahu juga gumamnya dalam hati.


Sementara itu, Aima terus menundukkan kepalanya menghindari tatapan mata adiknya.


Isak tangisnya semakin terdengar memenuhi ruangan rawat Aini. Hingga akhirnya


“Terserah kamu aja dek..” ucap Aima pasrah menerima apa yang sudah menjadi keputusan sang adik.


Senyum manis tersungging di bibir gadis cantik itu mendengar jawaban Aima.


“Terima Kasih kak, kakak udah mengerti Aini.." ucapnya mencium pipi Aima.


"Peluk.." Manja Aini pada sang kakak, dan di turuti juga oleh Aima.


Cukup lama mereka berpelukan. Sampai akhirnya


“Kak, Aini laper.. Pengen makan somay..” rengeknya kemudian. Membuat Aima tersenyum gemas

__ADS_1


“Ya udah. Kamu tunggu sebentar ya biar kakak belikan dulu..” jawab Aima menghapus sisa air mata di pipinya dengan jarinya lentiknya.


“Arif, tolong temani kak Aima ya..? Aku takut dia kenapa napa di jalan.” Pinta Aini menoleh kearah Arif yang duduk so sofa.


Arif menatap Aini bingung.


“Banyak yang naksir dia, itu sangat bahaya tau..” Lanjutnya lagi dengan pura pura polos membuat Arif terkekeh karena menahan tawa.


Aima menoleh ke arah Arif yang tertawa mendengar keusilan Aini padanya.


Aima mendelikan matanya dan kembali menatap wajah adiknya


“Kamu ini.. gak usah, gak perlu di temani.. Kayak anak kecil aja..” protes Aima karena dia tahu tujuan Aini melakukan itu untuk apa.


“Gak apa-apa kak, biar saya temani..” tawar Arif kemudian karena merasa tidak enak


“Tapi yang nemanin kamu disini siapa..?” tanya Arif menatap Aini.


“Mama sama papa bentar lagi nyampe kok kesini.." Jawab Aini tersenyum.


"Mereka kok datangnya siang dek..? Trus pagi tadi siapa yang nemanin kamu..?" Tanya Aima terlihat khawatir.


"Mama sama papa pulang pas Rani, Inaya dan Mila disini pagi tadi..” Jawab Aini menjelaskan.


"Terus, sekarang mereka pada kemana..?" Tanya Aima belum merasa puas.


"Mereka udah balik ke kampus kak pas udah ada Arif.." Kata Aini kembali memberikan penjelasan.


“Ayo kak..” Ajak Arif kemudian karena melihat Aima tidak ada pergerakan.


Melihat Aima yang pura pura tak mendengar ajakan Arif, Aini menepuk pelan punggung tangan Aima yang pura pura sibuk dengan ponselnya.


"Gak usah nunggu mama papa nyampe dulu kak.. Aini udah laper.." Ucap Aini beralasan.


Aima menarik nafas dan menghembuskan kasar.


"Iya udah kakak carikan dulu sebentar.. Ada yang lain selain siomay..?" Tanya Aima, Aini menjawab dengan gelengan.


"Ya udah kami pergi dulu ya..? Assalamualaikum.." Ucap Arif tersenyum.


Arif berjalan mendahului Aima keluar kamar rawat Aini. Aima masih terdiam tanpa beranjak dari duduknya.


Dirinya masih merasa berat. Membuat Aini mengusap wajah sang kakak penuh sayang.


Aima akhirnya perlahan beranjak dan keluar kamar menyusuli Arif yang sudah keluar terlebih dahulu.


Sesampainya di parkiran, Arif yang sengaja menunggu Aima, menghembuskan nafas berat saat melihat Aima berjalan di depannya menuju salah satu mobil yang sedang terparkir disana.


Nampaknya dia harus sabar menghadapi calon kakak iparnya itu. Arif berlari kecil menyusul Aima.


“Biar aku aja yang nyetir kak..” Pinta Arif pada Aima dengan menengadakan tangan meminta kunci saat melihat Aima membuka pintu samping kemudi.

__ADS_1


Aima menyerahkan kunci di tanganya pada Arif tanpa menoleh. dan memutari mobil menuju pintu samping kiri.


Di tengah perjalanan, Aima yang merasa bosan, mencoba menyetel musik kesukaannya.


Keduanya begitu larut dengan pikiran mereka masing masing. Hingga akhirnya


“Mau beli di tempat mana kak..? Tanya Arif setelah merasa sudah hampir 20 menit mereka berkeliling.


“Terserah, aku juga gak tau dimana jualan somay siang begini..” jawab Aima datar.


Dengan sabar Arif terus berkeliling untuk mencari warung yang menjual jajanan tersebut.


Sesekali mata Aima melirik ke arah Arif yang sedang fokus menyetir sambil sesekali celingak celinguk mencari jajanan pesanan adiknya.


Jujur, dalam hati Aima mengakui wajah tampan Arif. Terlihat Arif sepertinya lelaki yang tidak neko neko dan apa adanya.


Pantas adiknya begitu ingin Arif menjadi bagian dari keluarganya. Itu kesan kedua yang Aima dapatkan.


Setelah berkekliling cukup lama, akhirnya Arif berhenti di salah satu tempat kaki lima.


Tanpa basa basi, Arif turun dari mobil dan menghampiri penjual somay tersebut.


Tak berselang lama, dia pun kembali dengan menenteng dua kantong kresek yang berisi pesanan Aini.


"Alhamdulillah dapat.." Ucap Arif tersenyum menatap Aima dan kembali fokus mengemudi.


Aima hanya diam tak bergeming.


Dalam perjalanan kembali ke Rumah sakit, suasana kembali hening. Tak ada yang mau memulai obrolan baik Arif maupun Aima.


Aima sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Arif fokus menatap jalanan. Hingga akhirnya tak terasa mereka kembali tiba di area parkiran rumah sakit.


“Kak Aima, bang Arif..” Panggil Rani menghampiri mereka, di ikuti Inaya dan Mila dari belakang.


“Hay.. Kalian masih disini..? Kata Aini kalian udah balik ke kampus lagi..?” Tutur Aima menyapa sahabat sahabat adiknya itu.


“Iya kak.. Cuma tadi kata Rani mau ketemu kak Aima dulu..” Jawab Inaya.


“Iya udah ayo masuk..” ajak Aima kemudian.


“Kami balik aja dulu kak, ada tugas soalnya.. Kami udah pamit tadi ke Aini sama om tante juga..” jawab Rani.


“Oh gitu.. Ya udah hati-hati ya..” ucap Aima mempersilakan ketiga sahabat adiknya itu pergi.


“Iya kak..” Jawab mereka serentak.


"Kak Arif.." Panggil Mila dengan menunjukan jari berbentuk hati pada Arif.


BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DARI TEMAN TEMAN SEKALIAN.. MOHON DUKUNGANNYA BIAR SAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UNTUK BERKARYA.. 😇😇🙏🙏💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2