DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
AIMA PERGI


__ADS_3

Pagi pagi subuh setelah selesai menunaikan sholat, Arif dan pak Malik mulai berangkat ke ladang bersamaan dengan para petani lainnya.


Disana pak Malik yang mulai mengawasi para pekerja untuk menggemburkan tanah serta membuat pematang pematang besar untuk di tanami kentang.


Sementara Arif hanya bertugas untuk mengantar pekerja sampai ke ladang dengan mobil pick up milik pakleknya.


Saat mentari pagi mulai masuk menyinari kamar lewat sela sela jendela, Aima baru mulai membuka matanya dengan malas.


Saat matanya terbuka dengan sempurna, pandangannya langsung tertuju pada setangkai mawar putih.


"Mmceehh sok romantis.." Gumam Aima.




Aima meraih bunga yang di letakkan Arif di bantal bekas tidurnya dengan tersenyum geli.


Aima bukan tidak menyukai hal hal yang romantis, hanya saja Aima selama pacaran tidak pernah di perlakukan romantis.


Demikianpun dirinya, tidak pernah bersikap romantis pada pasangan. Semua berjalan biasa saja tapi bukan berarti hambar.


Saat matahari semakin terik. Aima yang juga baru selesai sarapan setelah mandi, kini sudah mulai bersiap siap pulang kembali ke rumah orang tuanya.


"Ma, ini aku ada sesuatu buat mama sama papa.. Tolong di terima, tapi jangan buka sekarang.." Ucap Aima tersenyum


"Nanti saja kalau papa udah pulang dari kebun.." Ucap Aima memberikan sebuah amplop pada bu Nana, sang mertua.

__ADS_1


"Ini apa nak..? Apa nak Aima gak nunggu Arif sama papa dulu..?" Bu Nana merasa heran kenapa menantunya itu harus pulang di saat suami dan anaknya tidak berada di rumah.


"Gak usah ma.. Titip salam aja buat mas Arif sama papa.. Kalau nunggu mereka balik dari ladang, aku bisa kemalaman nanti di jalan.." Jawabnya cukup masuk akal.


"Atau besok saja nak.. Biar nanti Arif sama papa yang anterin sampai sana.." Cegah bu Nana


"Aku harus pulang sekarang karena gak enak juga meninggalkan perusahaan terlalu lama. Kasihan asistenku disana.." Jawab Aima beralasan.


Bu Nana pun akhirnya dapat menerima alasan Aima. Meski pada sebenarnya bukan karena itu yang terjadi sebenarnya.


"Oh iya ma.. Ini, mohon di terima.." Ucap Aima kemudian dengan amplop di tangannya.



"Baiklah nak.. Kamu beneran gak nunggu Arif dulu.." Tanya bu Nana mencoba menahan Aima lagi.


" Gak usah ma, nanti aku malah bisa kepagian di jalan kalau nungguin dia.. Aku pamit ya ma, Assalamualaikum.." Ucap Aima mencium punggung tangan mertuanya.


Di ladang, Arif yang sedang ikut sang Ayah mengecek pekerjaan petani yang membantu Ayahnya, mendapat telephone dari sang Ibu.



"Aku kesana sekarang.." Ucap Arif setelah mendengar semua apa yang terjadi dari bu Nana.


Arif menutup panggilan telephone sang Ibu dan berlari kencang menuju mobil yang terparkir di tepi jalan.


Dia menancap gas dengan kecepatan tinggi menuju tempat tinggal mereka yang berada di simpang puncak.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Arif pun sampai di halaman rumah dan bergegas turun mencari keberadaan sang Ibu.


"Ma, dimana Aima.. Apa yang terjadi ma..?" Tanya Arif dengan panik pada bu Nana yang sedang duduk di samping rumahnya dengan wajah sedih.


"Justru mama mau nanya sama kamu, kenapa Aima bisa pergi..? Kamu apakan dia..? Apa yang membuatnya pergi..?" Tanya balik bu Nana dengan tatapan tajam.


Arif terdiam dengan pertanyaan sang Ibu. Sejenak dia teringat akan kejadian semalam antara dia dan Aima.


"Gak mungkin gara gara takut aku menidurinya lantas dia pergi begitu saja.. Sekonyol itukah..?" Monolog Arif dalam hati.


Melihat sang anak melamun, bu Nana menjadi semakin kesal.


"Arif.. Kamu apakan Aima.." Desak bu Nana.


"Ma.. Aku gak ngapa ngapain dia ma.. Tapi..?" Ucapan Arif tertahan, dia mendadak ingat kejadian waktu Aima dan Ayahnya yang sedang ngobrol di kolam ikan.


"Tapi apa..?" Desak bu Nana.


Arif menatap wajah bu Nana.


"Kita coba tanya sama papa dulu.. Kemarin aku melihat papa sedang membahas sesuatu gitu dengan Aima di kolam ikan.." Jelas Arif menatap wajah sang Ibu


"Siapa tau ada hubungannya dengan ini.." Tutur Arif dengan yakin.


"Papamu dimana sekarang..?" Tanya bu Nana gak sabaran.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA MAMPIR DISINI.. 🙏🙏💞💞


MOHON DUKUNGANNYA.. 🙏🙏💞💞**


__ADS_2