DI BALIK SIKAPMU

DI BALIK SIKAPMU
KESUNGGUHAN RASA


__ADS_3

Aima menarik nafas karena kesal di tatap oleh suaminya dengan sorot mata tajam.


" Sejak perusahaan itu terancam bangkrut, Semua pemilik saham menarik sahamnya disana. Tapi karena pemiliknya adalah sahabat kecil kakek, terpaksa kakek membelinya dengan tetap memperkerjakan sahabatnya itu disana.."


" Namun beberapa bulan kemarin sahabat kakek itu mengalami struk berat dan terpaksa aku yang mengambil alih.."


" Kamu tau mas. Itu kakek siapkan untuk hadiah pernikahan kita. Karena waktu itu kita belum juga menikah, perusahaan tersebut masih atas namaku sebagai CEO disana.."


" Kenapa ini bisa terlambat kamu ketahui..? Karena aku masih menunggu sampai kamu selesai kuliah agar fokus kamu tidak terbagi. Dan karena itu bukan bidang aku, aku mau mengembalikannya sama kamu agar perusahaan itu tetap jalan.." Ucap Aima panjang lebar.


Arif terdiam dalam pemikirannya sendiri.


"Mas, jangan salah paham. Niat kakek baik dan murni memberikan kita kado pernikahan karena beliau sangat bahagia aku menikah. Bukan karena hal lain.." Ujar Aima seolah mengerti apa yang ada di benak suaminya.


" Mas..?" Sentak Aima greget.


"Iya sayang. Nanti kita bahas lagi. Aku harus kembali ke kantor untuk menyerahkan ini pada asisten pak Roy.." Ucap Arif menanggapi.


" Kalau mas gak mau aku sering bertemu dengan teman mas itu, mas ambil alih perusahaan.." Ancam Aima karena tahu suaminya pasti akan menolak dengan dali harga diri.


Arif tersentak. Di saat seperti ini, Aima masih bisa mengancam. Bukan kah dia pintar..? Kenapa tak bisa melihat situasi..? Pikir Arif menatap tajam ke arah istrinya.


"Ngapain mas menatap kayak gitu..? Mas pikir aku takut..?" Ucap Aima tak terpengaruh.


" Kamu gak liat situasi Aima..? Aku sekarang sedang kerja di perusahaan pak Roy. Dan yang menjalankan proyek ini adalah aku, terus aku juga kah yang harus menjalankan perusahaan AK untuk proyek ini juga..? Apa kamu gak mikir..?" Ujar Arif greget.


Aima terdiam. Namun hatinya justru tergelitik. Membayangkan suaminya menjalankan bisnis proyek di dua perusahaan yang sama, rasanya tidak lah mungkin.


Arif melihat Aima menunduk dengan senyum tertahan. Seolah sedang membayangkan sesuatu yang terasa lucu.


" Aku balik dulu ya..? Kamu baik baik disini. Nanti kalau sudah saatnya, aku akan datang jemput kamu.." Ucap Arif lembut.


Aima mendongak menatap suaminya yang kini berdiri dari tempat duduknya sejak tadi.


" Aku mau, tapi kita harus rujuk dulu. Toh mas sudah menalak satu aku.." Ucap Aima serius.


Arif tak menyangka istrinya masih teringat akan masalah itu yang dirinya saja sudah lupa.


Sejak tadi mereka membahas banyak hal yang tentunya di awali dengan drama dan berakhir dengan bahasan serius soal bisnis, kini bahasan mereka kembali lagi ke mode hati.


Arif mengusap wajahnya dengan kasar. Menyugar rambut kebelakang dengan pikiran yang sedikit frustasi.


Arif kembali duduk di tepi ranjang. Menatap lekat wajah sang istri yang seperti sedang menahan sesuatu.

__ADS_1


" Aku tidak pernah menalak kamu Aima Larasita binti Samsul Anugrah. Sampai saat ini, kamu masih istriku yang sah secara agama dan hukum.." Ucap Arif lembut sembari mengecup kening Aima.


Aima yang mendengar ucapan Arif serta ciuman lembut di keningnya, hatinya menghangat. Matanya terpejam menyalurkan rasa di kalbunya yang dia sendiri tidak tahu apa itu.


Arif bergeming. Kembali duduk di tepi ranjang dengan tangan yang menggenggam erat jemari sang istri.


" Ayo kita jalani pernikahan ini dengan baik. Kita mulai dengan hal hal yang baik. Jika ada sesuatu yang mengganjal di hati, tolong kita saling terbuka.." Ucap Arif dengan tatapan teduh.


"Aku tau aku belum pantas mendampingi kamu sebagai seorang suami saat ini, tapi tolong beri aku waktu untuk membuktikan.." Ujar Arif penuh harap.


Aima bingung. Jujur hatinya belum sepenuhnya menerima. Tapi di lain sisi, Aima juga tak rela jika Arif bersama dengan wanita lain.


Terlihat Aima menghembuskan nafas pelan. Sesaat kemudian, Aima mengangguk meski belum yakin. Apa salahnya dia mencoba, begitu pikirnya.


***


Sudah hampir sebulan Arif menjalankan pekerjaannya di perusahaan milik Andra.


Dan seperti yang dia duga, Andra memang menyimpan rasa pada istrinya, Aima. Terlihat dari beberapa kali pertemuan untuk membahas progress proyek yang mereka jalani, Andra tidak sekalipun melibatkannya disana.


Andra akan memintanya untuk menjelaskan secara detail, dan itu akan menjadi bahan pertemuannya dengan perusahaan AK Gemilang.


Hari ini, Arif di minta pak Roy untuk menemuinya. Rupanya beliau sudah tahu bahwa anaknya yang bandel itu tidak sepenuhnya menjalankan tugasnya.


Tapi yang dia lihat, Andra justru memanfaatkan Arif untuk mengelabui dirinya. Setelah melihat kinerja Arif, pak Roy pun sangat puas.


" Terima kasih atas kerja kerasmu. Saya akan kasih kamu bonus setelah proyek ini selesai.." Ucap pak Roy setelah selesai membahas banyak hal tentang jalannya proyek.


" Terima kasih banyak pak Roy. Saya akan menjalankan pekerjaan ini dengan sebaik mungkin.." Ucap Arif meyakinkan.


Kini Arif punya senjata untuk menggertak Andra. Rupanya Arif mulai terusik dengan kelakuan sahabatnya itu.


Setelah selesai menemui pak Roy, Arif pun memutuskan untuk menemui Aima di kantornya.


Namun setelah Arif berniat mengabari sang istri untuk berkunjung, Arif bergegas menancapkan gas dengan kecepatan lebih karena tidak sabar ingin segera sampai.


Kepanikan Arif memang cukup berlebihan. Padahal istrinya hanya mengiriminya kabar bahwa hari ini dirinya hanya mengirim utusan dari perusahaan untuk menemui Andra karena tidak enak badan.


Sementara di tempat lain, Andra tengah menahan emosi mendapati pertemuan hari ini dengan perusahaan AK Gemilang hanya di wakili asisten Aima.


Padahal dirinya sudah menyiapkan sesuatu khusus untuk Aima. Dia berniat menarik simpatik dan perhatian Aima, tak perduli bagaimana perasaan Arif sahabatnya.


Sebab jika bukan karena mau menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan Aima, tidak lah mungkin dia mau bekerja di kantor ayahnya meski mendapat ancaman seperti sebelum sebelumnya dari ayahnya itu.

__ADS_1


Sesaat kemudian, setelah menempuh waktu 40 menit, akhirnya mobil yang di kendarai Arif terparkir aman di rumah mertuanya.


Arif bergegas turun dan mengetuk pintu tanpa sabar.


" Den Arif. Masuk den.." Sapa mbok Lala dengan ramah.


" Aima mana bi..?" Tanya Arif tak sabar.


" Non Aima di kamar den.." Jawab mbok Lala.


Bergegas Arif berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamar Aima. Mbok yang melihat Arif yang berbeda, hanya mengerutkan keningnya bingung.


Sesampainya di depan kamar, Arif masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Terlihat Aima sedang terbaring menyamping di ranjang empuknya masih dengan pakaian kantornya pagi tadi.


Arif mengelus puncak kepala sang istri dengan pelan agar tak mengusik tidurnya. Saat tangannya menyentuh pipi sang istri, terasa hangat disana.


Rupanya Aima demam. Arif merasa kasihan sebab penolakannya saat di minta oleh Aima mundur dari perusahaan Andra dan mau mengambil alih AK Gemilang di tolaknya, membuat istrinya kelelahan.


Aima memiliki perusahaan sendiri sesuai bidangnya. Namun karena adanya perusahaan AK Gemilang pemberian sang kakek, membuatnya harus bekerja ekstra.



"Maaf sayang.." Ucap Arif mencium lembut lengan sang istri.


Arif membelai lembut pipi Aima berulang kali hingga akhirnya tidur Aima terusik.


Aima menggeliat manja. Dia tahu yang mengusik tidurnya sudah pasti suaminya meski matanya masih terpejam.


" Mas, laper.. Tolong minta mbok bawain makan siangku di kamar boleh..?" Ucap Aima dengan serak khas orang baru bangun masih dengan mata terpejam.


" Iya sayang. Sebentar ya.." Ucap Arif mencium pipi istrinya berulang kali seolah tidak puas.


Aima yang greget akhirnya mendorong wajah Arif menjauh. Arif tersenyum menahan tertawa.


" Cepat mas ih.. Perut aku laper ni.." Rengek Aima lagi saat melihat Arif masih terus mengelus rambutnya.


" Iya sayang. Sabar.." Ucap Arif bergegas memenuhi keinginan istrinya.


......**BERSAMBUNG......


...TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI. TERIMA KASIH JUGA SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN DENGAN VOTE DAN LIKE.. 🙏🙏💖...

__ADS_1


...SEMOGA EPISODE BERIKUT AKAN LEBIH MENARIK LAGI.. 😇😇🙏**...


__ADS_2